Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
46.812 views

Heboh!! VCD 'Gus Dur Dibaptis Pendeta' Diputar di Surabaya

SURABAYA (voa-islam.com) – Di tengah perjuangan para pengagum mendiang mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk menjadikannya sebagai Pahlawan Nasional, muncul dinamika dari para penentang Gus Dur. Isu agama menjadi pemicunya.

Di Jawa Timur, daerah basis massa Nahdiyin, VCD "Pembaptisan Gus Dur oleh Pendeta" diputar dalam sebuah kajian keagamaan di pusat kota Surabaya.

Namun kebenaran video itu dibantah oleh pengasuh Pesantren Mahasiswa An Nur, Wonocolo, Surabaya, KH Imam Ghozali Said. Hal itu dikemukakan menanggapi pengakuan aktivis masjid yang hampir mempercayai video itu karena ada alkitab di atas kepala Gus Dur.

Menurut Ghozali yang juga dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, acara yang disebut dengan pembaptisan itu terjadi di sebuah stadion olah raga.

"Gus Dur saat itu dipanggil seorang pendeta untuk didoakan, tapi Gus Dur tidak melihat apa yang terjadi bila ada kegiatan yang mirip pembaptisan. Kalau Gus Dur dekat dengan kalangan non-muslim memang begitu adanya, tapi Gus Dur membantah bila ada pembaptisan itu. Kalau ada kegiatan mirip pembaptisan, maka Gus Dur tidak melihatnya," katanya.

"Kalau Gus Dur dekat dengan kalangan nonmuslim memang begitu adanya, tapi Gus Dur membantah bila ada pembaptisan itu. Kalau ada kegiatan mirip pembaptisan, maka Gus Dur tidak melihatnya," imbuhnya.

Oleh karena itu, katanya, kasus pembaptisan itu tidak selayaknya dipersoalkan lagi ketika Gus Dur sudah meninggal dunia.

Bukan dibaptis, tapi pemberkatan "dalam nama Yesus" supaya matanya bisa melihat kembali

Sebenarnya, VCD Gus Dur yang disebut-sebut sebagai VCD pembaptisan itu kurang tepat, karena memang bukan acara pembaptisan. Kasus video ’Gus Dur Dibaptis’ ini beredar sejak tujuh tahun silam.

Menjelang disahkannya RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pada tanggal 12-16 Mei 2003 umat Kristiani mengadakan National Prayer Conference (NPC) dengan tema “Indonesiaku, Kesatuan Umat Menuju Transformasi Bangsa” di Istora Senayan, Jakarta. Salah satu pembicara dalam acara tersebut adalah Gus Dur, bekas presiden RI. Rekaman pidato Gus Dur dalam acara tersebut beredar luas ke masyarakat dan menghebohkan media.

Dalam VCD yang ada di redaksi voa-islam.com, seperti kebiasaan dan ciri khasnya, di tengah pertarungan aspirasi umat Islam dan Kristiani soal pro-kontra RUU Sisdiknas, Gus Dur dalam pidatonya mendukung aspirasi Kristen. Saat dukungan itu terlontar dari mulut Gus Dur, seluruh jemaat Kristiani serempak bertepuk tangan riuh memberikan aplaus dengan wajah-wajah penuh suka cita.

..Gus Dur dalam pidatonya mendukung aspirasi Kristen. Saat dukungan itu terlontar dari mulut Gus Dur, seluruh jemaat Kristiani serempak bertepuk tangan riuh memberikan aplaus dengan wajah-wajah sumringah...

Kurang jelas di mana posisi i'tiqad Gus Dur pada malam itu, karena dia memakai kata ganti (pronomina) “kita” untuk menyebut dirinya dan jemaat Kristen yang hadir. Sedangkan untuk umat Islam yang memperjuangkan RUU Sisdiknas (yang tidak hadir dalam acara), Gus Dur memakai kata ganti “mereka.” Dan Gus Dur menilai umat Islam sebagai orang yang "belum mengerti" dan berada di "jalan yang salah" sehingga harus didoakan supaya kembali ke jalan yang benar.

“Merekalah yang harus kita didik kembali. Mereka bukan musuh kita. Mereka telah melakukan apa yang telah diperbuat karena mereka tidak tahu. Karena itu, kita yang mengetahui hal ini harus mengerti benar bagaimana mendidik kembali saudara-saudara kita… Saya harapkan anda semua memanjatkan doa kepada Tuhan, agar saudara-saudara kita yang belum mengerti itu kembali ke jalan yang benar,” kata Gus Dur.

