Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.921 views

Sertifikat Halal, Efek Makanan Halal kian Langka?

 

Oleh : Widya Tantina

Tak mudah memenuhi kebutuhan hidup hari ini, terutama makanan. Sudahlah harga bahan pokok tidak stabil, diperparah pula dengan tertebaran makanan yang tak jelas status halalnya. Bahkan, sejak 17 Oktober 2019 lalu Kemenag resmi mencabut wewenang MUI untuk menerbitkan sertifikat halal terhadap beberapa produk makanan. Dan kewenangan itu kemudian diambilkan kepada BJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal). Di bawah  

Ini berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), seluruh produk yang ada di Indonesia wajib bersertifikat halal, yang UU ini dahulu disahkan ketika Susilo Bambang Yudhoyono masih menjabat.

Meski Menag, Luqman Hakim,  mengabarkan bahwa MUI masih punya peranan dalam sertifikasi halal ini, namun tidak menutup kemungkinan akan banyak ditemui hambatan. Karena, sertifikat halal yang dikeluarkan BPJPH belumlah diakui Emirate Authority for Standardization and Metrology (ESMA). Hal ini berbanding terbalik dengan sertifikat halal MUI dengan LPPOM sebagai lembaga pemeriksa kehalalannya sudah diakui ESMA. Sehingga Indonesia bisa melakukan ekspor dan impor berbagai macam produk makanannya, dan aman dipasarkan di negeri sendiri. (Republika, 19/10/2019)

Bisa dibayangkan, ketika kehalalan produk dan yang Impor, khususnya, masih diragukan dan belum terurus dengan sempurna. Ditambah lagi dengan adanya tantangan bahwa sertifikat halal itu berbayar, dan melalui prosedur yang tidak mudah. Mustahil para produsen kecil bisa memenuhinya Maka, akan kian langka produk halal yang kita dapati. Dan habislah umat ini dicekoki makanan syubhat, bahkan haram.

Islam Hadir Membersihkan “kotoran” dalam Makanan

Islam, adalah agama sempurna yang Allah siapkan untuk ditaati manusia dalam kehidupannya. Paripurna da Detail aturannya, demikian pula soal makanan. Allah memerintahkan manusia untuk hanya mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thoyyib. Supaya terhindar dari kerusakan tubuh dan lingkungan. Dan yang paling penting adalah, Allah hanya akan menerima ibadah kita jika apa yang kita konsumsi hanyalah yang halal dan thoyyib di mata syariat.

Bagi seorang muslim, makanan dan minuman menjadi hal yang urgent. Bukan soal enak dan nikmatnya, namun soal halal dan haramnya. Karena makanan dan minuman dan hasil nafkah dari yang haram sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan, bahkan untuk kehidupan akhirat setelah kematiannya. Baik pada terkabulnya do’a, amalan sholehnya dan kesehatan dirinya. Karenanya, butuh jaminan serius dari negara akan halal dan thoyyibnya sebuah produk yang akan dikonsumsi umat.

Sebagaimana yang dilakukan Ibunda imam Syafi’i terhadapnya ketika kecil. Begitu cinta dan menjaganya beliau terhadap asupan makanan dan minuman putranya, sampai ia harus mencari dan membuat sendiri makanannya. Bahkan pernah satu waktu, beliau harus memuntahkan air susu tetangganya yang disusukan kepada bayi imam Syafi’i yang menangis ketika ia tinggal pergi keluar rumah. Demi menjaga darah dagingnya bersih dari asupan syubhat.

Dan saat ini, perburuan makanan dan minuman halal dan thoyyib kian berat. Karena menyediakan prosedur yang tak mudah dan berbayar untuk memenuhinya.

Sejatinya, persoalannya bukan pada bisa tidaknya produsen mengantongi sertifikat halal dari pemerintah. Tapi bagaimana negara mendidik umat dan para produsen untuk selalu taat pada syariat, takut kepada Allah, dan mendorong mereka untuk hanya mau memproduksi makanan, minuman, dan obat-obatan yang halal dan thoyyib saja.

Kemudian juga, tentang bagaimana negara menyediakan bahan dan fasilitas yang terjangkau untuk produsen. Tidak mempersulit mereka dengan mahalnya bahan baku, sehingga harus  mengantarkan mereka pada perbuatan curang. Misal, karena daging sapi mahal maka diganti dengan daging babi untuk membuat makanan olahan daging.

Tidak bergantung pada pihak asing untuk memenuhi kebutuhan konsumsi umat. Membatasi, bahkan meniadakan impor makanan dan minuman dari negeri kufur yang jelas memiliki standard berbeda dengan kita soal makanan dan minuman, bahkan yang tak mengenal halal dan haram.

Negara harus mensupport penuh penelitian farmasi agar dihasilkan obat-obatan yang tak lagi menggunakan ataupun terkontaminasi bahan haram dan syubhat.

Dengan kebijakan tersebut, masyarakat akan merasakan ketenangan dan ketentraman. Pada akhirnya terwujudlah masyarakat yang sehat, suasana keimanan pun terjaga karena tubuh masyarakat terjaga dari barang haram dan syubhat. Wallahua’lam bisshowab. (rf/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Komisi I DPR Dorong Pemerintah Gratiskan Internet Selama Wabah Covid-19

Komisi I DPR Dorong Pemerintah Gratiskan Internet Selama Wabah Covid-19

Jum'at, 03 Apr 2020 08:49

Covid-19 Makin Menggila, Negara Kehilangan Arah?

Covid-19 Makin Menggila, Negara Kehilangan Arah?

Jum'at, 03 Apr 2020 08:23

Ribuan Napi Dibebaskan di Tengah Wabah Corona, Warganet: Ustaz Abu Bakar Baasyir Paling Layak

Ribuan Napi Dibebaskan di Tengah Wabah Corona, Warganet: Ustaz Abu Bakar Baasyir Paling Layak

Jum'at, 03 Apr 2020 07:51

Memutus Mata Rantai Corona

Memutus Mata Rantai Corona

Jum'at, 03 Apr 2020 07:09

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

Jum'at, 03 Apr 2020 06:31

WMI Edukasi Para Driver Ojol untuk Cegah Covid19

WMI Edukasi Para Driver Ojol untuk Cegah Covid19

Jum'at, 03 Apr 2020 06:21

Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog

Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog

Jum'at, 03 Apr 2020 06:18

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Kamis, 02 Apr 2020 23:59

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negeri?

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negeri?

Kamis, 02 Apr 2020 23:50

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Kamis, 02 Apr 2020 23:28

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Kamis, 02 Apr 2020 23:27

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Kamis, 02 Apr 2020 23:00

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Kamis, 02 Apr 2020 22:26

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Kamis, 02 Apr 2020 22:19

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Kamis, 02 Apr 2020 22:17

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Kamis, 02 Apr 2020 21:45

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

Kamis, 02 Apr 2020 21:15

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Kamis, 02 Apr 2020 20:59

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Kamis, 02 Apr 2020 20:48

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kamis, 02 Apr 2020 20:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Jum'at, 03/04/2020 07:09

Memutus Mata Rantai Corona