Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.543 views

Menjaga Ukhuwwah Islamiyyah

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA*

Di antara ajaran Al-Quran dan As-Sunnah adalah perintah menjaga ukhuwwah Islamiah (persaudaraan Islam) dan larangan melakukan segala perbuatan dan perkataan yang dapat merusak ukhuwwah Islamiah. Maka, umat Islam sesama ahlussunnah wal jama’ah wajib menjaga ukhuwwah islamiah dan haram merusak ukhuwwah islamiah.

Namun demikian, masih ada sebahagian umat Islam yang tidak mengamalkan ajaran Al-Quran dan As-Sunnah tersebut. Hanya gara-gara persoalan khilafiah (perbedaan pendapat ulama) dan persoalan yang hukumnya sunnat, mereka rela merusak ukhuwwah islamiah dengan menyakiti, memaki dan membenci saudaranya muslim ahlussunnah wal jama’ah.

Masjid-masjid direbut dan dipaksa model ibadah tertentu. Khatib-khatib yang tidak sesuai dengan mereka diinterupsi dan diturunkan dari mimbar dengan paksa. Bahkan sampai menyesatkan saudaranya muslim Ahlusussunnah wal Jama’ah dengan sebutan “wahabi”. Padahal istilah “wahabi” ini diciptakan oleh orang-orang kafir Barat dan Syi’ah untuk mengadu domba umat Islam dan merusak ukhuwwah islamiah. Musuh-musuh Islam ini menginginkan dan berusaha keras agar umat Islam tidak bersatu sehingga menjadi lemah, hina dan mudah dikalahkan.

Ukhuwwah islamiah  sangat  penting dalam Islam. Oleh karena itu, ukhuwwah islamiah diperintahkan dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Dengan ukhuwwah islamiah, maka akan terwujud persatuan umat Islam dan perdamaian dalam negara. Dengan terwujudnya persatuan, maka umat Islam akan menjadi umat yang kuat dan mulia seperti pada masa para sahabat. 

Para sahabat sangat peduli dan komitmen dengan ukhuwwah islamiah. Mereka saling mencintai dan mengasihi sesama mereka. Mereka saling menghormati dan menghargai meskipun  berbeda pendapat. Rasa ukhuwwah islamiah di antara para sahabat ini telah ditanam dan dibangun dengan kokoh oleh Rasulullah saw, lalu dilanjutkan oleh para sahabat sehingga Islam menjadi kuat dan mencapai kejayaan pada masa para sahabat dan generasi sesudahnya.

Al-Quran dan as-Sunnah memerintahkan umat Islam untuk mewujudkan dan menjaga ukhuwwah islamiah dengan bersatu dalam aqidah Islam (aqidah Ahlussunnah wal jama’ah), saling mencintai, membantu dan mengasihi sesama saudara muslim seaqidah. Sebaliknya, Al-Quran dan As-Sunnah melarang umat Islam merusak ukhuwwah islamiah dengan bercerai berai, berselisih, membuat konflik, saling mendengki, memaki, menfitnah, membenci, dan menyesatkan muslim ahlussunnah wal jama’ah.

Allah Swt menegaskan bahwa umat Islam itu bersaudara dengan firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara.” (Al-Hujurat: 10). Begitu pula Rasul saw telah menegaskan bahwa umat Islam itu bersaudara dengan sabda beliau: “Seorang muslim itu bersaudara dengan muslim yang lainnya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam kitab tafsirnya “Adhwaau Al-Bayan”, Syaikh Muhammad Amin bin Mukhtar Asy-Syinqiti menjelaskan makna persaudaraan dalam ayat diatas adalah ukhuwwah ad-adiin (persaudaraan agama), bukan ukhuwwah an-nasab(persaudaraan hubungan keluarga). Menurut asy-syaikh, persaudaran agama  lebih agung dan lebih kuat dari persaudaraan hubungan keluarga berdasarkan dalil-dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah. (Tafsir Adhwaau Al-Bayan, hlm. 1393). 

Umat Islam itu bersaudara karena satu agama yaitu Islam dan satu aqidah yaitu aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Ahlussunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang mengikuti sunnah Nabi saw dan para sahabat, dan bersatu dalam satu jama’ah. Secara fitrah, tabiat orang yang bersaudara itu adalah saling mencintai dan mengasihi. Karena orang yang memiliki hubungan persaudaraan itu pasti menyayangi dan mencintai saudaranya. 

Oleh karena itu itu, sesama muslim wajib saling mencintai dan mengasihi. Bahkan mencintai saudaranya muslim merupakan bukti kesempurnaan iman seseorang. Rasul saw bersabda: “Tidak beriman (secara sempurna) salah seorang di antara kalian sebelum ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Umat Islam wajib berlemah lembut dan berkasih sayang terhadap saudaranya muslim. Sebaliknya, umat Islam harus kuat,  berani dan tegas terhadap orang-orang kafir. Allah Swt berfirman: “Muhammad Itu utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (Al-Fath: 29). Allah Swt berfirman: “…yang bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir..” (Al-Maidah: 54). 

