Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.728 views

Plus Minus Zonasi

MASA pendaftaran siswa baru telah dibuka. Namun, menyisakan polemik baru. Aksi protes wali murid turut mewarnai perjalanan sistem zonasi. Sempat mencuat aksi protes terkait penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi, muncul di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/6/2019) dan akhirnya viral. Ratusan wali murid yang tergabung dalam Komunitas Orang Tua Peduli Pendidikan Anak (KOMPAK) meminta pemerintah menghentikan proses PPDB dan mendesak Mendikbud Muhadjir Effendy segera dicopot. (tribunnews.com, 20/06/2019).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan sistem zonasi merupakan upaya memotong rantai kemiskinan. Mendikbud mengatakan kebijakan zonasi ditujukan untuk pemerataan akses layanan dan kualitas pendidikan. Mulai dari kurikulum, sebaran guru, sebaran peserta didik, kemudian sarana prasarana akan berbasis zonasi. 

Di sistem zonasi jarak rumah menjadi pertimbangan utama. Dalam aturan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 disebutkan bahwa sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (pemda) wajib menerima calon peserta didik berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah dengan kuota paling sedikit 90% dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

Sistem zonasi memang memilik nilai plus dalam hal maksud dan tujuannya. Pertama, menghilangkan tensi favoritisme sekolah. Adanya  sekolah favorit dan sekolah pinggiran memang menjadi jurang. Seolah terpolarisasi dengan sendirinya mana sekolah anak pintar dan tidak pintar. Dengan adanya zonasi, hal itu bisa diminimalisir meski belum mampu dihilangkan sepenuhnya.

Kedua, mengurangi kasta dalam dunia pendidikan. Semua memiliki hak sama. Anak tidak ‘pintar’ juga berhak merasakan akses layanan dan sarana prasarana pendidikan memadai. Dengan zonasi, setiap siswa bisa menikmati layanan pendidikan secara merata. Tanpa tebang pilih. Ketiga, mengurangi kemacetan dan gaya hidup. Dengan sistem zonasi, kemacetan bisa dikurangi di kota-kota besar. Sebab, para peserta didik tak perlu menempuh jarak jauh untuk bersekolah. Orang tua juga dapat menghemat biaya transportasi sekolah anak-anaknya.

Polemik akibat penerapan kebijakan zonasi juga memiiliki nilai minus yang tak kalah penting. Maksud hati mengurai masalah, apa daya muncul masalah baru pula. Pertama, cara pandang masyarakat tentang favoritisme. Sekolah favorit hanya untuk orang-orang pintar dan kaya. Sementara siswa yang tidak ‘pintar’ hanya bisa bernaung di sekolah alakadarnya. Minim fasilitas dan sarana prasarana. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kehidupan kapitalistik-sekuleristik. Kesuksesan seorang anak hanya diukur dari nilai materi saja. Sekolah bagus dilihat dari fasilitas, tunjangan, dan sarana prasarananya. Budaya kasta dan pandangan materi inilah yang menjadi ciri khas kehidupan kapitalis. Semua dinilai dengan kacamata materi.

Kedua, pemerataan pendidikan tanpa diimbangi dengan sistem pendidikan yang baik hanya menjadi solusi tambal sulam. Adanya kasta, gengsi sekolah hingga perbedaan infrastruktur menjadi titik balik mengapa ada favoritisme dalam dunia pendidikan. Artinya, kehidupan yang ditopang dengan budaya materialis, kapitalis, dan sekuleris sulit mengubah pandangan sebagian masyarakat tentang sekolah. Buktinya, protes wali murid disebabkan anak-anak mereka yang pintar dan bernilai UN tinggi tidak dapat masuk sekolah gegara jarak rumah. Disitulah mereka merasa ada ketidakdilan dan dirugikan dengan kebijakan tersebut.

Ketiga, kebijakan zonasi justru menurunkan gairah belajar anak-anak. Untuk apa belajar rajin jika pada akhirnya gagal masuk sekolah favorit. Artinya, perjuangan mereka menempuh UN seperti sia-sia. Tidak ada gunanya. Sebab, penerimaan peserta didik baru hampir 50% ditetapkan berdasarkan zonasi bukan nilai UN. Inilah yang dikhawatirkan. Anak-anak jadi hilang semangat belajar. Karena akal pintar bukan lagi penentu masuk sekolah. Berganti berdasar meteran.

Akan selalu ada yang merasa tidak puas dengan kebijakan yang ditetapkan. Sebab, kebijakan zonasi sejatinya belumlah menyentuh akar persoalan pendidikan. Kalaupun pemerataan pendidikan terwujud, lantas bagaimana kabar moral generasi? Bisakah selesai dengan zonasi? Zonasi hanyalah masalah administratif. Yang harusnya diperhatikan adalah masalah endemik dalam dunia pendidikan kita, yakni sistem penopangnya. Sistem pendidikan berbasis kapitalislah yang membuat sekolah favorit itu ada, sekolah pintar dan kaya menggejala, slogan ‘sukses pendidikan, sukses materi’ membudaya, dan generasi rusak moralnya. Pembentukan kepribadian dan moral generasi dinomorduakan. Prestasi duniawi diunggulkan. Masalah ukhrowi diatur belakangan. Itulah yang terjadi.

