Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.773 views

Bullying, Problem yang Masih Terus Berlanjut

BULLYING. Satu kata yang seringkali menjadi perbincangan setiap tahunnya. Bullying berasal dari kata 'bully', yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya “ancaman” yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kekuasaan terhadap orang lain yang lebih lemah dengan tujuan untuk menyakiti orang tersebut.
 
Dewasa ini, bullying menjadi sebuah istilah populer yang bermakna kekerasan di kalangan pelajar. Seorang pelajar dikatakan sebagai korban bullying ketika ia diketahui terkena tindakan negatif oleh seorang pelajar atau sekelompok pelajar lain. 
 
Tindakan tersebut termasuk melukai atau membuat korban merasa tidak nyaman baik secara verbal, fisik maupun tindakan lain seperti memasang muka dan melakukan gerakan tubuh yang melecehkan atau mengasingkan korban dari kelompoknya.
 
Tak mengherankan, saat ini dunia pendidikan kembali digemparkan oleh kasus bullying. Disadari atau tidak, kasus semacam ini kerap kali terjadi di dunia pendidikan yang sampai saat ini belum ada tindakan nyata untuk mencegahnya sehingga kasus bullying berulang kali terjadi setiap tahunnya. 
 
Bahkan lebih mirisnya, hari ini bullying yang terjadi sudah mengarah ke ranah kekerasan fisik. KPAI mencatat dalam kurun waktu 9 tahun dari 2011 sampai 2019, ada 37.381 pengaduan. Untuk Bullying baik di pendidikan maupun sosial media mencapai 2.473 laporan.
 
Bahkan Januari sampai Februari 2020, setiap hari publik kerap disuguhi berita fenomena kekerasan anak. Seperti siswa yang jarinya harus diamputasi, kemudian siswa yang ditemukan meninggal di gorong gorong sekolah, serta siswa yang ditendang lalu meninggal.
 
"Tentunya ini sangat disadari dan menjadi keprihatinan bersama.
 
Kalau melihat skala dampak yang disebabkan dari 3 peristiwa diatas, memperlihatkan gangguan perilaku yang dialami anak. Gangguan perilaku tersebut perlu diantisipasi sejak awal," kata Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, Sabtu (8/2/2020).
 
Menurut Jasra pemicu bullying sangat banyak. Seperti tontonan kekerasan, dampak negatif gawai, penghakiman media sosial.
 
"Dan itu kisah yang berulang, karena bisa diputar balik kapan saja oleh anak, tidak ada batasan untuk anak anak mengkonsumsinya kembali," tuturnya.
Jasra menambahkan, Fenomena paparan kekerasan sangat represif masuk ke kehidupan anak dari berbagai media. Tentunya fenomena jaman ini, perlu menstimulan sekolah untuk membaca kondisi kejiwaan setiap siswanya. Artinya sangat tidak cukup sekolah hanya memiliki 1 guru konseling.
 
"Bahwa kedepan guru konseling bukan profesi sampingan, apalagi dibebankan juga dengan mengajar," tuturnya. (inilah.com)
 
Bullying kian kerap terjadi dikalangan pelajar mulai tingkat SD sampai SMA sekalipun ,contoh nya kasus bullyng yang pernah viral dibeberapa tahun lalu yaitu kasus audrey siswi SMP PONTIANAK ,yang menjadi korban dari kekerasan bullyng ,pengeroyokan serta penganiayaan oleh 12 orang siswi SMA. (tribunnews, 10/4/2019). Kasus ini menjadi viral setelah dilakukan sebuah petisi di change.org dengan tagar #JusticeForAudrey yang sudah menjadi trending topik dunia.
 
Lebih parahnya lagi, pelaku yang mengeroyok berperilaku seolah-olah tidak bersalah dalam hal ini. Bahkan dari video yang tersebar di media, pelaku dengan santainya berpose di kantor polisi bahkan mengupload videonya di sosial media. Mereka juga mengaku tidak takut melakukan bullying karena merasa memiliki “bekingan”.
 
Jika kita melihat perilaku mereka, tentu dada kita akan merasa sesak. Mengapa ada generasi yang berbuat keji seperti itu? Sudah tak punya malukah mereka? Atau, sudah hilangkah keimanan dalam dada mereka? Namun perlu kita ketahui bersama, sebenarnya mereka semua adalah korban dari kesalahan penerapan sistem saat ini. Mengapa demikian?
 
