Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
982 views

Tegar di Jalan Yang Benar

Sahabat VOA-Islam...

Adalah hal yang patut disyukuri, Allah karuniakan nikmat Islam dan Iman. Dua nikmat luar biasa yang menjadi legalitas kepemilikan property masa depan, tanah surga.

Keduanya adalah oase yang meredam panasnya bola opini, yang saat ini sengaja digelindingkan kepada kaum muslimin dengan berbagai framing negatif oleh media mainstream. Keluasan oase ini tentunya kian bermakna dengan tambahan nikmat terpilihnya kita menjadi bagian dari kafilah dakwah, yang berorientasi menyuburkan kembali bumi Allah dengan Islam kaaffah.

Sungguh kenikmatan dan kesempatan yang luar biasa. Di saat kafilah ini berusaha dihadang dan diceraiberaikan  dengan aneka makar, ukhuwah di dalamnya masih menguatkan satu sama lain agar senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah, agar tetap menjadi sosok kuat pembela Islam, sosok tegar di atas kebenaran.

 

Ketegaran Anda Menggagalkan Makar

Ketegaran (assabath) dalam menggenggam bara Islam dimaknai sebagai sikap kokoh, tidak mundur karena halangan, tidak lemah karena ancaman, tidak rusak karena serangan, dan tetap tegak untuk maju pantang mundur dalam membela kebenaran. Ketegaran ini mewujud dalam kesolidan. Yang terbaca pada sikap dan keyakinan atas apa yang kita emban, yakni Islam. Islam adalah kebenaran yang berasal dari Al Khaliq Al Mudabbir, sehingga tidak perlu ada keraguan dalam mengemban Islam ini hingga Allah menetapkan kemenangan.

Tegar dalam mengemban Islam mengharuskan adanya sifat teguh untuk tidak terbawa angin, agar tidak goyang-goyang saat kereta kafilah dakwah kian melaju ataupun kian mendapatkan goncangan. Keteguhan dapat bertahan dengan keyakinan bahwa Allah akan memberikan kemenangan bagi orang-orang beriman.

Kokohnya keyakinan ini terbangun dari iman akan isi kitabnya (QS Muhammad ayat 7 dan semisalnya) yang secara eksplisit menyampaikan bahwa dengan semakin kokoh azzam untuk menolong agama Allah maka kemauan membela agama Allah akan semakin besar, akan semakin giat dalam mengemban-menjaga-dan mendakwahkan Islam, maka akan semakin dikokohkan lagi pendirian yang sudah tertanam tersebut.

Kemurahan Allah menambah kekokohan azzam bagi mereka yang mengemban Islam dengan tegar, menjadikan keridloan Allah mengalir deras. Allah akan senantiasa menjaga hambaNya yang berjuang dengan caranya. Allah akan memberikan skenario-skenario menggapai kemenangan dengan jalan dan inspirasi yang datangnya tak terduga. Allah jua yang akan mengembalikan segala makar penjegal Islam kepada para pembuatnya hingga gagal total tak berpengaruh apa-apa.

Sirah mengisahkan yang demikian sebagaimana peristiwa luluh lantaknya musuh di perang khandaq. Tarikh pun menyebutkan keteguhan pasukan muslim di bawah pimpinan Amru bin Ash melawan Romawi di masa Abu Bakar. Dan banyak lagi kisah yang menunjukkan bagaimana ketegaran menjadikan sebab Allah menggagalkan segala makar.

 

Melayakkan Diri Mendapatkan Kemenangan

Kendati pertolongan Allah berupa kemenangan Islam adalah keniscyaan, namun pada siapa dan kapan diberikan adalah hak prerogative Allah semata. Hak ini mendudukkan sebagai pemilik pasti kemenangan, Allah mengisyaratkan bahwa hanya kepadaNya semata permintaan pertolongan dipanjatkan dan hanya dengan kebenaran dariNya saja kemenangan itu diperjuangkan.

Sebab di dalam al Quran kata kemenangan ini  bersifat umum. Bisa kemenangan berupa pertolongan dimenangkannya Islam atas ideologi dan agama lainnya ataupun kemenangan berupa pertolongan kepada kaum muslimin yang mengimani semua perkara yang dibawa Rasul.

Namun tidak semua muslimin bisa mendapatkan kemenangan, sebab tidak semuanya turut berjuang. Hanya mereka yang terpilih yang masuk verifikasi mendapatkan kemenangan. Merekalah yang dijuluki dengan Thoifah al manshurah. Mereka selalu berpegang pada kebenaran Islam sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad, bahwasannya Rasulullah bersabda: “akan senantiasa ada sekelompok dari ummatku yang menang di atas kebenaran. Tidak adak pernah membahayakan mereka orang yang menentang mereka hingga datanglah urusan Allah (kemenangan, -hari kiamat di syarah lain) dan mereka berpegang teguh pada kebenaran”.

