Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.896 views

Aroma Uang Panas di Lembaga Perguruan Tinggi

Oleh: Fitri Suryani, S.Pd*

 

Aroma korupsi sudah tak asing lagi terdengar dari berbagai lembaga yang ada di negeri tercinta ini. Tak terkecuali lembaga pendidikan sebagai tempat mencetak generasi yang bermartabat. Tak ayal, universitas menjadi salah satu lembaga yang terpapar uang panas korupsi.

Salah satu peristiwa memalukan ini terjadi di ruangan Rektor Institut Agama Islam Negeri Kendari (IAIN). Kantor tersebut disegel oleh mahasiswa saat menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (13/9/2018) siang. Tidak hanya menyegel ruang rektor, terjadi juga insiden baku hantam antara mahasiswa dan satpam IAIN di ruang lobi.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa IAIN Kendari, Jusbar. Ia menilai adanya sejumlah penyimpangan pada pengelolaan anggaran lembaga kemahasiswaan tahun 2018, karena sampai saat ini belum juga dicairkan. Penyimpangan pengelolaan anggaran 2017 itu juga terbukti bahwa sampai saat ini belum ada pertanggungjawaban (Sultrakini.com, 13/09/2018).

Aroma Uang Panas Korupsi

Kasus korupsi sesungguhnya bukan merupakan perkara yang baru dan aneh di negeri ini. Korupsi menjamur di berbagai lembaga, baik itu lembaga kesehatan, pemerintahan bahkan dunia pendidikan yang katanya terdapat orang-orang intelektual di sana.

Korupsi sudah menjadi hal yang lazim, bahkan telah menjadi tradisi turun-temurun yang biasa dilakukan mulai dari kelas teri hingga kakap. Sebagian masyarakat pun seakan cuek dengan pemberitaan seperti itu, karena seolah telah terbiasa. 

Korupsi yang kini marak terjadi di hampir semua lembaga, salah satunya disebabkan tingginya biaya yang mesti ditanggung oleh seseorang yang hendak mendapatkan sebuah posisi yang diincar. Sehingga, mau tidak mau ketika telah mendapatkan posisi yang dihendaki, otomatis menginginkan paling tidak kembalinya modal yang dikeluarkan saat mencalonkan diri pada jabatan tertentu. Karena salah satu faktor tersebut mendorong seseorang melakukan korupsi. Terlebih ketika ada kesempatan, maka ia akan berupaya untuk mendapatkannya.

Ditambah lagi tujuan tertinggi atau tolok ukur kebahagiaan sebagian masyarakat yakni kepuasan materi belaka. Begitupun standar perilaku hanya pada kemaslahatan yang bersifat relatif dan kondisional. Sehingga tak dapat dipungkiri orang-orang semacam itu akan berusaha sekuat tenaga dengan segala cara agar mendapatkan yang mereka inginkan, sekalipun itu akan bertolak belakang dengan nilai-nilai agama.

Agama dalam hal ini tidak dijadikan sebagai landasan dalam berbuat. Dengan kata lain masyarakat telah tercekoki oleh paham pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme). Jika lembaga pendidikan saja sudah menjadi pintu masuk korupsi yang sejatinya tempat mendidik para generasi yang akan datang, bagaimana dengan lembaga lainnya?  

Sanksi yang ada nyatanya belum mampu memberikan efek jera bagi pelaku. Sehingga, kasus korupsi  yang ada di berbagai lembaga negeri ini sulit untuk diberantas. 

Islam Memandang

Dalam Islam, tindakan korupsi merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan dan dilarang. Adapun keharaman korupsi dapat dilihat dari berbagai aspek, yaitu: Pertama, perbuatan korupsi merupakan perbuatan curang dan penipuan yang secara langsung merugikan keuangan negara ataupun masyarakat.

Kedua, berkhianat terhadap amanah adalah perbuatan terlarang dan berdosa (lihat QS. seperti Al-Anfal: 27).

Ketiga, perbuatan korupsi untuk memperkaya diri dari harta negara adalah perbuatan lalim (aniaya), karena kekayaan negara adalah harta yang dipungut dari masyarakat.

Adapun korupsi termasuk dalam kelompok tindak pidana takzir. Oleh sebab itu, penentuan hukuman, baik jenis, bentuk, dan jumlahnya didelegasikan syara' kepada hakim. Dalam menentukan hukuman terhadap koruptor, seorang hakim harus mengacu kepada tujuan syara' dalam menetapkan hukuman, kemaslahatan masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan, dan situasi serta kondisi sang koruptor. Sehingga, sang koruptor akan jera melakukan korupsi dan hukuman itu juga bisa sebagai tindakan preventif bagi orang lain.

Dengan demikian, kasus korupsi yang telah mewabah di hampir semua lini sulit terselesaikan jika aturan yang ada ternyata tak mampu menyelesaikan masalah sampai ke akarnya. Mau sampai kapan keadaan seperti ini terus dibiarkan? Sungguh tak ada aturan lain yang bisa diharapkan selian kembali taat pada aturan Allah yang jelas mampu mengatur seluruh alam, apalagi 'hanya' masalah korupsi. Wallahu a’lam bisshawab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Guru SMA Negeri di Kabupaten Konawe.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Pembangunan rumah korban banjir Tasikmalaya ini masih butuh dana 14 juta rupiah untuk. Rumah ini sangat dibutuhkan warga sekitar untuk menimba ilmu agama, ibadah, aqidah, tajwid, tahfizh, akhlaq...

