Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
6.568 views

Zainal Muttaqin (Eks Pemred Sabili): Media Islam Bukan Milik Kelompok

Jakarta (voa-islam) - Saat dijumpai voa-islam dalam acara Halal Bi Halal dan Silaturahim dengan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) di Bekasi, praktisi media Islam, Zaenal Muttaqin, yang juga mantan Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Sabili, bicara banyak soal masa depan media Islam dan nasib majalah Sabili yang telah mendekati ajalnya itu.

Bicara prospek media Islam ke depan, menurut Zaenal Muttaqin, masih sangat bagus dan berpeluang besar. Terlebih, dalam 20 tahun terakhir ini, perkembangan dakwah Islam sangat luar biasa. Hal itu ditandai dengan bermunculannya kelompok-kelompok pergerakan Islam, dimana anak muda Islam tumbuh sangat baik. Namun, secara intelektual belum didukung sepenuhnya oleh pertumbuhan media yang ada.

“Yang menjadi problem, adalah bagaimana menangkap konten yang cocok, lalu how to manaje.  Harus diakui, media Islam selama ini selalu terbentur dua hal, yakni:  gagal memberi konten yang cocok dengan kebutuhan masyarakat yang tumbuh. Kalau pun ketemu kontennya, manajemennya  tidak dikelola secara baik,” ujarnya.

Zaenal Muttaqin memberi contoh, terutama dari aspek isi. Acapkali, ketika kita memberi penghargaan pada tokoh senior atau pun seorang kiai yang punya nama besar untuk menulis di media Islam tertertu, tidak ada yang berani memeriksa atau mengedit tulisannya. Padahal, untuk memberikan yang terbaik bagi pembaca, seharusnya diperlakukan sama. Siapa pun dia, baik seorang tokoh yang punya nama besar maupun tidak, harus mengacu pada kriteria yang ada, melalui proses edit sebuah naskah tulisan.

Juga sering terjadi, tim redaksi dari level atas sampai bawah, ketika selesai menulis, tidak melalui tahap lolos seleksi. Dengan kata lain, kurang mengacu pada total quality control. Harusnya itu menjadi acuan. Karena itu yang tampil di media, baik di media cetak, elektronik, maupun website harus yang terbaik, dan hasil dari proses yang sangat panjang, yang mengedepankan mutu. Jangan monoton.

Media Islam Bukan Faksionisme

Bagaimana pun Sabili, pernah membuat sejarah sebagai media islam yang bisa mengalahkan media umum. “Ketika Sabili saya pegang, media ini harus mewakili dan memenuhi kebutuhan umat. Media Islam tidak boleh menjadi faksionisme atau kelompok. Perkara pengelolanya masuk kelompok atau lembaga tertentu, itu urusannya. Tapi kalau sudah tampil di media, kita harus memposisikan media itu sebagai media milik umat. Ini yang saya jaga betul,” tandas Zaenal.

Media Islam sebagai media dakwah seyogianya menjadi wadah, tempat semua orang berkumpul untuk islah. Semua pendukung tauhid, pembela Islam, mereka yang ingin tegaknya kejayaan Islam, adalah saudara kita. Siapapun mereka, apapun partai dan latar belakangnya.

“Ketika media menjadi faksionisme atau kelompok, selesai sudah. Itulah yang terjadi pada Sabili.  Sangat disayangkan, setelah saya tidak lagi memimpin Sabili, media ini dibawa-bawa ke partai tertentu, lalu menjadi pendukung Qaddafi. Sehingga, pembaca menjadi bertanya-tanya, kenapa dan untuk apa.”

Lebih lanjut, Zaenal Muttaqin menegaskan, sebuah media itu tidak boleh menunjukkan keberpihakan pada kelompok tertentu secara vulgar. Seharusnya media Islam berpihak  pada nilai, bukan pada kelompok atau perorangan.  Siapapun orangnya, kalau benar, harus dibela. Sedangkan, teman, kalau salah, harus kita koreksi. (Destin)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Lulusan Pesantren ini Mati Separo, Butuh Modal Usaha untuk Menafkahi Keluarga. Ayo Bantu!!

Lulusan Pesantren ini Mati Separo, Butuh Modal Usaha untuk Menafkahi Keluarga. Ayo Bantu!!

Meski fisiknya lumpuh, semangat juang Farhan sangat tinggi. Penghasilan membuat hiasan kaligrafi tak cukup untuk menafkahi 4 orang di rumahnya. Ia butuh modal usaha sekitar 16 juta untuk membuka...

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Tumor Mata, Balita Nuraini Tutup Usia dengan Indah

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Tumor Mata, Balita Nuraini Tutup Usia dengan Indah

Setelah bertarung melawan tumor mata selama dua tahun lebih, balita Nuraini tutup usia di kampung halamannya, Brebes. Akhir hayatnya ditutup dengan istighfar dan takbir....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

IDC Salurkan Tiga Paket Kambing Aqiqah ke Nusakambangan

IDC Salurkan Tiga Paket Kambing Aqiqah ke Nusakambangan

Amanah aqiqah ananda Reza dan Zidane ditunaikan di penjara di Nusakambangan. Semoga ananda menjadi generasi yang sehat, cerdas, kuat, shalih, qurrota a'yun, dan mujahid yang istiqamah...

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Latest News


Must Read!
X