Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.231 views

Kemana Larinya Pajak dan Utang Kami?

Oleh: Edy Mulyadi*

“Saya ambil contoh, uang satu triliun itu bisa dipakai untuk membangun antara lain: 3.451m jembatan, 155km jalan, 11.900 rumah prajurit TNI, 50 rumah sakit, 6.765 kelas dan lain-lain. Jadi banyak sekali yang bisa digunakan untuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Itu semua disiapkan untuk memperoleh generasi bangsa yang sehat, cerdas dan produktif untuk menyongsong Indonesia gemilang di 2045.”

Paragraf di atas saya kutip dari penjelasan panjang lebar Nufransa Wira Sakti di salah satu grup whats up. Si penulis bukanlah orang sembarangan. Dia Kepala Biro Komunikasi & Layanan Informasi Kementerian Keuangan. Jabatan Eselon 2 yang lumayan mentereng.

Dengan tulisan itu Nufransa menjawab Iramawati Oemar yang bertanya kepada Menkeu tentang utang negara, dana haji, dan gaji PNS. Sebagai pejabat Humas, wajar saja kalau dia menjadi Jubir bosnya, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI).

Setahu saya, Irmawati Oemar adalah pegiat media sosial. Beberapa waktu belakangan dia banyak mengkritisi kebijakan pemerintah, khususnya Menteri Keuangan. Tulisan Irmawati yang dimaksud Nufransa dalam jawabannya itu berjudul “Sudahlah Bu Sri, Berterusterang Sajalah Pada Rakyat.”

Di artikel tersebut, Irmawati mempertanyakan kapasitas dan kapabelitas Sri yang tidak mampu menjelaskan untuk apa saja utang negara saat saat raker dengan DPR. Rupanya artikel yang menjadi viral ini mengusik ketenangan Jeng Sri. Itulah mungkin sebabnya Nufransa menulis sepertti tadi.

Sebetulnya apa yang ditulis Irma bisa disebut mewakili pernyataan dan pertanyaan publik.

Dengan angle sedikit berbeda, pada 26 Juli saya juga menulis tema serupa dengan judul, “Pajak dan Utang yang Memiskinkan.” Benang merah kedua tulisan itu sama-sama cemas akan utang negara yang terus ditimbun pemerintah yang kian lama kian menjulang dan mengkhawatirkan.

 

Dahsyatnya Rp1 triliun

Kembali ke alinea awal tulisan ini, Nufransa menjelaskan betapa berharganya tiap triliun rupiah yang dialokasikan untuk membangun infrastruktur. Membaca kalimat ini, awalnya saya  sempat rada bingung juga. Benarkah tiap triliun bisa digunakan untuk membangun 3.451m jembatan, 155km jalan, 11.900 rumah prajurit TNI, 50 rumah sakit, 6.765 kelas dan lain-lain? Sedahsyat itu kah?

Dengan kalkulator, saya jadi tahu kalau rumah prajurit TNI bisa dibangun dengan biaya Rp84 juta/unit (Rp 1 triliun dibagi 11.900 rumah). Ini masuk akal. Dari sini, saya kemudian menyimpulkan, mungkin maksud Nufransa adalah Rp 1triliun bisa untuk membangun 3.451m jembatan, atau 155km jalan, atau 11.900 rumah prajurit TNI, atau 50 rumah sakit, dan atau 6.765 kelas dan lain-lain.

Jadi, ada tambahan kata “atau” untuk jeda tiap aktivitas pembangunan infrastuktur dengan dana Rp 1 triliun. Hal ini sepertinya sepele. Namun jika tidak ditambahkan kata “atau” maka kesannya Rp 1 triliun bisa untuk membangun 3.451m jembatan, dan 155km jalan, dan 11.900 rumah prajurit TNI, dan 50 rumah sakit, dan 6.765 kelas secara akumulatif.

Itu soal penempatan kata depan (dan/atau) yang bisa mengubah makna namun diabaikan oleh Nufransa. Agak memprihatinkan juga sebetulnya. Bagaimana mungkin seorang pejabat eselon dua yang bertanggungjawab dalam hal komunikasi di kementeriannya kok bisa-bisanya abai untuk urusan sevital itu.