Adapun kriteria lolos verifikasi tersebut meliputi: pertama, kualifikasi iman dengan standar aqidah aqliyah dan aqidah siyasiyah yang dicapai dengan jalan berpikir level mustanir. Kedua, mereka yang berniaga dengan Allah dan bersungguh-sungguh dengan mengorbankan apapun demi kemenangan, sebagaimana disebutkan dalam QS Ash Shaf ayat 10-13.

Jika kedua syarat lolos verifikasi tersebut sudah ada pada muslim -terlebih yang menggabungkan diri pada kafilah dakwah-, namun pertolongan Allah belum juga datang, maka ujian kesabaran sedang dimainkan. Ujian kesabaran itu sejatinya adalah pertanyaan besar “apakah kita sudah layak ditolong oleh Allah atau belum?” ataukah “arah perjuangan yang sedang ditempuh sudah benar atau belum?”. Jawaban pertanyaan kedua sudah dikaji dan dianalisis oleh yang berkompeten di bidangnya. Dan hasilnya dengan keyakinan pasti bahwa jalan bagi kafilah dakwah ini sudah tepat, on the right track.

Sedangkan untuk pertanyaan pertama, jika jawaban belum potensinya lebih besar, maka disitulah pentingnya setiap individu  yang ter-ikut di dalam kafilah dakwah ini bersegera mematutkan diri. Sebab kelayakan datangnya pertolongan untuk kemenangan ini sama sekali tidak dihitung dari banyaknya individu di dalam kafilah dakwah tersebut. Tapi dilihat dari kepatutan mereka menerimanya, meskipun sebenarnya jumlah individu ini juga penting.

Kepatutan atau kelayakan individu menjadi penerima pertolongan hakikatnya melekat pada karakter, yakni karakter berupa kedekatan seorang hamba kepada Rabbnya. Karakter ini terlihat pada level mana individu yang muta’abid ini memposisikan dirinya pada aktivitas dakwah.

Level pertama adalah posisi pengamat, yakni berada dalam kafilah dakwah namun tenang dan duduk manis mengamati kesibukan yang lainnya dalam menyelasaikan amanah besar yang harusnya diselesaikan banyak orang. Level kedua adalah posisi penikmat. Mereka adalah kumpulan orang yang bergabung dalam jamaah, melakukan hijrah dari jahiliyah menuju keterikatan pada hukum syariat namun membatasi dalam hal kajian tsaqafah semata.

Rajin hadir di forum, rajin melahap tulisan media, namun geraknya pasif tanpa udzur syar’I dan terkesan lalai. Di level ini mereka pun secara tidak sadar telah memposisikan diri sebagai sekedar pendengar yang baik, bukan pionir, apalagi pendobrak kejumudan. Dan posisi inilah yang cenderung sakit lalu menularkan penyakitnya kepada yang lain. Level ketiga adalah pejuang sejati.

Mereka yang tidak mencukupkan berhenti pada kajian dan kepuasan intelektual ataupun sekedar menggugurkan kewajiban. Mereka melakukan rutinitas dalam rangka menyiapkan bekal untuk berkorban dan berkontribusi sebesar mungkin dalam medan dakwah Islam. Namun sayangnya level ini pengisinya tidak banyak. VVIP.

Level yang memiliki jumlah besar ada pada level kedua. Bergerumbulnya pengemban Islam pada posisi ini adalah indikasi jumlah besar namun aktifitas minim.

Terkait hal ini Rasulullah bersabda: “manusia laksana unta yang banyaknya 100, tapi hampir-hampir engkau dalam kumpulan yang banyak itu tidak menemukan satu untapun yang bisa dijadikan tunggangan” (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad). Inilah yang menjadikan banyak potensi dahsyat menjadi tersia-siakan. Apa yang diberikan untuk Islam bukan lah yang terbaik, menyelisihi dalil “sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak menerima kecuali yang baik-baik saja” (HR. Muslim, Tirmidzi, Ahmad).

Dan tentu hal ini layak diperhatikan ulang, bagaimana mungkin untuk memperjuangkan Islam diberikan yang kurang baik (sisa-sisa,-pen), sementara untuk urusan makanan saja diminta yang baik (al Maidah 88), untuk sedekah pun juga demikian (al Baqarah 267).

Posisi VVIP tadi adalah perlu diupayakan serius untuk diraih. Upaya pertama yang dapat dilakukan adalah dengan me re-call kembali azzam menjadi pembela Islam, disertai niat seirus meneladani Rasul, menjadikan kehidupannya adalah kehidupan dakwah.

Selanjutnya niat kuat ini harus didukung dengan alat yang canggih dan mumpuni, yakni bekal ilmu dan iman yang harus dipersiapkan juga dengan sekuat tenaga agar mampu menghujamkan hararah mabda di tempat yang dipijak.

Dua tahapan ini perlu dimulai dan dikerjakan secara istiqomah sembari diukur capaian hariannya melalui aktivitas  menghisab diri sendiri sesering mungkin. Dan tentunya semuanya akan terlaksana jika self power yang menjadi energi utama kuat, senantiasa terisi dengan ketundukan dan kedekatan kepadaNya melalui taqarrub ilallaah.

