Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.287 views

Iedul Adha di Hari Jum'at, Bagaimana Hukum Hadiri Jum'atannya?

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Iedul Adha, 10 Dzulhijjah 1438 Hijriyah jatuh hari Jum’at –bertepatan dengan 01 September 2017-. Hari itu terkumpul dua hari raya. Pertama, shalat ied. Kedua, shalat Jum’at. Apa hukum menghadiri shalat Jum’at bagi yang sudah mengikuti shalat Iedul Adha?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah merinci pendapat-pendapat ulama tentang masalah ini.

Pertama, Jum’atan tetap wajib bagi orang yang telah hadiri shalat Ied.

Kedua, kewajiban jumatan gugur atas orang yang telah menghadiri shalat Ied dari orang-orang yang tinggal di lembah dan kampung terpencil.

Ketiga, orang yang telah menghadiri shalat Ied maka kewajiban Jum’atan gugur dari dirinya. Namun, imam masjid tetap wajib menegakkan shalat Jum’at agar shalat ini dihadiri oleh siapa saja yang ingin hadir dan orang yang tidak menghadiri shalat ied.

Syaikhul Islam memilih pendapat yang ketiga. Beliau menyatakan bahwa pendapat ini bersumber dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabatnya seperti Umar, Utsman, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Ibnu al-Zubair, dan selain mereka.

Maksud gugur kewajiban atas dirinya dari menghadiri shalat Jum’at adalah dirinya mendapat rukhsoh untuk tidak menghadiri shalat Jum’at karena telah hadiri shalat Ied. Kewajiban hadiri jum’atan gugur dari dirinya. Dia punya pilihan; antara menghadiri shalat Jum’at atau tidak.

Jika ia tidak menghadiri shalat Jum’at maka dia wajib melaksanakan shalat Dzuhur sesuai dengan keumuman dalil atas wajibnya shalat Dzuhur bagi yang tidak shalat Jum’at.

Sedangkan bagi Imam, dianjurkan agar tetap melaksanakan Shalat Jum'at bersama jamaah yang ingin mengerjakannya, baik mereka yang telah ikut Shalat Ied maupun yang tidak. Kacuali jika tidak ada orang yang berkumpul untuk melaksanakan Shalat Jum'at bersamanya, maka dia Shalat Dzuhur.

Pendapat ini didasarkan kepada dalil-dalil berikut ini:

Pertama, dari Iyas bin Abi Ramlah asy-Syaami, dia berkata: "Aku menyaksikan Mu'awiyah bertanya kepada Zaid bin Arqam: 'Apakah kamu pernah mengalami bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dua hari raya (Shalat Ied dan Shalat Jum'at,-red) yang berkumpul dalam satu hari?' Dia menjawab: 'ya.' Mu'awiyah bertanya, 'bagaimana beliau melakukan?.' Dia menjawab:

صّلَّى الْعِيْدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِي الْجُمُعَةِ، فَقَالَ: مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ

'Beliau shalat Ied lalu memberi rukhshah untuk jum'atnya.' Beliau bersabda: siapa yang mau shalat (Jum'at), maka hendaklah ia shalat'." (HR. Abu Dawuddan Imam Ahmad)

Imam al-Shan'ani dalam Subul al-Salam menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil pelaksanaan Shalat Jum'at setelah Shalat Ied adalah rukhshah (keringanan). Boleh dilaksanakan dan boleh juga ditinggalkan. Ini khusus bagi orang yang sudah melaksanakan Shalat Ied, bukan untuk orang yang tidak shalat."

Imam 'Atha berpendapat bahwa kewajiban shalat Jum'at gugur berdasarkan sabda Nabi di atas, "Siapa yang mau shalat (Jum'at), maka hendaklah ia shalat."

Kedua, dari Abu Hurairah Radliyallah 'Anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

قَدِ اجْتَمَعَ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عَيْدَانِ، فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ، وَإِنَّا مُجْمِعُوْنَ

Sungguh telah berkumpul pada harimu ini dua hari raya, maka siapa yang berkehendak (tidak jum’atan) maka telah mecukupinya dari (shalat) Jum’at, sedangkan kami adalah orang-orang yang shalat Jum’at.” (HR. Abu Dawud)

Maka hal itu menunjukkan atas rukhshah (keringanan) dalam berjum’at bagi orang yang telah shalat Ied pada hari itu. Dan diberitahukan tidak adanya rukhshah (keringanan) bagi Imam, karena sabdanya dalam hadits: وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ “Sedangkan kami adalah orang-orang yang Shalat Jum’at.

