Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.974 views

Kebijakan Indonesia yang Tersandera Cina?

Oleh: Darni Sanari

Seolah tak ada habisnya persoalan menyapa negeri ini, masalah kenaikan BBM, masalah pembubaran ormas HTI, masalah teroris, masalah tenaga kerja china, dan masih banyak lagi masalah-masalah lain yang diakibatkan dari kebijakan dan aturan penguasa dan aparatnya negeri ini.

Baru-baru ini warga penikmat media sosial dan maupun pesan singkat dikejutkan dengan viralnya foto papan/plang nama bertuliskan ‘Kantor Polisi Bersama’ berbendera Negara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Kabupaten Ketapang Kalimatan Barat benar adanya. Dan hal ini diperkuat dengan pernyataan Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Arief Silistyanto Okezone, Jumat (13/7/2018) bahwa Kapolres AKBP Sunario dimutasikan sebagai Perwira Menengah (Pamen) Polda Kalbar sambil menjalani pemeriksaan.

Pencopotan Sunario dinilai karena dia tidak melalui mekanisme yang benar terkait dengan kantor bersama dengan kepolisian atau Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzhou. Dimana kerjasama dengan negara lain atau polisi negara lain, kewenangannya ada di Mabes Polri.

Kapolres Sunario membantah adanya kantor polisi bersama di Ketapang, menurutnya plang nama itu hanya sebuah contoh yang dibawa pihak Kepolisian Resort Suzhou ke Ketapang. Nantinya akan dipasang jika sudah terjalin kerjasama (Okezone, sabtu 14 Juli 2018).

Direktorat Intelijen Keamanan  (Ditintelkam) Polda Kalbar mendapat sorotan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Hal tersebut lantaran mereka tak bisa mendeteksi adanya rencana pendirian kantor bersama Polres Ketapang, Kalbar dan Kepolisian Suzhou, China. “Deteksi dini ditintelkam polda dan Imigrasi setempat yang berjalan tidak dengan baik.” Kata anggota kompolnas, Andrea H.Poeloengan saat dihubungi, sabtu (14/17/2018).

Menurut dia, jika diteliti secara komprehensif, maka bisa dibilang kalau kasus itu cukup aneh. Dimana, ada aktivitas rombongan asing dan berinteraksi dengan birokrasi setempat tapi aparat polda tak mengetahuinya (okezone).

Penguasa, Pengusaha, dan Warga Negara atau TKA asal Tirai Bambu ini selalu mendapat perlakuan istimewah dari penguasa dan aparat negeri ini, lihat saja interogasi itu hanya dilakukan sepihak kepada Kapolres Ketapang, dan sangsi yang diberikanpun sangat mudah hanya berupa pemutasian. Begitu juga rombongan asal China tidak diperiksa misalnya kelengkapan admintrasinya. Kemudian muncul pertanyaan Ada apa dengan penguasa negeri ini kenapa membisu ketika berhadapan dengan China?

John Perkins dalam bukunya, A Confession of Economic Hit Man, mengatakan salah satu modus intervensi adalah melalui strategi pemberian pinjaman. Dia katakan, pinjaman diberikan terus-menerus agar negara yang dituju akhirnya terjebak utang yang diterimanya itu hingga secara politik dan ekonomi menjadi tergantung. Pada saat itu berbagai macam intervensi dengan mudah dilakukan.

Proyek senilai US$ 5,5 milyar atau Rp. 76,4 Triliun (kurs 13.900) itu mayoritas dananya berasal dari utang dari China Development Bank (CDB) yaitu 75% (Rp 57 triliun). Utang itu, 63 % dalam US$ dengan bunga 2% pertahun dan 37% dalam mata uang Renmimbi dengan bunga 3,64% pertahun. Jangka waktu pengembalian utang hingga 40 tahun dengan tenggang waktu 10 tahun sebesar 25% dana proyek berasal dari modal PT KCIS terdiri dari Rp 15 triliun dari PSBI dan 10 triliun dari China Corporation.

Campur tangan ekonomi China ini  merupakan bagian dari kerjasama Indonesia –China yang ditandatangani tahun 2015. Melalui China Development Bank (CDB) dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), Pemerintah China berkomitmen memberikan utang US$ 50 milyar atau setara Rp 700 triliun (US$ 1=Rp 14 ribu).

Utang itu untuk pembangunan infrastruktur nasional seperti pembangkit listrik, bandara, pelabuhan, kereta cepat dan kereta api ringan (LRT-Light Rail Transit) yang sekarang sedang berjalan dan mendapat kritikan dari berbagai kalangan.

Investasi China ini tidak lepas dari strategi global China, yakni Silk Road Economic Belt (SERB) in Asia (Sabuk Ekonomi Jalur Sutra di Asia) dan Maritime Silk Road Point (MSRP) atau titik Sutra Maritim. MSRP ini tujuannya untuk menguasai jalur perdagangan laut, yang antara lain melalui selat malaka dan ini sejalan dengan proyek tol laut rezim saat ini.

 

Islam Mencegah Intervensi

Selain tingginya motif politik dan ekonomi dari China, faktor penarik datangnya investasi China ke negeri ini adalah mentalitas pemerintah Indonesia yang hingga saat ini tidak berubah; bergantung pada kekuatan asing untuk membangun negara ini.

