Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
83 views

Ghibah, Dosa Lisan yang Bisa Menghapus Pahala Amal

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam.  Shalawat dan salam atas Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.

Ghibah sering dianggap sebagai dosa ringan. Hanya berbicara tentang seseorang ketika ia tidak ada. Hanya menceritakan kekurangannya kepada teman. Hanya obrolan santai di majelis, grup WhatsApp, atau media sosial.

Namun, dalam pandangan syariat, perkara ini tidak sesederhana itu.

Ghibah merupakan dosa yang berkaitan dengan kehormatan seorang Muslim. Bahkan Allah Ta'ala memberikan perumpamaan yang sangat mengerikan: orang yang melakukan ghibah diibaratkan seperti memakan daging saudaranya sendiri yang telah meninggal.

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”(QS. Al-Hujurat: 12)

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa perumpamaan tersebut menunjukkan betapa buruk dan menjijikkannya ghibah. Sebagaimana manusia merasa jijik memakan daging mayat, demikian pula seharusnya seorang Muslim merasa jijik untuk memakan kehormatan saudaranya dengan ghibah.

Apa Sebenarnya Ghibah?

Nabi ﷺ telah menjelaskan makna ghibah dengan sangat gamblang.

Beliau bertanya kepada para sahabat:

أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ؟

Tahukah kalian apa itu ghibah?

Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau ﷺ bersabda:

ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ

Engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang ia tidak sukai.

Para sahabat bertanya, “Bagaimana jika apa yang saya katakan itu memang benar ada pada saudaraku?

Nabi ﷺ menjawab:

إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ

Jika apa yang engkau katakan memang ada padanya, berarti engkau telah mengghibahinya. Jika apa yang engkau katakan tidak ada padanya, berarti engkau telah melakukan kebohongan terhadapnya (buhtan).” (HR.Muslim no. 2589)

Maka, jangan berpikir, “Saya kan mengatakan yang sebenarnya.”Justru apabila sesuatu yang dibicarakan itu benar, tetapi orang yang bersangkutan tidak suka hal tersebut dibicarakan di belakangnya, itulah ghibah.

Jika ternyata tidak benar, dosanya lebih berat lagi: menjadi buhtan atau tuduhan dusta.

Ketika Pahala Amal Dipertaruhkan

Ada sebuah atsar yang sangat menggugah hati yang dinukil oleh Imam Ibn al-Jauzi dalam Bar ad-Dumū‘.

Dari Sa‘id bin Jubairrahimahullah:Pada hari Kiamat seorang hamba didatangkan dan diberikan kepadanya catatan amalnya. Ia tidak melihat di dalamnya salatnya dan puasanya, sementara ia melihat amal-amal salehnya. Ia pun berkata:

‘Wahai Rabbku, ini bukan catatan amalku. Aku memiliki kebaikan-kebaikan yang tidak terdapat dalam catatan ini.’

Lalu dikatakan kepadanya:

إِنَّ رَبَّكَ لَا يَضِلُّ وَلَا يَنْسَى، ذَهَبَ عَمَلُكَ بِاغْتِيَابِكَ النَّاسَ

Sesungguhnya Rabbmu tidak sesat dan tidak pula lupa. Amalmu telah pergi disebabkan engkau mengghibahi manusia.

Ibn al-Jauzi kemudian memberikan peringatan agar seorang Muslim menjauhi ghibah dan namimah karena keduanya membahayakan agama, merusak amal, dan menimbulkan permusuhan di antara kaum Muslimin.

Ghibah dan Bahaya “Bangkrut” di Akhirat

Peringatan tentang hilangnya pahala karena kezhaliman kepada manusia juga ditegaskan dalam hadits shahih tentang al-muflis, orang yang bangkrut di akhirat.

Nabi ﷺ bersabda bahwa orang yang bangkrut dari umat beliau adalah orang yang datang pada hari Kiamat membawa shalat, puasa dan zakat, tetapi ia juga datang dengan dosa karena mencela orang lain, menuduh, mengambil harta, menzalimi dan menyakiti mereka.

Kemudian pahala-pahalanya diberikan kepada orang-orang yang pernah dizaliminya. Jika pahala tersebut habis sebelum seluruh kezalimannya selesai, dosa-dosa orang yang dizaliminya akan dibebankan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka. (HR. Muslim no. 2581)

Inilah yang semestinya membuat kita takut. Seseorang bisa rajin shalat, banyak berpuasa, bersedekah, membaca Al-Qur'an, dan berdakwah, tetapi lisannya menjadi sebab ia kehilangan pahala dan menjadi orang yang bangkrut di akhirat.

