Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.982 views

Rajab, Wahana Mencetak The Next Sholahuddin al Ayyubiy

 

Oleh:

Ainul Mizan

Guru tinggal di Malang, Jawa Timur

 

PERANG Hittin yang terjadi pada bulan Rajab, telah  menandai berakhirnya pendudukan Pasukan Salib terhadap al Quds. Sholahuddin al Ayyubiy telah berhasil membebaskan al Quds, termasuk di dalamnya adalah Baitul Maqdis, al Aqsha. Sekitar 100 tahun, al Aqsha telah dikangkangi oleh Pasukan Salib kafir. Artinya selama itu pula tidak terdengar seruan adzan dari al Aqsha. Kini di jaman pemerintahan Sholahuddin, al Aqsha telah mengumandangkan seruan adzan kembali. Inilah pembebasan kedua setelah Khalifah Umar ibnul Khoththob ra membebaskan al Quds.

 

Al Aqsha di Bawah Kendali Zionis Israel

Penjagaan terhadap al Quds, termasuk di dalamnya al Aqsha terus dilakukan oleh kaum muslimin. Keberadaan Khalifah di tengah –tengah umat Islam, menjadi penjaga tanah al Quds. Hingga suatu saat ketika Khilafah Utsmaniyyah mengalami kemunduran, hingga disebut sebagai The Sick Man of Eurupe. Utang Khilafah Utsmaniyyah yang begitu besar sebagai akibat kekalahan pada perang dunia pertama.

Theodore Hertzel seorang pendiri gerakan Zionis dengan beraninya menghadap Sultan Abdul Hamid II. Di depan Sultan Abdul Hamid II, Hertzel menjanjikan akan melunasi semua utang Utsmaniy. Adapun syarat yang dikemukakannya adalah Sultan Abdul Hamid II menyerahkan tanah Palestina termasuk al Quds kepada bangsa Israel. Mendengar celotehan dedengkot Zionis ini, Sultan Abdul Hamid II marah sambil berkata dengan tegas bahwa tanah Palestina itu milik umat Islam, bukan milik beliau. Sultan Abdul Hamid II menekankan bahwa zionis Israel akan bisa menguasai tanah Palestina tatkala Khilafah Utsmaniyah telah runtuh. Demikianlah penjagaan Khilafah terhadap tanah kaum muslimin, Palestina, walaupun dalam kondisinya yang paling lemah.

Pada 3 Maret 1924 M atau bertepatan dengan 28 Rajab 1342 H, Khilafah Utsmaniy runtuh. Konspirasi licik dari dalam yaitu lewat Mustafa Kemal Pasha laknatulloh yang bekerjasama dengan Inggris., termasuk Perancis di dalamnya, merupakan penyebab keruntuhan Khilafah. Di samping itu lemahnya pemahaman Islam kaum muslimin yang berimbas kepada buruknya penerapan Islam oleh Khilafah juga memberikan andil bagi runtuhnya Khilafah.

Pasca runtuhnya Khilafah, Zionis Israel pun mendapat angin segar guna menduduki tanah Palestina. Mulai tahun 1948 M, Israel menduduki tanah Palestina. Di tanah Palestina, khususnya di al Quds, Israel melakukan perusakan demi perusakan, termasuk melakukan penumpahan darah. Masjid al Aqsha hingga hari ini masih terbelenggu oleh penjajahan Israel, bangsa terlaknat. Al Aqsha terus memanggil kaum muslimin untuk membebaskannya.

Panggilan – panggilan al Aqsha tersebut seolah tidak terdengar para penguasa kaum muslimin saat ini. Mereka mempunyai mata,tapi tidak digunakan untuk melihat. Mereka mempunyai telinga tapi tidak bisa mendengar. Bahkan mereka mempunyai hati dan akal, tapi mereka tidak bisa memahami. Alih –alih menjawab panggilan al Aqsha, justru para penguasa kaum muslimin melemparkan pernyataan – pernyataan yang mengungkapkan jati diri mereka. Di antara pernyataan tersebut adalah bahwa masalah pembantaian kaum muslimin di al Quds oleh Israel itu adalah masalah dalam negeri Palestina. Itu adalah masalah warga Negara Palestina. Masing – masing Negara punya masalah sendiri – sendiri. Tentu bijaksana tidak mencampuri urusan dalam negeri orang lain, menurut mereka. Oleh karena itu, para penguasa ini tidak akan menurunkan pasukan militer guna mengusir Israel dari Palestina. Mereka hanya bisa mengecam. Mereka hanya bisa berkoar –koar akan kemanusiaan di forum – forum internasional tanpa berani mengambil langkah maju yang menunjukkan mereka adalah ‘lelaki’ walaupun cuma sehari. Mereka terbelenggu oleh nasionalisme sempit. Para penguasa itu lebih ta’at kepada majikannya yakni para penjajah baik dari IMF, Bank Dunia, maupun PBB. PBB pun hanya bisa mengecam.

