Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.980 views

Iedul Adha di Hari Jum'at, Bagaimana Hukum Hadiri Jum'atannya?

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Iedul Adha, 10 Dzulhijjah 1438 Hijriyah jatuh hari Jum’at –bertepatan dengan 01 September 2017-. Hari itu terkumpul dua hari raya. Pertama, shalat ied. Kedua, shalat Jum’at. Apa hukum menghadiri shalat Jum’at bagi yang sudah mengikuti shalat Iedul Adha?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah merinci pendapat-pendapat ulama tentang masalah ini.

Pertama, Jum’atan tetap wajib bagi orang yang telah hadiri shalat Ied.

Kedua, kewajiban jumatan gugur atas orang yang telah menghadiri shalat Ied dari orang-orang yang tinggal di lembah dan kampung terpencil.

Ketiga, orang yang telah menghadiri shalat Ied maka kewajiban Jum’atan gugur dari dirinya. Namun, imam masjid tetap wajib menegakkan shalat Jum’at agar shalat ini dihadiri oleh siapa saja yang ingin hadir dan orang yang tidak menghadiri shalat ied.

Syaikhul Islam memilih pendapat yang ketiga. Beliau menyatakan bahwa pendapat ini bersumber dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabatnya seperti Umar, Utsman, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Ibnu al-Zubair, dan selain mereka.

Maksud gugur kewajiban atas dirinya dari menghadiri shalat Jum’at adalah dirinya mendapat rukhsoh untuk tidak menghadiri shalat Jum’at karena telah hadiri shalat Ied. Kewajiban hadiri jum’atan gugur dari dirinya. Dia punya pilihan; antara menghadiri shalat Jum’at atau tidak.

Jika ia tidak menghadiri shalat Jum’at maka dia wajib melaksanakan shalat Dzuhur sesuai dengan keumuman dalil atas wajibnya shalat Dzuhur bagi yang tidak shalat Jum’at.

Sedangkan bagi Imam, dianjurkan agar tetap melaksanakan Shalat Jum'at bersama jamaah yang ingin mengerjakannya, baik mereka yang telah ikut Shalat Ied maupun yang tidak. Kacuali jika tidak ada orang yang berkumpul untuk melaksanakan Shalat Jum'at bersamanya, maka dia Shalat Dzuhur.

Pendapat ini didasarkan kepada dalil-dalil berikut ini:

Pertama, dari Iyas bin Abi Ramlah asy-Syaami, dia berkata: "Aku menyaksikan Mu'awiyah bertanya kepada Zaid bin Arqam: 'Apakah kamu pernah mengalami bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dua hari raya (Shalat Ied dan Shalat Jum'at,-red) yang berkumpul dalam satu hari?' Dia menjawab: 'ya.' Mu'awiyah bertanya, 'bagaimana beliau melakukan?.' Dia menjawab:

صّلَّى الْعِيْدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِي الْجُمُعَةِ، فَقَالَ: مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ

'Beliau shalat Ied lalu memberi rukhshah untuk jum'atnya.' Beliau bersabda: siapa yang mau shalat (Jum'at), maka hendaklah ia shalat'." (HR. Abu Dawuddan Imam Ahmad)

Imam al-Shan'ani dalam Subul al-Salam menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil pelaksanaan Shalat Jum'at setelah Shalat Ied adalah rukhshah (keringanan). Boleh dilaksanakan dan boleh juga ditinggalkan. Ini khusus bagi orang yang sudah melaksanakan Shalat Ied, bukan untuk orang yang tidak shalat."

Imam 'Atha berpendapat bahwa kewajiban shalat Jum'at gugur berdasarkan sabda Nabi di atas, "Siapa yang mau shalat (Jum'at), maka hendaklah ia shalat."

Kedua, dari Abu Hurairah Radliyallah 'Anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

قَدِ اجْتَمَعَ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عَيْدَانِ، فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ، وَإِنَّا مُجْمِعُوْنَ

Sungguh telah berkumpul pada harimu ini dua hari raya, maka siapa yang berkehendak (tidak jum’atan) maka telah mecukupinya dari (shalat) Jum’at, sedangkan kami adalah orang-orang yang shalat Jum’at.” (HR. Abu Dawud)

Maka hal itu menunjukkan atas rukhshah (keringanan) dalam berjum’at bagi orang yang telah shalat Ied pada hari itu. Dan diberitahukan tidak adanya rukhshah (keringanan) bagi Imam, karena sabdanya dalam hadits: وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ “Sedangkan kami adalah orang-orang yang Shalat Jum’at.

