Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.109 views

Sebuah Mushalla, Ladang dan Pemukiman Kampung Muslim Tengger Dibakar

Tengger (voa-islam) -  Pertengahan Oktober 2011 lalu (16 Oktober 2011), terjadi aksi perusakan dan pembakaran terhadap permukiman warga suku Tengger yang menganut agama Islam di Dusun Tetelan, Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro. Kerusuhan itu berlangsung sejak Sabtu, 8 Oktober 2011.

Aksi brutal yang berpotensi SARA tersebut melumatkan puluhan pondok warga serta sebuah mushala. Satu-satunya tempat ibadah berukuran sekitar 64 meter persegi yang terbuat dari kayu dan bambu itu rata dengan tanah dan hanya tersisa puing-puing yang berserakan.

Pada saat dilakukan pembakaran mushala, para pelaku tidak memedulikan sejumlah kitab suci Al-Quran yang juga ikut dilumat api. Sebelum melakukan pembakaran, pelaku menyita seperangkat alat pengeras suara, peralatan salat, seperti mukena dan sajadah. Bahkan satu unit genset yang dijadikan sumber energi untuk menyalakan listrik di mushala juga ikut disita.

Aksi yang dilakukan puluhan orang juga membakar sejumlah kandang ternak kambing milik warga. Satu per satu kandang kambing ludes dilalap api. Sebuah bangunan yang digunakan sebagai balai pertemuan juga tidak lolos dari pembakaran. Balai pertemuan yang disebut Padepokan Den Bagus itu didirikan dua tahun lalu oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Padepokan Den Bagus pimpinan Achmad Nur Huda yang biasa disapa Gus Mamak, alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Sejak dua tahun lalu Nur Huda aktif melakukan pendampingan terhadap warga.

 “Aksi perusakan dan pembakaran itu sungguh biadab, tidak berperikemanusiaan,” kata Gus Mamak kepada wartawan, Ahad siang, 16 Oktober 2011.

Warga tampak pasrah menyaksikan pondoknya yang telah hangus dimakan api. ”Kami di sini hanya mencari makan dengan menanam jagung, ketela pohon,” ujar Alas, salah seorang warga dengan usia di atas 60 tahun itu. Gurat kesedihan sangat tampak dari raut wajahnya yang sudah menua itu.

Diintimidasi Suruhan Perhutani

Warga Tengger tersebut telah turun-temurun menggantungkan hidup dengan cara berladang di hutan. Mereka hidup berpindah-pindah. Jagung dan ketela pohon mereka tanam dengan sistem tumpang sari, yakni menanamnya di sela-sela pepohonan besar di dalam hutan.

Setelah cukup lama melakukan pendekatan terhadap warga Tengger, sekitar dua tahun yang lalu, para aktivis Padepokan Den Bagus bergabung bersama warga untuk memberikan pendampingan. Mereka diajari cara bercocok tanam serta--ini yang penting--memberikan pengetahuan kepada warga untuk tidak merusak hutan. Mereka pun diberikan wawasan tentang budaya.

Secara perlahan-lahan, dari sekitar 200 kepala keluarga (KK), sudah 25 KK (sekitar 125 jiwa) yang bersedia bergabung dengan Padepokan Den Bagus. Mereka tidak lagi berladang secara berpindah-pindah, melainkan bermukim di suatu tempat. ”Mereka sebenarnya sudah paham tentang pentingnya fungsi hutan. Itu sebabnya mereka tidak lagi berladang di dalam hutan,” papar Gus Mamak.

Namun aksi perusakan dan pembakaran tersebut membuat warga merasa ditelantarkan. Apalagi sebelum dilakukan aksi perusakan dan pembakaran, warga diintimidasi oleh sejumlah orang yang mengaku suruhan pihak Perhutani. Warga pun dituduh melakukan pembalakan liar. Karena merasa takut, warga lari bersembunyi di tengah hutan. ”Tuduhan itu aneh. Justru warga Tenggerlah yang beberapa kali memergoki aksi pembalakan liar yang dilakukan oleh sekelompok orang,” ucap Gus Mamak.

Keberadaan warga Tengger di bawah pembinaan Padepokan Den Bagus telah mendapat perhatian berbagai kalangan. Mereka kerap dikunjungi sejumlah mahasiswa, di antaranya dari Sekolah Tinggi Agama Islam Jawa Timur. Demikian juga Badan Amil Zakat Kabupaten Lumajang dan Provinsi Jawa Timur untuk memberikan bantuan.

Gus Mamak belum bisa memastikan siapa pelaku intimidasi maupun pelaku perusakan dan pembakaran. Namun Gus Mamak menduga aksi perusakan dan pembakara sebagai upaya pengusiran terhadap warga Tengger, dilakukan jaringan pelaku pembalakan yang merasa kegiatan mereka terusik oleh keberadaan warga Tengger. Itu sebabnya Gus Mamak telah menghubungi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Malang dan sedang mempertimbangkan untuk membuat pengaduan kepada Komnas HAM.

Hingga saat ini, aparat kepolisian pun masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku perusakan dan pembakaran. ”Belum tahu siapa pelakunya,” kata Kepala Kepolisian Sektor Senduro Ajun Komisaris Polisi Junaidi. Polisi menuding warga melakukan kesalahan karena menghuni lahan milik Perhutani.

"Kandang kambing warga didirikan di atas lahan yang diklaim Perum Perhutani. Jadi wajar pihak Perhutani membakar kandang itu," ucap Junaidi. Namun Junaidi membantah pembakaran musala dan balai pertemuan atas inisiatif Perhutani.

Kepolisian Resor Lumajang bahkan telah menahan empat warga Tengger dengan tuduhan melakukan perambahan hutan serta pembalakan liar di petak 24 B. Empat warga tersebut, Surya, Halimah, Jumat, serta Legiman, mendekap di tahanan Mapolres Lumajang sejak Selasa, 11 Oktober 2011.

 Tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama ((FKUB) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus mengupayakan agar tidak terjadi kerusuhan SARA di Desa Argosari, Kecamatan Senduro. MUI Lumajang dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Kepolisian Sektor Senduro serta  sejumlah elemen masyarakat lainnya, termasuk mereka yang dikenal sebagai dukun suku Tengger, terus diupayakan untuk bisa meredam ketegangan antarwarga sesama suku Tengger di desa tersebut.  (Desastian/Temp interaktif/dbs)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News

MUI

Must Read!
X