Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.536 views

Fakta-fakta: Selalu Ada Kristen RMS Dalam Konflik Maluku

AMBON (voa-islam.com) – Setiap konflik Kristen dan Muslim di Maluku, selalu ada peranan Kristen RMS. Mereka sudah ber-KTP RMS dan bersenjata lengkap, siap perang untuk memisahkan diri dari NKRI.

Peristiwa pembantaian kaum Muslimin di Maluku pada tahun 1999 yang berlanjut dengan kerusuhan sampai tahun 2002 dan insiden 9/11 tahun 2011 tak lepas dari peranan Republik Maluku Sarani (RMS).

Kerusuhan pada 11 September 2011 lalu pun tidak bisa dilepaskan dari peranan RMS. Maka sejak tahun 1999 sampai 2011 semua peristiwa tindak kekerasan oleh pihak Kristen terhadap kaum muslimin di Maluku didalangi oleh RMS, fakta-fakta berikut akan menjelaskan bukti keterkaitan RMS dalam kerusuhan SARA di Maluku.

1. Pada tahun 2000 di tengah konflik antara kaum muslimin dan Kristen di Maluku, beberapa tokoh Kristen dengan dipimpin oleh Alex Manuputy mendirikan berdirinya FKM (Forum Kedaulatan Maluku). Organisasi ini merupakan metamorphosis dari RMS (Republik Maluku Sarani), Sarani artinya Nasrani. Jadi singkatan RMS bukan Republik Maluku Selatan seperti yang dikenal kebanyakan orang tapi Republik Maluku Serani. Tujuan dari perjuangan FKM adalah merebut hak kedaulatan bangsa Alifuru (bangsa asli  Maluku) yang dianeksasi oleh pemerintah RI. 

DR. Alex Manuputy pernah ditangkap Kepolisian pada tahun 2003 Akhir, tapi entah kenapa ia bisa melarikan (atau dilarikan?) diri ke Amerika Serikat lewat bandara non komersil Halim Perdana Kusuma Jakarta.

2. Pada tahun 2003 aparat keamanan menangkap beberapa aktivis RMS yang sedang melakukan rapat rahasia. Mereka di antaranya adalah John Rea, Markus Siwabesy, Edward Latuhihin, Philipus dan John Nanlohy. Kelimanya divonis dengan hukuman antara 12 sampai 15 Tahun penjara. Barang bukti yang didapatkan dari penangkapan adalah dokumen RMS dan bendera RMS.

3. Pada tahun 2004 tepatnya tanggal 25 April beberapa petinggi RMS dan simpatisannya mengadakan upacara bendera di desa Kudamati. Upacara  dalam rangka memperingati kelahiran RMS tersebut dipimpin oleh Sekjen FKM/RMS bernama Moses Tuanakotta. Peristiwa HUT RMS itu berujung dengan bentroknya antara warga Muslim dengan warga Kristen di kota Ambon. Dalam bentrokan tersebut 28 orang warga muslim tewas, ratusan orang luka-luka dan ratusan rumah warga muslim ludes dibakar.

Pada saat itu aktivis FKM/RMS ditangkap termasuk sekjen FKM Moses Tuanakotta yang akhirnya divonis dengan 12 tahun penjara. Moses (43 tahun) akhirnya bebas dari penjara pada tahun 2009 setelah permohonan PB (Pembebasan Bersyarat) yang diajukannya dikabulkan Dirjen Pemasyarakatan.

4. Pada bulan Agustus 2005 aparat kepolisian Polda Maluku menangkap 3 orang Kristen yang dianggap bertanggungjawab terhadap pengibaran bendera RMS di beberapa tempat di Kota Ambon. Ketiga orang tersebut di antaranya adalah bernama; Marno Lambatir (25 tahun), Franky Sahertian (50 tahun) mantan pegawai Telkom dan seorang pelajar SMA kelas dua bernama Jhony Noya (16 tahun). Marno lambatir divonis 8 tahun penjara, Franky Sahertian divonis 2 tahun penjara dan Jhony Noya dibebaskan karena belum cukup umur.