Ketiga, dari Al-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘Anhuma, "Bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca dalam Shalat Jum’at dan Ied dengan surat Sabbihis(Surat Al-A’la) dan Al-Ghasyiyah. Barangkali dua hari raya itu berkumpul dalam satu hari maka beliau membaca dua surat itu (Al-A’la dan Al-Ghasyiyah) dalam kedua Shalat (Ied dan Jum’at)."(HR. Muslim)

Keempat, dalam Majma' az-Zawaid wa Mamba' al-Fawaid, Bab fi al-Jum'ah Wa al-Ied Yakunaani fi Yaum (Bab: Jum'at dan Ied dalam satu hari),  Juz 2, hal. 230, Imam al-Haitsami  menyebutkan riwayat dari Ibnu Umar Radliyallah 'Anhuma, ia berkata: "Pada zaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah terjadi dua hari raya, Iedul Fitri dan Jum'at, dalam satu hari. Setelah selesai shalat Ied bersama para jama'ah, beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam menghadap ke mereka dan bersabda: 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ قَدْ أَصَبْتُمْ خَيْراً وَأَجْراً وَإِنَّا مُجَمِّعُوْنَ فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُجَمِّعَ مَعَنَا فَلْيُجَمِّعْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى أَهْلِهِ فَلْيَرْجِعْ

"Wahai sekalian manusia, kalian telah mendapatkan kebaikan dan pahala. Sesungguhnya kami melaksanakan shalat Jum'at. Maka barang siapa yang ingin shalat jum'at bersama kami hendaknya dia melaksanakan dan barang siapa yang ingin kembali kekeluarganya hendaknya dia pulang." (HR. Thabrani dalam al-Kabiir dari riwayat Ismail bin Ibrahim at-Turki, dari Ziyad bin Rasyid Abi Muhammad as-Sammaak).

Kelima, Lajnah Daimah juga memberi fatwa yang serupa, "Jika Ied jatuh pada hari Jum'at, maka gugurlah kewajiban menghadiri shalat Jum'at bagi orang yang sudah melaksanakan shalat Ied, kecuali Imam. Kewajiban Jum'at tidak gugur darinya. Kecuali tidak ada orang yang berkumpul untuk melaksanakan shalat Jum'at bersamanya." (Fatawa al-Lajnah ad-DaimahlilBuhuts al-'Ilmiyah, Bab: Hukm al-Jum'ahwaShalah al-Jum'ahYaum al-'Ied, Juz 10, hal. 164) Baca Link Fatwa: BilaHari Raya BertepatanDenganHariJumat?

Keenam, Syaikh bin Bazz Rahimahullah berkata, “Apabila Ied di hari Jum’at, bagi orang yang sudah menghadiri shalat Ied boleh shalat Jum’at atau shalat Dzuhur. Berdasarkan hadits dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam masalah ini. Telah ada keterangan shahih dari beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang telah memberikan rukhsoh dalam shalat Jum’at bagi orang yang sudah menghadiri shalat Ied. Beliau bersabda,  

اجتمع في يومكم هذا عيدان، فمن شهد العيد فلا جمعة عليه

“Telah berkumpul 2 hari raya di hari kalian ini. siapa yang sudah hadiri shalat Ied maka tidak ada kewajiban Jum’atan atasnya.”

Tetapi janganlah ia meninggalkan shalat Dzuhur. Yang paling utama ia shalat Jum’at bersama manusia. Jika ia tidak shalat Jum’at, maka ia shalat Dzuhur.

Sedangkan imam hendaknya tetap shalat Jum’at bersama dengan orang yang menghadiri Jum’atan apabila jumlah mereka tiga orang lebih; di antara mereka adalah imam itu. Jika  saja yang menghadiri shalat Jum’at maka keduanya shalat Dzuhur.” Selesai penjelasan dari Syaikh bin Bazz.

Kesimpulan

Tidak semua ulama sepakat bahwa siapa yang sudah menghadiri shalat Ied maka gugur kewajiban shalat Jum’at atasnya. Karena itu, bagi siapa yang berpegang dengan pendapat  kewajiban menghadiri Jum’at telah gugur dari orang yang telah menghadiri shalat Ied –menurut kami lebih kuat- haruslah menunjukkan sikap menghormati kepada yang lain. Perbedaan ini jangan terlalu dibesar-besarkan. Apalagi dengan memamerkan pendapatnya dengan sengaja menunjukkan dirinya tidak Jum’atan. Terlebih pendapat Syaikh bin Bazz, kalau tetap ikut jum’atan maka itu lebih utama.

