Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.291 views

Grasi Bagi Pedofili, Angin Surga Bagi Pemangsa

GERAM. Mungkin itu bahasa yang sanggup diungkapkan, melihat kenyataan yang tak semanis harapan. Entah bagi orang tua korban mungkin akan lebih dari itu, luka yang masih menganga karena buah hatinya menjadi korban, kini bertambah perih  karena sang predator kelamin anak kini dibebaskan atas belas kasih dan hak istimewa seorang presiden.

Neil Bantleman  dipenjarakan karena kasus pelecehen/pedofili yang dilakukan bersama rekannyaFerdinant Tjong di sekolah internasional (JIS) dengan masa hukuman penjara selama 11 tahun sejak  2015 lalu, baru menjalani 1/3 masa tahananya. Namun telah mendapat perhatian istimewa dari seorang presiden hingga akhirnya memberikan keringanan bahkan membebaskannya  dengan grasi Juni 2019.

Apa yang menjadi pertimbangan presiden sampai mau mengeluarkan hak istimewanya? Apakah sedemikian istimewa kedudukan seorang pedofilia asing di negeri ini? Sampai-sampai mengorbankan dan melukai hati warga negara sendiri? Apakah sudah diantisipasi dampak dari grasi yang diberikan itu bagi pemberantasan pelaku kejahatan seksual pada anak dan penegakan hukum yang berkeadilan?

Grasi memang hak istimewa seorang presiden, namun alangkah lebih bijaksana jika tidak sembarangan memberikan grasinya tersebut. Sebagai pemimpin tentu harus berpandangan jauh ke depan menimbang dengan matang sebelum memutuskan. Justru dengan pemberian grasi ini akan membuat predator-predator kelamin anak baik pelaku dalam negeri sendiri maupun asing semakin menjadi dan mendapat "angin surga" karena terindikasi melindungi pedofilia.

Grasi yang diberikan dapat memberikan gambaran buruk penerapan hukum di negara ini, karena masa tahanan yang dijalani belum cukup syarat menerima grasi. Padahal, masih banyak kasus yang tentunya lebih layak untuk menerima grasi, seperti pemberian grasi kepada Ustadz Abu Bakar Baasyir, nenek pencuri beras, nenek pencuri coklat dan masih banyak lagi yang lainnya.

Inilah realita dalam demokrasi, hukum bisa dipermainkan dan berubah disesuaikan kondisi. Seorang pelaku kejahatan sudah seharusnya mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya, memberikan keadilan bagi korban dan memberikan efek jera bagi pelaku. Namun, dengan kejadian ini justru berbalik, orang tua dan masyarakat umum akan semakin was-was dan tidak ada ketenangan ketika meninggalkan anaknya baik itu untuk sekolah atau lainnya.

Pelaku pedofilia akan tergoda untuk melakukan hal serupa karena merasa hukuman yang terlalu ringan. Alih-alih ingin memberantasnya, justru dengan grasi ini Indonesia akan menjadi wilayah tujuan predator pedofilia baik dari luar maupun dalam negeri.

Inilah tugas seorang pemimpin untuk melindungi rakyatnya dan sebagai perisai umatnya.  Seorang pemimpin harus bisa memberikan kenyamanan, keamanan, keadilan, kesejahteraan bagi warganya. Seorang pemimpin/imam suatu kaum harus yang paling banyak membaca dan menguasai Al-Qur'an. Dengan Al-Qur'an akan membimbingnya dengan kebenaran dan keputusannya memberi keadilan.

Dalam kepemimpinan Islam, hanya mendasarkan setiap perbuatanya terikat dengan hukum syara. Jika syara membolehkan maka akan dilakukan. Sebaliknya,  jika syara melarang maka tidak akan dilaksanakan. Selamanya hukum syara tidak berubah meskipun zaman berubah karena hakikatnya yang mengalami perubahan hanyalah alat dan pelakunya, sedangkan perbuatannya tetap.

Dengan sistem dan pemimpin Islam, kejahatan seksual pada anak atau pedofilia akan dapat dihapuskan hingga tak akan ada lagi yang terpikir untuk mengulangi dan berbuat kejahatan yang sama, karena keadilan hukum dalam penerapan syariat Islam.*

Ndarie Rahardjo

Guru PAUD tinggal di Depok, Jawa Barat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Mask Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Mask Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Senin, 17 Feb 2020 15:38

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Senin, 17 Feb 2020 14:05

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Senin, 17 Feb 2020 13:53

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Senin, 17 Feb 2020 08:54

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Senin, 17 Feb 2020 08:05

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Ahad, 16 Feb 2020 20:35

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Ahad, 16 Feb 2020 20:11

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Ahad, 16 Feb 2020 17:19

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Ahad, 16 Feb 2020 17:15

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Ahad, 16 Feb 2020 16:17

The 2nd HIEX 2020, Ratusan Produk Halal dan Syariah Hadir di Pameran Halal Terbesar di Indonesia

The 2nd HIEX 2020, Ratusan Produk Halal dan Syariah Hadir di Pameran Halal Terbesar di Indonesia

Ahad, 16 Feb 2020 16:14

Urun Modal Syirkah Bebas Riba di RM Padang Express 02

Urun Modal Syirkah Bebas Riba di RM Padang Express 02

Ahad, 16 Feb 2020 16:08

Ratusan Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020 di Binjai

Ratusan Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020 di Binjai

Ahad, 16 Feb 2020 15:27


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X