Usai memberikan pidato, moderator minta izin kepada Gus Dur untuk mendoakannya (tentunya doa kristiani dalam nama Yesus). Gus Dur menjawab dengan anggukan kepala tanda bahwa dia setuju. Lalu, dengan penuh semangat, MC mengatakan bahwa lebih dari sepuluh ribu pendeta, hamba Tuhan dan umat Kristiani akan berdoa memberkati Gus Dur sebagai “Bapak Bangsa.”

..Usai memberikan pidato, moderator minta izin kepada Gus Dur untuk mendoakannya --tentunya doa kristiani dalam nama Yesus. Gus Dur menjawab dengan anggukan kepala tanda bahwa dia setuju...

Pendeta Sudi Darma kemudian memulai memimpin doa dengan mengangkat tangannya ke atas kepala Gus Dur seolah memberikan berkat dan kekuatan kepada Gus Dur. Seluruh Jemaat pun mengiringi doa dengan berdiri sambil mengangkat tangan kanan dan mengarahkan telapak kanan ke arah Gus Dur, seolah-olah sedang memberikan suatu mukjizat kepada Gus Dur.

Pendeta Sudidarma pun memberkati Gus Dur dalam nama Yesus:

“Halleluyah. Allah Bapak yang bertahta di dalam kerajaan sorga. Pada malam ini kami bawa, Tuhan, Gus Dur ke dalam tanganmu. Kami mohon berkatmu atasnya, ya, Tuhan… Berkati Gus Dur, Tuhan, dalam segala kegiatannya hari-hari ini. Berkati kesehatannya… Tuhan, bukan lagi matahari yang menjadi penerang baginya. Tapi Engkau sendiri yang menjadi penerang abadi baginya, Tuhan… Kami minta belas kasihmu atas hamba-Mu ini. Berkat-Mu turun atasnya, Tuhan. Terima kasih Tuhan. Berkatmu atas Gus Dur. Terima kasih Bapak. Kami berdoa kepada Allah yang menjadikan langit dan bumi, Allah yang kami puji dan kami sembah di dalam nama Kristus Yesus. Halleluyah. Amen!!

Sampai di sini, dalam VCD tersebut Gus Dur tak terlihat protes, keberatan maupun tidak setuju dengan ritual Doa dalam Nama Yesus. Gus Dur nampak khidmat mengikuti ritual berikutnya.

Pemberkatan dan penyembuhan mata Gus Dur dalam nama Yesus kemudian dilanjutkan oleh Rev. Cindy Jacob, pendeta wanita asal Amerika. Cindy pun berdoa dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan oleh seorang pendeta.

Sebelum berdoa, Cindy berceramah singkat: “Kita tahu bahwa Yesus adalah penyembuh yang terbesar yang pernah hidup di atas muka bumi ini. Jadi, sesuai dengan apa yang kita percayai dalam Alkitab, kita akan menumpangkan tangan kita kepada Gus Dur. Kita akan minta Tuhan Yesus lakukan mukjizatnya sekali lagi malam ini. Kita akan minta Tuhan melindungi hidupnya.”

Kemudian Cindy berdoa: “Bapak di dalam nama Yesus. Kami minta Engkau menyembuhkan mata Gus Dur. Kami minta mulai hari ini matanya mulai tersembuhkan. Buka matanya, Tuhan. Bapak kami berdoa di dalam nama Yesus. Mulai hari ini, Tuhan. Engkau mulai membuka matanya dan lakukan mukjizat-Mu di dalam nama Yesus. Amen.” Usai berdoa, Cindy menumpangkan tangannya ke atas pundak Gus Dur yang diiringi penutup oleh MC: “Tepuk tangan buat Bapak di surga.” Seluruh jemaat bertepuk tangan seolah menanti mukjizat penyembuhan atas kedua mata Gus Dur yang sudah buta.

Ternyata, usai acara, Gus Dur tetap tidak terbuka matanya. Bukan mukjizat penyembuhan dalam nama Yesus yang datang kepadanya, melainkan dua orang berbadan besar datang menuntun Gus Dur sambil memberikan tongkat kepadanya.

..Kita tahu bahwa Yesus adalah penyembuh yang terbesar. Jadi, sesuai dengan apa yang kita percayai dalam Alkitab, kita akan menumpangkan tangan kita kepada Gus Dur. Kita akan minta Tuhan Yesus lakukan mukjizatnya...

