Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
12.693 views

Waspada! NII KW IX Masih Mencari Mangsa Untuk Diperas

Jakarta (voa-islam.com) - Beriman, berhijrah dan berjihad adalah tahap-tahap perekrutan di NII. Jihad di kelompok ini berarti harus siap mencari orang dan uang. Demikian doktrin cuci otak bagi para korban NII (Negara Islam Indonesia) yang sejatinya sangat tidak islami dan terus menerus mejadi musuh dalam selimut yang tak pernah tuntas.

Anehnya Pemerintah seakan tak bergeming menyelesaikannya, sudah berapa kali Indonesia berganti pemimpin, namun NII juga sekte sesat seperti JIL (Jaringan (Non) Islam Liberal), LDII, Ahmadiyah dan lainnya tak pernah tuntas diberantas. Apalagi harus menunggu kerja Densus 88, rasanya mereka hanya mengejar target pesanan AS, Australia, maupun kaki tangan Yahudi Lainnya. Tak salah sering disentil sebagai pengawal kepentingan penguasa dan ada yang berseloroh Densus 88 menjadi agen tukang bikin pengalihan isu.

Kasus terbaru adalah terungkapnya kasus Laila Febriani alias Lian, pegawai honorer Departemen Perhubungan, yang terdampar dua hari di Masjid At Ta'awun dikawasan Puncak Pas, Bogor. Ketika ditemukan, Lian sudah terdoktrin dan hilang ingatan, bahkan ia sudah merubah gaya berpakaiannya menjadi Jilbab Lebar dan bercadar yang sesungguhnya jauh dari gaya busananya sehari-hari. Dibalik kasus ini terkesan untuk memojokkan citra berbusana pakaian muslimah dengan kain jilbab yang lebar dan bercadar. Tak hanya itu, Lian menyebut banyak pria berjenggot tebal diantara mereka. Haha, lagi-lagi ada character assasination lagi yang memojokkan Islam. Baca Selengkapnya disini.

"Kalau seseorang sudah dibaiat menjadi anggota NII mereka harus berjihad untuk NII. Jihad yang dimaksud ya cari uang dan cari orang."

Umat Islam kini hanya bisa berharap pada aksi massa dan bantuan dari Tim Rehabilitasi NII Crisis Center. Ketua Tim Rehabilitasi NII Crisis Center Sukanto menandaskan "Kalau seseorang sudah dibaiat menjadi anggota NII mereka harus berjihad untuk NII. Jihad yang dimaksud ya cari uang dan cari orang." Penjelasan Sukanto bisa Anda baca disini.

NII Crisis Center adalah tempat untuk mencari informasi dan rehabilitasi oleh orang-orang yang pernah dicuci otak oleh jaringan Komandemen Wilayah (KW) 9 NII (NII memiliki 10 KW, sedangkan KW 9 beroperasi di Jabodetabek). Forum ini didirikan oleh sejumlah mantan anggota NII.

Sukanto menegaskan, setiap anggota NII diwajibkan merekrut sejumlah orang setiap bulannya. Belum lagi target uang yang harus disetor setiap anggota kepada masing-masing kepala desa. Berapa jumlahnya, bervariasi.

"Karena ketatnya target orang dan uang yang harus disetor, maka para anggota itu harus bolos kerja dan kuliahnya. Jadi ya kehidupan dia jadi berantakan dan mereka seakan tidak menyadari itu," kata pria yang pernah menjabat sebagai salah satu camat di NII ini. Sekadar diketahui, NII memiliki struktur seperti negara yang memiliki jabatan ketua RT, lurah, camat, hingga presiden.

Sukanto mengatakan, karena tekanan 'jihad' palsu  ini, banyak anggota yang sebenarnya merasa tidak kuat. Namun mereka seperti tidak memiliki keberanian untuk meninggalkan komunitas atau jaringan tersebut. Bahkan ada yang mengaku ada saudaranya yang anggota TNI agar ia bisa lepas dari teror dan kejaran anggota NII KX IX yang lain.

Seorang mahasiswa sahabat jurnalis voa-islam bahkan sempat meninggalkan kuliahnya karena dipaksa menjadi seorang pengemis di lampu merah demi mengumpulkan uang untuk disetorkan kepada NII kW IX ini, namun Allah menyelamatkannya dan mampu melepaskan diri dari jerat sesat NII KX IX ini. Menurut penturuan beliau, uang yang terkumpul dicurigai mengarah kepada pesantren Az Zaitun di Indramayu yang memang terkenal kontroversial dan dekat dengan mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono.

"Mereka itu setiap hari harus lapor kepada atasannya, kalau sampai sehari saja tidak, mereka akan dicari. Ke mana pun, sampai ketemu," katanya.