Ketiga, dari Al-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘Anhuma, "Bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca dalam Shalat Jum’at dan Ied dengan surat Sabbihis(Surat Al-A’la) dan Al-Ghasyiyah. Barangkali dua hari raya itu berkumpul dalam satu hari maka beliau membaca dua surat itu (Al-A’la dan Al-Ghasyiyah) dalam kedua Shalat (Ied dan Jum’at)."(HR. Muslim)

Keempat, dalam Majma' az-Zawaid wa Mamba' al-Fawaid, Bab fi al-Jum'ah Wa al-Ied Yakunaani fi Yaum (Bab: Jum'at dan Ied dalam satu hari),  Juz 2, hal. 230, Imam al-Haitsami  menyebutkan riwayat dari Ibnu Umar Radliyallah 'Anhuma, ia berkata: "Pada zaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah terjadi dua hari raya, Iedul Fitri dan Jum'at, dalam satu hari. Setelah selesai shalat Ied bersama para jama'ah, beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam menghadap ke mereka dan bersabda: 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ قَدْ أَصَبْتُمْ خَيْراً وَأَجْراً وَإِنَّا مُجَمِّعُوْنَ فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُجَمِّعَ مَعَنَا فَلْيُجَمِّعْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى أَهْلِهِ فَلْيَرْجِعْ

"Wahai sekalian manusia, kalian telah mendapatkan kebaikan dan pahala. Sesungguhnya kami melaksanakan shalat Jum'at. Maka barang siapa yang ingin shalat jum'at bersama kami hendaknya dia melaksanakan dan barang siapa yang ingin kembali kekeluarganya hendaknya dia pulang." (HR. Thabrani dalam al-Kabiir dari riwayat Ismail bin Ibrahim at-Turki, dari Ziyad bin Rasyid Abi Muhammad as-Sammaak).

Kelima, Lajnah Daimah juga memberi fatwa yang serupa, "Jika Ied jatuh pada hari Jum'at, maka gugurlah kewajiban menghadiri shalat Jum'at bagi orang yang sudah melaksanakan shalat Ied, kecuali Imam. Kewajiban Jum'at tidak gugur darinya. Kecuali tidak ada orang yang berkumpul untuk melaksanakan shalat Jum'at bersamanya." (Fatawa al-Lajnah ad-DaimahlilBuhuts al-'Ilmiyah, Bab: Hukm al-Jum'ahwaShalah al-Jum'ahYaum al-'Ied, Juz 10, hal. 164) Baca Link Fatwa: BilaHari Raya BertepatanDenganHariJumat?

Keenam, Syaikh bin Bazz Rahimahullah berkata, “Apabila Ied di hari Jum’at, bagi orang yang sudah menghadiri shalat Ied boleh shalat Jum’at atau shalat Dzuhur. Berdasarkan hadits dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam masalah ini. Telah ada keterangan shahih dari beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang telah memberikan rukhsoh dalam shalat Jum’at bagi orang yang sudah menghadiri shalat Ied. Beliau bersabda,  

اجتمع في يومكم هذا عيدان، فمن شهد العيد فلا جمعة عليه

“Telah berkumpul 2 hari raya di hari kalian ini. siapa yang sudah hadiri shalat Ied maka tidak ada kewajiban Jum’atan atasnya.”

Tetapi janganlah ia meninggalkan shalat Dzuhur. Yang paling utama ia shalat Jum’at bersama manusia. Jika ia tidak shalat Jum’at, maka ia shalat Dzuhur.

Sedangkan imam hendaknya tetap shalat Jum’at bersama dengan orang yang menghadiri Jum’atan apabila jumlah mereka tiga orang lebih; di antara mereka adalah imam itu. Jika  saja yang menghadiri shalat Jum’at maka keduanya shalat Dzuhur.” Selesai penjelasan dari Syaikh bin Bazz.

Kesimpulan

Tidak semua ulama sepakat bahwa siapa yang sudah menghadiri shalat Ied maka gugur kewajiban shalat Jum’at atasnya. Karena itu, bagi siapa yang berpegang dengan pendapat  kewajiban menghadiri Jum’at telah gugur dari orang yang telah menghadiri shalat Ied –menurut kami lebih kuat- haruslah menunjukkan sikap menghormati kepada yang lain. Perbedaan ini jangan terlalu dibesar-besarkan. Apalagi dengan memamerkan pendapatnya dengan sengaja menunjukkan dirinya tidak Jum’atan. Terlebih pendapat Syaikh bin Bazz, kalau tetap ikut jum’atan maka itu lebih utama.

