Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.488 views

‘Pernikahan Massal’ ala Mendikbud

 

Oleh:

Siti Maftukhah, SE

Aktivis Muslimah Pasuruan

 

BEBERAPA menteri era Jokowi periode ini memang penuh dengan kejutan. Mereka selalu membuat gebrakan-gebrakan. Begitu juga menteri yang satu ini yaitu Mendikbud Nadhim Makarim. Setelah membuat kebijakan ‘merdeka belajar’, kini Mendikbud meluncurkan kebijakan baru yaitu memberi kebebasan kepada perguruan tinggi untuk menciptakan program studi (prodi) baru. Maka dibutuhkan ‘pernikahan massal’, yaitu kolaborasi antara universitas dan berbagai macam pihak di luar universitas untuk menciptakan program studi-program studi baru.

Syaratnya, perguruan tinggi tersebut telah berakreditasi A dan B serta sudah memiliki kerja sama dengan perusahaan berkelas dunia. Universitas dengan akreditasi A dan B tidak perlu melakukan proses perijinan untuk membuka prodi di Kementerian, tidak perlu lagi dicocokkan dengan rumpun ilmu yang mana, ketetapan yang mana, asal bisa membuktikan mereka telah melakukan kerja sama dengan dan/atau perusahaan berkelas dunia seperti PBB, Bank Dunia atau BUMN/BUMD serta top QS 100 University.

Kebijakan yang semakin menunjukkan arah pendidikan negeri ini, yaitu liberal. Bisa dibayangkan jika semua universitas diperbolehkan untuk membuat prodi-prodi baru, maka akan semakin memudahkan paham-paham liberal, sekuler bahkan komunis untuk masuk secara legal atas nama pendidikan. Padahal sejatinya para mahasiswa adalah agen perubah di tengah-tengah masyarakat. Bagaimana nasib negeri ini jika para agen perubah memiliki nilai-nilai liberal, sekuler dan komunis?

Fakta negeri ini saat dipimpin dengan ideologi sekuler (meski sebagian kalangan mengatakan bahwa kita berideologi Pancasila bukan ideologi sekuler) sebenarnya telah memperlihatkan kepada kita betapa tidak sejahtera, tidak nyaman dan tidak amannya kita. Karena negara sebagai pihak yang seharusnya mengurusi urusan masyarakat, ternyata berlepas tangan. Berbagai kebijakan tidak berpihak pada rakyat. Negara seakan tuli dan buta dengan jeritan rakyat dan kondisi rakyat. Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Negara hanya mendengarkan apa yang menjadi kemauan para kapitalis yang sebenarnya telah merongrong dan menghancurkan bangsa ini. Karena sekuler tidak memberi tempat pada aturan Tuhan, hanya aturan manusia yang diberi tempat. Sehingga wajar jika cara pengaturan rakyat tidak memperhatikan aturan Allah sebagai Dzat yang berhak mengatur manusia (karena manusia adalah ciptaanNya).

Pendidikan dalam Islam

Islam sebagai sebuah agama sekaligus jalan hidup, telah memberikan aturan yang sempurna dan komplit terhadap semua urusan manusia. Termasuk dalam hal ini adalah pendidikan. Pendidikan dalam Islam ditujukan untuk membentuk manusia yang memiliki kepribadian Islam, menguasai pemikiran Islam dengan matang, menguasai ilmu-ilmu terapan (pengetahuan, ilmu dan teknologi), memiliki keterampilan yang tepat guna dan berdaya guna.

Kurikulum pendidikan berdasarkan pada akidah Islam yang memiliki karakteristik dalam pembentukan kepribadian Islam serta penguasaan tsaqofah Islam dan IPTEK. Sehingga pelajaran dan metodologinya disesuaikan dengannya (akidah Islam). Negara tidak akan membiarkan kurikulum pendidikan dimasuki dengan asas selain akidah Islam.

Negara sebagai satu-satunya institusi yang bertanggung jawab dalam mencerdaskan umat, akan memberikan pelayanan pendidikan kepada umatnya dengan aturan-aturan yang tak menyelisihi aturan-aturan Allah SWT. Wallahu a’lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Tatkala Klaim Kehalalan Vaksin Covid-19 Dipertanyakan?

Tatkala Klaim Kehalalan Vaksin Covid-19 Dipertanyakan?

Jum'at, 25 Sep 2020 20:28

Mengapa Rezim Dituduh Membuka Pintu Komuninisme?

Mengapa Rezim Dituduh Membuka Pintu Komuninisme?

Jum'at, 25 Sep 2020 18:25

Sejarah, Masa Lalu-Kini-dan Mendatang

Sejarah, Masa Lalu-Kini-dan Mendatang

Jum'at, 25 Sep 2020 18:04

GERAK Jabar Minta Presiden dan Kapolri Tuntaskan Teror Kepada Ulama dan Perusakan Masjid

GERAK Jabar Minta Presiden dan Kapolri Tuntaskan Teror Kepada Ulama dan Perusakan Masjid

Jum'at, 25 Sep 2020 17:47

Muskat Ancam Penjarakan dan Denda Besar Pemakai Rok Mini dan Celana Pendek di Tempat Umum

Muskat Ancam Penjarakan dan Denda Besar Pemakai Rok Mini dan Celana Pendek di Tempat Umum

Jum'at, 25 Sep 2020 14:30

Wakaf Produktif Besar Manfaat, Masyarakat Perlu Diberi Diedukasi

Wakaf Produktif Besar Manfaat, Masyarakat Perlu Diberi Diedukasi

Jum'at, 25 Sep 2020 09:12

AKSI SIAGA MELAWAN KEBANGKITAN KOMUNIS⁣⁣

AKSI SIAGA MELAWAN KEBANGKITAN KOMUNIS⁣⁣

Jum'at, 25 Sep 2020 08:25

BWI: Wakaf Salah Satu Solusi Atasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi

BWI: Wakaf Salah Satu Solusi Atasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi

Jum'at, 25 Sep 2020 08:10

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Jum'at, 25 Sep 2020 07:51

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Kamis, 24 Sep 2020 21:45

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

Kamis, 24 Sep 2020 21:30

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Kamis, 24 Sep 2020 21:20

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Kamis, 24 Sep 2020 20:15

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Kamis, 24 Sep 2020 19:50

Jadilah Remaja Anti Baper

Jadilah Remaja Anti Baper

Kamis, 24 Sep 2020 08:43

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Kamis, 24 Sep 2020 07:34

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Kamis, 24 Sep 2020 06:39

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Kamis, 24 Sep 2020 06:22

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Kamis, 24 Sep 2020 06:17

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X