Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.878 views

Kala Apel Kebangsaan Lebih Berharga dari Nyawa Rakyat Papua

 

Oleh:

Yulida Hasanah*

 

"Nalar publik tercederai! Disaat musibah menimpa bangsa saya, tim Jokowi berpestapora 18 miliar dengan uang negara, uang rakyat kecil untuk sebuah acara musik yang dihadiri hanya 2 ribuan orang."

Pernyataan Natalius Pigai, salah seorang aktivis kemanusiaan yang pernah menjadi Komisioner Komnas HAM di atas sangatlah sesuai dengan fakta yang terjadi di negeri ini. Ya, nalar publik (rakyat) kembali tercederai. Rakyat hanya bisa menerima walaupun kondisi mereka kian hari kian merana. Bagaimana tidak? 18 M dihambur-hamburkan hanya untuk Apel Kebangsaan Merah Putih. Acara yang digelar pada hari minggu 17 Maret lalu di Simpang Lima Semarang tersebut akhirnya menyedot perhatian publik karena jumlah anggarannya yang fantastis.

Bagi kita yang masih memiliki akal sehat, pasti kritis terhadap fenomena seperti ini. Sebegitu berharganya kepentingan pribadi hingga melalaikan tanggungjawab agung sebagai pemelihara urusan rakyatnya. Jika saja penguasa negeri ini mau berpikir dengan akal sehatnya, pasti mata mereka tidak akan pernah buta untuk sekedar melihat bagaimana kondisi rakyat Papua yang dilanda banjir bandang.

Jika saja penguasa negeri ini mau berpikir dengan akal sehat, pasti hati mereka tak pernah tertutup oleh kepentingan pribadi yang tak pernah berhenti untuk meraih eksistensi.

Namun sayang, hal itu tak pernah terlihat pada penguasa kita hari ini. Sungguh! Mata dan hati mereka telah tertutup, tak mampu melihat derita Sentani. Di mana 89 nyawa tak terselamatkan, dan 74 orang sampai saat ini belum ditemukan. Kondisi yg butuh rehabilitasi dan recoveri, hanya dapat bagian dana 1 miliar saja. Jauh sekali dibandingkan dana untuk Apel Kebangsaan yang mereka gelar.

Padahal, banjir bandang yang melanda Sentani adalah akibat dari lalainya penguasa negeri dalam memberikan lingkungan alam yang aman bagi penduduk yang tinggal di dalamnya.

Sebuah gambaran yang saat ini menjadi biasa dalam sistem demokrasi. Pemimpinnya sibuk untuk mempertahankan diri dalam kekuasaan, alias ingin lebih lama tinggal di istana. Namun, setengah hati untuk melayani rakyatnya.

Hal ini jelas sangat jauh dengan sosok pemimpin dalam Islam. Yang menjadikan kekuasaan adalah amanah yang agung dari Allah, dan nanti akan dimintai pertanggjawaban di sisi-Nya.

Sebagaimana Umar Bin al Khatthab pernah berkata: " Seandainya ada seekor unta yang masuk ke suatu lobang di tengah jalan kota Baghdad, maka aku akan bertanggungjawab dan akan ditanya oleh Allah Ta'ala pada hati kiamat nanti."

Bayangkan, pemimpin seperti Umar yang mengurusi pemerintahannya dari kota Madinah sampai ke Banghdad takut teledor/lalai dalam memberikan keamanan bagi seekor keledai ketika melewati sebuah jalan. Apalagi bagi rakyat yang notabene adalah manusia(lebih mulia dari pada seekor keledai).

Begitulah keadaan pemimpin muslim yang diatur dengan sistem Islam. Pertanggungjawaban dan khawatir dengan segala amanah yang diterimanya sebagai penguasa negeri menjadikan rasa takut kepada Allah sebagai landasan pertama dalam melayani rakyatnya. Kami rindu pemimpin seperti Umar bin al Khatthab, kami rindu kepemimpinan yang diatur dengan Syari'at Islam. Wallahua'lam.

*Penulis adalah pemerhati sosial masyarakat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Kader Muhammadiyah Bangkalan Raih Medali Emas di Kancah Internasional

Kader Muhammadiyah Bangkalan Raih Medali Emas di Kancah Internasional

Selasa, 25 Jun 2019 13:42

Masjid Ramah Anak

Masjid Ramah Anak

Selasa, 25 Jun 2019 13:37

Habib Rizieq Akan Beri Sambutan pada Aksi PA 212 di Depan Mahkamah Konstitusi

Habib Rizieq Akan Beri Sambutan pada Aksi PA 212 di Depan Mahkamah Konstitusi

Selasa, 25 Jun 2019 12:35

Literasi dan Keislaman

Literasi dan Keislaman

Selasa, 25 Jun 2019 11:37

Muhammadiyah Pasca Pemilu 2019

Muhammadiyah Pasca Pemilu 2019

Selasa, 25 Jun 2019 11:35

Usai Morowali, Relawan FPI Sulteng Bantu Korban Banjir di Konawe Sulawesi Tenggara

Usai Morowali, Relawan FPI Sulteng Bantu Korban Banjir di Konawe Sulawesi Tenggara

Selasa, 25 Jun 2019 11:27

Merajut Mahabbah, Menggapai Sakinah dengan Kembali pada Islam Kaffah

Merajut Mahabbah, Menggapai Sakinah dengan Kembali pada Islam Kaffah

Selasa, 25 Jun 2019 10:04

Jokowi Pernah Teken Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama Dengan BUMN

Jokowi Pernah Teken Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama Dengan BUMN

Selasa, 25 Jun 2019 09:10

Arah Pendidikan Kita, Mau Dibawa Kemana?

Arah Pendidikan Kita, Mau Dibawa Kemana?

Selasa, 25 Jun 2019 08:02

Zonasi

Zonasi

Selasa, 25 Jun 2019 04:21

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Selasa, 25 Jun 2019 00:43

Bola Panas di Ruang RPH MK

Bola Panas di Ruang RPH MK

Senin, 24 Jun 2019 23:19

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Senin, 24 Jun 2019 22:56

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Senin, 24 Jun 2019 22:30

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Konsep Perang

Konsep Perang

Senin, 24 Jun 2019 22:17

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Senin, 24 Jun 2019 21:42

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

Senin, 24 Jun 2019 21:24

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Senin, 24 Jun 2019 21:24


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 25/06/2019 11:37

Literasi dan Keislaman