5. Pada tanggal 23 Juni 2007 bertepatan dengan Harganas (Hari Keluarga Nasional) di lapangan Merdeka Ambon yang dihadiri oleh Presiden SBY beberapa penari Cakalele yang berhasil menyusup di Ring 1 Pengawalan Presiden mengibarkan bendera RMS di hadapan Presiden dan undangan yang hadir pada acara tersebut. Lebih dari 40 orang ditangkap dalam insiden tersebut dan mereka divonis antara 2 sampai 15 tahun.

6. Kejadian terkini adalah penangkapan 2 perusuh Kristen pada tanggal 20 Oktober 2011 sekitar pukul 24.00 WIT dini hari. Dua orang yang bernama Franky Siwalete dan Raymonel Tenu di mana keduanya berdomisil di Desa Batu Gantong Dalam diamankan polisi dan kedapatan beberapa barang bukti di antaranya 2 pucuk senjata api rakitan, 10 butir peluru caliber 38 mm dan uang tunai 7 juta rupiah. Yang mengejutkan, selain barang bukti tersebut  polisi juga menemukan dua kartu tanda penduduk Negara RMS. Ini artinya para aktivis dan simpatisan RMS meyakini akan eksistensi RMS sebagai sebuah negara yang memiliki wilayah dan penduduk.

Dari pemaparan fakta-fakta di atas sangat jelas bahwa RMS memiliki peranan penting terhadap terjadinya tindak kekerasan berupa pembantaian dan penyerangan atas warga muslim Maluku. Dengan demikian kelompok separatis teroris Kristen RMS terus akan menjadi bahaya laten yang mengancam eksistensi kaum Muslimin Maluku. [taz/af]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Kecelakaan, Lidahnya Sobek Butuh Biaya Operasi 5 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Anak Mujahid Kecelakaan, Lidahnya Sobek Butuh Biaya Operasi 5 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Lidah Fauzan sobek 2 cm karena terjatuh dari sepeda. Harus segera dioperasi dengan biaya Rp 5 juta. Ayahnya mujahid aktivis nahi munkar dan dakwah tauhid waljihad sedang kesulitan ekonomi....

Sekujur Tubuh Khubaib Melepuh Tersiram Air Panas Saat Ayah dan Ibunya Shalat. Ayo Bantu.!!

Sekujur Tubuh Khubaib Melepuh Tersiram Air Panas Saat Ayah dan Ibunya Shalat. Ayo Bantu.!!

Bocah ini tersiram air teh mendidih hingga 50 persen tubuhnya melepuh. Selama 6 hari ia hanya dirawat di rumah hingga lukanya membusuk....

Bantuan 3,5 Juta Rupiah Diserahkan, Balita Hidrosefalus Mulai Jalani Pengobatan. Ayo Bantu.!!!

Bantuan 3,5 Juta Rupiah Diserahkan, Balita Hidrosefalus Mulai Jalani Pengobatan. Ayo Bantu.!!!

Amanah donasi 3,5 juta rupiah sudah disalurkan untuk biaya pengobatan Sofia. Balita malang ini bisa melanjutkan pengobatan hydrocephalus, tapi masih butuh bantuan pengobatan rutin...

Bantuan Biaya Persalinan Sudah Diserahkan,  Istri Mujahid Aktivis Nahi Munkar Pulang ke Rumah

Bantuan Biaya Persalinan Sudah Diserahkan, Istri Mujahid Aktivis Nahi Munkar Pulang ke Rumah

Sepekan usai operasi persalinan caesar, Ummi Keysan dan bayinya membaik dan diizinkan pulang meninggalkan rumah sakit. Amanah bantuan dari donatur IDC telah diserahkan. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