Hanya dengan paradigma hidup yang benar, taqarrub yang benar, dan bersama kafilah di jalur dawah yang benar semata akan diperoleh sikap tegar di jalan yang benar. Wallaahu Muwaffiq ila Aqwamith Thariiq. [syahid/voa-islam.com] 

Kiriman Arin RM

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Pacaran ala Remaja, Keren atau Melenceng?

Pacaran ala Remaja, Keren atau Melenceng?

Sabtu, 22 Sep 2018 00:22

Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Jum'at, 21 Sep 2018 20:45

Turki Tahan 85 Personel Milter Terkait Fetullah Gulen dalam Penggerebegan Terbaru

Turki Tahan 85 Personel Milter Terkait Fetullah Gulen dalam Penggerebegan Terbaru

Jum'at, 21 Sep 2018 20:30

Forjim Latih Jurnalistik Dasar 3000 Dai Parmusi di Jambore Nasional

Forjim Latih Jurnalistik Dasar 3000 Dai Parmusi di Jambore Nasional

Jum'at, 21 Sep 2018 20:26

Anggotanya Ditangkap Soal Video Hoax, FPI Minta Aparat Bersikap Bijak

Anggotanya Ditangkap Soal Video Hoax, FPI Minta Aparat Bersikap Bijak

Jum'at, 21 Sep 2018 20:20

SDF Sebut Pejuang IS yang Mereka Tahan Harus Dibawa Pulang Kembali Oleh Negara Asal Mereka

SDF Sebut Pejuang IS yang Mereka Tahan Harus Dibawa Pulang Kembali Oleh Negara Asal Mereka

Jum'at, 21 Sep 2018 20:15

Rusia Desak Israel Berikan Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Ditembaknya Pesawat Il-20

Rusia Desak Israel Berikan Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Ditembaknya Pesawat Il-20

Jum'at, 21 Sep 2018 20:00

Parlemen Kanada Nyatakan Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya Sebagai Genosida

Parlemen Kanada Nyatakan Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya Sebagai Genosida

Jum'at, 21 Sep 2018 19:39

Di Tanggal Ini, “Serangan” Darat ke 500 Target Siap Dilancarkan Kubu Prabowo-Sandi

Di Tanggal Ini, “Serangan” Darat ke 500 Target Siap Dilancarkan Kubu Prabowo-Sandi

Jum'at, 21 Sep 2018 18:43

Tinggalkan Mengajar 10 Tahun, Ketum Kepemudaan Terima jadi Jubir Prabowo-Sandi

Tinggalkan Mengajar 10 Tahun, Ketum Kepemudaan Terima jadi Jubir Prabowo-Sandi

Jum'at, 21 Sep 2018 17:43

Mantan Anggota DPR: Kalau Disuruh, Saya Milih Khilafah daripada PKI

Mantan Anggota DPR: Kalau Disuruh, Saya Milih Khilafah daripada PKI

Jum'at, 21 Sep 2018 16:43

Mantan Panglima TNI Singgung Nyali KSAD terkait Nonton Bareng Film G30S/PKI

Mantan Panglima TNI Singgung Nyali KSAD terkait Nonton Bareng Film G30S/PKI

Jum'at, 21 Sep 2018 15:43

Pidato KSP ke Projo Ini Dikritik karena Potensial Disalahpahami dan Berbahaya

Pidato KSP ke Projo Ini Dikritik karena Potensial Disalahpahami dan Berbahaya

Jum'at, 21 Sep 2018 14:43

Generasi Yang Hilang

Generasi Yang Hilang

Jum'at, 21 Sep 2018 07:10

Innalillahi, Komandan Kokam Jawa Tengah Berpulang

Innalillahi, Komandan Kokam Jawa Tengah Berpulang

Jum'at, 21 Sep 2018 06:46

Pengadilan Irak Vonis Mati Wakil Abu Bakar Al-Bagdadi

Pengadilan Irak Vonis Mati Wakil Abu Bakar Al-Bagdadi

Kamis, 20 Sep 2018 16:45

Jenderal Rusia Desak Moskow Tembak Jatuh Pesawat Tempur Israel

Jenderal Rusia Desak Moskow Tembak Jatuh Pesawat Tempur Israel

Kamis, 20 Sep 2018 15:38

Debu Ajak Masyarakat Lombok Bergembira dengan Dzikir

Debu Ajak Masyarakat Lombok Bergembira dengan Dzikir

Kamis, 20 Sep 2018 14:51

Berpuasa Asyura, Tapi Punya Hutang Puasa Ramadhan. Sah Puasanya?

Berpuasa Asyura, Tapi Punya Hutang Puasa Ramadhan. Sah Puasanya?

Kamis, 20 Sep 2018 13:54

Permintaan Maaf Asia Sentinel ke SBY dan Demokrat Disambut Investigasi

Permintaan Maaf Asia Sentinel ke SBY dan Demokrat Disambut Investigasi

Kamis, 20 Sep 2018 13:13


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 21/09/2018 07:10

Generasi Yang Hilang