Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
24.958 views

Nelayan Pemburu Ikan Paus Itu Berasal dari Masyarakat Muslim Lamakera

Kupang  (voa-islam) – Dalam kunjungan voa-islam ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama lima hari, seorang tokoh masyarakat muslim asal Lamakera, Flores Timur (Flotim) menyampaikan protesnya kepada Pemerintah Flores Timur terkait sikap dan tindakan diskriminasinya kepada masyarakat Lamakera yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Tokoh masyarakat asal Flotim itu kecewa, kenapa pemerintah hanya menyebut Lamalera (bukan Lamakera) sebagai nelayan pemberani pemburu ikan paus, yang kemudian menjadi ikon parawisata di NTT. Padahal, sejatinya masyarakat Muslim Lamakera lah awal mula historical itu dimulai dan berasal.

“Pemerintah FloresTimur telah bersikap diskriminatif terhadap Lamakera. Apakah karena masyarakat Lamakera itu muslim? Saya tidak tahu,” kata Syukur kepada voa-islam di Kampung Airmata, Kupang, NTT.

Adapun Lamalera terletak di pantai selatan Pulau Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saat ini Pulau Lembata sudah menjadi kabupaten sendiri yang sebelumnya gabung dengan Kabupaten Flores Timur. Mayoritas penduduk di Lamalera beragama Kristen (Protestan dan Katolik). Upacara ritual masyarakat Lamalera sebelum memburu paus, dilakukan secara Kristiani, sedangkan Lamakera yang muslim tidak.

Keyakinan Syukur, seorang mantan PNS NakerTrans itu, sangat beralasan jika Lamakera adalah tempat para nelayan pemburu ikan paus itu berasal.  Hal itu diperkuat oleh Dahlan Paing Ebang, seorang tokoh Flotim yang menulis buku “Sejarah Pahlawan Flores Timur Melawan Kolonialisme dan Imperalisme”.

Menurut Dahlan Paing Ebang yang juga pensiunan PNS Departemen Penerangan RI Kabupaten Flores Timur, nelayan Lamakera ini memiliki keahlian khusus atau keunikan tersendiri, yaitu menangkap ikan paus sejak zaman dahulu, yaitu jauh sebelum 1225 Masehi.

“Pekerjaan menangkap ikan paus ini membawa resiko tinggi yang selalu menelan korban jiwa, tetapi pelaut Solor (Lamakera) tidak gentar menghadapinya. Mengingat pekerjaan ini menghasilkan pendapatan keluarga untuk menyekolahkan anak-anak mereka,” tulis Dahlan, mantan Ketua Bidang Da’wah dan Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Flores Timur (1973-1985).

Nelayan Ulung Penentang Badai

Cara tradisional menangkap Paus biasa disebut Kotoklema. Kotoklema itu adalah bahasa Lamakoholot yang terdiri dari dua kata yang digabung menjadi satu. Kotok artinya kepala, kelema artinya melekuk ke dalam. Jadi Kotoklema adalah kepala yang melekuk kedalam.

Perahu layar yang digunakan untuk memburu ikan paus tersebut dilengkapai dengan alat tikam/harpun tangan yang disebut tempuling, tali panjang (tali leo), yang diikatkan pada mata tombak (tempuling), dan ditambah bambu sepanjang 4 meter sebagai alat bantu tikam. Dalam satu peledang (perahu) biasanya di muati oleh 7 crew dan orang yang khusus memegang peranan dalam menikam paus adalah juru tikam yang disebut balafaing (lamafa).

Sejarawan asal Portugis dan Belanda memberi gelar kepada nelayan asal Lamakera sebagai nelayan ulung  penentang badai. "Jadi nenek moyang kami di Lamakera sudah memburu ikan paus. Tapi yang diekspos malah Lamalera. Pemerintah harus memperhatikan hal ini. Masyarakat Muslim Lamakera punya hak budaya dari nenek moyang mereka, jangan dianaktirikan,” ungkap Syukur.