Latest News
Analis tentang Referandum Turki

Analis tentang Referandum Turki

Kamis, 27 Apr 2017 11:43

Al-Shabaab Serukan Para Orang Tua di Somalia Didik Anak Mereka di Sekolah Islam

Al-Shabaab Serukan Para Orang Tua di Somalia Didik Anak Mereka di Sekolah Islam

Kamis, 27 Apr 2017 09:45

Alamku Tersayang, Alamku yang Malang

Alamku Tersayang, Alamku yang Malang

Kamis, 27 Apr 2017 09:37

Tuntutan Dua Tahun Percobaan untuk Ahok Bukan Wewenang JPU

Tuntutan Dua Tahun Percobaan untuk Ahok Bukan Wewenang JPU

Kamis, 27 Apr 2017 09:05

Aneh, Nama Pengirim Karangan Bunga untuk Ahok Tak Ada yang Asli

Aneh, Nama Pengirim Karangan Bunga untuk Ahok Tak Ada yang Asli

Kamis, 27 Apr 2017 08:35

Sekulerisme Bukan Solusi

Sekulerisme Bukan Solusi

Kamis, 27 Apr 2017 08:06

KH Ma'ruf Amin: Jaksa Kasus Ahok Tak Pertimbangkan Pendapat Saksi Ahli dari NU, Muhammadiyah dan MUI

KH Ma'ruf Amin: Jaksa Kasus Ahok Tak Pertimbangkan Pendapat Saksi Ahli dari NU, Muhammadiyah dan MUI

Kamis, 27 Apr 2017 06:12

Ini Landasan Pemuda Muhammadiyah Adukan JPU Kasus Ahok ke Komjak

Ini Landasan Pemuda Muhammadiyah Adukan JPU Kasus Ahok ke Komjak

Kamis, 27 Apr 2017 06:01

Meluruskan Kembali Arah Perjuangan Kartini

Meluruskan Kembali Arah Perjuangan Kartini

Kamis, 27 Apr 2017 05:57

Sejarawan: Piagam Jakarta Pengorbanan dan Hadiah Umat Islam untuk Persatuan Bangsa

Sejarawan: Piagam Jakarta Pengorbanan dan Hadiah Umat Islam untuk Persatuan Bangsa

Kamis, 27 Apr 2017 05:07

Hentikan Penjarahan SDA Kami

Hentikan Penjarahan SDA Kami

Kamis, 27 Apr 2017 04:53

Putusan Progresif Majelis Hukum (Kasus Basuki T. Purnama)

Putusan Progresif Majelis Hukum (Kasus Basuki T. Purnama)

Kamis, 27 Apr 2017 03:16

DKM Ulul Abshor Unpas Gelar Kajian 'Piagam Jakarta dan Perjuangan Syariat Islam di Indonesia'

DKM Ulul Abshor Unpas Gelar Kajian 'Piagam Jakarta dan Perjuangan Syariat Islam di Indonesia'

Rabu, 26 Apr 2017 23:52

Referendum Turki, Satu Bentuk Penipuan Politik!

Referendum Turki, Satu Bentuk Penipuan Politik!

Rabu, 26 Apr 2017 23:27

Kapan Kami Bisa Hidup Enak?

Kapan Kami Bisa Hidup Enak?

Rabu, 26 Apr 2017 22:43

Baju atau Celana untuk Shalat Bolong sedikit; Sah?

Baju atau Celana untuk Shalat Bolong sedikit; Sah?

Rabu, 26 Apr 2017 22:33

Banyak Berita Hoax, Mari Menjadi Insan yang Menahan Diri

Banyak Berita Hoax, Mari Menjadi Insan yang Menahan Diri

Rabu, 26 Apr 2017 22:16

Wisuda, Santri Ma'ahad Ar Rabwah Harus Mampu Kuasai Ilmu Bersumer dari Al-Quran & Sunnah

Wisuda, Santri Ma'ahad Ar Rabwah Harus Mampu Kuasai Ilmu Bersumer dari Al-Quran & Sunnah

Rabu, 26 Apr 2017 22:03

Kongres Ekonomi Umat Jangan Berhenti Jadi Wacana

Kongres Ekonomi Umat Jangan Berhenti Jadi Wacana

Rabu, 26 Apr 2017 21:29

Pemuda Muhammadiyah Laporkan JPU Kasus Ahok ke Komisi Kejaksaan

Pemuda Muhammadiyah Laporkan JPU Kasus Ahok ke Komisi Kejaksaan

Rabu, 26 Apr 2017 20:34


Must Read!
X