Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.293 views

Rekonsialisasi Partai

Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik)

Jokowi Ma'ruf baru ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang. Kini masih disengketakan MK dan baru diputus 27 Juni 2019 sehari lebih cepat dari waktu maksimalnya. Pengunjung berdatangan menuntut keadilan dan untuk mendengarkan putusan. Sambil acara halal bil halal 212.

Begitulah "panitia" merancang acara. Memang hak warga untuk datang dan "hak" penguasa seperti biasa untuk mencegah. Namun seperti biasa pula "psy war" penghalangan tidak sepenuhnya efektif. Pola aksi damai dan halal bil halal diharapkan berakhir damai dan "halal" meskipun selalu ada saja kekuatan "haram" yang mencoba menyusup dan membuat "agenda haram" untuk memanfaatkan kerumunan.

Peserta aksi tak pernah kapok karena semangatnya memang membela kebenaran dan kejujuran. Jika rezim mencoba mengotak atik maka hal itu bisa menyebabkan "off side" langkah. Dosapun menjadi menumpuk. Tumpukan yang akan sampai pada "ledakan dahsyat" yang menghancurkan rezim pengotak atik itu sendiri. Makar terhadap rakyat adalah bom bunuh diri.

Di tengah proses menuju putusan MK, Jokowi yang dimenangkan KPU mulai melakukan aksi pencitraan sebagai "pemenang". Menawarkan "rekonsiliasi" kepada lawan kompetisi. Baik personal maupun langsung institusi partai. Partai koalisi mulai diobrak abrik dengan sejumlah konsesi. Ada yang kepincut ada yang terbelah ada pula yang menimbang nimbang.

Demokrat, PAN, PKS bahkan Gerindra pun digoda. Pemain watak mulai muncul dari elemen partai partai tersebut. Demokrat korban pertama. Yang lain masih "bermain-main". Jika pola pencitraan mampu mempengaruhi MK dengan memenangkan Jokowi Ma'ruf maka bisa diprediksi koalisi "Indonesia menang" akan berantakan. Komitmen kebersamaan dapat dikalahkan oleh kalkulasi kepartaian.

Partai partai koalisi menjadi merasa bebas bermanuver karena telah merasa aman dengan kursi yang dimiliki. Pileg telah memastikan posisi kursi masing-masing. Lambaian "good bye" untuk Pilpres yang dianggap selesai di MK. Tak berfikir partai akan berdarah darah untuk perjuangan politik melawan Presiden yang mendapat jabatan dengan cara curang. Tahapan kini adalah mengamankan kursi dan mencari posisi. Kalah tapi tak tereliminasi.

Persoalan seriusnya adalah rakyat yang terabaikan. Relawan dan pendukung serta rakya pemilih yang berharap terjadi perubahan akan merasa kecewa dan terkhianati oleh rekonsiliasi partai. Bagi rakyat, ini bukan masalah kursi atau posisi melainkan masalah "dignity", "ideology", atau "souvereignity". Masalah "democracy", "welfare", "freedom" bahkan "human right".

Persoalan substansi sebagai rakyat yang katanya berdaulat. Rakyat akan menganggap suara mereka telah dicuri, dirampok, dan diperjualbelikan dengan sejumlah posisi baik Menteri, Komisaris, atau jabatan birokrasi lain. Ini penghianatan setelah partai "mengemis habis" minta dukungan suara. Kejahatan politik dilakukan partai politik yang tak peduli pada hati nurani dan aspirasi rakyat.

Relawan dan para aktivis datang ke MK untuk mendapat kepastian Prabowo Sandi sebagai pemenang. Berjuang pula agar koalisi partai pendukung sukses dan dipercaya untuk dapat menjalankan roda pemerintahan. Akan tetapi nyatanya tidak diimbangi dengan semangat para petinggi partai untuk menginstruksikan atau mengerahkan pengurus dan kader serta konstituen pemilih untuk berpartisipasi bersama rakyat ikut dalam mengupayakan putusan MK yang menggembirakan tersebut.

Terjadi kesenjangan antara perjuangan partai politik dengan rakyat. Kemana para Ketua Umum dan pembesarnya berorientasi? Apakah sedang berekonsiliasi tanpa orientasi kepentingan rakyat? Pengecutkah atau berjuang hanya mengais keuntungan partai, kelompok, atau pribadi sendiri?.

Rekonsialisasi partai dengan mengabaikan perasaan politik rakyat adalah penghianatan yang menyakitkan. Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri. Lalu partai tinggal memetik buah. itu namanya zalim.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Kamis, 19 Sep 2019 23:53

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

Kamis, 19 Sep 2019 23:30

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Kamis, 19 Sep 2019 22:03

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 21:56

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Kamis, 19 Sep 2019 21:05

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kamis, 19 Sep 2019 21:00

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Kamis, 19 Sep 2019 20:47

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Kamis, 19 Sep 2019 20:35

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

Kamis, 19 Sep 2019 20:00

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kamis, 19 Sep 2019 19:42

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Kamis, 19 Sep 2019 19:15

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 18:30

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Kamis, 19 Sep 2019 18:24

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

Kamis, 19 Sep 2019 17:44

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Kamis, 19 Sep 2019 10:57

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Kamis, 19 Sep 2019 10:23

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Kamis, 19 Sep 2019 09:23

Menyoal Film The Santri

Menyoal Film The Santri

Kamis, 19 Sep 2019 08:40

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Kamis, 19 Sep 2019 07:34

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X