MUI sendiri telah merilis sikapnya terkait NII, selengkapnya baca disini. Penyimpangan terjadi ketika masa pimpinan Abu Toto alias alias Abu Toto Syekh Panjigumilang (yang juga Syekh Ma’had Al-Zaitun, Desa Gantar, Indramayu, Jawa Barat). Gerakan ini mencari mangsa dengan jalan setiap jamaah diwajibkan mencari satu orang tiap harinya untuk dibawa tilawah. Lalu diarahkan agar hijrah dan berbaiat sebagai anggota NII. Karena dengan baiat maka seseorang terhapus dari dosa masa lalu, tersucikan diri, dan menjadi ahli surga. Untuk itu peserta ini harus mengeluarkan shadaqah hijrah yang besarnya tergantung dosa yang dilakukan. Anggota NII di Jakarta saja, saat ini diperkirakan 120.000 orang yang aktif.

Foto Abu TOTO

Ia mengubah beberapa ketetapan-ketetapan Komandemen yang termuat dalam kitab PDB (Pedoman Dharma Bakti) seperti menggantikan makna fai’ dan ghanimah yang tadinya bermakna harta rampasan dari musuh ketika terjadi peperangan (fisik), tetapi oleh Abu Toto diartikan sama saja, baik perang fisik maupun tidak. Artinya, harta orang selain NII boleh dirampas dan dianggap halal. Pemahaman ini tidak dicetuskan dalam bentuk ketetapan syura (musyawarah KW IX) dan juga tidak secara tertulis, namun didoktrinkan kepada jamaahnya. Sehingga jamaahnya banyak yang mencuri, merampok, dan menipu, namun menganggapnya sebagai ibadah, karena sudah diinstruksikan oleh ‘negara’.

Kesesatan NII KW IX juga terjadi dalam hal shalat, dalam Kitab Undang-undang Dasar NII diwajibkan shalat fardhu 5 waktu, namun perkembangannya, dengan pemahaman teori kondisi perang, maka shalat bisa dirapel. Artinya, dari mulai shalat zuhur sampai dengan shalat subuh dilakukan dalam satu waktu, masing-masing hanya satu rakaat. Ini doktrin Abu Toto dari tahun 2000-an.
Mengenai puasa, mereka mengamalkan hadits tentang mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka dengan cara, sudah terbit matahari pun masih boleh sahur, sedang jam 5 sore sudah boleh berbuka. Alasannya dalil hadits tersebut.

Kesesatan NII KW IX juga terjadi dalam hal shalat, dalam Kitab Undang-undang Dasar NII diwajibkan shalat fardhu 5 waktu, maka shalat bisa dirapel. Aneh

Bagi ada saudara atau kerabat anda yang masih terjerat mangsa dan teror NII KW IX ini segera laporkan kepada MUI, Depag atau aparat Kepolisian agar segera mendapat pertolongan dari jerat "Jihad Palsu" ala NII KW IX. Waspadalah. [desvant]

MUI Menerima Konsultasi & Advokasi :

(d5vn2/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Selasa, 20 Oct 2020 09:33

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Selasa, 20 Oct 2020 07:02

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Senin, 19 Oct 2020 20:05

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Senin, 19 Oct 2020 16:45

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Senin, 19 Oct 2020 15:35

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

Senin, 19 Oct 2020 14:20

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Senin, 19 Oct 2020 14:15

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Senin, 19 Oct 2020 12:10

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Senin, 19 Oct 2020 10:36

PKM Unpam Berikan Pelatihan Skil kepada Guru TPQ

PKM Unpam Berikan Pelatihan Skil kepada Guru TPQ

Senin, 19 Oct 2020 09:35

Bagaimana Meminta Maaf kepada Orang Telah Wafat

Bagaimana Meminta Maaf kepada Orang Telah Wafat

Senin, 19 Oct 2020 09:23

PA 212 Gelar Musyawarah Provinsi Jawa Tengah

PA 212 Gelar Musyawarah Provinsi Jawa Tengah

Senin, 19 Oct 2020 09:17

Empati Berlebihan Syafiq Hasyim kepada Umat Kristen

Empati Berlebihan Syafiq Hasyim kepada Umat Kristen

Senin, 19 Oct 2020 08:44

Komisi VI DPR Aceh Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh

Komisi VI DPR Aceh Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh

Ahad, 18 Oct 2020 23:55

Analisis: Demokrat dan PKS Tuai Citra Positif

Analisis: Demokrat dan PKS Tuai Citra Positif

Ahad, 18 Oct 2020 22:49

Legislator PKS Sebut UU Cipta Kerja Rusak Esensi Sertifikasi Halal

Legislator PKS Sebut UU Cipta Kerja Rusak Esensi Sertifikasi Halal

Ahad, 18 Oct 2020 22:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X