Palembang (voa-islam.com) – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan (Sumsel) menyoroti program Take Him Out Indonesia yang ditayangkan stasiun televisi Indosiar sebagai kelanjutan fatwa MUI Sumsel yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia dan kurang edukatif.
...Ke depan kita terus meminta pihak penyelenggara lebih dekat dengan budaya Indonesia dan budaya religius. Kita terus pantau jika tetap terjadi pelanggaran, tentunya kita tidak segan-segan memberikan peringatan keras...
....Program acara Take Him Out lebih menonjolkan unsur pornografi dan pornoaksi, dengan penampilan peserta yang keluar dari norma kesopanan,”tegas Jonizar...
...Tayangan acara yang bersifat menghipnotis, meramal, mencari jodoh sama haramnya. Sebab, cara-cara penayangan acara, seperti Take Him Out, Uyak Emang Kuya, di televisi swasta merupakan pemahaman keliru dalam dunia Islam...
Alasannya, kata Luthfi, dalam ajaran Islam, menghilangkan kesadaran seseorang dengan maksud mencari informasi, kemudian menyebarluaskan ke publik, adalah perbuatan dosa. Kemudian, dalam penayangan infotaiment seputar pencarian jodoh, jelas terjadi pengikisan moral bangsa dan menyalahi kaidah pernikahan di dunia Islam.
”Banyak hal negatif yang ditimbulkan acara-acara tersebut, di antaranya membuka aib seseorang dan mempertontonkannya di hadapan jutaan pemirsa televisi. Bahkan, acara demikian termasuk unsur ramalan mistis yang tidak terbukti kebenarannya,” ungkap dia.
Hal ini merupakan satu hal yang dapat merusak moral umat Islam sehingga patut dijauhi umat muslim di Sumsel.Bahkan,banyak kalangan generasi penerus yang sudah mempercayai dan mengikuti tingkah polah tayangan yang ditontonnya.
”Sekarang ini memang fatwa untuk infotainment belum diterbitkan MUI. Namun,saat ini fatwa tersebut tengah digodok dan dibahas dalam pertemuan sejumlah petinggi MUI,” sambung Lutfi. Menurut dia, ke depan pernyataan ini akan diserahkan kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel.
Sebab, KPID lebih berkompetan dan berwenang memberikan sanksi terhadap stasiun penyiaran yang merusak moral bangsa. ”Pernyataan ini kita keluarkan karena MUI yang merupakan wadah para ulama di Sumsel memiliki kewajiban dan merasa bertanggung jawab terhadap masa depan moral bangsa dan umat Islam. Untuk itulah, pihaknya mengajak umat muslim di Sumsel segera menjauhi tayangan infotainment,” kata dia. (Ibnudzar/dbs)
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Voice of Al Islam mengajak Anda untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan dakwah secara online di voa-islam.com
Kirimkan artikel Anda mengenai topik dan tema yang Anda kehendaki, insya Allah kami akan menampilkannya di website voa-islam.com
Patisipasi Anda sungguh sangat bermakna bagi kami ^_^
Kirimkan ke : redaksi@voa-islam.com.
Jazakumullahu khoiron katsiron
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Voice of Al Islam