Intervensi asing biasanya dilakukan meyangkut dua hal, yakni aturan dan kebijakan. Islam mencegah terjadinya intervensi asing dalam aturan dengan cara melihat secara langsung apakah aturan yang disodorkan atau dipaksakan oleh negara asing itu sesuai syariat atau tidak.

Jika bertentangan ia harus ditolak. Begitu juga jika menyangkut pilihan kebijakan. Disinilah peran penting rakyat dan partai. Dalam Islam, rakyat dan partai politik mendapat tugas untuk mengawasi pelaksanaan syariah.

Mereka wajib mengontrol para penguasa jika ada penyimpangan terhadap syariah. Jika ini benar-benar membudaya maka penyimpangan bisa dihindari. Campur tangan asing bukan hanya mendapat pengawasan pemerintah, tetapi juga rakyat.

Dalam Islam dibolehkan untuk menjalin hubungan diplomatik atau hubungan lainnya, seperti hubungan perdagangan, kerjasama ilmu dan teknologi, hubungan komunikasi dan transportasi, dan semacamnya.

Asalkan negara-negara tersebut tidak termasuk negara-negara kafir muharibah fi’lan yaitu negara kafir yang tengah berperang/memerangi kaum muslimin, atau tidak tergolong negara kafir yang membantu negara kafir lainnya (bersekutu) dalam memerangi kaum muslimin, atau tidak sedang bermusuhan dan tidak memiliki ambisi untuk mencaplok negeri-negeri Islam.

Dan dalilnya sebagaimana diriwayatkan dari Abi Rafi bahwa Rasulullah saw bersabda :

Sesungguhnya aku tidak memenjarahkan seseorang karena adanya perjanjian, dan aku juga tidak akan memenjarahkan para utusan (negara lain).”

Adapun tugas polisi dalam Islam adalah menjaga ketertiban dan menjaga  keamanan dalam negeri serta melaksanakan tugas yang bersifat operasional.

Oleh karena itu agar negeri ini lepas dari cengkraman asing, maka harus kembali menerapkan  syariah Islam secara total dan meyeluruh di bawah sistem Khilafah Rasiydah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Wallah a’lam bi ash-shawab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Supermarket Kuwait Tarik Produk Prancis Dari Rak Penjualan Terkait Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad

Supermarket Kuwait Tarik Produk Prancis Dari Rak Penjualan Terkait Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad

Selasa, 27 Oct 2020 20:45

UEA Kirim Bantuan Lebih 500 Juta USD Ke Sudan Setelah Khartoum Menormalisasi Hubungan Dengan Israel

UEA Kirim Bantuan Lebih 500 Juta USD Ke Sudan Setelah Khartoum Menormalisasi Hubungan Dengan Israel

Selasa, 27 Oct 2020 20:30

Ketua Dewan Pemukiman Israel: Pilih Trump Jika Anda Peduli Israel

Ketua Dewan Pemukiman Israel: Pilih Trump Jika Anda Peduli Israel

Selasa, 27 Oct 2020 20:02

Salah Mereka yang Cadaran Apa Sih?

Salah Mereka yang Cadaran Apa Sih?

Selasa, 27 Oct 2020 17:50

Jangan Biarkan Insecure Racuni Diri

Jangan Biarkan Insecure Racuni Diri

Selasa, 27 Oct 2020 17:14

Libya Kecam Komentar Islamofobia Emmanuel Macron, Tuntut Presiden Prancis Itu Minta Maaf

Libya Kecam Komentar Islamofobia Emmanuel Macron, Tuntut Presiden Prancis Itu Minta Maaf

Selasa, 27 Oct 2020 15:15

Bintang MU Paul Pogba Bantah Mundur Dari Timnas Prancis Terkait Komentar Anti-Islam Macron

Bintang MU Paul Pogba Bantah Mundur Dari Timnas Prancis Terkait Komentar Anti-Islam Macron

Selasa, 27 Oct 2020 14:35

Kader Mubaligh Pemuda Persis Diharapkan Miliki Himmah

Kader Mubaligh Pemuda Persis Diharapkan Miliki Himmah

Selasa, 27 Oct 2020 14:29

HNW Sebut My Flag Merah Putih vs Radikalisme Bukan Film NU

HNW Sebut My Flag Merah Putih vs Radikalisme Bukan Film NU

Selasa, 27 Oct 2020 08:39

Materi Fatwa untuk Munas MUI Masih Diinventarisir

Materi Fatwa untuk Munas MUI Masih Diinventarisir

Selasa, 27 Oct 2020 08:07

Rezim Ngotot dan Bandel

Rezim Ngotot dan Bandel

Senin, 26 Oct 2020 23:54

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

Senin, 26 Oct 2020 22:50

Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Senin, 26 Oct 2020 22:45

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Senin, 26 Oct 2020 22:40

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Senin, 26 Oct 2020 20:30

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

Senin, 26 Oct 2020 19:45

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Senin, 26 Oct 2020 18:26

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Senin, 26 Oct 2020 17:56

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Senin, 26 Oct 2020 17:30

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Senin, 26 Oct 2020 17:09


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X