Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.738 views

Saat Pandemi Luluh Lantak Sendi Kehidupan

 

Oleh :

Dahlia Kumalasari, pendidik

 

KBBI menyatakan, pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak dimana-mana meliputi daerah geografi yang luas. Dalam pengertian yang paling klasik, pandemi terjadi ketika sebuah epidemi menyebar ke beberapa negara atau wilayah dunia. Sedangkan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pandemi adalah kondisi ketika penyakit baru menyebar di seluruh dunia melampaui batas.

Saat ini, dunia tengah berduka karena serangan virus corona (Covid-19), yang sudah menyebar secara global di 196 negara dan wilayah teritorial. Hingga Kamis (26/3) siang, data Johns Hopkins University menunjukkan 472.076 orang di seluruh dunia terinfeksi virus corona. Sebanyak 114.870 pasien dinyatakan sembuh, namun 21.308 lainnya dinyatakan meninggal. (CNN Indonesia.com 26/3).

Indonesia sendiri mencatat 78 korban meninggal akibat virus corona, menempati posisi teratas di Asia Tenggara dengan kematian terbanyak. Sementara itu, Indonesia memiliki 893 kasus virus corona baru. Jika dihitung, persentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 8,7 persen, di atas Spanyol yang kini menjadi negara kedua dengan kematian terbanyak dengan 7,36 persen.

Angka kematian karena virus corona terus merangkak naik. Di sisi lain, tim medis sebagai garda terdepan di dalam menghadapi wabah Covid -19, harus bertaruh nyawa dengan minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD). Menanggapi hal ini, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih menjelaskan, minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) menjadi salah satu faktor banyaknya tenaga medis yang terinfeksi. “Ini yang saya tahu barang (APD) masih sedikit, kami memohon dan sangat meminta kepada pemerintah untuk membantu menyediakan APD yang memadai. Kalau tidak, saya khawatir ada banyak petugas yang tidak bisa melakukan pelayanan”. (detikHealth, Kamis 26/3).

Bahkan, menurut data yang ditinjau oleh Reuters berjudul ‘Indonesia’s health system on the brink as coronavirus surge looms’ dinyatakan : “Indonesia mengalami kekurangan yang signifikan pada tempat tidur rumah sakit, staf medis, dan fasilitas perawatan intensif. Para pakar kesehatan memperingatkan bahwa negara itu akan menjadi episentrum baru pandemi virus corona”. Menurut Reuters, Indonesia menghadapi lonjakan kasus virus corona setelah respon pemerintah yang lambat menutup skala wabah.

Bagaimana dengan reaksi masyarakat saat terjadi pandemi virus corona?. Aura kepanikan sangat terasa di tengah-tengah masyarakat. Mulai dari memborong bermacam rempah untuk menjaga imunitas, memborong masker, antrian panjang di apotik untuk membeli beragam vitamin, hingga berebut bahan pangan dan sembako di supermarket sebagai stock di rumah saat diberlakukan himbauan untuk tetap di rumah saja.

Inilah fakta masyarakat saat berhadapan dengan pandemi di era kapitalis-sekuler. Masyarakat yang jauh dari nilai ketakwaan. Mereka berlomba untuk menyelamatkan dirinya masing-masing. Masyarakat panik, karena pemerintah sebagai tumpuan harapan, tidak hadir dengan memberikan jaminan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

 

Islam Hadir Untuk Menyelesaikan Masalah

Pandemi corona hanya akan tuntas jika seluruh elemen di masyarakat bekerjasama untuk menuntaskan masalah ini. Dalam Islam, negara menjadi garda terdepan dalam menuntaskan masalah pandemi. Dalam hadist sudah digambarkan dengan jelas, bahwa jika terjadi wabah, maka satu-satunya jalan adalah dengan karantina (isolasi) wilayah pandemi. Atau dikenal dengan lockdown dalam istilah kekinian. Yaitu adanya larangan untuk memasuki wilayah pandemi, pun sebaliknya larangan untuk keluar dari wilayah pandemi.

