Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.849 views

Kampung KB Solusi Kesejahteraan Ala Kapitalis

JUMLAH penduduk Indonesia sebagaimana sering dikemukakan, menempati peringkat ke-4 di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat, dengan jumlah penduduk mencapai 253,60 juta jiwa. Permasalahan jumlah penduduk tersebut menimbulkan dampak yang berarti, antara lain: ketersediaan bahan pangan terbatas, sarana perumahan dan tempat tinggal kurang memadai, angka penganguran tinggi, sehingga berakibat pada tingginya angka kriminalitas (06/03/14).

Kondisi inilah yang mendorong pemerintah akhirnya mencanangan program nasional Kampung KB di tahun 2016 lalu. Program ini tak hanya berbicara soal ledakan penduduk, tetapi juga memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan.

Pemerintah berharap hadirnya kampung KB mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program pembangunan keluarga (KKBPK) serta pembangunan di sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas (Kominfo, 06/06/17). Sejak dicanangkan oleh pemerintahan Jokowi-JK, program tersebut mulai merata digalakkan di seluruh kota di Indonesia tak terkecuali Banyuwangi, kota yang akhir-akhir ini jadi pembicaaran publik karena berbagai penghargaan yang diraih.

Tak main-main, sejak 2016 hingga maret 2019 telah ada 35 kampung KB yang tersebar di beberapa kecamatan di Banyuwangi. Bahkan sejumlah program pun telah disiapkan guna menyukseskan program nasional tersebut, diantaranya: pendewasaan usia nikah (PUP), pemakaian kontrasepsi, ketahanan keluarga dan peningkatan ekonomi produktif. Benarkah hadirnya Kampung KB mampu memberi solusi untuk kesejahteraan rakyat?

Berdasarkan data BKKBN jumlah kampung KB di Jawa Barat telah mencapai lebih dari 1.300. Hal inilah yang membuat Provinsi Jabar menjadi percontohan bagi provinsi lain (19/09/18). Namun dilain sisi keberhasilan yang dicapai tersebut tak selaras dengan kondisi kesejateraan masyarakatnya.

Nyatanya pengangguran masih menjadi masalah yang cukup menonjol di Jawa Barat. Hal ini diakui Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, pihaknya mengaku dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Barat masih ada yang harus dicermati pada masa pemerintahannya saat ini. Masalah tersebut ialah pengangguran terbuka dan masalah ketimpangan yang cukup menonjol di Jabar (29/03/19).

Tak hanya itu, maraknya kasus perceraian di Bogor banyak disebabkan karena masalah ekonomi. Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama kota Bogor Agus Yuspian menuturkan alasan perceraian di kota Bogor semakin bervariasi, penyebab tertinggi yaitu faktor ekonomi dan perselingkuhan (27/02/19). Di daerah lain yang mendapat penghargaan karena berhasil mewujudkan keluarga sejahtera lewat program Kampu KB seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Riau, kondisi kesejahteraan masyarakatnya pun patut dipertanyakan.

Pengangguran masih menjadi masalah utama di Jatim, bahkan Malang menjadi kota dengan pengangguran tertinggi se-Jatim. Parahnya diantara para pengangguran tersebut adalah lulusan sarjana (05/12/18). Tak hanya itu, dalam kasus gugatan perceraian yang tercatat oleh Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang setidaknya ada 5.998 kasus sepanjang tahun 2018 yang disebabkan oleh faktor ekonomi.

Hal ini dibeberkan oleh Supadi, Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang “Yang mendominasi sih faktor ekonomi” (06/12/18). Kondisi serupapun terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Dari catatan Pengadilan Agama Negeri Lombok Tengah, sepanjang Januari-Desember 2018 ada 2500 perkara perceraian yang diajukan, “Faktor ekonomi menjadi pemicu utama perkara perceraian yang masuk di Pengadilan Agama Negeri Lombok Tengah” kata Ketua Pengadilan Agama Negeri Lombok Tengah H. Didi Nurwayudi (26/02/19).

Di Sleman, Jawa Tengah bahkan seorang karyawati nekat mengakhiri hidupnya karena himpitan ekonomi (08/02/19). Fakta-fakta di atas menunjukkan betapa Program nasional Kampung KB yang digadang-gadang pemerintah mampu mensolusi masalah kesejahteraan rakyat terbukti gagal. Kegagalan tersebut diakibatkan solusi yang ditawarkan tak sejalan dengan permasalahan yang sebenarnya.

Di dalam Islam negara wajib menjamin terealisasinya pemenuhan semua kebutuhan primer warganya secara menyeluruh seperti sandang, papan, dan pangan. Caranya adalah dengan mewajibkan setiap laki-laki yang mampu untuk bekerja agar dia bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan primernya sendiri, berikut kebutuhan orang-orang yang nafkahnya menjadi tanggungannya.