Lalu, jika angka-angka versi Nufransa itu benar, mestinya tidak ada lagi prajurit TNI yang tidak punya rumah. 11.900 unit rumah itu banyak, lho. Di APBN 2017, anggaran infrastruktur menempati peringkat ketiga setelah bayar utang dan pendidikan. Jumlahnya mencapai Rp387,3 triliun. Dengan uang ini, maka bisa dibangun lebih dari 4,6 juta unit rumah untuk prajurit. Berdasarkan data Forbes, pada 2016 jumlah pasukan aktif TNI kita hanya sekitar 676.500 personal. Jumlah itu sudah mencakup seluruh angkatan, baik AD, AU, maupun AL. Dari prajurit dua hingga jenderal bintang empat.

Hehehe… tentu saja, Pemerintah tidak mungkin mengalokasikan seluruh anggaran infrastruktur untuk membangun rumah prajurit TNI. Tapi yang mau saya sampaikan adalah, betapa sangat berartinya dana Rp 1 triliun kalau digunakan untuk membangun infrastruktur.  Dengan ‘hanya’ mengalokasikan Rp10 triliun saja, maka dalam tempo lima tahun seluruh prajurit TNI sudah punya rumah. Lumayan sejahteralah mereka.

Berbekal tulisan Nufransa, dengan anggaran Rp387,3 triliun, kita bisa membangun 60.032 km jalan, atau 31.336.572 m jembatan, atau 19.365 rumah sakit, atau 2.620.085 kelas. Sungguh luar biasa.

Silakan pemerintah membagi duit yang Rp387,3 triliun anggaran itu untuk keperluan pembangunaninfrastruktur apa saja berdasarkan prioritas dan proporsional. Saya yakin, hasilnya tetap luar biasa. Anda bisa membayangkan, betapa hiruk pikuknya pembangunan yang terjadi untuk menghabiskan dana yang Rp387,3 triliun itu.

Sekarang mari kita berandai-andai.  Di APBN 2017, prioritas pertama belanja adalah pembayaran utang. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mencapai Rp486 triliun. Dari jumlah itu, Rp221 triliun di antaranya untuk membayar bunga utang. Ingat, hanya untuk membayar bunga utang (dengan huruf tebal).

Kalau saja sebagai pendisain APBN Ani punya keberpihakan kepada rakyat Indonesia, tentu dia tidak akan mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang. Di saat ekonomi lesu, bukankah sebaiknya dia memompa anggaran bagi kebutuhan domestik untuk membuka lapangan kerja, menggenjot konsumsi, mendongkrak ekspor? Sekadar informasi saja, konsumsi publik menyumbang 56% pertumbuhan ekonomi, lho.

 

Ilusi dan halusinasi?

Akan sangat elok, bila setengah saja atau Rp243 triliun dari anggaran bayar utang yang Rp486 triliun tadi digelontorkan ke dalam negeri. Maka kita akan bisa membangun 2.176.165 m jembatan, atau 97.697 km jalan, atau lebih dari 7,5 juta rumah prajurit TNI, atau 36.515 rumah sakit, atau 4.263.980 kelas dan lain-lain. Wuih… dahsyat sekali!

Sayangnya, angka-angka tadi cuma ilusi atau halusinasi. Pertama, karena faktanya sampai kini benar-tidaknya anggaran infrastruktur digunakan sesuai yang dianggarakan masih gelap gulita. Kedua, faktanya Ani tetap mementingkan pembayaran utang. Buat Menkeu pejuang neolib sejati seperti dia, memenuhi kewajiban kepada kreditor adalah hal utama dan pertama. Persoalan untuk itu dia harus memotong berbagai anggaran sosial dan rakyat kian tercekik hidupnya, itu perkara lain.

Ketiga, adalah hal yang nyaris mustahil dia mau memotong anggaran bayar utang dan menggerojok ke dalam negeri untuk memompa ekonomi. Keempat, jangan-jangan anggaran untuk infratruktur pun sebagian dia geser untuk bayar utang agar para kreditor tetap happy. Who knows?

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, biarkan kami rakyat Indonesia sekali lagi bertanya; kemana kamu alokasikan uang pajak dan utang kami, Sri? [syahid/voa-islam.com]

*Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Mushalla di Pelosok Butuh Biaya Renovasi 20 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Mushalla di Pelosok Butuh Biaya Renovasi 20 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini sudah sangat rapuh dan tidak layak, harus direnovasi total. Mari sisihkan harta, amal jariyah, pahalanya terus mengalir tak terbatas umur, bonus property abadi di Surga...

