Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.658 views

Demi Tegaknya Jihad di Indonesia, Tinggalkan Praktik Ribawi!!

By: Eno Repap

Jika perihal tegaknya hukum Islam hanya dapat ditebus dengan pengorbanan jihad, maka sudah semestinya umat Islam mempersiapkannya sesuai kesanggupan masing-masing. Sejarah telah membuktikan, bahwa hanya di bawah payung syariat Islam, kemakmuran suatu bangsa akan tercapai dengan seadil-adilnya. Dulu, terakhir kali umat Islam di Spanyol dikalahkan pasukan salib, hanya karena baju besinya tergantikan pakaian sutra. Praktis, jika umat Islam telah hubud dunya (cinta dunia), Allah pun kelak melemparkan virus wahn (cinta dunia dan takut mati) ke dada umat Islam, kemudian mencabut rasa takut di ubun-ubun musuh, sehingga keterpurukanlah yang menimpa umat Islam.

Sekarang marilah kita mengoreksi hal sering dianggap sepele, namun kerap menghalangi eksistensi Khilafah, pra-jihad. Di dalam surat Al-Baqarah 279, terdengar jelas Allah dan Rasul-Nya akan memerangi orang-orang yang memakan riba. Bukan saja hanya diperangi, mereka juga kelak mendapatkan siksa yang pedih, An-Nisa’ 161.

Ketika petani menggadaikan traktornya di rentenir dan ketika pemilik warung mengadukan nasibnya di Bank, siapakah di antara kita yang rela membayar tagihan yang berlipat? Mungkin ada benarnya peminjam dapat membusakan pinjamannya melalui kegiatan usaha, tetapi siapa yang lebih untung besar daripada Bank itu sendiri. Persoalannya bukan pada kasus untung atau dan rugi, namun dampak yang ditimbulkan rupanya lebih besar dalam kehidupan sehari-hari. Inflasi tak dapat dihindarkan akibat spread(perbedaan antara bunga pinjaman) yang mempengaruhi tingkat pajak, upah buruh, biaya produksi, dan kualitas. Kelangkaan bahan pokok menjadi alternatif para penimbun yang diproyeksikan jatuh tempo. Praktis, Bank turut menjadi acuan harga kebutuhan di kalangan pedagang. Akhirnya pasar yang belum jenuh terjerat pengalihan harta kepada yang kaya. Pendek kata, motto yang disematkan dalam jatidiri Bank adalah: dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk Bank, saja.

John Perkins, mendefinisikan perbankan merupakan mekanisme operasi para pembantai ekonomi. Parkins mengatakan, itu terjadi sejak dekade 60an, tepatnya 1986. Dia bertutur, “Kami, para penjagal ekonomi, mengembangkan sebuah imperium raksasa paling besar yang mempraktikkan penipuan terhadap banyak Negara di seluruh dunia, dan merampok triliyunan Dolar dari sistem perbankan”. Pernyataan senada juga dilantunkan Thomas Jefferson, di mana para tokoh Yahudi selalu menutupinya. Menurutnya, institusi perbankan lebih berbahaya dari tentara kolonial US group. “Seandainya saja setiap pemerintahan mengizinkan bank-bank swasta mengendalikan perputaran mata uang, melalui politik inflasi dan deflasi, maka yang terjadi adalah perebutan kekayaan rakyat sedemikian rupa. Sehingga ketika anak-anak Negeri bangun di suatu pagi hari, mereka tidak lagi memiliki harta dan rumah tinggal di Negeri yang dibangun oleh Bapak-bapak mereka”.

Fenomena di atas ternyata pernah dialami bangsa Indonesia pada tahun 1997, di mana krisis moneter memberi arti lain bagi spekulan Yahudi terkhusus George Soros. Jerat ekonomi yang melanda Indonesia di tahun 1997 merupakan buah perpanjangan tangan dunia perbankan – yang tidak lebih dari kontrol kendali pebisnis-pebisnis Yahudi dalam memuluskan rumusan butir prokolnya sebagai berikut, “Pemerintah non-Yahudi harus digiring agar mau hutang kepada kita, agar beban mereka terus meningkat. Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan Negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendaharaan kita. Kita harus mampu mengatur penimbunan kekayaan yang amat besar yang dimiliki oleh orang-orang non-Yahudi. Administrasinya harus dapat mengikis habis kekayaan itu secara berangsur-angsur”. Dilengkapi dengan bunyi kitab Talmud buatannya sendiri, “Orang Yahudi boleh mempraktikkan riba terhadap orang non-Yahudi dan menipunya”. (Talmud IV/2/70b)

Maha benar Allah yang tidak menginginkan kecacatan sedikitpun dalam Al-Qur’an sebagai petunjuk manusia yang berakal:

“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih”. (An-Nisa’ 160-161)

Cakupan riba yang kini bergejolak memang tidak sebatas pada aktivitas perbankan saja. Pada kata riba diartikan sebagai tambahan. Segala transaksi yang memuat syarat penambahan, termasuk di dalamnya unsur ketidakjelasan dan spekulatif. Seperti yang terjadi pada praktik asuransi, bursa saham, moneygame pada jaringan MLM, kredit berbunga, dsb.  Apatah kedok bank syariah semodel ‘HSBC Syariah’ tentunya kita tahu keuntungannya akan tersedot ke mana. Tidak maksimalnya penerapan sistem perbankan syariah di Indonesia bukan sebatas polesan SDM yang diciduk dari kalangan ekonomi kapitalis, karena sebenarnya dibatasi juga pada UU. No. 10 th. 1998 mengenai perbankan. Untuk itu ekonomi Islam di suatu Negara tidak akan pernah berjalan kaffah tanpa adanya payung hukum seperti yang disebutkan di awal.

Jujur pada diri kita sendiri, seandainya konsep riba tidak dikamuflasekan pada wajib pajak, sudah barang tentu gairah masyarakat dalam berproduktifitas akan meningkat. Masyarakat yang terampil seringkali tak ingin dipersulit dengan birokrasi yang kompleks. Bukan mustahil wacana double counting dapat dihapuskan dalam paradigma masyarakat, sehingga terkikis pula pola pikir yang serba instan – yang pada hakikatnya hanya memberi peluang pada Negara-negara maju memonopoli produk bahan setengah jadi kepada Negara-negara berkembang.

Tidak diragukan lagi jika penerapan syariat Islam secara kaffah sanggup menuntaskan problematika ekonomi yang sedang melanda banyak Negara. Hal ini telah dibuktikan pada zaman Umar bin Abdul Aziz, yang sangat popular memberantas pajak(riba) kepada rakyatnya, sehingga kemakmuran yang dijanjikan Allah itu pun datang dengan sendirinya. [voa-islam.com]

*Penulis adalah Mahasiswa Perbankan Syariah (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Husnayain Jakarta.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00


MUI

Must Read!
X