Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.466 views

Terlalu, Mendagri Gemawan Fauzi Legalisir Miras, PPP Marah Besar

Jakarta (Voa-Islam) - Partai Persatuan Pembangunan menolak keras pencabutan peraturan daerah mengenai larangan penjualan minuman keras oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Sebab, pencabutan perda itu mengesankan Mendagri menolerir legalisasi miras di tengah masyarakat.

"Tindakan yang tak berdasar hukum itu juga mengesankan Mendagri lebih mengedepankan kekuasaan daripada aturan hukum yang berlaku," kata Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin dalam pesan singkatnya, Senin (9/1).

Dia menambahkan, pembatalan Mendagri terhadap perda larangan minuman beralkohol, dinilai tak berdasar hukum. Seperti diketahui, sejumlah daerah telah menerbitkan perda larangan penjualan miras. Antara lain adalah Kota Tangerang (Perda Nomor 7/2005), Kota Tangerang (Perda Nomor 11/2010) dan Kabupaten Indramayu (Perda Nomor 15/2006).

"Alih-alih mau menegakkan hukum, pemerintah justru melanggar hukum. Kewenangan Mendagri mengoreksi perda itu hanya ada dalam tenggang waktu 60 hari sejak disahkan DPRD dan pemda," kritiknya.

Wakil ketua MPR RI itu menambahkan, bila tenggang waktu tersebut terlampaui maka pemerintah harus mengajukan pengujian ke Mahkamah Agung. "Pengujian bisa dilakukan bila pemerintah tak berkenan dengan substansi materi perda. Begitulah norma dalam Pasal 145 UU Nomor 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah," tandasnya.

Lukman mengatakan, pembatalan ketiga perda itu dilakukan setelah melampaui tenggang waktu tersebut. Oleh karena itu, dia menilai Mendagri telah menyalahi hukum.

Sementara itu dikatakan Sekretaris Jenderal PPP Muhammad Romahurmuziy meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi untuk membatalkan rencana pencabutan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang minuman keras (miras). Selain itu, PPP menyatakan supaya pemerintah melakukan penata niagaan penjualan miras dengan menerapkan pajak yang tinggi.

"PPP minta Mendagri membatalkan upaya pencabutan Perda yang melarang miras di daerah. Kami sudah instruksikan kepada seluruh kader PPP di DPRD pada setiap daerah untuk beri peringatan pemerintah daerah agar tetap menjalankan Perda larangan miras," kata Rommy panggilan Akrab Romahurmuziy.

Romi menambahkan, PPP tidak ingin publik berpendapat miring terhadap Mendagri. "Kami akan segera komunikasi dengan Mendagri. Untuk sekarang hanya berupa seruan dulu, sebab jangan publik beranggapan Mendagri melegalkan peredaran miras," tandanya.

Keterlibatan Mendagri dengan meminta Bupati Indramayu menghapus perda yang melarang minuman keras beredar di wilayah tersebut dianggap mencampuri otonomi daerah (otda) saat ini. Ketua Muhammadiyah Kabupaten Indramayu, Abdul Rozak Muslim, mengatakan, keputusan yang dikeluarkan Mendagri, Gamawan Fauzi, berarti sama saja dengan melegalkan kemaksiatan untuk membolehkan minuman keras di Indramayu. "Negara sudah melegalkan kemaksiatan," katanya.

Selain itu, surat keputusan yang dikeluarkan mendagri pun bertentangan dengan semangat otonomi daerah. "Di era sekarang ini daerah memiliki kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri," katanya. (Desastian/dbs)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Sabtu, 27 Nov 2021 12:42

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Sabtu, 27 Nov 2021 11:32

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

Sabtu, 27 Nov 2021 11:27

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

Sabtu, 27 Nov 2021 10:19

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Jum'at, 26 Nov 2021 22:28

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Jum'at, 26 Nov 2021 21:25

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Jum'at, 26 Nov 2021 17:20

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Jum'at, 26 Nov 2021 17:15

Aliansi Cerahkan Negeri Kembali Melakukan Aksi Penolakan RUU TPKS di DPR

Aliansi Cerahkan Negeri Kembali Melakukan Aksi Penolakan RUU TPKS di DPR

Jum'at, 26 Nov 2021 16:54


MUI

Must Read!
X