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Latest News
Dukung Aksi Bela Palestina, Tabligh Akbar Ustadz Farid Okbah Ditunda

Dukung Aksi Bela Palestina, Tabligh Akbar Ustadz Farid Okbah Ditunda

Jum'at, 15 Dec 2017 11:00

Mudrick Sangidu Tantang Jokowi Putus Hubungan Diplomatik dengan AS dan Deportasi Warganya

Mudrick Sangidu Tantang Jokowi Putus Hubungan Diplomatik dengan AS dan Deportasi Warganya

Jum'at, 15 Dec 2017 09:41

DDII Keluarkan Resolusi Jihad Pertahankan Al-Quds

DDII Keluarkan Resolusi Jihad Pertahankan Al-Quds

Jum'at, 15 Dec 2017 09:35

AILA: Putusan MK Suburkan Gerakan Anti Moral dan Agama

AILA: Putusan MK Suburkan Gerakan Anti Moral dan Agama

Jum'at, 15 Dec 2017 09:23

VIDEO: Pilkada Serentak, Ulama Serukan Pilih Pemimpin yang Berpihak kepada Islam

VIDEO: Pilkada Serentak, Ulama Serukan Pilih Pemimpin yang Berpihak kepada Islam

Jum'at, 15 Dec 2017 09:04

PAUD; Pendidikan Anak Usia Dini dan

PAUD; Pendidikan Anak Usia Dini dan "Anak Usia Dewasa"

Jum'at, 15 Dec 2017 08:57

Sebarkan Agama ke Umat Islam, 4 Misionaris Hampir Dihajar Warga

Sebarkan Agama ke Umat Islam, 4 Misionaris Hampir Dihajar Warga

Jum'at, 15 Dec 2017 08:40

Al-Shabaab Serang Akademi Pelatihan Polisi Somalia, 17 Petugas Tewas 20 Terluka

Al-Shabaab Serang Akademi Pelatihan Polisi Somalia, 17 Petugas Tewas 20 Terluka

Kamis, 14 Dec 2017 22:25

Hamas: Negara Israel Tidak Ada, Tidak Bisa Miliki Ibukota Sendiri

Hamas: Negara Israel Tidak Ada, Tidak Bisa Miliki Ibukota Sendiri

Kamis, 14 Dec 2017 22:03

MSF Perkiraan 6700 Muslim Rohingya Tewas di Rakhine Myanmar hanya Dalam Tempo Sebulan

MSF Perkiraan 6700 Muslim Rohingya Tewas di Rakhine Myanmar hanya Dalam Tempo Sebulan

Kamis, 14 Dec 2017 21:08

Gelar Seminar Lecehkan Alquran, Rektor UIN Sumut Diminta Mundur

Gelar Seminar Lecehkan Alquran, Rektor UIN Sumut Diminta Mundur

Kamis, 14 Dec 2017 12:51

Kokam dan Banser Akan Apel Akbar Bersama di Yogyakarta

Kokam dan Banser Akan Apel Akbar Bersama di Yogyakarta

Kamis, 14 Dec 2017 12:09

Mahasiswa dan Pemuda Solo Kecam Trump

Mahasiswa dan Pemuda Solo Kecam Trump

Kamis, 14 Dec 2017 11:43

Indonesia Perlu Dorong Sidang Majelis Umum PBB untuk Bela Palestina

Indonesia Perlu Dorong Sidang Majelis Umum PBB untuk Bela Palestina

Kamis, 14 Dec 2017 11:05

Hanafi Rais: Pemerintah Seharusnya Serukan Boikot Produk AS

Hanafi Rais: Pemerintah Seharusnya Serukan Boikot Produk AS

Kamis, 14 Dec 2017 10:38

Peti Mati Donald Trump Diarak Pakai Becak

Peti Mati Donald Trump Diarak Pakai Becak

Kamis, 14 Dec 2017 08:26

Innalillahi, AM Fatwa Berpulang

Innalillahi, AM Fatwa Berpulang

Kamis, 14 Dec 2017 07:04

My Teacher is My Hero (Bagian 2-Selesai)

My Teacher is My Hero (Bagian 2-Selesai)

Kamis, 14 Dec 2017 04:55

Keong Sawah Pengganti Daging Sapi, Inikah Solusi?

Keong Sawah Pengganti Daging Sapi, Inikah Solusi?

Rabu, 13 Dec 2017 23:33

Palang Merah Internasional: Kehidupan 'Terhenti' di Rakhine Myanmar

Palang Merah Internasional: Kehidupan 'Terhenti' di Rakhine Myanmar

Rabu, 13 Dec 2017 22:45


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X