Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.529 views

Ironi Negeri Maling Uang

SUAP, korupsi merupakan topik yang tidak pernah luput diulas di berbagai media, termasuk surat kabar. Rasanya ada saja tokoh baru yang bermunculan dalam keikutsertaannya menggerogoti uang yang dipercayakan rakyat untuk dikelola negara. Dan sadar atau tidak, sebagian besar dari mereka - para koruptor - adalah orang orang berpendidikan. Pribadi yang semestinya selalu melibatkan otak dalam setiap tindakan yang diambil. Ironisnya, mereka mereka ini selalu saja lolos dari jeratan hukum. Atau paling berat, dikenai hukuman jeruji  beberapa tahun serta membayar denda.

Sungguh, ibarat belut, para koruptor di negeri ini begitu licin sekaligus lincah memainkan hukum. Kekuasaan dan uang di tangan, maka hal apa yang tidak bisa dilakukan? Belum lagi koalisi politik yang memungkinkan terjadinya kongkalikong alias perlindungan hukum. Bahkan, hakim pun kini bisa dibeli.

Satu satunya harapan terakhir masyarakat terhadap lembaga yang notabene ditunggu keadilannya pun terpaksa terpatahkan. Mungkin benarlah ungkapan bahwa hukum di negeri ini bak pisau, selalu tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Padahal sebagian besar kemewahan dan fasilitas yang para pejabat  nikmati itu tidak lain karena rakyat kecillah yang mati matian menyumbang kan harta mereka atas nama pajak.

Data Indonesian Corruption Watch (ICW) yang dirilis Februari 2017 mencatat ada 482 kasus korupsi di negeri ini selama 2016. Dari jumlah itu didapat ada 1.101 orang tersangka dengan total nilai kerugian negara mencapai Rp 1,45 triliun (Kompas.com 12/09/2017). Kasus terbaru, di tengah keresahan masyarakat dalam pengurusan e-ktp yang digemborkan lebih memudahkan administrasi, siapa sangka jika dana tersebut justru ditilap. 2 triliun amblas, masuk secara ilegal ke kantong mereka yang katanya berpendidikan. Lucunya, si tersangka lagi lagi lolos setelah sidang putusan praperadilan dengan dalih penetapan status tersangka oleh KPK dianggap tidak sah.

Dagelan semacam inilah yang membuktikan kelemahan akuntabilitas lembaga negara. Alih alih menjaga kestabilan dengan menjegal kroco kroco pengerat uang rakyat, sistem justru menjadi pagar ayu, -penjaga abadi segala aturan main berbasis kompromi. Sistem ini pula lah yang sebenarnya menjadi sumber segala problematika berkat ideologi nya yang menjunjung tinggi nilai kebebasan. Kebebasan berekonomi alias memiliki kekayaan sebesar besarnya tanpa memandang kepada siapa objek kekayaan itu seharusnya diperuntukkan. Tentu saja konsep yang demikian itu akan berbuntut pada tingginya kesenjangan sosial. Pemerataan ekonomi pun semakin sulit dicapai mengingat kaum melarat akan jauh tertinggal dari para konglomerat.

Indikasi lain tumbuh subur nya para maling ini bisa jadi juga disebabkan substansi hukuman yang tidak menjerakan. Coba bandingkan dengan pengaturan Islam dalam menangani permasalahan ini. Hukuman potong tangan adalah titik final yang harus diterima. Tidak ada lobi, tidak ada grasi.

Poin terakhir yang perlu digarisbawahi, bahwasanya anggaran dana merupakan tanggung jawab negara yang pengelolaannya tidak hanya memfokuskan pada ketepatan mekanisme, tapi juga diperlukan ketakwaan individu. Inilah tindakan preventif yang mungkin bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan dari lini terkecil.

Dalam sekup yang lebih besar, dibutuhkan pula peran negara yang membersamai masyarakat dalam melakukan pengawasan kepada pihak pihak yang terlibat dalam urusan administrasi. Dijamin, kerjasama solid yang terjalin dengan melandaskan iman ini akan berbuah manis. Lagipula, bukankah yang demikian itu pernah terbukti realisasi nya berabad abad yang lalu? Abad dimana manusia tidak terbutakan dengan gairah mengeruk kekayaan, tapi justru berlomba-lomba membelanjakan nya di jalan kebenaran. Dan tidak menutup kemungkinan di abad ini, hal serupa akan kembali terulang apabila Islam tidak hanya diletakkan untuk mengurusi perkara ibadah saja, namun juga seluruh aspek kehidupan. Baik ekonomi, pendidikan maupun perpolitikan. **

Maya A

Kedamean Gresik, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Hukum Dipaksakan untuk Menjerat para Ulama Seperti Ustadz Zulkifli