Syaikh Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan ayat tersebut (Al-Maidah: 54): “Demikianlah sifat seorang mukmin yang hakiki berkenaan dengan saudara-saudaranya kaum muslimin yaitu rendah diri, tawadhu, lemah lembut, dan toleran. Sedangkan berhadapan dengan orang-orang kafir, maka dia lebih tinggi di atas orang-orang kafir. Dengan kata lain, umat Islam merasa kuat dihadapan orang-orang kafir, tidak lemah, tidak menunjukkan kecintaan kepadanya dan tidak cenderung kepadanya”. (Syarah Riyadhush Shalihin: 4/304)

Umat Islam itu bersaudara, maka seorang muslim tidak boleh menyakiti dan menzhalimi saudaranya muslim. Perbuatan ini haram hukumnya dan dosa besar. Allah Swt berfirman: “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (Al-Ahzab: 58). Rasul saw bersabda: “Seorang muslim itu bersaudara dengan muslim yang lainnya, maka tidak boleh menzhaliminya, tidak boleh membiarkannya teraniaya dan tidak boleh menghinanya” (HR. Muslim).

Umat Islam tidak boleh saling dengki, membenci dan memboikot. Perbuatan ini haram. Rasul saw bersabda: “Dan janganlah kalian saling dengki, jangan saling membenci dan jangan saling membelakangi. Dan jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara” (HR. Muslim). Dalam riwayat yang lain: “Janganlah kalian saling memboikot, jangan saling membelakangi, dan jangan saling dengki. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim)

Seorang muslim tidak boleh memaki dan mengumpat saudaranya muslim. Perbuatan tersebut haram dan dosa besar. Allah Swt berfirman: “Dan janganlah sebahagian kalian mengumpat sebahagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kalian suka makan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian merasa jijik.” (HR. Al-hujurat: 12). Rasulullah saw bersabda: “Mencaci seorang muslim itu perbuatan kefasikan. Sedangkan membunuhnya perbuatan kekufuran.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Umat Islam itu bersaudara, maka seorang muslim tidak boleh menyesatkan saudaranya  muslim Ahlussunnah wal Jama’ah tanpa ada dalil yang qath’i  dan sharih (jelas). Perbuatan tersebut haram dan dosa besar. Rasul saw bersabda: “Tidaklah seseorang melemparkan tuduhan kepada orang lain dengan tuduhan kefasikan atau kekafiran melainkan tuduhan itu kembali kepadanya apabila yang dituduh ternyata tidak demikian.” (HR. Bukhari). Oleh karena itu, kita tidak boleh mengfitnah dan menyesatkan saudara kita muslim dengan tuduhan wahabi.

Umat Islam wajib bersatu dan saling menguatkan. Sebaliknya, umat Islam haram bercerai berai dan berselisih. Allah Swt berfirman: “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..” (Ali Imran: 103). Allah Swt juga berfirman: “Dan janganlah kalian menjadi orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat.” (Ali ‘Imran: 105).. Rasul saw juga bersabda: “Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seperti sebuah bangunan, di mana sebahagian bangunannya menguatkan sebahagian yang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim). Umat Islam kuat, mulia dan jaya dengan bersatu. Sebaliknya umat Islam lemah dan hina dengan bercerai berai dan berselisih. Allah Swt berfirman: “..Dan janganlah kalian berselisih, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan kekuatan kalian hilang..” (Al-Anfal: 46)

Umat Islam itu bersaudara, maka umat Islam wajib saling membantu dan mengasihi sesama saudaranya. Allah Swt berfirman: “Dan tolong menolonglah kalian dalam (berbuat) kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian tolong menolong dalam (berbuat) dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2). Rasulullah saw bersabda: “Allah akan memberikan pertolongan kepada seorang hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Umat wajib bersolidaritas terhadap saudaranya yang lemah dan menderita. Sikap solidaritas itu dilakukan dengan ikut merasakan penderitaannya dan mengasihinya serta menolongnya. Rasul saw bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kecintaan, kasih sayang, kelembutan mereka seperti satu badan. Jika salah satu anggota badan sakit, maka anggota badan lainnya juga ikut merasakan sakit.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Demikianlah ajaran-ajaran Al-Quran dan As-Sunnah yang memerintahkan (mewajibkan) kita umat Islam untuk mewujudkan ukhuwwah islamiah dengan cara bersatu, saling mencintai, mengasihi, bersolidaritas, membantu dan sebagainya. Sebagaimana Al-Quran dan As-Sunnah melarang (mengharamkan) kita merusak ukhuwah islamiah dengan bercerai berai, berselisih, menyakiti, menzhalimi, memprovokasi, menfitnah, mendengki, membenci, menyesatkan sesama muslim Ahlusunnah wal Jama’ah dan sebagainya. 

Oleh karena itu, persoalan khilafiah dan persoalan yang hukumnya sunnat jangan sampai merusak ukhuwah islamiah dan menjadi perpecahan umat serta menimbulkan konflik antara sesama ahlusunnah wal jama’ah dengan memaksa pendapat tertentu atau menyalahkan pendapat lain. Perbuatan tersebut dilarang dalam Islam. Kondisi seperti itu justru menguntungkan musuh-musuh Islam.

Persoalan khilafiah harus disikapi dengan saling menghargai, menghormati, dan toleransi sehingga terwujud ukhuwwah islamiahkarena hal ini diwajibkan oleh Allah Swt dan Rasul Saw. Semoga kita termasuk orang-orang yang mengamalkan Al-Quran dan As-Sunnah dan berkomitmen dalam menjalankan syariat Allah Swt.

 

*) Penulis adalah Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, Anggota Ikatan da’i dan Ulama Asia Tenggara, Dosen UIN Ar-Raniry, dan Doktor bidang Fiqh & Ushul Fiqh pada International Islamic University Malaysia (IIUM).

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News

MUI

Must Read!
X