Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
16.453 views

Kekristenan dan Komunisme di Indonesia (Bagian 2 - Habis)

Oleh: MC. Amino Sitohang

Pasca gerakan “arogan” PKI yang meletus pada tanggal 6 November 1926, pemerintah penjajahan Belanda menangkap (baca; mengamankan) tokoh-tokoh PKI dan menempatkannya di Boven Digul. Sebagian kecil dipenjarakan dan dihukum mati untuk meredam aksi pembalasan dari ummat Islam.

Sebagian besar penghuni Boven Digul adalah orang-orang yang terlibat dalam gerakan PKI pada tahun 1926 tsb. Setelah dua tahun di Boven Digul, orang-orang yang “diamankan” ini diseleksi, digolongkan dan ditempatkan pada kelas-kelas yang berbeda.

Orang-orang yang mau bekerja sama dengan penjajah disebut dengan werkwillig. Mereka adalah orang-orang yang mau menerima pelayanan gereja dan dibaptis, seperti Abdoel Chalid Salim, tokoh PKI dari Sumatera Barat yang pada akhirnya dibaptis menjadi seorang Khatolik pada tanggal 26 Desember 1942, mereka ditempatkan di tempat yang berbeda dan mendapatkan jatah makanan yang cukup layak serta gaji 40 sen sehari.

Sementara kelompok yang menolak bekerja bagi kepentingan pemerintah, yang umumnya adalah orang-orang Islam yang terjebak propaganda revolusi dan perjuangan menyesatkan yang didengungkan oleh PKI, mereka disebut dengan golongan naturalis yang setiap bulannya mendapatkan ransum berupa 18kg beras, 2kg ikan asin, 300gram the, 300gram kacang hijau, minyak kelapa dan sebagainya.

Kelompok ke tiga yang merupakan segelintir orang-orang buangan yang terus memperlihatkan perlawanan atau kelompok yang disebut onverzlijken ditempatkan di barak yang berada di daerah tanah tinggi boven digul dan dijaga oleh beberapa kompi serdadu penjajah.

Banyak dari kelompok ke tiga ini yang menyerah dan beralih menjadi orang-orang “werkwillig”, yang bekerja sama dengan penjajah.

Orang-orang buangan di Digul, tidak mendapatkan siksaan secara fisik, siksaan terberat mungkin berasal dari rasa keterasingan dan kerinduan, sehingga kehidupan di Boven Digul tidaklah sesulit dalam bayangan dunia modern, hal ini dibuktikan dengan banyaknya “pelayan-pelayan rohani (misionaris) dari gereja”, yang melayani orang-orang buangan di Boven Digul, diantaranya Peter Meuwese yang berhasil membaptis Cholid Salim yang merupakan adik kandung Kyai H. Agus Salaim seorang ulama besar Islam saat itu.

Pecahnya perang pasifik dan kekalahan penjajah Belanda dari bala tentara Jepang di tahun 1942, menjadi sebab orang-orang yang “diamankan” di Boven Digul diungsikan ke Australia, negara sekutu penjajah Belanda, dengan harapan orang-orang tersebut akan membantu penjajah Belanda.

Sekitar 10.000 orang-orang Indonesia yang bekerja untuk kepentingan penjajah Belanda, juga ikut kabur mengungsi ke Australia menyelamatkan diri dari bala tentara Jepang, diantaranya adalah anggota-anggota KNIL, diantarnya Halim Perdanakusumah, priyayi-priyayi peliharaan penjajah, dsb.

Walaupun ex-Digulis merupakan kelompok minoritas yang diungsikan oleh penjajah Belanda ke Australia, akan tetapi pemerintahan Australia dengan Perdana Mentrinya John Curtin yang berasal dari partai buruh, memberikan perhatian sangat besar pada kader-kader PKI tsb. mereka diminta bekerja bersama-sama dengan orang-orang Indonesia lainnya di lembaga sipil ataupun militer penjajah Belanda ataupun sekutunya Australia di Australia.

Tokoh-tokoh komunis seperti, Sardjono salah seorang pimpinan PKI saat gerakan 1926, Djamaludin Tamim pembantu dekat Tan Malaka, Haryono pimpinan buruh PKI dan orang-orang komunis ex-Digulis lainnya, bukan hanya mendapat perlindungan akan tetapi juga mendapat sokongan dari unsur-unsur partai buruh yang berkuasa di Australia, partai Komunis dan organisasi-organisasi social Australia, untuk meluaskan jaringannya ke masyarakat Indonesia khususnya yang ada di Australia.

