Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.729 views

Laporan Deradikalisasi SETARA Institute adalah Ilusi Kosong

JAKARTA (voa-islam.com) – Fitnah SETARA Institute berkedok riset deradikalisasi terus bergulir. Ormas-ormas Islam yang terfitnah merapatkan barisan menghadapi riset bodong yang mengadu domba antar ormas Islam.

Para pimpinan dari berbagai ormas Islam berkumpul di Sekretariat Forum Umat Islam (FUI) Jakarta, Rabu siang (12/1/2011) untuk menghadiri rapat bulanan FUI. Hadir dalam rapat rutin tersebut antara lain: KH Muhammad Al-Khaththath (Sekjen FUI), KH Kholil Ridwan (Ketua MUI Pusat), Ahmad Soemargono (KISDI), Zahir Khan (DDII), Munarman (An-Nashr Institute), Jafar Shiddiq (FPI), Joserizal (Mer-C), Amin Djamaludin (Ketua LPPI), Nurdiati Akma (FORSAP: Forum Silaturahmi Antar Pengajian), Nurni Akma (PP Aisyah), dan para pimpinan ormas Islam lainnya.

Berbeda dengan agenda pertemuan bulanan sebelumnya, pertemuan rutin kali ini secara khusus membahas sekaligus merespon hasil riset ‘karangan’ LSM Liberal SETARA Institute yang dirilis tanggal 22 Desember 2010 silam.

Dalam laporan riset berjudul “Radikalisme Agama di Jabodetabek dan Jawa Barat: Implikasinya terhadap Jaminan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan” tersebut, SETARA Institut menyematkan cap radikal dan intoleran terhadap ormas-ormas Islam. Sebut saja seperti: FUI (Forum Umat Islam), FPI (Front Pembela Islam), GARIS (Gerakan Reformasi Islam), FAPB (Front Anti Pemurtadan Bekasi), FUI (Forum Ukhuwah Islamiyah) Cirebon, Tholiban, DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), dan sejumlah majelis taklim lainnnya.

Ditemui voa-islam di sela-sela rapat bulanan tersebut, para pimpinan ormas Islam yang disebut, mengecam keras “penelitian” SETARA Institute yang memberi cap buruk  atau stigmatisasi  terhadap sejumlah ormas Islam dengan sebutan radikal, intoleransi, bahkan teroris. Selain merasa tidak pernah diwawancara ataupun konfirmasi, pimpinan ormas Islam yang dibidik SETARA Institute itu menilai, riset dibuat asal-asalan, tidak valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.  

Ketua MUI KH Kholil Ridwan mengatakan, saat ini umat Islam lemah dalam melancarkan perang opini menghadapi komunitas islamphobi. Kiyai Kholil mengingatkan, umat Islam jangan diam saja ketika disudutkan, supaya tidak selamanya menjadi pecundang. Ia menyontohkan kasus Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. “Kita harus melakukan pembelaan terhadap saudara perjuangan yang terzalimi. Jangan pernah takut bicara, apalagi takut dianggap terlibat sebagai bagian dari teroris,” tegasnya.

“Opini harus dilawan dengan opini. Jangan dilawan dengan bom. Ada baiknya, kita membuat perlawanan serupa, seperti membuat buku mengungkap tokoh-tokoh liberal dan pemikiran sesatnya. Sebelumnya  ada buku yang mengupas tuntas 50 tokoh liberal. Harusnya ada buku jilid II nya. Kan sekarang banyak wajah baru bermunculan.  Bila perlu, kita susun daftar 100 orang munafiqin, biar umat tahu,” tandas Pimpinan Ponpes Al Husnayain, Jakarta Timur.

Meski namanya disebut-sebut dalam riset bodong SETARA Institute, kiyai yang juga Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI), tidak terpancing emosi. Sambil tersenyum, Kiyai Kholil malah bersyukur namanya tertera dalam penelitian SETARA Institute. “Alhamdulillah nama saya disebut. Saya mengimbau, agar umat Islam yang tergabung di berbagai ormas Islam kembali merapatkan barisan untuk menghadapi musuh-musuh Islam,” ujarnya.