Syukur kembali menegaskan, ikan Paus biru yang menurut sejarah adalah ikan paling besar di Lamakera tidak pernah diekspos oleh Pemerintah Flotim. “Ada apa? Apakah karena kami muslim? Disini, ada kesan diskriminatif untuk tidak mempromosikan Lamakera segai ikon parawisata dalam perburuan ikan Paus dari dulu hingga sekarang,” tandasnya.

Yang menarik, adalah ketika badan PBB (FAO) memberi  hadiah berupa sebuah speed boad warna merah sekitar tahun 1968. Di sekitar lambung kapal tersebut tertulis Lamakera. Tapi yang disesalkan kemudian, kata Lamakera tiba-tiba menjadi Lamalera. Huruf K diganti menjadi L, sehingga menjadi Lamalera. Jadi kenapa kapal itu tidak diberikan kepada masyarakat Lamakera.

Syukur juga mempertanyakan sejarah yang menulis sejak kapan orang Lamalera membunuh ikan paus berabad-abad lamanya. Dulu orang tidak berani memburu ikan paus dengan cara melompat, di tahun 200o saja mereka baru berani melompat. Cara mendayung orang Lamakera juga ditiru oleh orang Lamalera, punggung menghadap ke haluan.

Penjelasan Pak Syukur ini terkait Lamakera ini tentu sangat berpengaruh bagi ikon parawisata di NTT. Sayangnya Pemerintah Flotim tidak satupun menyebut Lamakera, yang sering disebut adalah Lamalera. Apakah masyarakat Lamakera, tidak dianggap sebagai orang NTT, atau memang sengaja dilupakan. Wallohu’alam. “Sejarah mencatat, perahu orang Lamakera sejak tahun 1.600 sudah sampai ke Batavia. Ini menunjukkan nelayan Lamakera adalah yang pemberani.”

 Waktu untuk memburu ikan paus itu biasanya pada saat bulan ke-4 atau ke-5, atau bulan  ke-9 atau ke-10, itu tanda yang bagus. Lebih baik lagi, jika terlihat awan halus menyerupai perut ikan paus yang putih, maka inilah saatnya melaut untuk memburu ikan paus. “Dulu, hanya dua orang saja bisa berburu, bahkan anak kecil usia 14 tahun sekalipun,” tukas Syukur menjelaskan.

Syukur membantah jika orang Lamakera dianggap menurunkan populasi ikan paus. Ia mengatakan, nelayan Lamakera dalam setahun hanya menangkap dua ikan paus. Bagi masyarakat Lamakera, ikan paus itu bukan untuk tujuan industri.  Jadi, tidak benar kalau orang Lamakera banyak menangkap ikan paus.

Setidaknya, Pemerintah Flores Timur mau mendengar aspirasi tokoh Flotim ini yang mempertanyakan, kenapa masyarakat Lamakera yang muslim itu terkesan dianaktirikan (diskriminasi). Ikon Parawisata nelayan yang memburu ikan paus itu sesungguhnya ada di Lamakera. Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Sebanyak 78.339 Jemaah Haji Indonesia sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sebanyak 78.339 Jemaah Haji Indonesia sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sabtu, 02 Jul 2022 22:05

Pasukan Pendudukan Israel Serang Pemakaman Seorang Wanita Palestina Di Tepi Barat

Pasukan Pendudukan Israel Serang Pemakaman Seorang Wanita Palestina Di Tepi Barat

Sabtu, 02 Jul 2022 20:38

Jelang Puncak Haji, Pemerintah Intensifkan Screening Kesehatan Jemaah

Jelang Puncak Haji, Pemerintah Intensifkan Screening Kesehatan Jemaah

Sabtu, 02 Jul 2022 20:03

Holywings Nistai Kesucian Agama, Sangat Patut Diadili Hukum dan Dicabut Izin Usahanya