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

Di dalam harta kita terdapat hak orang lain, maka wajib hukumnya bagi umat Islam untuk mengeluarkan zakat. Di dalam zakat itu ada senyum masa depan fakir miskin yatim dan dhuafa....

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

Latest News
Bukan Rakyat yang Urusi Presiden

Bukan Rakyat yang Urusi Presiden

Jum'at, 14 Dec 2018 12:35

Keluhan Petani ke Cawapres 02

Keluhan Petani ke Cawapres 02

Jum'at, 14 Dec 2018 11:35

Paska Keliling Jatim, Andi Singgung Potong Leher

Paska Keliling Jatim, Andi Singgung Potong Leher

Jum'at, 14 Dec 2018 10:35

Aktris Israel-Amerika Terkenal Kecam Hukum Kontroversial Israel, Menyebutnya Sebagai Rasis

Aktris Israel-Amerika Terkenal Kecam Hukum Kontroversial Israel, Menyebutnya Sebagai Rasis

Jum'at, 14 Dec 2018 10:15

Bom 212, Teror Terhadap Elektabilitas Jokowi

Bom 212, Teror Terhadap Elektabilitas Jokowi

Jum'at, 14 Dec 2018 10:05

Survey Abal-abal Masjid Radikal, Yuk Bangga jadi Aktivisnya

Survey Abal-abal Masjid Radikal, Yuk Bangga jadi Aktivisnya

Jum'at, 14 Dec 2018 09:33

Yang Terkenang dari 212, Peran Muslimah untuk Kebangkitan

Yang Terkenang dari 212, Peran Muslimah untuk Kebangkitan

Jum'at, 14 Dec 2018 09:04

Mantan Jubir Al-Shabaab yang Membelot ke Pemerintah Ditangkap Pasukan Somalia dan Ethiopia

Mantan Jubir Al-Shabaab yang Membelot ke Pemerintah Ditangkap Pasukan Somalia dan Ethiopia

Jum'at, 14 Dec 2018 09:00

[VIDEO] Bantahan untuk Grace Natalie, Perda Syariah Tak Langgar Aturan Negara

[VIDEO] Bantahan untuk Grace Natalie, Perda Syariah Tak Langgar Aturan Negara

Jum'at, 14 Dec 2018 07:42

[VIDEO] Habib Bahar bin Smith Dijadikan Tersangka, GNPF Ulama Tuntut Keadilan Hukum

[VIDEO] Habib Bahar bin Smith Dijadikan Tersangka, GNPF Ulama Tuntut Keadilan Hukum

Jum'at, 14 Dec 2018 04:54

[VIDEO] Boikot Berbalas Boikot

[VIDEO] Boikot Berbalas Boikot

Jum'at, 14 Dec 2018 02:43

Lifestyle kekinian: Ala Korea atau Islam?

Lifestyle kekinian: Ala Korea atau Islam?

Kamis, 13 Dec 2018 23:23

Virus Islamophobia di Balik Stigma Radikal

Virus Islamophobia di Balik Stigma Radikal

Kamis, 13 Dec 2018 22:08

Pasukan Penjajah Israel Tankap Bocah Palestina Berusia 6 Tahun di Hebron

Pasukan Penjajah Israel Tankap Bocah Palestina Berusia 6 Tahun di Hebron

Kamis, 13 Dec 2018 21:16

2019, Siapa Yang Menang?

2019, Siapa Yang Menang?

Kamis, 13 Dec 2018 19:42

21 Tahanan Islamic State Melarikan Diri dari Penjara di Irak Utara

21 Tahanan Islamic State Melarikan Diri dari Penjara di Irak Utara

Kamis, 13 Dec 2018 17:15

Doa Khusus Hari Jum'at ini Boleh Diamalkan?

Doa Khusus Hari Jum'at ini Boleh Diamalkan?

Kamis, 13 Dec 2018 17:06

Saat BlackPink Dibela, Petisi Peduli Generasi Dihina

Saat BlackPink Dibela, Petisi Peduli Generasi Dihina

Kamis, 13 Dec 2018 14:02

Erdogan: Turki Akan Luncurkan Operasi Militer Terhadap YPG di Suriah dalam Beberapa Hari

Erdogan: Turki Akan Luncurkan Operasi Militer Terhadap YPG di Suriah dalam Beberapa Hari

Kamis, 13 Dec 2018 12:00

Setara Institute Sebut Jakarta Kota Intoleran, Fahira: Mungkin Karena Kasus Penodaan Agama Ahok

Setara Institute Sebut Jakarta Kota Intoleran, Fahira: Mungkin Karena Kasus Penodaan Agama Ahok

Kamis, 13 Dec 2018 11:40


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X