KH Muhammad Al Khaththath menambahkan, SETARA Institute jelas tidak Pancasilais. Mereka malah mentolerir berkembangnya aliran sesat, mendukung  kemaksiatan merajalela, membiarkan pelanggaran-pelanggaran terhadap peraturan pemerintah soal rumah ibadah. Membiarkan kemaksiatan sama saja membiarkan para koruptor.

“SETARA Institute dan konco-konconya sesama Sepilis ingin membuat makar terhadap FUI untuk dibubarkan. Mereka takut dengan FUI yang punya kekuatan besar menggalang persatuan umat Islam. Tapi saya yakin makar Allah jauh lebih dahsyat untuk menghancurkan rencana mereka,” tutupnya.

Senada itu, Ahmad Soemargono menyebut SETARA Institute telah menyebarkan informasi tidak benar. Apa yang diungkap dalam laporannya, adalah bagian dari proyek deradikalisasi. “Bahkan bisa saja ini merupakan skenario jaringan Zionis internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Munarman menilai laporan SETARA Institute yang diklaim Hendardi sebagai penelitian itu tak lebih hanyalah ilusi atau khayalan saja. Laporan ini bukan hasil karya murni seorang Hendardi, melainkan didesain oleh jaringan Zionis internasional.

“Isu yang digulirkan SETARA Institute didesain seperti dokumen Rand Corporation yang merupakan jaringan Zionis international,” tegas Munarman yang juga menjabat Ketua Bidang Nahi Munkar DPP FPI itu. [taz/desastian]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Sampaikan Informasi BIN, Mahfud MD: Wahdah Islamiyah Ormas yang Setia kepada NKRI

Sampaikan Informasi BIN, Mahfud MD: Wahdah Islamiyah Ormas yang Setia kepada NKRI

Sabtu, 20 Aug 2022 10:06

Australia Kecewa Indonesia Kurangi Hukuman Pelaku Bom Bali

Australia Kecewa Indonesia Kurangi Hukuman Pelaku Bom Bali

Jum'at, 19 Aug 2022 18:00

Supermodel Bella Hadid Sering Kehilangan Pekerjaan Karena Dukungannya Terhadap Palestina

Supermodel Bella Hadid Sering Kehilangan Pekerjaan Karena Dukungannya Terhadap Palestina

Jum'at, 19 Aug 2022 17:00

Seorang Remaja Israel Terancam Dipenjara Karena Menolak Ikut Wajib Militer

Seorang Remaja Israel Terancam Dipenjara Karena Menolak Ikut Wajib Militer

Jum'at, 19 Aug 2022 10:07

Legislator: Reformasi Fiskal Belum Terlihat Hasil

Legislator: Reformasi Fiskal Belum Terlihat Hasil

Jum'at, 19 Aug 2022 08:16

 Partai Gelora Ingatkan Pentingnya Tegak Negara Hukum dan Supremasi Hukum

Partai Gelora Ingatkan Pentingnya Tegak Negara Hukum dan Supremasi Hukum

Jum'at, 19 Aug 2022 07:50

Khotbah Jumat: Kemenangan Hanya Milik Allah SWT

Khotbah Jumat: Kemenangan Hanya Milik Allah SWT

Jum'at, 19 Aug 2022 07:04

Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan, Anies Gratiskan PBB Rumah NJOP Dibawah Rp2 Miliar

Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan, Anies Gratiskan PBB Rumah NJOP Dibawah Rp2 Miliar

Jum'at, 19 Aug 2022 06:55

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

UBN Pimpin Upacara Kemerdekaan di Purwakarta

UBN Pimpin Upacara Kemerdekaan di Purwakarta

Kamis, 18 Aug 2022 14:14

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30


MUI

Must Read!
X