Bagaimana dengan penduduk yang berada di wilayah wabah?. Inilah tugas negara untuk memberikan pengobatan dengan fasilitas yang memadai. Pun saat terjadi karantina, maka negara bertanggungjawab untuk menjamin semua kebutuhan rakyatnya tanpa kecuali. Mulai dari jaminan makanan yang bergizi, tempat tinggal yang terlindungi dari beragam virus, keamanan lingkungan, hingga standar layanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat.

Dibelakang negara, maka seluruh komponen masyarakat saling bahu membahu untuk bisa lepas dari pandemi. Dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala harus menjadi ujung tombak dalam menyelesaikan masalah. Selanjutnya ikhtiar yang optimal dengan meneladani Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wa Sallam dan teladan para khalifah pada masa peradaban Islam.

Dalam buku ‘Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia’ karya Prof. Dr. Raghib As-Sirjani halaman 650 dituliskan : “Adapun langkah-langkah yang diambil rumah sakit untuk menghindari penularan penyakit sangat unik. Ketika pasien masuk ke rumah sakit, maka ia menyerahkan pakaian yang dikenakannya saat masuk, pada pihak rumah sakit. Lalu ia diberi pakaian baru secara gratis. Hal ini untuk mencegah penularan penyakit melalui pakaian yang dipakainya ketika sakit. Kemudian setiap pasien masuk ke ruang yang khusus untuk jenis penyakitnya. Ia tidak diperbolehkan masuk ke ruang yang lain untuk mencegah penularan penyakit. Pasien tidur di ranjang tersendiri dan disediakan selimut-selimut dan obat-obat yang khusus untuknya”.

Beginilah Islam menyelesaikan masalah pandemi dengan solusi yang tuntas. Jika bertahan dengan jalan keluar ala kapitalis-sekuler seperti saat ini, bersiaplah untuk menghadapi jurang pandemi corona, sebagaimana laporan kantor berita Reuters. Yang mana pandemi ini bisa menghantarkan pada luluhlantaknya sendi kehidupan di masyarakat kapitalis-sekuler.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Italia Perintahkan TikTok Blokir Akun Pengguna Setelah Kematian Bocah Berusia 10 Tahun

Italia Perintahkan TikTok Blokir Akun Pengguna Setelah Kematian Bocah Berusia 10 Tahun

Sabtu, 23 Jan 2021 21:30

Cina Beri Wewenang Penjaga Pantai Untuk Menembak Dan Menghancurkan Kapal Asing

Cina Beri Wewenang Penjaga Pantai Untuk Menembak Dan Menghancurkan Kapal Asing

Sabtu, 23 Jan 2021 20:15

Putra Pengusaha Suriah Yang Terkait Ledakan Beirut Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Putra Pengusaha Suriah Yang Terkait Ledakan Beirut Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Sabtu, 23 Jan 2021 19:45

Pemerintahan Biden Akan Tinjau Kesepakatan Perjanjian Dengan Taliban

Pemerintahan Biden Akan Tinjau Kesepakatan Perjanjian Dengan Taliban

Sabtu, 23 Jan 2021 18:15

Ketua Komnas HAM Bagaikan Merangkap Ketua Tim Pembela Polisi

Ketua Komnas HAM Bagaikan Merangkap Ketua Tim Pembela Polisi

Sabtu, 23 Jan 2021 17:55

Cerita Syekh Palestina Selesaikan Hafalan Quran Bersanad di Pengungsian

Cerita Syekh Palestina Selesaikan Hafalan Quran Bersanad di Pengungsian

Sabtu, 23 Jan 2021 17:50

Anis: Indonesia Mengulang Kondisi Krisis Ekonomi 1998

Anis: Indonesia Mengulang Kondisi Krisis Ekonomi 1998

Sabtu, 23 Jan 2021 17:26

Muadzin Baca Shalawat Setelah Adzan Dengan Keras, Bolehkah?

Muadzin Baca Shalawat Setelah Adzan Dengan Keras, Bolehkah?

Sabtu, 23 Jan 2021 14:00

12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

Jum'at, 22 Jan 2021 23:16

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Jum'at, 22 Jan 2021 22:37

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Jum'at, 22 Jan 2021 19:42

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Jum'at, 22 Jan 2021 17:08

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26


MUI

Must Read!
X