Ini juga berlaku bagi yang lebih memilih untuk shalat Jum’at. Harus dimaklumi, ada saudara mereka yang berpegang dengan pendapat tidak wajibnya menghadiri shalat Jum’at bagi yang sudah shalat Ied. Lebih-lebih mereka disibukkan dengan urusan hewan kurban dan pembagian daging. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Refleksi 2017: Rezim Represif terhadap Gerakan dan Tokoh Kritis

Refleksi 2017: Rezim Represif terhadap Gerakan dan Tokoh Kritis

Rabu, 24 Jan 2018 14:52

[VIDEO] Ustadz Muhammad Setiawan: LGBT Tak Sesuai Fitrah Manusia

[VIDEO] Ustadz Muhammad Setiawan: LGBT Tak Sesuai Fitrah Manusia

Rabu, 24 Jan 2018 14:29

3 Wanita Asal Prancis yang Bergabung dengan Islamic State (IS) Terancam Hukuman Mati di Irak

3 Wanita Asal Prancis yang Bergabung dengan Islamic State (IS) Terancam Hukuman Mati di Irak

Rabu, 24 Jan 2018 13:45

PB PII Akan Gelar Rapimnas di Jakarta

PB PII Akan Gelar Rapimnas di Jakarta

Rabu, 24 Jan 2018 13:27

Panggil Saksi Persekusi UAS, Polri Diharap Percepat Pemberkasan

Panggil Saksi Persekusi UAS, Polri Diharap Percepat Pemberkasan

Rabu, 24 Jan 2018 13:19

Siapapun yang Menang dalam Pilgub Jatim, Tetap Sebagai Pengaman Pilpres 2019

Siapapun yang Menang dalam Pilgub Jatim, Tetap Sebagai Pengaman Pilpres 2019

Rabu, 24 Jan 2018 13:11

Ketua MPR Bisa jadi Sengaja Lempar Isu LGBT karena Ingin Melawan Arus

Ketua MPR Bisa jadi Sengaja Lempar Isu LGBT karena Ingin Melawan Arus

Rabu, 24 Jan 2018 12:11

Trump Berpihak ke Homo dan Lesbi, Putin Sebaliknya, Ka'ban: Bersikaplah, Jokowi

Trump Berpihak ke Homo dan Lesbi, Putin Sebaliknya, Ka'ban: Bersikaplah, Jokowi

Rabu, 24 Jan 2018 11:11

13 Juta vs 1,6 Milyar, Siapa yang Unggul?

13 Juta vs 1,6 Milyar, Siapa yang Unggul?

Rabu, 24 Jan 2018 10:10

Paska Diperiksa, Dahnil: Saya akan Lebih Keras Mengawasi Kinerja Polisi

Paska Diperiksa, Dahnil: Saya akan Lebih Keras Mengawasi Kinerja Polisi

Rabu, 24 Jan 2018 09:55

Anies Ajak Masyarakat Jakarta Lakukan Salat Gerhana Bulan Total

Anies Ajak Masyarakat Jakarta Lakukan Salat Gerhana Bulan Total

Rabu, 24 Jan 2018 08:55

Tahun Politik, Presidium Alumni 212: Setop Alergi Politik

Tahun Politik, Presidium Alumni 212: Setop Alergi Politik

Rabu, 24 Jan 2018 06:19

[VIDEO] Muhammadiyah Siap Advokasi Masyarakat Terdampak Limbah PT RUM

[VIDEO] Muhammadiyah Siap Advokasi Masyarakat Terdampak Limbah PT RUM

Rabu, 24 Jan 2018 05:52

Hijab; antara Fashion dan Panggung Politik

Hijab; antara Fashion dan Panggung Politik

Rabu, 24 Jan 2018 00:27

Jangan Ada (Cinta) Mantan di Antara Kita

Jangan Ada (Cinta) Mantan di Antara Kita

Selasa, 23 Jan 2018 23:51

Tingkatkan Semangat Belajar Islam, Puluhan Mahasiswa Ikuti Ngariung Dakwah

Tingkatkan Semangat Belajar Islam, Puluhan Mahasiswa Ikuti Ngariung Dakwah

Selasa, 23 Jan 2018 21:53

Masuk Radar Capres Demokrat: Pasangkanlah Anies dengan AHY

Masuk Radar Capres Demokrat: Pasangkanlah Anies dengan AHY

Selasa, 23 Jan 2018 21:51

Jika hanya Kaos, Sepeda, dan Sendal Jepit, Apa yang Dijanjikan Jokowi jika Ingin 2 Periode?

Jika hanya Kaos, Sepeda, dan Sendal Jepit, Apa yang Dijanjikan Jokowi jika Ingin 2 Periode?

Selasa, 23 Jan 2018 20:43

Bagi Warga yang Merasa Haknya Dirampas oleh Aturan Negara, Laporkan ke sini

Bagi Warga yang Merasa Haknya Dirampas oleh Aturan Negara, Laporkan ke sini

Selasa, 23 Jan 2018 15:57

Akan Banyak Turun ke Jalan Peringati Runtuhnya Orba, Fahri Usulkan Amandemen UUD Lagi

Akan Banyak Turun ke Jalan Peringati Runtuhnya Orba, Fahri Usulkan Amandemen UUD Lagi

Selasa, 23 Jan 2018 14:57


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X