Jika orang tersebut sudah tidak mampu bekerja maka Islam mewajibkan kepada anak-anaknya serta ahli warisnya untuk bekerja. Sementara itu jika yang wajib menanggung nafkahnya tidak ada maka Baitul Mal-lah yang wajib memenuhinya. Islam juga mendorong seseorang untuk dapat menikmati rezeki yang halal serta memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai dengan kadar kesanggupan individu tersebut.

Bahkan dalam hal ini, Islam melarang negara mengambil pajak dari harta orang tersebut terkecuali setelah pemenuhan-pemenuhan kebutuhannya tersebut tercukupi. Demikianlah aturan Islam dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Negara tidak berlepas tangan dengan kondisi rakyatnya. Namun dalam cengkraman sistem kapitalisme sebagaimana hari ini, rakyat seolah dibiarkan untuk menuntaskan problemnya sendiri. Karena itulah keberadaan sistem Islam menjadi sangat urgen untuk diterapkan saat ini, sebab hanya dengan syariah Islamlah maka solusi tuntas dalam menyelesaikan persoalan kesejahteraan tersebut dapat terwujud.*

Sri Wahyuni, S.Pd

Guru tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Latest News
Kelompok Bantuan Internasional Sebut Kondisi di Idlib Suriah Telah Mencapai titik krisis

Kelompok Bantuan Internasional Sebut Kondisi di Idlib Suriah Telah Mencapai titik krisis

Senin, 20 May 2019 20:00

Hamas: Tidak Ada Kompromi dalam Kehidupan Sehari-hari bagi Warga Palestina di Gaza

Hamas: Tidak Ada Kompromi dalam Kehidupan Sehari-hari bagi Warga Palestina di Gaza

Senin, 20 May 2019 19:26

Harga Bawang Putih Naik, Rakyat Menjerit

Harga Bawang Putih Naik, Rakyat Menjerit

Senin, 20 May 2019 14:28

Membedah Persoalan Sebab Kematian Mendadak Petugas Pemilu Dari Perspektif Keilmuan

Membedah Persoalan Sebab Kematian Mendadak Petugas Pemilu Dari Perspektif Keilmuan

Senin, 20 May 2019 13:20

Amien Rais Dipanggil Polisi sebagai Saksi Kasus Makar People Power

Amien Rais Dipanggil Polisi sebagai Saksi Kasus Makar People Power

Senin, 20 May 2019 13:16

Dituduh Makar, Lieus Sungkharisma Diciduk Polda Metro Jaya

Dituduh Makar, Lieus Sungkharisma Diciduk Polda Metro Jaya

Senin, 20 May 2019 12:19

Dana Zakat Seharusnya Dikelola Siapa?

Dana Zakat Seharusnya Dikelola Siapa?

Senin, 20 May 2019 11:40

Solusi Stabilitas Harga Pangan Ada di Tangan Penguasa

Solusi Stabilitas Harga Pangan Ada di Tangan Penguasa

Senin, 20 May 2019 10:47

Proyek OBOR China, Indonesia Terancam Terbakar?

Proyek OBOR China, Indonesia Terancam Terbakar?

Senin, 20 May 2019 09:55

Setop Stigma Negatif pada People Power

Setop Stigma Negatif pada People Power

Senin, 20 May 2019 06:01

Polisi adalah Aparat Negara, Bukan Alat Politik Rezim

Polisi adalah Aparat Negara, Bukan Alat Politik Rezim

Senin, 20 May 2019 04:01

Pasukan India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir

Pasukan India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir

Senin, 20 May 2019 01:39

Hendropriyono Tuding Pendukung Prabowo Mulai Ompong

Hendropriyono Tuding Pendukung Prabowo Mulai Ompong

Ahad, 19 May 2019 23:37

Bus Pariwisata Jadi Sasaran Serangan Bom di Mesir

Bus Pariwisata Jadi Sasaran Serangan Bom di Mesir

Ahad, 19 May 2019 23:14

Titik Balik Otoritarian di Rezim Jokowi

Titik Balik Otoritarian di Rezim Jokowi

Ahad, 19 May 2019 23:01

Pengacara Eggi Minta People Power 2014 Diusut

Pengacara Eggi Minta People Power 2014 Diusut

Ahad, 19 May 2019 22:33

Meski Juara, Kursi PDIP Rontok di DKI Jakarta

Meski Juara, Kursi PDIP Rontok di DKI Jakarta

Ahad, 19 May 2019 22:33

Dewan Militer Sudan Lanjutkan Pembicaraan dengan Para Demonstran

Dewan Militer Sudan Lanjutkan Pembicaraan dengan Para Demonstran

Ahad, 19 May 2019 21:42

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 7,9 Persen

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 7,9 Persen

Ahad, 19 May 2019 21:41

Pasukan Irak Klaim Tangkap Komandan Daesh di Mosul

Pasukan Irak Klaim Tangkap Komandan Daesh di Mosul

Ahad, 19 May 2019 21:14


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X