Bukan yang pertama dan satu-satunya

VCD rekaman Gus di gereja itu bukan yang pertama dan satu-satunya. Sebelumnya, ketika masih menjabat sebagai Presiden RI, Gus Dur tampil satu mimbar bersama Rev. Morris Cerullo, pendeta Yahudi-Amerika, dalam acara Kebaktian Kebangunan  Rohani (KKR) di Stadion Utama Senayan (28-29/6/1999).

Gus Dur tidak sendiri hadir dalam acara ini, tapi didampingi istrinya, Sinta Nuriya yang hadir dengan penampilan khas, berkerudung di atas kursi rodanya.

Dalam pidatonya, Gus Dur mengajak audiens untuk meneladani ajaran kasih sayang dan kesabaran Yesus Kristus. Usai berpidato, Gus Dur yang mengalami cacat mata dan istrinya yang mengalami cacat kelumpuhan, didoakan oleh Pendeta Morris Cerullo dan semua jemaat yang hadir. Ia berdoa dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan oleh seorang pendeta Indonesia:

”Tuhan, berkati Presiden Gus Dur. Tuhan, berkati Ibu Negara, Ibu Nuriya. Semua yang percaya katakan Amen. Dan berikan tepuk tangan yang mulia bagi kemuliaan Tuhan. Orang-orang buta melihat, orang-orang tuli mendengar, orang-orang lumpuh berjalan.”

Usai doa kristiani yang dipimpin oleh pendeta luar negeri dan diaminkan oleh ribuan jemaat itu, Gus Dur meninggalkan acara dengan dituntun oleh sang ajudan, diikuti istrinya yang duduk di kursi roda, didorong oleh ajudan.

..Dalam acara Natal Nasional yang disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi nasional itu, Gus Dur menyatakan bahwa semua penafsiran Al-Qur’an menyatakan bahwa Sang Juru Selamat adlah Isa Almasih (Yesus Kristus)...

Enam bulan berikutnya, tepatnya tanggal 27 Desember 1999, Gus Dur kembali mengeluarkan pernyataan kontroversi. Dalam acara Natal Nasional yang disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi nasional itu, Gus Dur menyatakan bahwa semua penafsiran Al-Qur’an menyatakan bahwa Sang Juru Selamat adalah Isa Almasih (Yesus Kristus). Sayangnya, pernyataan ini tak bisa ditanggapi secara ilmiah karena Gus Dur tidak menyebutkan satu ayat pun yang dimaksudnya, dan tidak menyebut kitab tafsir mana yang dibacanya.

Sebagai seorang kiyai besar, kesediaan Gus Dur untuk mengikuti ritual kristiani untuk pemberkatan dan penyembuhan mata dalam nama Yesus, memang tidak bisa dibenarkan dalam kacamata aqidah. Demikian pula, pernyataan Gus Dur bahwa satu-satunya Sang Juru Selamat adalah Isa Almasih (Yesus Kristus), sama sekali tidak bisa dibenarkan, karena tak ada ayat yang mendukungnya.

Fakta-fakta tersebut hendaknya digarisbawahi oleh para pengagum Gus Dur. Apakah layak orang yang amalannya seperti itu dikultuskan? [taz/dari berbagai sumber]

Baca berita terkait:

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Saat sang suami di-phk karena sakit jiwa, ia menjadi buruh cuci pakaian dengan gaji satu juta rupiah perbulan. Susah payah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, dan pengobatan...

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

Untuk meningkatkan pelayanan dakwah dan infaq, IDC merubah nomor layanan ummat. Semoga komunikasi Admin IDC dengan para donatur, relasi dan klien IDC tidak tersendat...

Latest News
Lindsay Lohan dan Hikmah dari Rumor tentang Keislamannya

Lindsay Lohan dan Hikmah dari Rumor tentang Keislamannya

Rabu, 18 Jan 2017 23:50

Kriminalisasi Terhadap Ulama adalah Pelecehan Terhadap Islam

Kriminalisasi Terhadap Ulama adalah Pelecehan Terhadap Islam

Rabu, 18 Jan 2017 23:00

37 Milisi Pro-Pemerintah Mali Tewas dalam Serangan Bom Jibaku di Kamp Militer di Gao

37 Milisi Pro-Pemerintah Mali Tewas dalam Serangan Bom Jibaku di Kamp Militer di Gao

Rabu, 18 Jan 2017 21:30

Dokter Pakistan yang Bantu AS Temukan Syaikh Usamah Tidak Akan Dibebaskan dari Penjara

Dokter Pakistan yang Bantu AS Temukan Syaikh Usamah Tidak Akan Dibebaskan dari Penjara

