Puasa Melatih Hidup Zuhud (Mengurangi Makan)Ahad, 08 Mar 2026 23:48 |
|
Dzikir Khusus Setelah Shalat WitirJum'at, 06 Mar 2026 13:49 |

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah ﷺ dan keluarganya.
Bulan Ramadan adalah bulan shiyam dan qiyam (shalat malam), serta ibadah kepada Allah, Dzat Yang Maha Agung dan Maha Tinggi. Ia adalah bulan penuh kemuliaan dan keberkahan. Bulan taubat dan kembali kepada Allah. Bulan keikhlasan dan zikir. Bulan ketaatan dan keimanan.Bulan pemaafan dan pengampunan. Bulan turunnya Al-Qur’an. Bulan mengurangi kenikmatan dunia, hidup zuhud, dan bersikap wara’ (menjauhi hal-hal yang meragukan).
Di antara rahasia dan tujuan terpenting dari puasa adalah melemahkan kekuatan-kekuatan yang menjadi sarana setan dan perangkapnya untuk menjerumuskan manusia ke dalam maksiat dan keburukan. Hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan mengurangi makan dan minum.
Orang yang berpuasa tidak seharusnya memakan makanan sebanyak yang biasa ia makan setiap malam sebagaimana yang sudah menjadi kebiasaan sebagian kaum Muslimin—kecuali orang yang Allah rahmati—di masa sekarang. Lalu apa manfaat puasa bagi seseorang yang hanya memindahkan makanan yang biasa ia makan di pagi hari ke waktu malam?
Sesungguhnya puasa adalah kunci untuk bersikap zuhud terhadap dunia. Dengan shiyam, jiwa terlatihuntuk menahan keinginannya, memutus kebiasaannya, serta mengarahkan diri kepada ibadah. Orang yang berpuasa menahan syahwat, makanan, dan minumannya demi Allah. Demikian pula orang yang zuhud dan ahli ibadah menahan dirinya dari memperturutkan nafsunya dengan menundukkan diri untuk ibadah. Karena itu Rasulullah ﷺ menggabungkan keduanya dalam sabdanya:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِي مَلَائِكَتَهُ بِالشَّابِّ الْعَابِدِ فَيَقُولُ: أَيُّهَا الشَّابُّ التَّارِكُ شَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي، الْمُبْتَذِلُ شَبَابَهُ لِي، أَنْتَ عِنْدِي كَبَعْضِ مَلَائِكَتِي
“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla membanggakan seorang pemuda yang ahli ibadah di hadapan para malaikat-Nya, lalu Dia berfirman: Wahai pemuda yang meninggalkan syahwatnya demi Aku dan mengorbankan masa mudanya untuk-Ku, engkau di sisi-Ku seperti sebagian malaikat-Ku.”
Dan tentang orang yang berpuasa Allah berfirman:
يَا مَلَائِكَتِي انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي، تَرَكَ شَهْوَتَهُ وَلَذَّتَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ مِنْ أَجْلِي
“Wahai para malaikat-Ku, lihatlah hamba-Ku ini; ia meninggalkan syahwat, kenikmatan, makanan, dan minumannya demi Aku.”
Hati dapat mati karena terlalu banyak makan dan minum, sebagaimana tanaman bisa mati jika terlalu banyak disiram air. Maka jangan sampai seorang Muslim mengira bahwa puasa hanyalah meninggalkan makan, minum, dan hubungan suami istri saja. Nabi ﷺ bersabda:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan dari puasanya selain lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Kesempurnaan puasa adalah dengan menahan seluruh anggota badan dari hal-hal yang dibenci Allah: menjaga mata dari melihat yang haram, menjaga lisan dari ucapan yang tidak bermanfaat, dan menjaga telinga dari mendengar sesuatu yang diharamkan Allah.
Imam Al-Ghazali memberi perumpamaan bagi orang yang berpuasa tetapi tenggelam dalam maksiat seperti orang yang membangun istana namun meruntuhkan sebuah kota. Beliau berkata: makanan halal itu membahayakan jika berlebihan, bukan karena jenisnya; maka puasa bertujuan untuk menguranginya.Orang yang meninggalkan obat karena takut berbahaya tetapi malah meminum racun adalah orang yang bodoh. Hal yang haram menghancurkan agama, sedangkan yang halal adalah obat—sedikitnya bermanfaat dan banyaknya berbahaya—dan tujuan puasa adalah menguranginya.
Sebagian ulama salaf berkata:
أَهْوَنُ الصِّيَامِ تَرْكُ الشَّرَابِ وَالطَّعَامِ
“Puasa yang paling ringan hanyalah meninggalkan makan dan minum.”
Jabir berkata:“Jika engkau berpuasa, maka hendaklah pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu juga berpuasa dari dusta dan hal-hal yang haram. Tinggalkan menyakiti tetangga. Hendaklah engkau bersikap tenang dan berwibawa pada hari puasamu. Jangan jadikan hari puasamu sama dengan hari ketika engkau tidak berpuasa.”
Betapa beruntungnya orang yang menjadikan Ramadan sebagai musim semi bagi hatinya, penghapus kesedihannya, pendorong untuk berpegang teguh pada tali Allah, dan penguat tekadnya; serta menjadikannya kesempatan untuk menambah bekal takwa dan amal saleh.
Dan betapa sengsaranya orang yang Ramadan berlalu begitu saja seperti bulan-bulan lainnya, sementara ia tetap tenggelam dalam maksiat kepada Allah, jatuh dalam kelalaian dan lupa, tanpa memanfaatkan hembusan rahmat Allah. Sesungguhnya dalam hari-hari kehidupan terdapat hembusan rahmat dari Allah; siapa yang mendapatkannya sekali saja, maka ia tidak akan celaka setelah itu selamanya.
Maka wahai pencari kebaikan, sambutlah! Dan wahai pencari keburukan, berhentilah! [PurWD/voa-islam.com]
## Support dakwah media www.voa-islam.com melalui Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.6141 a/n: Badrul Tamam, konfirmasi (087781227881)
+Pasang iklan
FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id
Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com
Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com
Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%.
Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com
Puasa Melatih Hidup Zuhud (Mengurangi Makan)Ahad, 08 Mar 2026 23:48 |
|
Dzikir Khusus Setelah Shalat WitirJum'at, 06 Mar 2026 13:49 |