Bahkan pada bulan Juli 1945 berdiri perkumpulan Australia-Indonesia Association di Sydney, yang beranggotakan ex-Digulis dan diantara pengurusnya adalah Uskup Gereja Anglican Sydney, “Prof. Elkin”, seorang pakar antropologi.

Atas bantuan loby “teman-teman” pengikut kristus, pada bulan Oktober 1945, Ben Chifley, pimpinan kedua Partai Buruh yang saat itu memerintah Australia, bersedia menyewakan kapal untuk mengangkut 1400 orang ex-Digulis pulang ke wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Republik Indonesia di pulau Jawa. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

***

Referensi :

  1. Australia & Indonesia’s Struggle For Independence, Martin O’hare & Anthony Reid, 1995.
  2. Muatan Lokal Ensiklopedia Sejarah dan Budaya Di Bawah Kolonialisme Barat, Sejarah Nasional Indonesia jilid 7, Nino Oktarino, dkk, Lentera Abadi, Jakarta, 2009.
  3. Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi, Mohammad Hatta, Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2011.
  4. Suratkabar.id, “Agus Salim, Tokoh Islam yang Malah Senang Adiknya Beragama katolik”. Diakses 10 Oktober 2017.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Christology lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Kamis, 25 Apr 2019 23:02

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Kamis, 25 Apr 2019 22:38

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Kamis, 25 Apr 2019 21:48

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Kamis, 25 Apr 2019 21:23

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Kamis, 25 Apr 2019 20:01

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

Kamis, 25 Apr 2019 20:00

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

Kamis, 25 Apr 2019 19:48

Pasukan Haftar Tewaskan Enam Migran Gelap di Libya

Pasukan Haftar Tewaskan Enam Migran Gelap di Libya

Kamis, 25 Apr 2019 19:40

Ketua BPN: Pemilu 2019 Paling Jelek

Ketua BPN: Pemilu 2019 Paling Jelek

Kamis, 25 Apr 2019 19:30

KPU yang Seharusnya Mikir

KPU yang Seharusnya Mikir

Kamis, 25 Apr 2019 19:01

Prabowo kepada Pendukungnya: Kita Jangan Lengah!

Prabowo kepada Pendukungnya: Kita Jangan Lengah!

Kamis, 25 Apr 2019 19:00

Kapal TNI Dilengkapi Cat Anti Deteksi Radar

Kapal TNI Dilengkapi Cat Anti Deteksi Radar

Kamis, 25 Apr 2019 18:37

Biro Kontra-Terorisme Israel Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Sri Lanka

Biro Kontra-Terorisme Israel Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Sri Lanka

Kamis, 25 Apr 2019 18:30

Rizal Ramli ke Mahfud MD: Status KPU seperti Boeing 737 MAX 8

Rizal Ramli ke Mahfud MD: Status KPU seperti Boeing 737 MAX 8

Kamis, 25 Apr 2019 18:01

Sedikitnya 11 Tentara Suriah Tewas dalam Serangan HTS di Barat Laut Hama

Sedikitnya 11 Tentara Suriah Tewas dalam Serangan HTS di Barat Laut Hama

Kamis, 25 Apr 2019 17:44

Said Didu Tak Ingin Mahfud MD Dimanfaatkan KPU

Said Didu Tak Ingin Mahfud MD Dimanfaatkan KPU

Kamis, 25 Apr 2019 17:01

Jokowi vs People Power

Jokowi vs People Power

Kamis, 25 Apr 2019 16:05

Bukan Perang tapi Banyak yang Mati

Bukan Perang tapi Banyak yang Mati

Kamis, 25 Apr 2019 16:01

3 Anggota Dewan Militer Sudan Mengundurkan Diri Setelah Mencapai Kesepakatan dengan Demonstran

3 Anggota Dewan Militer Sudan Mengundurkan Diri Setelah Mencapai Kesepakatan dengan Demonstran

Kamis, 25 Apr 2019 15:15

AS Dukung Jenderal Pemberontak Khalifa Haftar Serang ibukota Libya Tripoli

AS Dukung Jenderal Pemberontak Khalifa Haftar Serang ibukota Libya Tripoli

Kamis, 25 Apr 2019 14:30


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X