Rabu, 18 Jan 2017 20:35

Framing Anti-Ahok Sebagai Intoleran, MUI: Media Lakukan Kekerasan Verbal

Framing Anti-Ahok Sebagai Intoleran, MUI: Media Lakukan Kekerasan Verbal

Rabu, 18 Jan 2017 19:37

Din Syamsuddin: Umat Islam Selalu Dipojokkan, Berbahaya Bagi Ketahanan Nasional

Din Syamsuddin: Umat Islam Selalu Dipojokkan, Berbahaya Bagi Ketahanan Nasional

Rabu, 18 Jan 2017 18:23

Soal Isu Hoax, Rocky Gerung: Rezim Sedang Panik

Soal Isu Hoax, Rocky Gerung: Rezim Sedang Panik

Rabu, 18 Jan 2017 17:49

Anggota DPR: Lima Kali Pergantian Presiden, Fatwa MUI Tidak Pernah Dipersoalkan Pemerintah

Anggota DPR: Lima Kali Pergantian Presiden, Fatwa MUI Tidak Pernah Dipersoalkan Pemerintah

Rabu, 18 Jan 2017 16:32

Dalam Sehari Pejuang Oposisi dan Islamic State (IS) Tewaskan 5 Jenderal Assad di 2 Front Terpisah

Dalam Sehari Pejuang Oposisi dan Islamic State (IS) Tewaskan 5 Jenderal Assad di 2 Front Terpisah

Rabu, 18 Jan 2017 16:15

Habib Rizieq: Ada Gerakan Siluman untuk Kriminalisasi Petinggi GNPF-MUI

Habib Rizieq: Ada Gerakan Siluman untuk Kriminalisasi Petinggi GNPF-MUI

Rabu, 18 Jan 2017 15:40

Guru Sekolah di Idlib Suriah Jadikan Peti Bekas Tempat Roket jadi Meja Belajar

Guru Sekolah di Idlib Suriah Jadikan Peti Bekas Tempat Roket jadi Meja Belajar

Rabu, 18 Jan 2017 15:00

Kompolnas Imbau Kapolda Jawa Barat Keluar dari GMBI

Kompolnas Imbau Kapolda Jawa Barat Keluar dari GMBI

Rabu, 18 Jan 2017 14:14

Salah Ketik Laporan, Polisi Dicecar Hakim dan Jaksa dalam Sidang Kasus Penodaan Agama

Salah Ketik Laporan, Polisi Dicecar Hakim dan Jaksa dalam Sidang Kasus Penodaan Agama

Rabu, 18 Jan 2017 13:13

Kelompok Fatah dan Hamas Sepakat Bentuk Pemerintah Persatuan Palestina

Kelompok Fatah dan Hamas Sepakat Bentuk Pemerintah Persatuan Palestina

Rabu, 18 Jan 2017 12:31

Pemerintahan Jokowi Alergi dengan Demonstrasi? Ini Kata Wiranto

Pemerintahan Jokowi Alergi dengan Demonstrasi? Ini Kata Wiranto

Rabu, 18 Jan 2017 12:11

Belum Membaca tapi Jokowi Sudah Menganggap Buku ?Jokowi Undercover? Tidak Ilmiah

Belum Membaca tapi Jokowi Sudah Menganggap Buku ?Jokowi Undercover? Tidak Ilmiah

Rabu, 18 Jan 2017 10:11

Sekjen FUI Pertanyakan Hubungan GMBI, Kapolda Jabar dengan Sukmawati

Sekjen FUI Pertanyakan Hubungan GMBI, Kapolda Jabar dengan Sukmawati

Rabu, 18 Jan 2017 08:42

Karena Hukum, Keberagaman dan Pancasila dalam Kondisi Darurat

Karena Hukum, Keberagaman dan Pancasila dalam Kondisi Darurat

Rabu, 18 Jan 2017 08:11

Sebut Fatwa MUI Potensi Picu Gangguan Keamanan, Kapolri Dinilai Tak Paham Sejarah MUI

Sebut Fatwa MUI Potensi Picu Gangguan Keamanan, Kapolri Dinilai Tak Paham Sejarah MUI

Rabu, 18 Jan 2017 06:26

Mengapa Wapres JK Himbau Pesantren untuk Toleransi?

Mengapa Wapres JK Himbau Pesantren untuk Toleransi?

Rabu, 18 Jan 2017 06:11


Must Read!
X

Senin, 16/01/2017 20:40

Ketika Ilmu Semakin Bertambah