Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.744 views

Maskapai Terlarang

Oleh: M Rizal Fadillah (Pengamat Politik)

Harga tiket naik menjadi alasan "sumier" mendatangkan maskapai penerbangan asing dalam melayani kebutuhan penerbangan domestik. Konon, dua puluh delapan maskapai penerbangan China siap beroperasi.

Nah jika demikian lengkap sudah "penguasaan" China di semua matra nusantara. Di darat berbagai proyek pertambangan, infrastruktur dan perdagangan telah dikerjakan. Di laut Menko Maritim rajin menyiapkan dan mengagendakan realisasi investasi BRI dengan pelabuhan laut sebagai "pangkalan" masuk.

Kini di udara akan berseliweran puluhan maskapai penerbangan China. Luar biasa kerja Pak Presiden kita. Tidak ada matra kosong yang tak diisi oleh China ini.

Mengingat secara keseluruhan menjadi kegiatan strategis, maka kerjasama dengan pihak asing seperti ini haruslah melibatkan rakyat. Pembahasan mesti dilakukan dengan wakil rakyat di Parlemen. Karena "kerjasama" baik dengan swasta maupun Pemerintah China akan berdampak luas, khususnya menyangkut kemandirian dan kedaulatan negara dan bangsa. Kebijakan Pemerintah tidak diboleh diambil dan dilakukan sendiri dengan semau-maunya.

Akibat buruk kelak ditanggung masyarakat dan rakyat Indonesia karena pemerintahan itu bisa berganti ganti. Pemerintah bisa lepas tanggungjawab setelah mengeruk keuntungan kolusif, koruptif atau nepotisme. Kasus Mahathir yang mengeluh karena menerima beban imbas dari PM sebelumnya atas kebijakan utang China adalah contoh. Najib akhirnya dituntut hukum dengan ancaman 100 tahun penjara !

Asas cabotage dan UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan sebenarnya tidak membolehkan maskapai asing untuk melayani penerbangan domestik. Asas cabotage bersandarkan pada Pasal 7 Konvensi Chicago 1944. Penggunaan bendera negara setempat untuk transportasi domestik tentu penting untuk menghindari tercabik cabiknya kedaulatan negara. UU No 1 tahun 2009 dalam asas dan tujuan mengaitkan dengan kedaulatan negara.

Pasal 24 dan 25 UU ini menekankan pesawat sipil yang beroperasi di Indonesia harus memiliki tanda pendaftaran dan tak boleh terdaftar di negara lain, boleh milik asing tapi dioperasikan oleh warga atau badan hukum Indonesia. Menurut pengamat penerbangan Alvin Lie tidak ada satu negarapun di dunia menggunakan maskapai asing untuk penerbangan domestik.

Jika dipaksakan maskapai asing diperkenankan beroperasi di Indonesia, di samping bertentangan dengan prinsip penerbangan internasional dan undang undang, juga akan membunuh secara perlahan usaha penerbangan domestik Indonesia sendiri. Bisnis maskapai penerbangan memiliki karakter usaha tersendiri yang berbeda dengan "persaingan bebas" usaha lainnya.

Di samping berbiaya mahal juga perlu proteksi negara untuk kelangsungan usaha. Jangankan menghadapi maskapai asing yang datang dalam persaingan internal sebelumnya saja sudah banyak maskapai domestik bangkrut

Jika Pemerintah Jokowi tetap memaksakan baik secara umum untuk masuknya maskapai asing maupun secara khusus maskapai penerbangan China, maka wajarlah jika rakyat mempertanyakan rasa nasionalisme Presiden. Jika pemimpin negara telah kehilangan rasa nasionalismenya maka yang bersangkutan sudah tak layak lagi memimpin rakyat dan bangsa Indonesia. Dengan mekanisme konstitusional dapat saja rakyat mendesak pemakzulan.

Menggelar karpet merah kepada maskapai asing untuk beroperasi di jalur domestik adalah keliru. Pemimpin yang berkolaborasi dengan negara asing, khususnya negara China, sebaiknya sadar akan masalah serius bangsa Indonesia. Atau sekalian saja sesegera mungkin kolaborator pindah ke wilayah kekaisaran Xi Jinping China. Kita semua akan senang dan bersujud syukur kepada Allah. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Ethok-Ethok Nggeledah

Ethok-Ethok Nggeledah

Rabu, 22 Jan 2020 20:15

HNW Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Jika Cabut Kewajiban Halal

HNW Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Jika Cabut Kewajiban Halal

Rabu, 22 Jan 2020 19:02

Peduli Muslim Uighur, IKA PPI 76 Garut Berikan Bantuan Dana

Peduli Muslim Uighur, IKA PPI 76 Garut Berikan Bantuan Dana

Rabu, 22 Jan 2020 18:16

Kemenag atau Kemen Kegaduhan?

Kemenag atau Kemen Kegaduhan?

Rabu, 22 Jan 2020 18:14

Moderasi Agama, Meng- cover Al Qur'an yang Tidak Kekinian

Moderasi Agama, Meng- cover Al Qur'an yang Tidak Kekinian

Rabu, 22 Jan 2020 17:59

Anggota DPD RI: Ketua Ikatan Gay Tulungagung Pantas Dihukum Kebiri Kimia

Anggota DPD RI: Ketua Ikatan Gay Tulungagung Pantas Dihukum Kebiri Kimia

Rabu, 22 Jan 2020 17:35

Menag Kok Begini

Menag Kok Begini

Rabu, 22 Jan 2020 17:12

Adel Al-Jubeir: Iran 'Sponsor Terbesar Terorisme di Dunia'

Adel Al-Jubeir: Iran 'Sponsor Terbesar Terorisme di Dunia'

Rabu, 22 Jan 2020 15:30

KKKS Diminta Perjelas Target ‘Lifting’ Minyak Nasional

KKKS Diminta Perjelas Target ‘Lifting’ Minyak Nasional

Rabu, 22 Jan 2020 15:18

Laporan: MBS Retas Telepon Pemilik Washington Post Jeff Bezoz Sebelum Pembunuhan Khashoggi

Laporan: MBS Retas Telepon Pemilik Washington Post Jeff Bezoz Sebelum Pembunuhan Khashoggi

Rabu, 22 Jan 2020 14:40

IHW: Omnibus Law Tidak Hapus Kewajiban Sertifikasi Halal

IHW: Omnibus Law Tidak Hapus Kewajiban Sertifikasi Halal

Rabu, 22 Jan 2020 11:44

Standar Kebenaran Islam Adalah Syariat, Bukan Publik Figur

Standar Kebenaran Islam Adalah Syariat, Bukan Publik Figur

Rabu, 22 Jan 2020 11:08

KPAI: Bocah Korban Pencabulan Gay Bisa Jadi Pelaku Jika Tak Ditangani Secara Holistik-Integral

KPAI: Bocah Korban Pencabulan Gay Bisa Jadi Pelaku Jika Tak Ditangani Secara Holistik-Integral

Rabu, 22 Jan 2020 10:39

Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Selasa, 21 Jan 2020 23:08

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Selasa, 21 Jan 2020 22:48

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

Selasa, 21 Jan 2020 22:24

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Selasa, 21 Jan 2020 22:17

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Selasa, 21 Jan 2020 22:05

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Selasa, 21 Jan 2020 21:12

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Selasa, 21 Jan 2020 20:18


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X