Adapun panggilan – panggilan al Aqsha itu bagi kaum muslimin di dunia Islam, sangatlah membekas. Kaum muslimin hari ini seperti anak ayam kehilangan induknya. Induknya yang sudah diabolish pada tahun 1924 M jauh dari mata mereka. Kaum muslimin hanya bisa melakukan aksi – aksi solidaritas kemanusiaan. Mereka mengumpulkan bantuan kemanusiaan, berupa makanan, minuman, pakaian, dan obat – obatan. Mereka sadar sekali bahwa untuk membebaskan al – Aqsha termasuk membebaskan tanah Palestina dari cengkeraman Zionis Israel membutuhkan persenjataan dan tentara. Sekali lagi kaum muslimin itu sadar bahwa para penguasa di negeri – negeri mereka adalah mandul. Kaum muslimin tidak bisa lagi mengharapkan kepada para penguasanya tersebut.

Akhirnya kaum muslimin merindukan sosok – sosok pahlawan Islam. Mereka merindukan hadirnya kembali Sholahuddin al Ayyubiy rahimahullah guna membebaskan al Quds dan al Aqsha untuk yang kedua kalinya. Kaum muslimin memanggil dan terus memanggil. “Wahai Sholahuddin…, dimana kau? Wahai Sholahuddin……., dimana kau? Kami minta tolong kepadamu. Bebaskanlah al Quds…., Bebaskanlah al Aqsha…dari tangan – tangan najis bangsa terlaknat, Israel”. Seruan –seruan ini diulang –ulang dalam berbagai forum dan kesempatan. Akan tetapi apalah daya. Seruan minta tolong kepada Sholahuddin Al Ayyubiy bagai gayung yang tidak bersambut. Benar…, bahwa berjuta kali pun mereka memanggil Sholahuddin al Ayyubiy agar bangun kembali dari kuburnya tidak pernah mendapat jawaban. Subhanallah…..kehinaan apa yang dialami oleh kaum muslimin sekarang ini. Bagaimana mungkin pihak yang masih hidup harus meminta pertolongan kepada pihak yang sudah meninggal dunia. Pahlawan Islam, Sholahuddin al Ayyubiy sudah pergi menghadap Ilahi Rabbul alamin. Sholahuddin al Ayyubiy tidak akan mungkin hidup lagi.

Sebenarnya untuk membebaskan tanah Palestina termasuk al Quds dan al Aqsha, tentu membutuhkan sosok – sosok yang memiliki kecintaan kepada Islam dan jiwa pengorbanan layaknya Sholahuddin al Ayyubiy. Untuk membebaskan dunia Islam hari ini dari belenggu penjajahan Kapitalisme yang dimotori oleh Amerika Serikat dan Komunisme yang dimotori oleh China, tidaklah dengan mengharapkan para pahlawan Islam seperti Sholahuddin al Ayyubiy, Nuruddin Zanki, Muhammad al Fatih, Thariq bin Ziyad, Muhammad bin al Qasim ats Tsaqafi, Mudhoffar Syaifuddin Qutuz dan lainnya, agar mereka semua hidup kembali dari kematiannya.

Melahirkan Sholahuddin al Ayyubiy Baru

Mengharapkan sosok Sholahuddin al Ayyubiy hadir kembali tentu maknanya bukanlah mengharapkan beliau bangun dari kuburnya. Mengharapkan kehadiran sosok Sholahuddin bukan bermakna harus  memberikan nama bagi bayi yang lahir dengan nama Sholahuddin al Ayyubiy.

Sesungguhnya karakter- karakter dari Sholahuddin al Ayyubiy itu harus dimiliki oleh generasi kaum muslimin. Keimanan yang kuat kepada Allah SWT dan RasulNya, keta’atan yang tinggi, berani membela yang haq, dan mencintai jihad di jalan Allah SWT, ini beberapa contoh karakter seorang pahlawan Islam. Pembentukan karakter sedemikian membutuhkan tarbiyah atau pendidikan yang bersifat robbaniy yang berorientasi kepada lahirnya generasi Islam yang hanya memberikan pengabdian hidupnya untuk Islam dan kaum muslimin.

