Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.278 views

Homeschooling Lahirkan Teroris Anak?

Oleh:

Triana Arinda Harlis, ST

 

LEDAKAN bom yang terjadi pada 13 Mei lalu di Sidoarjo, Jawa Timur menyisakan berbagai perbincangan. Hal yang menarik dari tragedi tersebut adalah turut meninggalnya anak pelaku pengeboman yang masih berusia 10 hingga 17 tahun. Anton dan istrinya diduga melibatkan anak-anak mereka dalam tindakan terorisme dengan meledaknya bom di Rusun Wonocolo, Taman, Sidoarjo.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mewaspadai keterlibatan anak dalam aksi terorisme sebagai modus baru dengan cara mendoktrin anak selama terus-menerus oleh pelaku. Arist menambahkan bahwa usia anak-anak memang sangat rawan dan mudah untuk dipengaruhi sebab mereka masih memasuki usia masih rentan.

Terkait anak-anak pelaku teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakui sulit mengawasi penyebaran paham radikalisme yang berpotensi menyebar melalui sekolah informal, khususnya sekolahrumah atau homeschooling tunggal yang diadakan oleh orang tua dalam satu keluarga. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar tak menampik homeschooling tunggal mungkin menjadi sarana baru bagi orang tua mengajarkan radikalisme pada anak. (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180518184741-20-299392/pemerintah-sulit-awasi-radikalisme-lewat-homeschooling)

Sebelum memberikan penilaian kepada proses pendidikan pada homeschooling berkaitan dengan terorisme, perlu pengkajian lebih jauh mengenai faktor penyebab menjamurnya homeschooling di Indonesia. Sekolah di rumah atau yang lebih dikenal dengan sebutan homeschooling belakangan ini kian banyak diminati dan jumlahnya kian banyak. Berdasarkan data Kemendikbud tahun 2015, ada 11.000 anak usia sekolah yang homeschooling. Setidak-tidaknya keberadaan homeschooling akan memenuhi sekitar 10% dari total jumlah anak di Indonesia (Kurniasih, 2009).

Di Amerika Serikat, pernah ada survey oleh National Center of Education Statistics (1999) mengenai alasan sebuah keluarga memilih homeschooling. Dari survey itu terpetakan alasan-alasan itu. Tiga alasan tertinggi sebuah keluarga memilih homeschooling adalah memberikan pendidikan yang lebih baik di rumah (48.9%), alasan agama/keyakinan (38.4%), dan lingkungan yang buruk di sekolah (25.6%)

Di Indonesia, homeschooling prakteknya sudah lama ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Hanya saja dahulu belum memakai istilah homeschooling tetapi lebih terkenal dengan belajar otodidak. Keberhasilan Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara ternyata didapat tanpa menjalani pendidikan formal.

Banyak tokoh-tokoh sejarah Indonesia yang sudah mempraktikan homeschooling, seperti KH. Agus Salim, Ki Hajar Dewantara, dan Buya Hamka (Makalah Dr. Seto Mulyadi, 18 Juni 2006). Homeschooling yang lebih modern di Indonesia mulai marak terjadi pada tahun 2005. Kehadirannya lebih dilatarbelakangi sebagai upaya mengantisipasi keberadaan sekolah (pendidikan formal) yang tidak merata ditiap-tiap daerah. Selain itu ada pula motivasi untuk memperkaya bentuk dan ragam pelaksanaan pendidikan khususnya anak berbakat / memiliki potensi khusus (Sugiarti, 2009).

Menyikapi anak-anak pelaku terorisme yang menjadi korban ledakan bom perlu kehati-hatian. Jangan sampai  adanya pernyataan sulitnya mengawasi benih radikalisme dalam homeschooling mengantarkan arah pikir masyarakat pada generalisasi bahwa homeschooling adalah tempat menanamkan doktrin teroris. Penggunaan istilah terorisme dan radikalisme secara sembarangan yang berseliweran utamanya di media sosial membuat kelompok masyarakat satu menuduh kelompok lain sebagai teroris dan radikal tanpa adanya dasar yang jelas. Bahkan dari penilaian fisik dan opini yang dangkal. Yang sebaiknya dilakukan oleh Pemerintah saat ini adalah menjelaskan dengan gamblang apa yang dimaksud dengan terorisme dan radikalisme kepada masyarakat luas. Penjelasan yang benar akan mengedukasi masyarakat mengantisipasi tindakan terorisme di lingkungannya.

Lebih jauh lagi, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan pendidikan untuk masyarakat yang lebih baik dari segala aspek. Kurikulum, tenaga pendidik, manajemen, gedung, fasilitas belajar, mekanisme evaluasi, akses, biaya dan banyak hal lain yang perlu diperbaiki dalam sistem pendidikan kita. Sebagaimana pendapat Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Prof Din Syamsudin, bahwa terorisme tak melulu soal ideologi. Din menegaskan, terorisme bukan semata aksi kriminal luar biasa, tetapi ada dimensi intelijen, politik, dan ekonomi. Termasuk faktor geopolitik global. Kesenjangan ekonomi, tidak meratanya akses menikmati fasilitas sosial menjadi salah satu faktor pemicu seseorang melakukan tindakan teror kepada khalayak umum.

Menariknya, alasan agama dan keyakinan menjadi penyebab nomor dua terbesar dari alasan orang tua memilih pendidikan homescholing. Orang tua menilai ajaran agama yang disampaikan oleh kurikulum pendidikan yang ada belum sempurna membentuk anak berkepribadian yang diinginkan oleh agama. Patut dipertimbangkan oleh pemerintah untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat untuk menjadikan anak-anak mereka lebih mulia dengan agama. Masyarakat menilai bahwa pembelajaran tentang attitude, etika, akhlaq, moral, ketaatan terhadap ajaran Tuhan dan hal-hal transedental lebih bernilai daripada tingginya kemampuan akademis dan intelektual, meskipun hal itu juga penting.

Apalagi Islam sebagai agama paripurna memiliki ajaran mencakup berbagai aspek kehidupan di antaranya ibadah, makanan, rumah tangga, pergaulan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga politik dan pemerintahan. Oleh karena itu agama perlu diajarkan secara sempurna, menyeluruh, tanpa menutupi dan menyembunyikan sebagiannya. Karena pemahaman yang salah terhadap agama, sebagai salah satu pendorong aksi terorisme, berawal dari pengetahuan yang setengah-setengah atas ajaran agama.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Kamis, 02 Feb 2023 16:14

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

Kamis, 02 Feb 2023 14:35

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Kamis, 02 Feb 2023 12:37

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Kamis, 02 Feb 2023 11:45

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Kamis, 02 Feb 2023 10:42

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Rabu, 01 Feb 2023 16:03

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Rabu, 01 Feb 2023 13:36

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Rabu, 01 Feb 2023 10:25

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Selasa, 31 Jan 2023 18:00

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

Selasa, 31 Jan 2023 17:13

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Selasa, 31 Jan 2023 15:30

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Selasa, 31 Jan 2023 15:00

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Selasa, 31 Jan 2023 14:46

Adab Saat Menguap

Adab Saat Menguap

Selasa, 31 Jan 2023 13:00

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Selasa, 31 Jan 2023 12:55

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Selasa, 31 Jan 2023 12:05

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

Selasa, 31 Jan 2023 11:00

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

Selasa, 31 Jan 2023 10:05

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Selasa, 31 Jan 2023 09:13

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Senin, 30 Jan 2023 19:43


MUI

Must Read!
X