Hukum Dipaksakan untuk Menjerat para Ulama Seperti Ustadz Zulkifli

Senin, 22 Jan 2018 22:41

Tumbuhkan Minat Baca Sejarah Islam, KAMMI Dewata Gelar Diskusi dan Bedah Buku

Tumbuhkan Minat Baca Sejarah Islam, KAMMI Dewata Gelar Diskusi dan Bedah Buku

Senin, 22 Jan 2018 22:37

Sejarawan: Hukum Kita Semakin Jelas Menunjukkan Ketidakadilan dan Pilih Kasih

Sejarawan: Hukum Kita Semakin Jelas Menunjukkan Ketidakadilan dan Pilih Kasih

Senin, 22 Jan 2018 22:33

Nasihat untuk Pembaca dan Penghagal Al-Qur'an

Nasihat untuk Pembaca dan Penghagal Al-Qur'an

Senin, 22 Jan 2018 22:25

Pemerintah dan DPR Harus Bertanggungjawab terhadap

Pemerintah dan DPR Harus Bertanggungjawab terhadap

Senin, 22 Jan 2018 21:44

Jurnalisme Islam Harus Berikan Solusi dan Mencerahkan

Jurnalisme Islam Harus Berikan Solusi dan Mencerahkan

Senin, 22 Jan 2018 21:40

Mike Pence: Kedubes AS Akan Pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem Sebelum Akhir 2019

Mike Pence: Kedubes AS Akan Pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem Sebelum Akhir 2019

Senin, 22 Jan 2018 21:38

[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

Senin, 22 Jan 2018 16:49

Voa-Islam Gelar Training Muslim Journalist Trooper, Jurnalis Video Jaman Now

Voa-Islam Gelar Training Muslim Journalist Trooper, Jurnalis Video Jaman Now

Senin, 22 Jan 2018 16:45

25.000 Petempur FSA Dukung Operasi Militer Turki di Afrin

25.000 Petempur FSA Dukung Operasi Militer Turki di Afrin

Senin, 22 Jan 2018 15:25

Madu Manjakani Atasi Masalah Kewanitaan, Miss V dan Raih Kebahagiaan Suami

Madu Manjakani Atasi Masalah Kewanitaan, Miss V dan Raih Kebahagiaan Suami

Senin, 22 Jan 2018 14:41

Bangladesh Katakan Akan Berkoordinasi dengan PBB untuk Pengembalian Pengungsi Rohingya

Bangladesh Katakan Akan Berkoordinasi dengan PBB untuk Pengembalian Pengungsi Rohingya

Senin, 22 Jan 2018 14:30

Prof Dr Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu awal 26 Menit, Isya Lambat 26 menit

Prof Dr Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu awal 26 Menit, Isya Lambat 26 menit

Senin, 22 Jan 2018 14:21

Ikuti Training MUSLIM JOURNALIST TROOPER, Video News Jaman NOW! Yuk Daftar

Ikuti Training MUSLIM JOURNALIST TROOPER, Video News Jaman NOW! Yuk Daftar

Senin, 22 Jan 2018 14:01

Yuk Donasikan Infaq Terbaik Bagi STUDIO VOA ISLAM TV. Raih Pahala Abadi

Yuk Donasikan Infaq Terbaik Bagi STUDIO VOA ISLAM TV. Raih Pahala Abadi

Senin, 22 Jan 2018 13:49

Tema 9 Tahun Voa-Islam: Fastabiqul Khairat, Berlomba Dalam Kebaikan

Tema 9 Tahun Voa-Islam: Fastabiqul Khairat, Berlomba Dalam Kebaikan

Senin, 22 Jan 2018 13:34

Safari Dakwah Ustadz Syamsi Ali di Pulau Dewata

Safari Dakwah Ustadz Syamsi Ali di Pulau Dewata

Senin, 22 Jan 2018 13:17

Ledakan Bom di Sebuah Pasar di Yala Thailand Selatan Tewaskan 3 Orang Lukai 18 Lainnya

Ledakan Bom di Sebuah Pasar di Yala Thailand Selatan Tewaskan 3 Orang Lukai 18 Lainnya

Senin, 22 Jan 2018 13:16

FOTO: Terharu, Anak SD Donasikan Rp. 2000 untuk Maidaturahmah Jumat Berkah

FOTO: Terharu, Anak SD Donasikan Rp. 2000 untuk Maidaturahmah Jumat Berkah

Senin, 22 Jan 2018 13:13

Gelar Tabligh Akbar, MUI Manokwari? Undang Ustadz Zaitun Rasmin

Gelar Tabligh Akbar, MUI Manokwari? Undang Ustadz Zaitun Rasmin

Senin, 22 Jan 2018 13:02


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X