Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.072 views

Genocida dan Pemurtadan: Upaya Melenyapkan Identitas Islam Maluku‏

AMBON (voa-islam.com) – Upaya penghilangan identitas Islam dari jaziratul muluk (nama asli Maluku) oleh kaum salibis sudah berjalan ratusan tahun dari zaman penjajahan Portugis dan Belanda sampai zaman sekarang ini.

Berbagai usaha dilakukan oleh kaum salibis pendengki tersebut, dari upaya genocida (pembantaian) sampai gerakan pemurtadan yang terorganisir dan sistematis. Peristiwa Idul fitri berdarah yang terjadi pada tanggal 19 januari 1999 hanyalah salah satu upaya dari kaum salibis untuk menghilangkan identitas Islam dari bumi Maluku.

Upaya pembantaian tersebut terus berlanjut sampai tahun 2002 yang kemudian diulangi kembali pada tahun 2004 dan dicoba lagi pada tanggal 11 September 2011 lalu.

Yang tidak kalah mengerikan dari pembantaian adalah upaya pemurtadan terhadap kaum Muslimin Maluku yang dilakukan dengan terorganisir dan sistematis. Banyak fakta yang bisa diungkap dari upaya penghilangan identitas Islam dari bumi Maluku melalui gerakan pemurtadan.

Menurut penulusuran voa-islam.com  di wilayah Kotamadya Ambon, banyak fakta-fakta pemurtadan yang mengejutkan. Beberapa daerah yang terdapat orang Islam yang murtad menjadi Nasrani di antaranya Air Salobar, Ponegoro, Talake, Waihaong, Wayame, dan lain sebagainya.

Talake adalah daerah yang  berbatasan langsung dengan komunitas Nasrani. Sedikitnya ada 8 wanita muslimah yang murtad menjadi Kristen, antara lain:

1. Ny E (40 th). Wanita ini menikah dua kali. Pernikahan yang pertama kali dengan laki-laki muslim dan dikaruniai seorang anak. Setelah ia bercerai dengan suaminya yang pertama ia menikah lagi dengan pria Obet, sebutan untuk Kristen Ambon dan dikaruniai dua orang anak. Wanita yang telah murtad ini sekarang bermukim di pemukiman Kristen di Maedika.

2. Ny R (30 th). Pegawai salah satu bank pemerintah ini murtad juga karena menikah dengan pria Kristen, bahkan sekarang ia menjadi salah satu pengurus dan aktivis gereja. Sekarang ia bermukim di Mardika bersama anak dan suaminya.

3. Ny AP (60 th). Wanita tua ini murtad menjadi Kristen  juga setelah menikah dengan pria Kristen. Ia sekarang sudah dikaruniai 4 orang anak.

4. Ny GS (25 th). Ia murtad karena menikah dengan pria Kristen. Wanita yang telah dikaruniai seorang anak ini sekarang bermukim di wilayah Kristen Mardika bersama suaminya.

5. Ny FS (30 th). Seperti kebanyakan wanita Ambon yang murtad, Ny FS ini juga murtad menjadi Kristen  setelah menikah dengan pria Obet. Sekarang ia telah memiliki seorang anak dan bermukim di Mardika bersama suami dan anaknya.

6. Ny R (45 th). Wanita yang telah memiliki 3 orang anak ini murtad menjadi Nasrani juga karena mengikuti suaminya yang Nasrani.

7. Ny AA (50 th). Setelah murtad mengikuti suaminya yang Kristen keberadaan Ny AA tidak diketahui oleh banyak orang yang dulu bertetangga dengannya.

8. Ny S (janda). Janda muslimah ini murtad setelah hidup tanpa ikatan pernikahan (kumpul kebo) dengan pria Kristen. Ny S dikaruniai 2 orang anak. salah satunya laki-laki bernama T berumur sekitar 11 tahun.

Menurut warga setempat, sebelum Ny S hidup satu rumah dengan pria Kristen, anaknya yang bernama T itu rajin mengaji dan belajar Al-Qur’an di masjid. Namun sejak ibunya hidup serumah dengan pria Obet, T tidak pernah lagi mengaji di masjid.

Ketika voa-islam.com bertanya langsung kepada T, kenapa ia tidak mengaji lagi, ia hanya terdiam tak menjawab.

Para tetangga menduga, Ny S hidup serumah dengan pria Kristen karena faktor ekonomi. Dan sekarang kehidupan ekonomi Ny S cukup mengalami sedikit peningkatan karena ia sekarang berjualan makanan di halaman salah satu kampus Kristen terbesar di Maluku.

Fenomena pemurtadan seperti ini tentunya cukup memprihatinkan bagi kita. Seorang ibu muda yang bermukim di Talake mengatakan kepada voa-islam.com  bahwa masyarakat muslim Ambon membutuhkan pembinaan agama. Wanita yang tidak mau dituliskan namanya ini juga menyesalkan kurangnya kepekaan para pemuka agama Islam di Ambon yang kurang peduli dengan maraknya gerakan pemurtadan. “Katong berharap ada ustadz yang mau membina anak-anak muda di sini sekalian juga memberi pengajian bagi ibu-ibu di sini, supaya katong pung aqidah kuat,” ujarnya dalam bahasa khas Ambon. [taz/af]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00


MUI

Must Read!
X

Rabu, 17/08/2022 20:39

Mengawal Generasi Muslim