Kaum muslimin adalah kaum dan umat yang berlandaskan aqidah Islam. Selama Aqidah Islam itu masih ada di tengah kaum muslimin, selama itu pula, mereka akan mampu mencetak generasi para pahlawan Islam.

Bercermin kepada Sultan Murad II yang mampu mencetak sosok Muhammad al Fatih. Pemberian pendidikan terbaik dengan guru terbaik. Pendidikan terbaik di sini adalah pendidikan Islam. Pendidikan Islam yang memadukan antara pembentukan kepribadian Islami, penguasaan Tsaqafah dan ilmu – ilmu yang dibutuhkan dalam hidup. Syaikh Aaq Syamsuddin, sosok guru mumpuni, waro’ dan memberikan keteladanan. Di bawah bimbingan seorang guru yang demikian, akan mampu memberikan motivasi bagi peserta didiknya untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Ditanamkan di dalam jiwa anak bahwa dialah yang akan menjadi pahlawan Islam, yang akan membebaskan Masjid al Aqsha yang mulia dari tangan najis Israel. Di samping itu, kepercayaan yang utuh dari orang tua kepada guru akan berpengaruh besar dalam proses pembentukan karakter anak didik menjadi sosok pejuang yang ikhlas dan tangguh.

Yang tidak kalah pentingnya adalah menyiapkan sistem kehidupan yang baik bagi tumbuh kembangnya anak didik. Patut untuk selalu disadari bahwa lahirnya sosok – sosok fenomenal pahlawan Islam tersebut berada di dalam kehidupan yang Islami. Kehidupan yang di dalamnya diterapkan hukum Islam dengan paripurna. Sistem kehidupan Islam ini ibarat sebuah pabrik yang senantiasa siap mencetak generasi – generasi pahlawan Islam.

Sistem pendidikan terbaik, guru terbaik, dan kepercayaan orang tua layaknya mesin – mesinnya. Oleh karena itu, kaum muslimin harus bahu membahu mewujudkan sebuah proyek super agung yakni sebuah entitas pemerintahan yang menjadikan Syariat Islam sebagai aturan main dalam mengatur semua bidang kehidupan. Tentunya kita merindukan masa – masa keKhilafahan Islam yang mengutir tinta emas kegemilangan sebuah sejarah peradaban manusia. Maka mari menjadikan semangat Rajab ini untuk melahirkan The Next Sholahuddin al Ayyubiy.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Selasa, 19 Jan 2021 22:52

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Selasa, 19 Jan 2021 22:30

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Selasa, 19 Jan 2021 22:11

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

Selasa, 19 Jan 2021 22:00

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Selasa, 19 Jan 2021 20:45

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Selasa, 19 Jan 2021 18:15

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Selasa, 19 Jan 2021 17:00

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Selasa, 19 Jan 2021 15:34

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Selasa, 19 Jan 2021 14:43

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Selasa, 19 Jan 2021 14:35

Dukun pun Dikriminalisasi

Dukun pun Dikriminalisasi

Selasa, 19 Jan 2021 12:55

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Selasa, 19 Jan 2021 10:44

Renungan Dibalik Bencana

Renungan Dibalik Bencana

Selasa, 19 Jan 2021 08:10

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-100)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-100)

Selasa, 19 Jan 2021 06:26

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Selasa, 19 Jan 2021 00:28

Pengamat Medsos: Perpres No 7 Tahun 2021 Berpotensi Picu Kegaduhan

Pengamat Medsos: Perpres No 7 Tahun 2021 Berpotensi Picu Kegaduhan

Senin, 18 Jan 2021 23:34

PD PII Kabupaten Bekasi Gelar Konferensi Daerah

PD PII Kabupaten Bekasi Gelar Konferensi Daerah

Senin, 18 Jan 2021 22:59

Film Nusa Rara Film Idaman, Tak Layak Dipermasalahkan

Film Nusa Rara Film Idaman, Tak Layak Dipermasalahkan

Senin, 18 Jan 2021 22:34

Anak Durhaka dan Komentar Netizen

Anak Durhaka dan Komentar Netizen

Senin, 18 Jan 2021 22:28

Wafatnya Ulama Penjaga Al-Qur’an

Wafatnya Ulama Penjaga Al-Qur’an

Senin, 18 Jan 2021 22:15


MUI

Must Read!
X