Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.532 views

Pemimpin Rasa Pedagang, Semua Dihitung Untung Rugi

 

Oleh: Khamsiyatil F

Malang nian nasib rakyat dengan pemimpin mendudukkan masalah ekonomi sebagai acuan dalam setiap kebijakannya. Ini adalah bahasa yang lain untuk pertimbangan untung dan rugi. Akibatnya, rakyat merasakan penderitaan yang tak berkesudahan. Kali ini, dengan datangnya pandemi covid 19, bukan hanya kesulitan ekonomi yang menimpa rakyat, tetapi juga keselamatan hidup mereka dihitung dari kepentingan ekonomi.

Di awal bulan Februari, ketika beberapa negara mulai terpapar virus ini, pemerintah Indonesia menganggapnya sebagai gurauan semata. Tidak ada antisipasi, tidak ada kesiapan sama sekali. Bahkan saat itu dengan gegabahnya, pemerintah tetap membuka pintu pariwisata untuk semua negara, di saat negara lain menutup pintu wisata. Kesempatan menggenjot perekonomian sebagai alasannya. Padahal dengan membiarkan negeri ini didatangi oleh wisatawan asing, hal itu sama saja dengan membuka pintu virus covid 19 masuk ke Indonesia.

Di awal Maret, covid 19 benar-benar ada di Indonesia, dimulai hanya dua orang yang positif. Perjalanan selama sebulan, di awal april pasien dengan positif covid 19 sudah melewati angka 2000. Semakin hari, kenaikannya semakin berlipat. Sebarannya merata di semua provinsi di Indonesia. Tetapi tuntutan lockdown yang diserukan oleh IDI sebagai garda terdepan penanganan  wabah ini dianggap angin lalu oleh pemerintah. Meskipun tanda pagar #lockdown dengan  beragam kata tambahan seperti #LockdownSekarangJuga, LockdownituAjaranIslam dan yang  lainnya tetap saja pemerintah membiarkan covid 19 melanglang ke se-antero Indonesia  dengan terus berhitung atas nama pertimbangan ekonomi.

Setelah pasien positif covid 19 menembus angka 1000 dengan angka kematian di atas angka 100, pemerintah baru memutuskan bahwa kebijakan yang tepat menurut mereka adalah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB) dan Darurat Sipil. Keputusan ini menuai kritik dari banyak pihak  sudahlah keputusan yang diambil sangat telat diberikan, nampaknya pemerintah hendak cuci tangan dari pandemi ini. Di sinilah rakyat Indonesia hanya dihitung sebagai  angka.

Negara terus berhitung uang yang  dikeluarkan negara untuk urusan ini.Menteri keuangan sudah berkeluh kesah bahwa pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara banyak terkuras untuk pandemi ini. Pemerintah juga meminta rakyat untuk menjadi donatur untuk menangani pandemi ini. Padahal, ribuan relawan telah bekerja sejak virus ini mulai menyebar di Indonesia, Alat Pengaman Diri juga menjadi barang langka di kalangan tenaga medis, sementara pemerintah terus saja telah mengekspor barang penting dan langka ini, secara besar-besaran ke negara lain.

Dan nampaknya, tidak akan habis kata menggambarkan bagaimana pemerintah tetap dengan prinsip untung dan rugi saat mengurusi rakyatnya. Kita mungkin hanya bisa bergumam teganya dirimu padaku, teganya-teganya-teganya, dengan nada dangdut. Tetap saja pemerintah kita dengan prinsipnya.

Benar apa yang dituliskan oleh seorang ulama Taqiyuddin An Nabhaniy dalam bukunya "Daulah Islam" bahwa politisi dengan pemikiran sekular akan menghancurkan kehidupan umat. Politisi sekular yang melepaskan diri dari syariat Islam, juga berlepas dari keyakinan bahwa kepemimpinan yang ada ditangannya sekarang akan dimintai  pertanggungjawaban kelak di akhirat. Pusat perhatiannya hanyalah kemaslahatan dirinya sendiri, sementara umat yang dipimpinnya, tetaplah harus mendatangkan keuntungan bagi dirinya. Begitulah posisi rakyat di hadapan pemerintah sekular. Jadi, apakah kita mau terus mempertahankannya? Wallau alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Selasa, 29 Sep 2020 21:41

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Selasa, 29 Sep 2020 21:30

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Selasa, 29 Sep 2020 20:55

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Selasa, 29 Sep 2020 20:51

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Selasa, 29 Sep 2020 20:50

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

Selasa, 29 Sep 2020 20:37

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Selasa, 29 Sep 2020 20:15

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Selasa, 29 Sep 2020 19:57

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Selasa, 29 Sep 2020 19:45

DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

Selasa, 29 Sep 2020 14:46

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Selasa, 29 Sep 2020 13:37

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Selasa, 29 Sep 2020 13:27

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Selasa, 29 Sep 2020 12:33

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Selasa, 29 Sep 2020 12:21

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Selasa, 29 Sep 2020 11:45

Berhenti Menyakiti Ulama

Berhenti Menyakiti Ulama

Selasa, 29 Sep 2020 11:18

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Selasa, 29 Sep 2020 11:05

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Senin, 28 Sep 2020 23:55

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Senin, 28 Sep 2020 20:50

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Senin, 28 Sep 2020 18:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X