Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.198 views

Homeschooling Lahirkan Teroris Anak?

Oleh:

Triana Arinda Harlis, ST

 

LEDAKAN bom yang terjadi pada 13 Mei lalu di Sidoarjo, Jawa Timur menyisakan berbagai perbincangan. Hal yang menarik dari tragedi tersebut adalah turut meninggalnya anak pelaku pengeboman yang masih berusia 10 hingga 17 tahun. Anton dan istrinya diduga melibatkan anak-anak mereka dalam tindakan terorisme dengan meledaknya bom di Rusun Wonocolo, Taman, Sidoarjo.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mewaspadai keterlibatan anak dalam aksi terorisme sebagai modus baru dengan cara mendoktrin anak selama terus-menerus oleh pelaku. Arist menambahkan bahwa usia anak-anak memang sangat rawan dan mudah untuk dipengaruhi sebab mereka masih memasuki usia masih rentan.

Terkait anak-anak pelaku teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakui sulit mengawasi penyebaran paham radikalisme yang berpotensi menyebar melalui sekolah informal, khususnya sekolahrumah atau homeschooling tunggal yang diadakan oleh orang tua dalam satu keluarga. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar tak menampik homeschooling tunggal mungkin menjadi sarana baru bagi orang tua mengajarkan radikalisme pada anak. (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180518184741-20-299392/pemerintah-sulit-awasi-radikalisme-lewat-homeschooling)

Sebelum memberikan penilaian kepada proses pendidikan pada homeschooling berkaitan dengan terorisme, perlu pengkajian lebih jauh mengenai faktor penyebab menjamurnya homeschooling di Indonesia. Sekolah di rumah atau yang lebih dikenal dengan sebutan homeschooling belakangan ini kian banyak diminati dan jumlahnya kian banyak. Berdasarkan data Kemendikbud tahun 2015, ada 11.000 anak usia sekolah yang homeschooling. Setidak-tidaknya keberadaan homeschooling akan memenuhi sekitar 10% dari total jumlah anak di Indonesia (Kurniasih, 2009).

Di Amerika Serikat, pernah ada survey oleh National Center of Education Statistics (1999) mengenai alasan sebuah keluarga memilih homeschooling. Dari survey itu terpetakan alasan-alasan itu. Tiga alasan tertinggi sebuah keluarga memilih homeschooling adalah memberikan pendidikan yang lebih baik di rumah (48.9%), alasan agama/keyakinan (38.4%), dan lingkungan yang buruk di sekolah (25.6%)

Di Indonesia, homeschooling prakteknya sudah lama ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Hanya saja dahulu belum memakai istilah homeschooling tetapi lebih terkenal dengan belajar otodidak. Keberhasilan Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara ternyata didapat tanpa menjalani pendidikan formal.

Banyak tokoh-tokoh sejarah Indonesia yang sudah mempraktikan homeschooling, seperti KH. Agus Salim, Ki Hajar Dewantara, dan Buya Hamka (Makalah Dr. Seto Mulyadi, 18 Juni 2006). Homeschooling yang lebih modern di Indonesia mulai marak terjadi pada tahun 2005. Kehadirannya lebih dilatarbelakangi sebagai upaya mengantisipasi keberadaan sekolah (pendidikan formal) yang tidak merata ditiap-tiap daerah. Selain itu ada pula motivasi untuk memperkaya bentuk dan ragam pelaksanaan pendidikan khususnya anak berbakat / memiliki potensi khusus (Sugiarti, 2009).

Menyikapi anak-anak pelaku terorisme yang menjadi korban ledakan bom perlu kehati-hatian. Jangan sampai  adanya pernyataan sulitnya mengawasi benih radikalisme dalam homeschooling mengantarkan arah pikir masyarakat pada generalisasi bahwa homeschooling adalah tempat menanamkan doktrin teroris. Penggunaan istilah terorisme dan radikalisme secara sembarangan yang berseliweran utamanya di media sosial membuat kelompok masyarakat satu menuduh kelompok lain sebagai teroris dan radikal tanpa adanya dasar yang jelas. Bahkan dari penilaian fisik dan opini yang dangkal. Yang sebaiknya dilakukan oleh Pemerintah saat ini adalah menjelaskan dengan gamblang apa yang dimaksud dengan terorisme dan radikalisme kepada masyarakat luas. Penjelasan yang benar akan mengedukasi masyarakat mengantisipasi tindakan terorisme di lingkungannya.

Lebih jauh lagi, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan pendidikan untuk masyarakat yang lebih baik dari segala aspek. Kurikulum, tenaga pendidik, manajemen, gedung, fasilitas belajar, mekanisme evaluasi, akses, biaya dan banyak hal lain yang perlu diperbaiki dalam sistem pendidikan kita. Sebagaimana pendapat Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Prof Din Syamsudin, bahwa terorisme tak melulu soal ideologi. Din menegaskan, terorisme bukan semata aksi kriminal luar biasa, tetapi ada dimensi intelijen, politik, dan ekonomi. Termasuk faktor geopolitik global. Kesenjangan ekonomi, tidak meratanya akses menikmati fasilitas sosial menjadi salah satu faktor pemicu seseorang melakukan tindakan teror kepada khalayak umum.

