Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.478 views

Membayarkan Puasa Orang yang Sudah Meninggal

Membayarkan puasa (mempuasakan) orang yang sudah meninggal dunia -dikarenakan saat sebelum meninggal dia meninggalkan puasa beberapa hari- menjadi masalah yang sering diperdebatkan di tengah-tengah masyarakat. Jawaban yang pasti dan jelas menjadi tuntutan agar umat bisa mengambil sikap berdasarkan hujjah yang kuat.

Berikut ini kami suguhkan sebuah fatwa dari Syaikh Abdul Rahman al-Sahim dalam mejawab sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada beliau.

Pertanyaahn: Ada seseorang yang sudah meninggal dan masih memiliki hutang puasa. Apakah berpuasanya boleh digantikan oleh seseorang? Apabila tidak boleh, berapa uang yang harus dibayarkan untuk menebus puasanya?

Beliau menjawab, Dalam masalah ini perlu ada perincian. Jika puasanya adalah puasa nadzar atau kafarah, maka boleh dibayarkan puasanya oleh yang lain berdasarkan sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

Siapa yang meninggal dunia dan masih memiliki tanggungan puasa, maka walinya menggantikan puasanya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah radliyallaahu 'anha)

Dan puasa itu diikat dengan puasa nadzar, menurut Jumhur ulama. Dan seperti itu pula fatwa dari para sahabat radliyallaahu 'anhum. Sebagaimana terdapat keterangan dari Ibnu Abbas radliyallaahu 'anhuma yang membedakan antara puasa qadla’ dengan puasa nadzar. Puasa kafarat juga masuk di dalamnya, karena termasuk pausa yang pada dasarnya tidak wajib.

Adapun jika puasa itu adalah puasa Ramadlan, terdapat perincian yang lain: Jika seseorang mendapati masa tertentu yang mampu untuk berpuasa di dalamnya, dan tidak berpuasa, maka dikeluarkan kafarat atasnya berupa memberi makan seorang miskin untuk setiap harinya. Dan kadarnya setengah sha’ dari makanan. Dan apabila orang-orang miskin diundang lalu diberi makan sesuai dengan hari-hari yang menjadi tanggungan mayit, maka boleh dan mencukupi.

Misalnya dia memiliki hutang puasa 10 hari kemudian ia membeli makanan yang cukup untuk sepuluh orang miskin, lalu mereka diberi makan semuanya, maka itu juga sudah mencukupi.

Namun apabila seseorang tidak mendapati satu haripun sesudah Ramadlan yang memungkinkannya untuk mengqadla’ puasanya, maka tidak ada tuntutan apapun atasnya dan tidak pula atas walinya (ahli warisnya), karena dia tidak melalaikan.

Misalnya: seseorang sakit pada bulan Ramadlan dan tidak berpuasa sepuluh hari, kemudian sakitnya berlanjut hingga dia meninggal dunia. Dia tidak mungkin melaksanakan qadla’, maka tidak ada kewajiban apapun atasnya. Wallahu a’alam.

(PurWD/voa-islam.com)

* Dialihbahasakan oleh Badrul Tamam

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News

MUI

Must Read!
X