Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.900 views

[Story Hamka-7] Kadar Kemuhammadiyahan Hamka

Oleh: Roni Tabroni*

“Tidak ada yang kucari di Muhammadiyah kecuali ridha Allah”.

Penggalan statament Hamka ini dituangkan Haidar Musyafa dalam novel biografi Buya Hamka. Kalimat itu juga menegaskan motif mengapa Hamka harus berada dalam Ormas ini.

Sejak remaja, diusianya yang masih 17 tahun, Hamka bertolak dari Padang Panjang menuju Yogyakarta dengan maksud menuntut ilmu agama. Sesampainya di Yogyakarta, Hamka kagum dengan pola dakwah yang dikembangkan Muhammadiyah.

Seperti halnya ayah Hamka, Haji Rasul, Hamka juga melihat ada yang berbeda dengan Muhammadiyah. Gerakannya unik, sebab agama tidak hanya diajarkan lewat dotrin-doktrin verbal tetapi menjadi gerakan sosial.

Walaupun satu guru dengan ayahnya, namun pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan pada aplikasi dakwahnya berbeda. Setiap ayat yang diajarkannya harus benar-benar dipraktekkan dalam kehidupan nyata.

Maka tidak aneh jika bru beberapa hari di Yogyakarta, Hamka langsung mendaftarkan diri menjadi anggota Muhammadiyah. Walaupun masih remaja, Hamka yakin dengan pilihannya itu. Ketika di Yogyakarta itulah Hamka selsin belajar ilmu agama, juga belajar pidato dan menulis yang terinspirasi juga oleh para pengurus Muhammadiyah yang selalu mengisi media lokal.

Ketika kembali ke Padang Panjang, Hamka langsung menggagas sebuah program pelatihan pidato dan menulis. Teman-temannya dilatih oleh Hamka. Bahkan dari situ pula Hamka mulai merintis buletin dan membukukan konten-konten pidato teman-temannya.

Kebiasaan Hamka berpidato membuat dirinya semakin dikenal. Kepiawaiannya berpidato juga membuat dirinya makin disukai masyarakat. Dalam perjalanannya memang Hamka sempat down karena masyarakat apatis terhadapnya dikarenakan kemampuan bahasa arab yang kurang fasih dan konten pidato yang dianggap dangkal. Namun, sepulangnya Hamka dari tanah suci, membuat pamor Hamka semakin menanjak kembali.

Hamka juga kemudian semakin punya kesempatan untuk melanjutkan perjuangan ayahnya yaitu memurnikan ajaran Islam, termasuk mengembangkan Muhammadiyah. Ketika beberapa kali Hamka mengikuti kegiatan kongres, para pimpinan pusat Muhammadiyah melihat potensi Hamka yang luar biasa. Maka ditugaskanlah Hamka untuk berdakwah di Makasar, sebab rencananya di tahun mendatang kongres akan dilaksanakan di Makasar.

Keberadaan Hamka di Makasar walaupun hanya beberapa tahun memberikan trend positif. Masyarakat sangat menyukai Hamka. Gaya dakwahnya membuat ummat semakin tertarik. Maka semakin berkembanglah Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.

Sekembalinya Hamka ke Padang Panjang membuatnya semakin bersemangat mengembangkan Muhammadiyah. Meski kehidupannya pas-pasan, beserta istrinya Siti Raham, Hamka tetap menjalani jalan dakwah. Selain di Padang Panjang, Hamka juga terus aktif dan berdakwah di Muhammadiyah ke berbagai daerah. Keaktifannya di persyarikatan ini mengantarkan Hamka menjadi Ketua Wilayah.

Mengajarkan Islam secara kulturan, melalui dakwah dan pendidikan terus dijalaninya dengan tekun. Ketika harus memenuhi tantangan untuk memimpin sebuah Majalah di Medan, Hamka memenuhinya. Majalah Pedoman Masyarakat yang sebelumnya dipimpin M. Yunan Nasutuon yang juga orang muhammadiyah, kemudian dipercayakan kepada Hamka.

Sambil mengembangkan Majalah, Hamka pun terus mengaktifkan Muhammadiyah di Medan. Lagi-lagi, di tengah kesibukannya bekerja mengembangkan media, Hamka terus berdakwah lewat Muhammadiyah.

Begitupun ketika Hamka harus memenuhi undangan Presiden Soekarnu untuk menetap di Jakarta. Hamka lagi-lagi tidak bisa melepaskan diri dari Muhammadiyah. Sambil bekerja di Depag, Hamka juga masuk jajaran Muhammadiyah Pusat. Ketokohan Hamka yang semakin meninggi itu, dengan tingkat kesibukan yang amat sangat, hanya satu yang tidak bisa ditinggalkan yaitu keaktifannya di Muhammadiyah.

Di persyarikatan Muhammadiyah Hamka menemukan hal paling berharga. Di atas semua reputasi, prestise, dan kenikmatan dunia, Hamka merasakan ketenangan jiwa. Walaupun sempat terjun ke dunia politik, sudah diberi kepercayaan untuk mengembangkan Mesjid Raya Kebayoran (al-Azhar), dan kesibukan mengelola media di Depag, Hamka tidak bisa meninggalkan Muhammadiyah.

Jasa Hamka terhadap pengembangan dakwah Muhammadiyah begitu besar. Walaupun kemudian namanya diabadikan menjadi salah satu kampus bergengsi di Ibu Kota yaitu Universitas Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), namun sebenarnya Hamka tidak berharap apa-apa dari Muhammadiyah. Apa yang dicari Hamka sebenarnya seperti statemennya di atas yaitu ridha Allah semata, bukan yang lain. [syahid/voa-islam.com]

*) Penulis adalah Dosen Prodi Ilmu Komunikasi USB YPKP, UIN SGD Bandung dan Pengurus MPI PP Muhammadiyah

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News

Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X