Menariknya, alasan agama dan keyakinan menjadi penyebab nomor dua terbesar dari alasan orang tua memilih pendidikan homescholing. Orang tua menilai ajaran agama yang disampaikan oleh kurikulum pendidikan yang ada belum sempurna membentuk anak berkepribadian yang diinginkan oleh agama. Patut dipertimbangkan oleh pemerintah untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat untuk menjadikan anak-anak mereka lebih mulia dengan agama. Masyarakat menilai bahwa pembelajaran tentang attitude, etika, akhlaq, moral, ketaatan terhadap ajaran Tuhan dan hal-hal transedental lebih bernilai daripada tingginya kemampuan akademis dan intelektual, meskipun hal itu juga penting.

Apalagi Islam sebagai agama paripurna memiliki ajaran mencakup berbagai aspek kehidupan di antaranya ibadah, makanan, rumah tangga, pergaulan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga politik dan pemerintahan. Oleh karena itu agama perlu diajarkan secara sempurna, menyeluruh, tanpa menutupi dan menyembunyikan sebagiannya. Karena pemahaman yang salah terhadap agama, sebagai salah satu pendorong aksi terorisme, berawal dari pengetahuan yang setengah-setengah atas ajaran agama.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Undang Ustaz Felix Siauw Dipersoalkan, Ini Jawaban Cerdas Gubernur Anies

Undang Ustaz Felix Siauw Dipersoalkan, Ini Jawaban Cerdas Gubernur Anies

Kamis, 27 Jun 2019 01:04

Guru dan Dosen sebagai Komoditi Impor?

Guru dan Dosen sebagai Komoditi Impor?

Kamis, 27 Jun 2019 00:21

Riba Harta Haram

Riba Harta Haram

Rabu, 26 Jun 2019 23:13

Detik-Detik Menanti Putusan MK

Detik-Detik Menanti Putusan MK

Rabu, 26 Jun 2019 22:44

Usul Mustafa Bagi Mereka yang Menolak Felix Siauw Isi Kajian

Usul Mustafa Bagi Mereka yang Menolak Felix Siauw Isi Kajian

Rabu, 26 Jun 2019 22:25

Pernyataan Moeldoko Soal Teroris Akan Manfaatkan Aksi di Depan MK Dinilai Provokatif

Pernyataan Moeldoko Soal Teroris Akan Manfaatkan Aksi di Depan MK Dinilai Provokatif

Rabu, 26 Jun 2019 22:23

Syawal Menyapa, Istiqomah Tetap Menyala

Syawal Menyapa, Istiqomah Tetap Menyala

Rabu, 26 Jun 2019 22:21

Berlangsung Lancar, PPDB Jakarta Bisa Jadi Rujukan Kota Lain

Berlangsung Lancar, PPDB Jakarta Bisa Jadi Rujukan Kota Lain

Rabu, 26 Jun 2019 21:49

Felix Siauw: Korpri DKI Tak Permasalahkan Cap Penyebar Khilafah dan HTI

Felix Siauw: Korpri DKI Tak Permasalahkan Cap Penyebar Khilafah dan HTI

Rabu, 26 Jun 2019 20:57

Bagi-bagi Ayam Gratis di Yogyakarta Berlangsung Ricuh

Bagi-bagi Ayam Gratis di Yogyakarta Berlangsung Ricuh

Rabu, 26 Jun 2019 20:45

Arkeolog: Masjid Tertua di Eropa Kemungkinan Berada di Madrid Spanyol

Arkeolog: Masjid Tertua di Eropa Kemungkinan Berada di Madrid Spanyol

Rabu, 26 Jun 2019 20:37

Jangan Saling Menghujat

Jangan Saling Menghujat

Rabu, 26 Jun 2019 20:25

Tujuh Polisi Mesir Tewas dalam Serangan Gerilyawan di Sinai Utara

Tujuh Polisi Mesir Tewas dalam Serangan Gerilyawan di Sinai Utara

Rabu, 26 Jun 2019 20:24

Sebuah Kota di Lebanon Larang Muslim Beli dan Sewa Properti

Sebuah Kota di Lebanon Larang Muslim Beli dan Sewa Properti

Rabu, 26 Jun 2019 20:14

QQ HEALING 9: Sembuhkan Kanker, Ubah Masalah jadi Masya Allah ala Quranic Quantum Healing

QQ HEALING 9: Sembuhkan Kanker, Ubah Masalah jadi Masya Allah ala Quranic Quantum Healing

Rabu, 26 Jun 2019 19:50

Ramadhan 1440 H Harus Jadi Energi Umat Islam untuk Berjuang Lillah Sampai Akhir Hayat

Ramadhan 1440 H Harus Jadi Energi Umat Islam untuk Berjuang Lillah Sampai Akhir Hayat

Rabu, 26 Jun 2019 18:26

Anak Adalah Ujung Tombak Peradaban Masa Depan

Anak Adalah Ujung Tombak Peradaban Masa Depan

Rabu, 26 Jun 2019 17:55

Rekonsialisasi Partai

Rekonsialisasi Partai

Rabu, 26 Jun 2019 17:41

Soal Giant dan Krakatau Steel, MUI: Jika Dibiarkan Indonesia Terancam Krisis Ekonomi

Soal Giant dan Krakatau Steel, MUI: Jika Dibiarkan Indonesia Terancam Krisis Ekonomi

Rabu, 26 Jun 2019 16:33

Gusar Ustaz Felix Siauw Tetap Ceramah, Puluhan Banser Datangi Balai Kota

Gusar Ustaz Felix Siauw Tetap Ceramah, Puluhan Banser Datangi Balai Kota

Rabu, 26 Jun 2019 15:30


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X