Pertama, pendidikan yang sekuler (memisahkan agama dari dunia pendidikan) menjadi akar persoalan yang mempengaruhi perilaku siswa yang semakin sulit diatur. Siswa yang tidak diberikan pendidikan yang tidak bersinergi dengan pendidikan agama menjadi hasil dari sekularisasi di dunia pendidikan. Alhasil, output yang dihasilkan dari pendidikan ini adalah siswa yang jauh dari pemahaman agama, dan terkikis akidahnya, bahkan berani melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama.
 
Kedua, media/tontonan saat ini juga cenderung sekuler bahkan tanpa filter. Anak bebas mengakses tontonan yang sangat tidak mendidik seperti film tawuran, pacaran, seks bebas, dll. Tentu semacam ini akan menjadi faktor dari perbuatan asusila yang menyerang generasi bangsa saat ini. Pada akhirnya tontonan seperti itu mudah ditiru dan dipraktekkan dalam kehidupan nyata.
 
Ketiga, tidak adanya ketakwaan individu, masyarakat, dan negara. Penerapan sistem sekuler-liberal di segala bidangnya akan melahirkan generasi yang sekuler dan liberal. Mereka diberi kebebasan dalam menjalani kehidupan yang mereka inginkan. Tentu, kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan tanpa batas dalam segala aspek. Termasuk aspek bertingkah laku. Ditambah lagi dengan adanya payung hukum HAM, maka akan menjadikan generasi berbuat semaunya bahkan berbuat kekerasan sekalipun dengan dalih Hak Asasinya.
 
Maka, jangan heran jika potret generasi saat ini jauh dari harapan. Generasi yang seharusnya menjadi tonggak peradaban, kini berubah menjadi generasi brutal tanpa arah. Generasi diserang dari berbagai arah dengan suntikan paham sekularisme. Dan ini sudah menjadi Problem Akut Didunia, tak Hanya Di Indonesia melainkan tingkat dunia.
 
Islam memandang bahwa menjaga generasi bukan hanya tugas orang tua maupun guru, akan tetapi juga butuh peran negara dan masyarakat. Negara memiliki andil yang sangat besar dalam menyaring segala tontonan di media apapun yang berpengaruh besar terhadap pembentukan generasi. Tak hanya sekedar memfilter media, namun negara juga punya tanggung jawab besar untuk melindungi generasi dari segala ancaman yang akan terjadi.
 
Begitupun masyarakat, mereka juga memiliki andil yang besar untuk menasehati, mengajak pada kebaikan, dan mencegah tindakan yang buruk. Sebab, jika hanya orangtua yang berperan dalam menjaga generasi muda, sedangkan lingkungan masyarakat dan negaranya tidak mendukung, maka tidak menutup kemungkinan anak akan terkontaminasi dengan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar.
 
Oleh sebab itu, peran orangtua sangat penting dalam membentuk generasi yang baik. Dukungan sistem kehidupan yang diterapkan negara dan kontrol masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif juga sangat diperlukan. Tentu, sistem kehidupan yang berasal dari Al-Khaliq (Sang Pencipta) yang akan membawa kebaikan dan rahmat bagi seluruh alam.
 
Sedangkan penerapan aturan Islam secara sistematis secara sempurna akan melahirkan individu yang bertakwa serta mencetak generasi yang memiliki visi hidup yang jelas (visioner) yang akan menjadi tonggak bagi peradaban bangsa. Generasi yang diliputi rasa iman dan takwa tidak akan berani melakukan tindakan amoral dan keji karena di dalam hati mereka sudah tertanam kebaikan, dan diliputi rasa takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Wallahu a’lam bish-shawwab.*
 
Nurul Hariani
Mahasiswi UINSU Medan dan Aktivis Muslimah Dakwah Comunity

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Rabu, 30 Sep 2020 08:25

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Rabu, 30 Sep 2020 06:35

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Rabu, 30 Sep 2020 05:59

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Selasa, 29 Sep 2020 23:53

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Selasa, 29 Sep 2020 22:54

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Selasa, 29 Sep 2020 22:30

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Selasa, 29 Sep 2020 22:07

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Selasa, 29 Sep 2020 21:41

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Selasa, 29 Sep 2020 21:30

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Selasa, 29 Sep 2020 20:55

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Selasa, 29 Sep 2020 20:51

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Selasa, 29 Sep 2020 20:50

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

Selasa, 29 Sep 2020 20:37

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Selasa, 29 Sep 2020 20:15

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Selasa, 29 Sep 2020 19:57

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Selasa, 29 Sep 2020 19:45

DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

Selasa, 29 Sep 2020 14:46

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Selasa, 29 Sep 2020 13:37

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Selasa, 29 Sep 2020 13:27

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Selasa, 29 Sep 2020 12:33


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X