Holywings Nistai Kesucian Agama, Sangat Patut Diadili Hukum dan Dicabut Izin Usahanya

Sabtu, 02 Jul 2022 18:54

Prerogatif Ketum

Prerogatif Ketum

Sabtu, 02 Jul 2022 17:16

PERSIS Berduka, Ketua LPPI Meninggal Dunia

PERSIS Berduka, Ketua LPPI Meninggal Dunia

Sabtu, 02 Jul 2022 16:58

CV Remora Farm Sedikan Hewan Kurban Berkualitas Bebas PMK

CV Remora Farm Sedikan Hewan Kurban Berkualitas Bebas PMK

Sabtu, 02 Jul 2022 15:50

Kongres Halal Internasional 2022 Cetuskan 9 Butir Resolusi Halal Dunia

Kongres Halal Internasional 2022 Cetuskan 9 Butir Resolusi Halal Dunia

Sabtu, 02 Jul 2022 14:15

Pengesahan Perkawinan Beda Agama oleh PN Surabaya Tidak Sejalan dengan Fatwa MUI

Pengesahan Perkawinan Beda Agama oleh PN Surabaya Tidak Sejalan dengan Fatwa MUI

Sabtu, 02 Jul 2022 14:13

Pemerintah Indonesia Dituntut untuk Tekan bahkan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan India

Pemerintah Indonesia Dituntut untuk Tekan bahkan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan India

Sabtu, 02 Jul 2022 14:10

Kunci Sukses PT JNE, Berbisnis Melibatkan Allah

Kunci Sukses PT JNE, Berbisnis Melibatkan Allah

Sabtu, 02 Jul 2022 06:36

Pemimpin Tertingg Taliban Hibatullah Akhundzada Hadiri Pertemuan Ulama Seluruh Afghanistan Di Kabul

Pemimpin Tertingg Taliban Hibatullah Akhundzada Hadiri Pertemuan Ulama Seluruh Afghanistan Di Kabul

Jum'at, 01 Jul 2022 17:19

Eliminasi Liberalisme, Akhiri Promosi Maksiat Holywings

Eliminasi Liberalisme, Akhiri Promosi Maksiat Holywings

Jum'at, 01 Jul 2022 17:07

Membeli Migor lewat Aplikasi, Memudahkan atau Menyulitkan?

Membeli Migor lewat Aplikasi, Memudahkan atau Menyulitkan?

Jum'at, 01 Jul 2022 16:58

Ben & Jerry Lipat Gandakan Boikot Israel Setelah Keputusan Anti-Palestina Unilever

Ben & Jerry Lipat Gandakan Boikot Israel Setelah Keputusan Anti-Palestina Unilever

Jum'at, 01 Jul 2022 16:15

Timnas Harus Menolak Bermain dengn Timnas Zionis

Timnas Harus Menolak Bermain dengn Timnas Zionis

Jum'at, 01 Jul 2022 15:35

Jenderal Ukraina: Rusia Gunakan Rudal Tidak Akurat Era Soviet Untuk Serangan Di Ukraina

Jenderal Ukraina: Rusia Gunakan Rudal Tidak Akurat Era Soviet Untuk Serangan Di Ukraina

Jum'at, 01 Jul 2022 15:00

Komisi Fatwa MUI Jatim Beri Penjelasan Terkait Ganja Untuk Medis

Komisi Fatwa MUI Jatim Beri Penjelasan Terkait Ganja Untuk Medis

Jum'at, 01 Jul 2022 14:43

Yang Mulia Tukang Baso

Yang Mulia Tukang Baso

Jum'at, 01 Jul 2022 12:57

FMGB Tuntut PBB Konsisten Jalankan Resolusi Anti Islamofobia

FMGB Tuntut PBB Konsisten Jalankan Resolusi Anti Islamofobia

Jum'at, 01 Jul 2022 10:50


MUI

Must Read!
X