Ghibah Zaman Sekarang Semakin Mudah

Dahulu seseorang harus bertemu langsung dengan orang lain untuk membicarakan keburukan seseorang.Hari ini cukup dengan mengetik.

Satu pesan WhatsApp dapat dikirim kepada puluhan bahkan ratusan orang. Satu komentar dapat dibaca ribuan orang. Satu unggahan media sosial dapat tersebar tanpa batas.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ghibah terkadang dibungkus dengan kalimat:“Saya cuma sharing”, “Saya cuma mengingatkan”, “Ini fakta, kok.”, “Biar semua orang tahu”.

Padahal, apabila yang disampaikan adalah sesuatu yang benar tentang seorang Muslim dan dia tidak suka hal tersebut dibicarakan ketika dirinya tidak ada, maka itu tetap masuk dalam pengertian ghibah.

Jika Sudah Terlanjur Ghibah, Apa yang Harus Dilakukan?

Jangan berputus asa dari rahmat Allah.Segeralah bertaubat kepada Allah, menyesali perbuatan tersebut, meninggalkannya dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya.

Jika ghibah tersebut berkaitan dengan hak seorang Muslim, persoalan meminta maaf kepada orang yang dighibahi perlu diperhatikan dengan ilmu dan hikmah. Tidak setiap keadaan mengharuskan seseorang memberitahukan ghibahnya kepada orang tersebut apabila pemberitahuan itu justru menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Yang jelas, jangan teruskan dosa itu.Jika dahulu lisan kita mudah membicarakan aib manusia, mulai hari ini jadikan lisan sebagai sarana untuk menyebut kebaikan.

Jika dahulu kita mudah menyebarkan kekurangan orang lain, mulai sekarang belajarlah menutupinya.

Jika dahulu kita senang ikut dalam majelis ghibah, mulai sekarang tinggalkan majelis tersebut atau alihkan pembicaraan.

Karena seorang Muslim bukan hanya dituntut memperbanyak amal, tetapi juga menjaga agar amal tersebut tidak rusak oleh kezalimannya kepada manusia.

Jangan sampai kita datang kepada Allah dalam keadaan bangkrut. Kita tidak tahu berapa banyak pahala yang telah kita kumpulkan. Kita juga tidak tahu berapa banyak dosa yang telah kita lakukan. Tetapi kita mengetahui satu hal: setiap perkataan kita dicatat.Maka jangan remehkan satu kalimat. Jangan remehkan satu candaan. Jangan remehkan satu komentar. Jangan remehkan satu pesan WhatsApp. Jangan remehkan satu obrolan tentang kehormatan seorang Muslim. Bisa jadi satu kalimat yang kita anggap ringan menjadi perkara yang berat ketika berdiri di hadapan Allah.

Semoga Allah menjaga lisan kita dari ghibah, namimah, dusta, fitnah dan seluruh penyakit lisan. Amiin. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Fiqih Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Nasib masjid di Kampung Cilumbu ini sungguh mengenaskan. Lima tahun mangkrak, kini nyaris tak berbentuk masjid, dipenuhi rumput liar, berlumut, dan menghitam terpapar panas dan hujan....

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Sahabat, Ulurtangan mari kirimkan dukungan terbaikmu untuk warga Palestina di Gaza demi menguatkan mereka menghadapi situasi mencekam ini. Mari dukung mereka dengan berdonasi dengan cara:...

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Saat ini, Ulurtangan bersama Yayasan An Najjahtul Islam Jonggol sedang merintis pembangunan Rumah Qur’an dan Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) An Najjah dan Gedung Majelis Taklim di Jonggol,...

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Mari bergabung dalam memperkuat jaringan kebaikan di pelosok negeri dengan Wakaf Al-Qur'an. Jangan ragu untuk menjadi bagian dari kebaikan ini. Abadikan harta dengan wakaf Al-Qur'an dan saksikan...

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Hidup Naura Salsabila dipenuhi dengan rintangan yang sangat berat. Meskipun baru berusia sepuluh bulan, bayi yang imut ini harus menghadapi penyakit yang dahsyat, yaitu tumor pembuluh darah berukuran...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X