Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
72.907 views

Jika Jokowi Kalah, KOMPAS Dorong Aksi Brutal People Power

JAKARTA (voa-islam.com) - Beberapa hari lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka menyampaikan adanya pihak-pihak yang hendak menciptakan kerusahan pasca pemilihan presiden.

Pernyataan SBY tersebut sehari setelah terjadinya insiden penyerangan Gedung TV One oleh massa bayaran yang dikerahkan Sekjend PDIP Tjahjo Kumolo. Kedua perstiwa ini, spontan menuai reaksi serius publik tentang kecemasan atas perkembangan situasi politik nasional yang kian memanas.

Jelas presiden SBY tidak sekedar berbicara sebatas himbauan, namun lebih jauh presiden menegaskan telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi dan mengajak rakyat untuk mengambil posisi siaga guna mendukung TNI/Polri.

Perlu diketahui bahwa, berhembusnya rencana anarkis pasca pilpres telah beredar luas di kalangan masyarakat. Isu bermotiv provokasi itu pertama kali disuarakan secara terang-terangan oleh misionaris Katolik Franz Magnis Suseno. Yakni: Bila Jokowi tidak terpilih menjadi presiden maka Indonesia akan dibuat rusuh..."

Franz Magnis Suseno adalah figur publik yang dibesarkan oleh berbagai pemberitaan jaringan media Kompas. Misionaris katolik tersebut disebut-sebut sebagai salah satu penghubung agenda politik internasional Kompas dan Vatikan Roma.

Franz Magnis Suseno adalah figur publik yang dibesarkan oleh berbagai pemberitaan jaringan media Kompas. Misionaris katolik tersebut disebut-sebut sebagai salah satu penghubung agenda politik internasional Kompas dan Vatikan Roma. Lebih jauh, Franz Magnis Suseno disenyalir menjadi arsitek oponi politik Kompas untuk menistakan Prabowo Subianto dengan aneka fitnah berlatar isu HAM.

Selain Franz Magnis Suseno, peran keterlibatan Tjahja Kumolo dan Sofjan Wanandi merupakan aktor intelektual atau tegasnya merupkan dalang di balik persiapan rencana kerusahan pasca Pilpres dimaksud. Ketiga tokoh ini terus menghembuskan serangkaian opini dan isu untuk membenturkan elemen bangsa.

Lebih memprihatinkan, manuver jahat itu membuat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berang dan menghimbau kadernya agar tidak terpancing dengan hasutan yang bertujuan melakukan kerusahan.

Tapi, himbauan Megawati seolah tak digubris. Bahkan dengan terang-terangan jaringan kompas melalui sosial media menggulir isu akan adanya gerakan people power. Sebuah gerakan massa rakyat pendukung Jokowi untuk turun ke jalan melawan kemenangan Capres Prabowo Subianto.

Provokasi jaringan Kompas, Franz Magnis Suseno, Tjahja Kumolo dan Sofjan Wanandi jelas tidak bisa dibiarkan begitu saja. Tindakan tak terpuji itu jelas-jelas merupakan gerakan makar, inkonstitusional dan berujuan menghancurkan masa depan bangsa.

Kasus penyerangan gedung TV One di Jogja dan di Jakarta, serta perkembangan krusial tentang adanya gerakan anti pemilu di Papua, tidak lepas merupakan bentuk pemenasan politik anarkis jelang dan pasca Pilpres 9 Juli.

Menyikapi provokasi yang tidak bertanggungjawab tersebut, kami dari Progres 98 mendesak Ketua Umum PDIP Megawati untuk segera bertindak konkret guna menyerahkan ketiga aktor intelektual: Franz Magnis Suseno, Tjahja Kumolo dan Sofjan Wanandi kepada aparat keamanan berwenang untuk diperiksa.

Dan kepada para pendukung perubahan, segera melakukan konsolidasi melalui media sosial untuk memboikot seluruh link berita kompas online. Hal ini merupakan sikap tegas anak bangsa yang anti kepada kompas, media utama pendukung Jokowi yang telah terlibat menyebarkan hasutan dan provokasi untuk tujuan mengacaukan stabilitas politik nasional.

Demikian rilisnya kepada VOA ISLAM, Faizal Assegaf, Ketua Progres 98. [wahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01


MUI

Must Read!
X