Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.559 views

Bahaya Industri Game, Ironi Making Indonesia 4.0

"Making Indonesia 4.0” adalah slogan yang diluncurkan Kementerian Perindustrian. Dengan slogan ini diharapkan Indonesia bisa berjalan beriringan dengan negara-negara lain di dunia yang sudah lebih dulu mengadopsi Revolusi Industri (RI) 4.0, sehingga Indonesia yang maju bisa diwujudkan. Hal senada juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara “Indonesia Creative Cities Network” di Bandung beberapa waktu lalu. Jokowi menyebut Bandung sebagai kota yang paling siap dan terdepan di Indonesia dalam mewujudkan RI 4.0. Dan yang paling banyak merespon RI 4.0 adalah anak muda. 

Pemerintah berorientasi penerapan RI 4.0 ini bisa dimasukkan dalam kurikulum sekolah agar para pelajar mampu menghadapi tantangan RI 4.0 ini. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Generasi muda kita saat ini justru menjadi obyek (target sasaran) RI 4.0, bukan sebagai subyek (penentu).

Mereka kini menjadi sasaran empuk industri game. Ironisnya, Pemerintah malah mendukung turnamen e-sport/gaming Piala Presiden. Pemerintah menutup mata betapa banyak generasi milenial yang rusak akibat e-sport, gaming, juga konten maksiat. Sudah banyak jatuh korban yang membutuhkan pertolongan, tapi sampai saat ini belum ada rumah sakit atau praktisi medis yang menyiapkan rehabilitasi para pecandu game. 

Inilah akibat jika kemajuan teknologi tidak didasari aqidah yang shahih. Teknologi yang seharusnya membawa kemaslahatan justru menjadi ancaman yang berbahaya bagi manusia. Teknologi yang seharusnya menjadi wasilah untuk terwujudnya rahmat bagi seluruh alam, namun dalam kendali sistem kapitalisme yang memiliki landasan sekulerisme, kemajuan teknologi dimaknai sebagai sarana untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan pengeluaran biaya sekecil-kecilnya. Akhirnya, Revolusi Industri 4.0 di negeri ini jauh panggang dari api, tidak memberi kemaslahatan bagi masyarakat. 

Negara tak mampu melindungi warganya dari serangan industri game global. Tidak ada regulasi yang membatasi industri game, bahkan sebaliknya didukung pemerintah sebagai industri kreatif yang lebih menggiurkan keuntungannya daripada industri film, yaitu mencapai lebih dari Rp 10 trilyun per tahun. Sebuah angka yang membelalakkan mata serakah kapitalisme. Industri media yang memanfaatkan kemajuan teknologi RI 4.0 sungguh dianggap sebagai sumber pundi-pundi emas negara-negara kapitalis yang mengendalikan bisnis ini. Ini bentuk penjajahan gaya baru, yang menjadikan negara-negara Muslim sebagai target market mereka. 

Pernahkah kita bayangkan bagaimana masa depan negeri ini?  Kita bisa saksikan bagaimana dalam sehari saja ribuan bahkan lebih konten-konten negatif menyerang generasi muda dan usia produktif, termasuk di dalamnya game dan e-sport. Dampak kecanduan sudah mewabah, hingga mengakibatkan gangguan mental. 

Game dan medsos dianggap bertanggung jawab terhadap maraknya kriminalitas, kekerasan, dan pergaulan bebas. Bahkan tragedi di Selandia Baru beberapa waktu lalu disinyalir terinspirasi permainan game online. Di dalam negeri sendiri pun tak kalah mengenaskan kisah-kisah para korban kecanduan medsos dan game online.  Ada yang orang tuanya harus membayar tagihan jutaan rupiah, ada yang sampai masuk rumah sakit jiwa, ada yang putus sekolah, drop out dari kampus ternama, dan lain-lain. 

Semua ini membutuhkan solusi segera, dan tidak ada cara lain selain harus melibatkan tiga pilar dalam masyarakat, yaitu ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan peran negara. Di tangan individu yang bertakwa, teknologi akan memberi output yang baik bagi diri dan lingkungannya. Untuk itu, tidak bisa tidak generasi muda kita harus terbina akal dan jiwanya dengan Islam. Kemudian, dakwah berjalan di tengah masyarakat sebagai kontrol. Negara pun memegang peran penting sebagai pengendali demi melindungi rakyatnya. Tentu tugas ini tidak dapat dilakukan oleh negara yang tidak berideologi kuat dan benar. Tugas ini hanya bisa dilakukan oleh negeri yang menerapkan Islam secara kaffah. 

Masihkah kita berharap pada sistem kapitalis liberal ini untuk menyelamatkan generasi? atau menunggu hari demi hari generasi kita rusak pemikiran dengan jiwanya? Justru sistem yang diterapkan di negri kita saat ini adalah biang kerok semua masalah ini. Kerusakan sudah nyata, Allah mengingatkan kita agar segera kembali kepada islam, membina generasi, anak-anak kita dengan islam agar terbentuk kepribadian islam yang mampu membentengi akal & jiwa mereka dari arus liberalistik.. 

Jangan terbawa arus hasutan barat kaum liberal, dan islamphobia tentang wajah buruk sistem Islam Bukalah mata siapa sesungguhnya pembuat kerusakan? Padahal sesungguhnya pemimpin Islam hadir sebagai perisai rakyatnya, menjaga agar tidak ada celah sedikitpun yang bisa merusak aqidah sudah tentu termasuk game dan konten negatif. Pemimpin Islam memiliki departemen media yang bertugas mengawasi dari media yang tak sesuai syariat. Kita diam pada sesuatu yang jelas bahayanya seperti industri game online, tapi kita takut dan merasa terancam dengan sesuatu yang mungkin kita belum mengenalnya. Kepemerintahan Islam sesuatu yang kita lupakan. Hari ini tumbuh gelombang di dunia untuk mengembalikannya seiring kegagalan kapitalisme membentuk tata dunia baru yang damai sejahtera. wallahu'alam bish shawab.*

Rengganis Santuka

Ibu rumah tangga tinggal di Bandung, Jawa Barat 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

Rabu, 20 Jan 2021 12:54

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

Rabu, 20 Jan 2021 12:42

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Rabu, 20 Jan 2021 12:30

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Rabu, 20 Jan 2021 10:55

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Selasa, 19 Jan 2021 22:52

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Selasa, 19 Jan 2021 22:30

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Selasa, 19 Jan 2021 22:11

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

Selasa, 19 Jan 2021 22:00

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Selasa, 19 Jan 2021 20:45

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Selasa, 19 Jan 2021 18:15

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Selasa, 19 Jan 2021 17:00

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Selasa, 19 Jan 2021 15:34

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Selasa, 19 Jan 2021 14:43

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Selasa, 19 Jan 2021 14:35

Dukun pun Dikriminalisasi

Dukun pun Dikriminalisasi

Selasa, 19 Jan 2021 12:55

Telegram Tutup Ratusan Seruan Kekerasan di AS

Telegram Tutup Ratusan Seruan Kekerasan di AS

Selasa, 19 Jan 2021 12:10

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Selasa, 19 Jan 2021 10:44

Renungan Dibalik Bencana

Renungan Dibalik Bencana

Selasa, 19 Jan 2021 08:10

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-200)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-200)

Selasa, 19 Jan 2021 06:26

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Selasa, 19 Jan 2021 00:28


MUI

Must Read!
X