Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.701 views

Jihad Islam Serukan Persatuan Untuk Melawan 'Pos Pemeriksaan Kematian' Israel

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Gerakan perlawanan Palestina, Jihad Islam telah memperingatkan Tel Aviv agar tidak mengobarkan api ketegangan setelah pasukan Israel membunuh seorang wanita muda Palestina di sebuah pos pemeriksaan di luar Al-Quds Yerusalem Timur yang diduduki pada hari Sabtu (12/6/2021).

"Kejahatan ini menggarisbawahi perlunya persatuan di antara semua lapisan bangsa Palestina dan pasukannya untuk menghadapi musuh Zionis, yang tidak menunjukkan belas kasihan kepada pria, wanita dan orang tua," katanya dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam.

“Ini mewajibkan semua warga Palestina untuk berperang dengan penjajah dengan cara apa pun, terutama di pos pemeriksaan kematian, yang telah menjamur di Tepi Barat dan Al-Quds,” tambah pernyataan itu.

Gerakan itu mengatakan, “Pasukan Zionis pendudukan terus melakukan kejahatan paling keji terhadap rakyat kami di Tepi Barat dan Al-Quds yang diduduki, mengabaikan hak-hak rakyat Palestina, dan mengeksekusi orang-orang muda, wanita, anak-anak dan orang tua dengan darah dingin."

Diam pada kejahatan baru-baru ini adalah “aib bagi institusi, negara dan organisasi yang mengklaim sebagai pembela hak asasi manusia, kebebasan dan keadilan. Keheningan ini adalah untuk menutupi terorisme dan memberanikan rezim pendudukan untuk membunuh warga Palestina,” katanya.

"Darah para syuhada ini akan mengobarkan api ketegangan, dan akan membuat kami lebih bertekad untuk melanjutkan jalan perlawanan sampai tanah kami sepenuhnya dibebaskan,” kata pernyataan itu.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengatakan pertumpahan darah baru adalah bagian dari upaya putus asa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tetap menjabat.

"Netanyahu dan tim politik, militer, dan keamanannya yang ekstrem akan, hingga saat terakhir menjabat, mengintensifkan agresi brutal mereka terhadap rakyat Palestina, tanah, aset, dan tempat suci mereka," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Netanyahu, katanya, berusaha untuk menggagalkan upaya lawan politiknya untuk membentuk rezim alternatif dengan meningkatkan agresi di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Al-Quds Yerusalem Timur.

“Adegan berdarah yang diatur Netanyahu ini mengorbankan nyawa, properti, dan kesucian rakyat kita dan anak-anak mereka,” kata kementerian itu.

Sebelumnya Sabtu, pasukan Israel menembak mati seorang wanita Palestina atas tuduhan upaya penusukan di pos pemeriksaan Qalandia di Tepi Barat yang diduduki.

Polisi Israel menuduh bahwa wanita berusia 27 tahun, yang diidentifikasi sebagai Ibtesam Khaled Kaabneh, terus berjalan menuju penjaga di persimpangan, meskipun berulang kali diperingatkan untuk berhenti.

Lebih lanjut diklaim bahwa wanita itu, seorang penduduk kamp pengungsi Aqabat Jabr dekat kota Ariha (Jericho) Tepi Barat, telah mendekati mereka dengan pisau. Seorang tentara Israel kemudian melepaskan tembakan ke arahnya.

Kantor berita resmi Palestina, Wafa, melaporkan bahwa Kaabneh dibiarkan berdarah tak berdaya di tanah selama beberapa menit sebelum dia dinyatakan meninggal.

Banyak warga Palestina menderita luka-luka atau kehilangan nyawa dalam insiden serupa karena tuduhan bahwa mereka mencoba menikam atau menabrak mobil.

Pasukan Israel dalam banyak kesempatan tertangkap kamera secara brutal membunuh warga Palestina, dengan video menjadi viral online dan memicu kecaman internasional.

Rezim Tel Aviv telah dikecam karena penggunaan kekuatan mematikannya yang ekstensif terhadap dan pembunuhan di luar hukum terhadap warga Palestina yang tidak menimbulkan ancaman langsung bagi pasukan pendudukan atau pemukim Israel.

Perkembangan itu terjadi setelah seorang warga Palestina berusia 15 tahun tewas oleh tembakan tentara Israel di dekat kota Beita, selatan Nablus.

Pada hari Kamis, dua petugas di dinas keamanan Otoritas Palestina ditembak mati dalam baku tembak dengan pasukan Israel di Tepi Barat utara. Seorang warga Palestina ketiga juga tewas dalam baku tembak. (ptv)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Kemenag Akan Alihkan Bantuan Masjid ke Penanggulangan Covid-19

Kemenag Akan Alihkan Bantuan Masjid ke Penanggulangan Covid-19

Rabu, 28 Jul 2021 09:58

Benarkah Indonesia Merdeka?

Benarkah Indonesia Merdeka?

Rabu, 28 Jul 2021 08:31

Calon Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina di Negara Ketiga, Bukhori: Cambuk bagi Pemerintah

Calon Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina di Negara Ketiga, Bukhori: Cambuk bagi Pemerintah

Rabu, 28 Jul 2021 08:06

Risiko Ekonomi Saat Pelaksanaan PPKM Darurat

Risiko Ekonomi Saat Pelaksanaan PPKM Darurat

Rabu, 28 Jul 2021 07:19

Butuh Kebijakan dan Perhatian Khusus Buat Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Butuh Kebijakan dan Perhatian Khusus Buat Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Rabu, 28 Jul 2021 07:09

Militer Pakistan Sebut 46 Tentara Afghanistan Kabur Ke Pakistan Setelah Diserang Taliban

Militer Pakistan Sebut 46 Tentara Afghanistan Kabur Ke Pakistan Setelah Diserang Taliban

Selasa, 27 Jul 2021 21:40

Ennahda Serukan Konsultasi Politik Di Tunisia Setelah 'Kudeta' Oleh Presiden Kais Saied

Ennahda Serukan Konsultasi Politik Di Tunisia Setelah 'Kudeta' Oleh Presiden Kais Saied

Selasa, 27 Jul 2021 21:15

HRW Desak ICC Selidiki Kejahatan Perang Militer Israel Dalam Serangan 11 Hari Di Gaza

HRW Desak ICC Selidiki Kejahatan Perang Militer Israel Dalam Serangan 11 Hari Di Gaza

Selasa, 27 Jul 2021 21:15

Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Selasa, 27 Jul 2021 10:41

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Selasa, 27 Jul 2021 10:37

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Selasa, 27 Jul 2021 08:45

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Senin, 26 Jul 2021 20:20

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Senin, 26 Jul 2021 20:17

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Senin, 26 Jul 2021 20:05

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Senin, 26 Jul 2021 20:01

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Senin, 26 Jul 2021 19:35

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Senin, 26 Jul 2021 19:22

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Senin, 26 Jul 2021 19:09

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Senin, 26 Jul 2021 19:05

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Senin, 26 Jul 2021 17:15


MUI

Must Read!
X