Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.798 views

Pindah Koalisi

Oleh: M Rizal Fadillah (Pengamat Politik)

Sistem Presidensial yang aneh di negeri Indonesia adalah koalisi partai politik. Yang biasa dan dominan koalisi adalah dalam sistem Parlementer. Karenanya pantas bila disebut Indonesia menganut "Quasy Presidential System" Sistem Presidensial semu.

Bersama partai koalisinya Presiden menyusun Kabinet. Secara teoritis Presiden adalah penentu tapi dalam praktek terjadi adu kekuatan dan tekanan dari partai koalisi. Akibatnya bukan "zaken kabinet" tetapi kabinet "bagi bagi korsi". Ini fenomena ketatanegaraan Indonesia. Buruk memang.

Penetapan pemenang Pemilu baik legislatif dan Pilpres yang bertele tele membuka ruang dan waktu permainan. Pemilu 17 April baru ditetapkan KPU Presiden 21 Mei. Jadi 1 bulan lebih. Itupun dengan berakibat pada tragedi 22 Mei. Belum lagi dengan sengketa MK hingga 28 Juni. Praktis dari Pemilu hingga diketahui siapa Presiden RI itu 2(dua) bulan lebih kemudian!

Ruang dan waktu "permainan" itu adalah pendekatan, lobi, dan tawaran jabatan. Hasilnya bisa membelokkan dan memindahkan partai koalisi pendukung. Tentu kubu Prabowo yang menjadi korban. Petahana lebih kuat lobi dan tawaran politiknya.

Partai Demokrat sudah absolut loncat. Gaya Ketumnya yang "baperan" dan punya misi sukses "putera mahkota" lebih mudah tergoda. PAN pun mulai goyang meski di internal tidak solid. Jika putusan MK memutuskan petahana sebagai pemenang maka bisa jadi PAN loncat juga. Amien Rais yang konsisten bisa ditinggalkan.

Partai Demokrat yang lebih pragmatis loncatannya tidak menimbulkan goncangan kader. Sementara PAN akan terjadi kekecewaan pada kader. Konflik internal menjadi terbuka. Faktor Amien Rais tetap berpengaruh. Loncat ke pangkuan Jokowi berisiko. Jokowi bukan Presiden yang disukai rakyat. Rezimnya rentan kooptasi "asing" dan "aseng". Rakyat sedang serius mengkritisi bahkan melawannya. Apalagi diindikasi kemenangan didapat dengan tidak halal.

Demokrat yang "kesana kesini" sejak awal dan fixed menyatakan lepas dari koalisi 02 juga sebenarnya tidak mudah diterima koalisi 01. Mereka adalah pendukung "berkeringat" yang dipaksa harus rela melepas jatah atau konsesinya untuk diberikan kepada "tamu" yang datang diujung. Bukan mustahil posisi Partai Demokrat menjadi terayun ambing. Tidak diterima "kesana kesini" atau dapat satu Menteri hiburan.

Kondisi ini harus menjadi perhatian dan kalkulasi partai yang ikut goyang juga PAN. Jika tidak, bisa berpengaruh terhadap dukungan dan kepercayaan masyarakat di Pemilu 2024. Masa depan yang lebih suram. PBB tenggelam dan PPP yang hampir tergerus harus menjadi pelajaran. Gerindra dan PKS relatif konsisten akhirnya memperoleh dukungan signifikan. PAN tak boleh jadi partai bimbang jika ingin bertahan.

Pindah koalisi adalah penyakit yang dibenci rakyat. Partai pragmatis yang hanya memikirkan kursi adalah cermin yang tak peduli pada aspirasi dan kepentingan rakyat. Ia akan dijauhi oleh rakyat. Rakyat tak suka sinetron. Yang dibutuhkan adalah konsistensi dalam membela rakyat dan membela umat. Partai partai akan selalu diuji apakah masih menjadi partai perjuangan atau partai keuangan. Mengais posisi ataukah bervisi memajukan negeri ? Partai itu tangan pemerintah atau sarana penyalur aspirasi ? Yang lebih ekstrim pertanyaan adalah apakah partai itu pengabdi atau pencuri ?

Jangan sampai nanti ada konklusi bahwa pindah koalisi merupakan kongsi jahat untuk mencuri suara rakyat. Res publica adalah kepentingan publik bukan kepentingan negara atau partai politik.

Selamat untuk tetap menjadi partai perjuangan atau berubah menjadi partai keuangan. Melangkah menuju ketenggelaman karena ikut dalam koalisi keculasan. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Ethok-Ethok Nggeledah

Ethok-Ethok Nggeledah

Rabu, 22 Jan 2020 20:15

HNW Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Jika Cabut Kewajiban Halal

HNW Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Jika Cabut Kewajiban Halal

Rabu, 22 Jan 2020 19:02

Peduli Muslim Uighur, IKA PPI 76 Garut Berikan Bantuan Dana

Peduli Muslim Uighur, IKA PPI 76 Garut Berikan Bantuan Dana

Rabu, 22 Jan 2020 18:16

Kemenag atau Kemen Kegaduhan?

Kemenag atau Kemen Kegaduhan?

Rabu, 22 Jan 2020 18:14

Moderasi Agama, Meng- cover Al Qur'an yang Tidak Kekinian

Moderasi Agama, Meng- cover Al Qur'an yang Tidak Kekinian

Rabu, 22 Jan 2020 17:59

Anggota DPD RI: Ketua Ikatan Gay Tulungagung Pantas Dihukum Kebiri Kimia

Anggota DPD RI: Ketua Ikatan Gay Tulungagung Pantas Dihukum Kebiri Kimia

Rabu, 22 Jan 2020 17:35

Menag Kok Begini

Menag Kok Begini

Rabu, 22 Jan 2020 17:12

Adel Al-Jubeir: Iran 'Sponsor Terbesar Terorisme di Dunia'

Adel Al-Jubeir: Iran 'Sponsor Terbesar Terorisme di Dunia'

Rabu, 22 Jan 2020 15:30

KKKS Diminta Perjelas Target ‘Lifting’ Minyak Nasional

KKKS Diminta Perjelas Target ‘Lifting’ Minyak Nasional

Rabu, 22 Jan 2020 15:18

Laporan: MBS Retas Telepon Pemilik Washington Post Jeff Bezoz Sebelum Pembunuhan Khashoggi

Laporan: MBS Retas Telepon Pemilik Washington Post Jeff Bezoz Sebelum Pembunuhan Khashoggi

Rabu, 22 Jan 2020 14:40

IHW: Omnibus Law Tidak Hapus Kewajiban Sertifikasi Halal

IHW: Omnibus Law Tidak Hapus Kewajiban Sertifikasi Halal

Rabu, 22 Jan 2020 11:44

Standar Kebenaran Islam Adalah Syariat, Bukan Publik Figur

Standar Kebenaran Islam Adalah Syariat, Bukan Publik Figur

Rabu, 22 Jan 2020 11:08

KPAI: Bocah Korban Pencabulan Gay Bisa Jadi Pelaku Jika Tak Ditangani Secara Holistik-Integral

KPAI: Bocah Korban Pencabulan Gay Bisa Jadi Pelaku Jika Tak Ditangani Secara Holistik-Integral

Rabu, 22 Jan 2020 10:39

Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Selasa, 21 Jan 2020 23:08

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Selasa, 21 Jan 2020 22:48

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

Selasa, 21 Jan 2020 22:24

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Selasa, 21 Jan 2020 22:17

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Selasa, 21 Jan 2020 22:05

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Selasa, 21 Jan 2020 21:12

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Selasa, 21 Jan 2020 20:18


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X