Agar mengurai masalah tak lagi menimbulkan masalah, ubah paradigma pendidikannya. Ubah sistemnya. Ubah perilaku anak bangsanya. Memformat ulang kembali sistem pendidikan kita berbasis Islam. Kesuksesan sistem pendidikan Islam mecetak generasi beriman dan berpengetahuan sudah terbukti selama 13 abad. Masih enggan juga?**

Chusnatul Jannah

Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Korban Serangan Rezim Suriah dan Rusia di Pasar Idlib Naik Jadi 38 Orang

Korban Serangan Rezim Suriah dan Rusia di Pasar Idlib Naik Jadi 38 Orang

Selasa, 23 Jul 2019 13:15

Inggris Akan Bentuk Pasukan Perlindungan Maritim Pimpinan Eropa di Teluk

Inggris Akan Bentuk Pasukan Perlindungan Maritim Pimpinan Eropa di Teluk

Selasa, 23 Jul 2019 13:15

Turki Deportasi Sekitar 1000 Pengungsi Suriah ke Wilayah Dilanda Perang  Idlib

Turki Deportasi Sekitar 1000 Pengungsi Suriah ke Wilayah Dilanda Perang Idlib

Selasa, 23 Jul 2019 12:15

Bom Mobil Meledak di Dekat Bandara Mogadishu Somalia

Bom Mobil Meledak di Dekat Bandara Mogadishu Somalia

Selasa, 23 Jul 2019 12:12

Pemimpin Partai Islam Ennahda Tunisia akan Maju dalam Pemilu Parlemen

Pemimpin Partai Islam Ennahda Tunisia akan Maju dalam Pemilu Parlemen

Selasa, 23 Jul 2019 12:04

Pasukan Nigeria Bentrok dengan Demonstran Syiah, 4 Orang Tewas

Pasukan Nigeria Bentrok dengan Demonstran Syiah, 4 Orang Tewas

Selasa, 23 Jul 2019 11:56

Utusan AS akan Kembali ke Afghanistan dan Qatar untuk Negosiasi Damai dengan Taliban

Utusan AS akan Kembali ke Afghanistan dan Qatar untuk Negosiasi Damai dengan Taliban

Selasa, 23 Jul 2019 11:49

Fenomena Banyaknya Anggota Polri Ikut Capim KPK

Fenomena Banyaknya Anggota Polri Ikut Capim KPK

Selasa, 23 Jul 2019 11:47

Tentara AS Kirimkan Puluhan Truk Logistik dan Peralatan Militer ke Milisi Kurdi di Hasaka

Tentara AS Kirimkan Puluhan Truk Logistik dan Peralatan Militer ke Milisi Kurdi di Hasaka

Selasa, 23 Jul 2019 11:15

Jokowi, Melawan Hukum, dan Kehutanan

Jokowi, Melawan Hukum, dan Kehutanan

Selasa, 23 Jul 2019 10:47

Kalimat Tauhid: Simbol untuk Mati

Kalimat Tauhid: Simbol untuk Mati

Selasa, 23 Jul 2019 09:47

Viral Bandara Soeta Dijual, Ini Kata Kemkominfo

Viral Bandara Soeta Dijual, Ini Kata Kemkominfo

Selasa, 23 Jul 2019 09:47

Utang, Cina, dan Jebakan

Utang, Cina, dan Jebakan

Selasa, 23 Jul 2019 09:47

Benarkah Ali bin Abi Thalib Pernah ke Garut?

Benarkah Ali bin Abi Thalib Pernah ke Garut?

Selasa, 23 Jul 2019 09:22

Dua Garis Biru, Edukasi atau Racuni Remaja?

Dua Garis Biru, Edukasi atau Racuni Remaja?

Selasa, 23 Jul 2019 04:12

Investasi Asing, Penjajahan atau Menguntungkan?

Investasi Asing, Penjajahan atau Menguntungkan?

Selasa, 23 Jul 2019 00:57

Nunung Bukanlah yang Terakhir

Nunung Bukanlah yang Terakhir

Senin, 22 Jul 2019 23:52

Kurbanmu Bentuk Syukurmu

Kurbanmu Bentuk Syukurmu

Senin, 22 Jul 2019 23:22

Dewan Dakwah Bahas Perkembangan Pembangunan Akademi Dakwah Provinsi Jawa Barat

Dewan Dakwah Bahas Perkembangan Pembangunan Akademi Dakwah Provinsi Jawa Barat

Senin, 22 Jul 2019 23:03

Sudah 30 Tahun Berlalu, Direktur Jamiah An-Nuury Kuwait Kembali Shalat di Masjid Dewan Dakwah

Sudah 30 Tahun Berlalu, Direktur Jamiah An-Nuury Kuwait Kembali Shalat di Masjid Dewan Dakwah

Senin, 22 Jul 2019 22:59


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X