Ini juga berlaku bagi yang lebih memilih untuk shalat Jum’at. Harus dimaklumi, ada saudara mereka yang berpegang dengan pendapat tidak wajibnya menghadiri shalat Jum’at bagi yang sudah shalat Ied. Lebih-lebih mereka disibukkan dengan urusan hewan kurban dan pembagian daging. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Latest News
Mesir Buka Penyebrangan Rafah Gaza Selama 3 Hari

Mesir Buka Penyebrangan Rafah Gaza Selama 3 Hari

Sabtu, 18 Nov 2017 23:05

Laporan: Pejabat Saudi Akan Bebaskan Para Tahanan Terkenal Jika Serahkan 70 Persen Kekayaan

Laporan: Pejabat Saudi Akan Bebaskan Para Tahanan Terkenal Jika Serahkan 70 Persen Kekayaan

Sabtu, 18 Nov 2017 22:00

Baghdad Klaim Kehadiran IS Telah Berakhir di Irak

Baghdad Klaim Kehadiran IS Telah Berakhir di Irak

Sabtu, 18 Nov 2017 21:22

Rusia Kembali Veto Resolusi Senjata Kimia Suriah

Rusia Kembali Veto Resolusi Senjata Kimia Suriah

Sabtu, 18 Nov 2017 16:39

Al-Azhar dan Darul Iftaah Batasi Ulama yang Bisa Berfatwa di Televisi

Al-Azhar dan Darul Iftaah Batasi Ulama yang Bisa Berfatwa di Televisi

Sabtu, 18 Nov 2017 16:28

Kanada Desak Myanmar Laksanakan Resolusi PBB untuk Rakhine

Kanada Desak Myanmar Laksanakan Resolusi PBB untuk Rakhine

Sabtu, 18 Nov 2017 16:25

(Video) Jawaban Dubes Saudi Terkait Fatwa Mufti Saudi Hamas Teroris

(Video) Jawaban Dubes Saudi Terkait Fatwa Mufti Saudi Hamas Teroris

Sabtu, 18 Nov 2017 16:12

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Sabtu, 18 Nov 2017 10:42

Perjuangan Mahasiswa Tidak Akan Pernah Mati

Perjuangan Mahasiswa Tidak Akan Pernah Mati

Sabtu, 18 Nov 2017 10:41

Apa Hubungannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Meikarta?

Apa Hubungannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Meikarta?

Sabtu, 18 Nov 2017 10:11

Menyoal Penyederhanaan Listrik

Menyoal Penyederhanaan Listrik

Sabtu, 18 Nov 2017 09:33

Keadilan yang Hilang

Keadilan yang Hilang

Sabtu, 18 Nov 2017 08:14

Gejala Adanya Motif Lain dari Infrastruktur, Politisi: Saya Tak Curiga Nasionalismenya Jokowi, tapi

Gejala Adanya Motif Lain dari Infrastruktur, Politisi: Saya Tak Curiga Nasionalismenya Jokowi, tapi

Sabtu, 18 Nov 2017 08:11

Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Jum'at, 17 Nov 2017 22:13

Pengadilan Jerman Izinkan Maskapai Kuwait Airways Tolak Angkut Warga Israel

Pengadilan Jerman Izinkan Maskapai Kuwait Airways Tolak Angkut Warga Israel

Jum'at, 17 Nov 2017 21:00

Menimbang Dua Putusan Pengadilan Buni Yani dengan Ahok

Menimbang Dua Putusan Pengadilan Buni Yani dengan Ahok

Jum'at, 17 Nov 2017 20:30

Israel Luncurkan Aplikasi Smartphone Penghancuran Masjid Al-Aqsa, Menggantinya dengan Kuil Suci

Israel Luncurkan Aplikasi Smartphone Penghancuran Masjid Al-Aqsa, Menggantinya dengan Kuil Suci

Jum'at, 17 Nov 2017 20:17

Biaya Dipertanyakan, Proyek Ini Akhirnya Berpotensi Kuat Terganggu

Biaya Dipertanyakan, Proyek Ini Akhirnya Berpotensi Kuat Terganggu

Jum'at, 17 Nov 2017 20:13

MUI Tolak Aliran Kepercayaan Dicantumkan pada Kolom Agama KTP

MUI Tolak Aliran Kepercayaan Dicantumkan pada Kolom Agama KTP

Jum'at, 17 Nov 2017 19:24

Di Solo Ada Sekitar 11 Ribu Penghayat Aliran Kepercayaan, Pemkot Lakukan Pendataan Ulang

Di Solo Ada Sekitar 11 Ribu Penghayat Aliran Kepercayaan, Pemkot Lakukan Pendataan Ulang

Jum'at, 17 Nov 2017 18:54


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X