Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.255 views

Herd Immunity Gagal pada Negara Adidaya, Masihkah Ikuti?

 

Oleh:

 

Revina Dewi , S.Tr.Kes, Praktisi Kesehatan 

 

DESAKAN herd immunity lantang disuarakan dari seorang penasihat senior sekaligus ketua pemodelan pandemi pemerintah Inggris, Graham Medley. Beliau mengemukakan urgensitas penerapan herd immunity guna mengatasi wabah Covid - 19 karena menganggap bahwa pemerintah Inggris tidak memiliki strategi jalan keluar yang jelas.

Selain itu pemberlakuan lockdown yang berkepanjangan akan memberikan pengaruh ekonomi yang lebih menyengsarakan ketimbang virus itu sendiri, terutama bagi orang orang yang bergantung pada upah harian (5/4). Klaim solusi alami "herd immunity" menyeruak menyusul lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona meskipun telah diberlakukan berbagai upaya seperti karantina wilayah (lockdown) dan physical distancing di berbagai Negara.


Lalu sebenarnya apa itu herd immunity dan bagaimana konsekuensinya ?


Herd Immunity dan Kegagalan Barat

Dilansir dari kompas.com (4/4) yang mengutip Aljazeera(3/4) , Herd Immunity adalah suatu kondisi dimana cukup banyak orang dalam suatu kelompok atau populasi yang memiliki kekebalan terhadap infeksi virus sehingga dapat efektif menghentikan penyebaran penyakit dan pada akhirnya virus akan hilang dengan sendirinya. Kekebalan tersebut bisa berasal dari vaksinasi atau orang yang menderita penyakit tersebut.

Para ahli memperkirakan untuk menghentikan penyebaran virus corona dibutuhkan sebanyak 40-70 persen dari populasi perlu kebal. Sementara herd immunity juga bisa dihentikan dengam vaksinasi, namun proses pengembangan vaksin membutuhkan waktu sekitar 18 bulan.

Alhasil, penerapan herd immunity di beberapa negara adidaya seperti Britania Raya ( Inggris ) dan Belanda telah terbukti gagal. Pemerintah kedua negara membiarkan tempat publik tetap dibuka untuk umum. Namun kebijakan itu dibatalkan oleh Inggris (16/3) , dipicu oleh hasil analisis ahli imunologi ICL bahwa 30% pasien positif corona di Italia memerlukan perawatan intensif dan hal tersebut dapat mengguncang sistem kesehatan disana. Sedangkan pembatalan oleh pemerintah Belanda dikarenakan pembludakan jumlah pasien positif corona. Hingga saat ini, per 20 April tercatat 32.655 kasus terkonfimasi , dan 3.684 meninggal dunia, sedangkan di Britania Raya terdapat 120.067 kasus terkonfirmasi dan 16.060 dinyatakan meninggal. 

 

Masihkah Menjadi Pengikut Sistem Kapitalis?

Diterapkannya kebijakan herd immunity pada negara sekelas Britania Raya dan Belanda dengan pertimbangan kegoncangan ekonomi akibat Covid-19 lebih menyengsarakan ketimbang pandemi itu sendiri, dengan kesadaran yang utuh bahwa akan merelakan nyawa rakyatnya dengan dalih demi terbentunya sistem imun secara alamiah, tentu menjadi bukti yang nyata bahwa para pengemban ideologi kapitalisme lebih menganggap materi lebih berharga dari sekedar nyawa manusia. 

Berbeda dengan sistem kapitalisme, dalam Islam sangat memuliakan nyawa seseorang , terutama nyawa kaum  muslim, Allah swt berfirman, " Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja , maka balasannya ialah Jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah Murka kepadanya dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya" (QS. An-Nisa' [4] : 39). 

Oleh karenanya di dalam Islam pun telah dijelaskan bagaimana mekanisme penanganan wabah , seperti pada masa khilafah yang berhasil menyelesaikan wabah Amwas pada wilayah Syam (639 M) , wabah Black Death di Granada (Abad 14) , dan wabah smallpox (Abad 196 M) pada masa pemerintahan Khilafah Utsmania. Ketiga wabah tersebut termasuk dalam wabah yang paling mematikan namun berhasil diselesaikan dengan tepat, cepat dan akurat dengan cara:

  1. Dilakukan lockdown di wilayah wabah , sehingga perekonomian pada wilayah yang tidak terjangkiti wabah masih bisa berjalan dan kebutuhan masyarakat di area lockdown akan ditanggung sepenuhnya oleh Negara karena menjadi kewajiban periayah umat.
  2. Mencari mekanisme penyakit dan pencegahan secara cepat dan tepat
  3. Pengembangan dan produksi vaksinasi secara cepat dan tepat tanpa dikersialisasi karena kesehatan adalah salah satu hak rakyat.

Semua ini bisa dilakukan dengan sistem ekonomi dan perpolitikan stabil serta mandiri seperti pemerintah dengan kepemimpinan Islam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Senin, 01 Mar 2021 14:28

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

Senin, 01 Mar 2021 13:48

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Senin, 01 Mar 2021 12:15

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Senin, 01 Mar 2021 12:05

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 28 Feb 2021 22:36

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

Ahad, 28 Feb 2021 21:06

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

Ahad, 28 Feb 2021 18:52

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Ahad, 28 Feb 2021 18:20

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Ahad, 28 Feb 2021 18:18

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Ahad, 28 Feb 2021 16:45

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Ahad, 28 Feb 2021 15:48

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Ahad, 28 Feb 2021 10:52

Tatkala Ibadah Umroh Dinistakan

Tatkala Ibadah Umroh Dinistakan

Ahad, 28 Feb 2021 10:48

Tolak Dibukanya Investasi Miras, Almuzzammil Yusuf: Membahayakan Masa Depan Generasi Bangsa!

Tolak Dibukanya Investasi Miras, Almuzzammil Yusuf: Membahayakan Masa Depan Generasi Bangsa!

Ahad, 28 Feb 2021 10:18

Al-Qaidah Tunjuk Mantan Pasukan Khusus Mesir Sebagai Amir Baru Gantikan Syaikh Al-Zawahiri

Al-Qaidah Tunjuk Mantan Pasukan Khusus Mesir Sebagai Amir Baru Gantikan Syaikh Al-Zawahiri

Sabtu, 27 Feb 2021 21:22

Turki Dan AS Berbagi Data Dari Sistem Pertahanan Udara Pantsir Rusia Yang Disita Di Libya

Turki Dan AS Berbagi Data Dari Sistem Pertahanan Udara Pantsir Rusia Yang Disita Di Libya

Sabtu, 27 Feb 2021 21:05

Generasi Milenial Terancam Learning Loss, Adakah Solusi?

Generasi Milenial Terancam Learning Loss, Adakah Solusi?

Sabtu, 27 Feb 2021 20:56

Waspada, Hindarkan Anak dari Paham Sekuler

Waspada, Hindarkan Anak dari Paham Sekuler

Sabtu, 27 Feb 2021 20:47


MUI

Must Read!
X