Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.626 views

Antara Habibie dan Jokowi

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Dari Allah pasti akan kembali kepada Allah. Termasuk Bacharuddin Jusuf Habibie. Akrab dipanggil B.J. Habibie. Manusia jenius yang dimiliki bangsa ini telah berpulang. Kematian menjemputnya setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.

Dua hari sebelumnya kabar hoak terkait wafatnya bertebaran di medsos. Feelingku begitu kuat bahwa kabar itu akan jadi nyata. Mulut aku kunci sekuat tenaga, takut dianggap sebagai pengamat kematian. Ini hanya soal feeling. Ada yang bilang intuisi. Ini salah satu dari sekian intuisiku tentang kematian. Mistis lu...

Rakyat Indonesia berduka. Habibie adalah satu diantara orang terbaik di negeri ini. Seorang ilmuan yang tidak saja banyak karya dan kontribusinya, tapi juga berdedikasi dan punya integriti. Jujur, lugu dan apa adanya. Kapasitas dan integritasnya layak jadi teladan bangsa ini. Kepolosonnya dalam bicara, mimik dan sikap tak memungkinkannya untuk melakukan branding diri dan pencitraan.

Hari dimana malaikat maut menjemputnya pulang di usianya yang ke 83 tahun, satu persatu kesaksian tentang hebatnya Habibie muncul. Mulai dari keberhasilannya membina keluarga, hingga kesuksesannya menyelamatkan negeri ini dari krisis. Entah sudah berapa banyak para tokoh dan penulis membuat kesaksian itu. Lalu lintas media dan medsos padat dengan berbagai kesaksian itu. Foto-foto kenangan bersama Habibie bermunculan. Mulai dari tokoh, ustaz, politisi, wartawan dan aktifis, sampai orang biasa yang tak dikenal publik.

Kalau ukuran masuk surga adalah banyaknya kesaksian baik itu, maka Habibie sudah memenuhi syarat. Itu juga jadi harapan dan doa rakyat Indonesia. Mungkin juga doa rakyat Jerman dimana Habibie tak bisa dianggap kecil kontribusinya di salah satu negara Eropa itu.

Kendati Habibie orang baik, pintar dan hebat, toh bangsa ini pernah tak menghendaki tokoh kelahiran Parepare 25 Juni 1936 ini jadi presiden. Ini terjadi di tahun 1999. Laporan Pertanggungjawaban Habibie sebagai presiden ditolak di sidang MPR. Satu-satunya faktor, jika boleh dibilang begitu, adalah lepasnya Timor Timur dari Indonesia. Tak ada ruang dan kesempatan bagi alumni ITB ini untuk mencalonkan diri jadi presiden. Habibie berbesar hati, dan menyadari kegagalannya. Tak terlihat upaya untuk "ngotot" mencalonkan diri. Dan memang, tampak Habibie bukan tipe manusia yang ambisius untuk menjadi presiden.

Lagi-lagi ini soal nasib. Untuk menjadi presiden tidak saja butuh syarat baik, jujur dan pintar, berkapasitas dan punya integritas, tapi juga nasib baik. Faktor terakhir inilah yang menentukan.

Beda Habibie, beda Jokowi. Untuk Jokowi, modal Esemka cukup untuk mensukseskannya jadi Gubernur DKI dan kemudian jadi presiden. Bahkan dua periode. Ini soal nasib. Kendati banyak yang mempersoalkan janji politiknya. Tapi, Jokowi punya takdir yang tak dimiliki Habibi.

Ternyata, pengalaman dan kehebatan membuat kapal terbang kalah nasib dengan mobil Esemkanya anak-anak dari tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surakarta binaan pemilik bengkel bernama Sukiat.

Sekali lagi, ini bukan soal kehebatan. Ini bukan soal kapasity dan integrity. Bukan soal baik dan pintar. Tapi ini soal nasib. "Wong pinter kalah Karo wong bejo", begitu kata pepatah Jawa. Hanya Tuhan yang punya otoritas untuk menentukan variabel bejo itu.

Membandingkan integritas dan kapasitas kedua presiden ini akan menjadi pelajaran penting dan berharga bagi bangsa ini untuk menatap masa depannya. Khususnya di dalam memaknai kembali visi bangsa dan praktek demokrasi yang selama ini berjalan di negeri ini. Sebab, setiap sistem dan praktek demokrasi akan menentukan setidaknya dua hal. Pertama, tipe pemimpin seperti apa yang akan lahir. Kedua, bagaimana nasib bangsa ini kedepan.

Selamat Jalan B.J. Habibie, engkau telah mewariskan banyak hal berharga bagi bangsa ini. Terutama kejujuran, ketulusan, komitmen dan bagaimana mendedikasikan seluruh hidup untuk bangsa dan negara ini. Hari ini, doa dan harapan kami  turut mengantarmu ke surga. Semoga para pemimpin bangsa setelahmu, termasuk Pak Jokowi, mau belajar dan bisa mewarisi dedikasimu dalam membangun bangsa ini. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 12/9/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Rabu, 23 Sep 2020 11:29

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Rabu, 23 Sep 2020 11:00

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Rabu, 23 Sep 2020 05:24

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Selasa, 22 Sep 2020 22:15

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 22 Sep 2020 22:13

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 21:21

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Selasa, 22 Sep 2020 21:15

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Selasa, 22 Sep 2020 21:00

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Selasa, 22 Sep 2020 20:18

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Selasa, 22 Sep 2020 18:19

Pasangan Didin Hafidhuddin dan Adian Husaini Pimpin Dewan Dakwah

Pasangan Didin Hafidhuddin dan Adian Husaini Pimpin Dewan Dakwah

Selasa, 22 Sep 2020 18:07

Ikhwanul Muslimin Akan Ambil Bagian Dalam Pemilu di Yordania

Ikhwanul Muslimin Akan Ambil Bagian Dalam Pemilu di Yordania

Selasa, 22 Sep 2020 17:45

Gara-Gara ''New Normal'', Indonesia Gak Kunjung Normal

Gara-Gara ''New Normal'', Indonesia Gak Kunjung Normal

Selasa, 22 Sep 2020 16:18

Wah, Ada Ngabaliniyah

Wah, Ada Ngabaliniyah

Selasa, 22 Sep 2020 14:00

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah tentang Penanganan Covid-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah tentang Penanganan Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 09:57

Kasus Positif Harian Tembus 4.000, Anggota Komisi IX Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Kasus Positif Harian Tembus 4.000, Anggota Komisi IX Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Selasa, 22 Sep 2020 08:50

Legislator: Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Legislator: Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Selasa, 22 Sep 2020 07:47

Banyak Desakan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Diminta Lakukan Analisis Serius

Banyak Desakan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Diminta Lakukan Analisis Serius

Selasa, 22 Sep 2020 06:57

Bedah Buku 'Bau Amis Komunis' Karya Rizal Fadillah

Bedah Buku 'Bau Amis Komunis' Karya Rizal Fadillah

Selasa, 22 Sep 2020 06:35

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 21:20


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X