Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.885 views

Plus Minus Zonasi

MASA pendaftaran siswa baru telah dibuka. Namun, menyisakan polemik baru. Aksi protes wali murid turut mewarnai perjalanan sistem zonasi. Sempat mencuat aksi protes terkait penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi, muncul di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/6/2019) dan akhirnya viral. Ratusan wali murid yang tergabung dalam Komunitas Orang Tua Peduli Pendidikan Anak (KOMPAK) meminta pemerintah menghentikan proses PPDB dan mendesak Mendikbud Muhadjir Effendy segera dicopot. (tribunnews.com, 20/06/2019).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan sistem zonasi merupakan upaya memotong rantai kemiskinan. Mendikbud mengatakan kebijakan zonasi ditujukan untuk pemerataan akses layanan dan kualitas pendidikan. Mulai dari kurikulum, sebaran guru, sebaran peserta didik, kemudian sarana prasarana akan berbasis zonasi. 

Di sistem zonasi jarak rumah menjadi pertimbangan utama. Dalam aturan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 disebutkan bahwa sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (pemda) wajib menerima calon peserta didik berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah dengan kuota paling sedikit 90% dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

Sistem zonasi memang memilik nilai plus dalam hal maksud dan tujuannya. Pertama, menghilangkan tensi favoritisme sekolah. Adanya  sekolah favorit dan sekolah pinggiran memang menjadi jurang. Seolah terpolarisasi dengan sendirinya mana sekolah anak pintar dan tidak pintar. Dengan adanya zonasi, hal itu bisa diminimalisir meski belum mampu dihilangkan sepenuhnya.

Kedua, mengurangi kasta dalam dunia pendidikan. Semua memiliki hak sama. Anak tidak ‘pintar’ juga berhak merasakan akses layanan dan sarana prasarana pendidikan memadai. Dengan zonasi, setiap siswa bisa menikmati layanan pendidikan secara merata. Tanpa tebang pilih. Ketiga, mengurangi kemacetan dan gaya hidup. Dengan sistem zonasi, kemacetan bisa dikurangi di kota-kota besar. Sebab, para peserta didik tak perlu menempuh jarak jauh untuk bersekolah. Orang tua juga dapat menghemat biaya transportasi sekolah anak-anaknya.

Polemik akibat penerapan kebijakan zonasi juga memiiliki nilai minus yang tak kalah penting. Maksud hati mengurai masalah, apa daya muncul masalah baru pula. Pertama, cara pandang masyarakat tentang favoritisme. Sekolah favorit hanya untuk orang-orang pintar dan kaya. Sementara siswa yang tidak ‘pintar’ hanya bisa bernaung di sekolah alakadarnya. Minim fasilitas dan sarana prasarana. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kehidupan kapitalistik-sekuleristik. Kesuksesan seorang anak hanya diukur dari nilai materi saja. Sekolah bagus dilihat dari fasilitas, tunjangan, dan sarana prasarananya. Budaya kasta dan pandangan materi inilah yang menjadi ciri khas kehidupan kapitalis. Semua dinilai dengan kacamata materi.

Kedua, pemerataan pendidikan tanpa diimbangi dengan sistem pendidikan yang baik hanya menjadi solusi tambal sulam. Adanya kasta, gengsi sekolah hingga perbedaan infrastruktur menjadi titik balik mengapa ada favoritisme dalam dunia pendidikan. Artinya, kehidupan yang ditopang dengan budaya materialis, kapitalis, dan sekuleris sulit mengubah pandangan sebagian masyarakat tentang sekolah. Buktinya, protes wali murid disebabkan anak-anak mereka yang pintar dan bernilai UN tinggi tidak dapat masuk sekolah gegara jarak rumah. Disitulah mereka merasa ada ketidakdilan dan dirugikan dengan kebijakan tersebut.

Ketiga, kebijakan zonasi justru menurunkan gairah belajar anak-anak. Untuk apa belajar rajin jika pada akhirnya gagal masuk sekolah favorit. Artinya, perjuangan mereka menempuh UN seperti sia-sia. Tidak ada gunanya. Sebab, penerimaan peserta didik baru hampir 50% ditetapkan berdasarkan zonasi bukan nilai UN. Inilah yang dikhawatirkan. Anak-anak jadi hilang semangat belajar. Karena akal pintar bukan lagi penentu masuk sekolah. Berganti berdasar meteran.

Akan selalu ada yang merasa tidak puas dengan kebijakan yang ditetapkan. Sebab, kebijakan zonasi sejatinya belumlah menyentuh akar persoalan pendidikan. Kalaupun pemerataan pendidikan terwujud, lantas bagaimana kabar moral generasi? Bisakah selesai dengan zonasi? Zonasi hanyalah masalah administratif. Yang harusnya diperhatikan adalah masalah endemik dalam dunia pendidikan kita, yakni sistem penopangnya. Sistem pendidikan berbasis kapitalislah yang membuat sekolah favorit itu ada, sekolah pintar dan kaya menggejala, slogan ‘sukses pendidikan, sukses materi’ membudaya, dan generasi rusak moralnya. Pembentukan kepribadian dan moral generasi dinomorduakan. Prestasi duniawi diunggulkan. Masalah ukhrowi diatur belakangan. Itulah yang terjadi.

Agar mengurai masalah tak lagi menimbulkan masalah, ubah paradigma pendidikannya. Ubah sistemnya. Ubah perilaku anak bangsanya. Memformat ulang kembali sistem pendidikan kita berbasis Islam. Kesuksesan sistem pendidikan Islam mecetak generasi beriman dan berpengetahuan sudah terbukti selama 13 abad. Masih enggan juga?**

Chusnatul Jannah

Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Kamis, 19 Sep 2019 23:53

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

Kamis, 19 Sep 2019 23:30

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Kamis, 19 Sep 2019 22:03

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 21:56

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Kamis, 19 Sep 2019 21:05

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kamis, 19 Sep 2019 21:00

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Kamis, 19 Sep 2019 20:47

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Kamis, 19 Sep 2019 20:35

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

Kamis, 19 Sep 2019 20:00

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kamis, 19 Sep 2019 19:42

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Kamis, 19 Sep 2019 19:15

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 18:30

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Kamis, 19 Sep 2019 18:24

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

Kamis, 19 Sep 2019 17:44

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Kamis, 19 Sep 2019 10:57

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Kamis, 19 Sep 2019 10:23

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Kamis, 19 Sep 2019 09:23

Menyoal Film The Santri

Menyoal Film The Santri

Kamis, 19 Sep 2019 08:40

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Kamis, 19 Sep 2019 07:34

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Rabu, 18/09/2019 14:09

Fahri: KPK Salah Jalan (4)