Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.683 views

Sidang UBK: Pengadilan Terorisme terhadap Anak SMP Sangat Keliru dan Ngawur!

JAKARTA (voa-islam.com) – Penangangan kasus-kasus dugaan terorisme terhadap umat Islam semakin jauh dari keadilan. Dalam kasus dugaan terorisme di Pesantren Umar bin Khatthab (UBK) Bima, penuh dengan muatan politis untuk menyudutkan Islam.

Hal itu diungkapkan Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM) Ahmad Michdan, menanggapi persidangan kasus dugaan terorisme di Pesantren UBK. Dalam sidang perdana dengan dakwaan terorisme di PN Tangerang, Rabu (11/1/2012) lalu, salah satu terdakwanya adalah Mustakim Abdullah. Santri pesantren UBK berusia 15 tahun yang juga kelas III SMP 02 Dompu ini hanya disuruh membeli korek api, tapi ikut dicokok bersama 6 orang ustadz lainnya dan dijerat dengan undang-undang antiterorisme.

Michdan menilai, penetapan Mustakim Abdullah sebagai terdakwa kasus terorisme adalah tindakan hukum yang keliru dan ngawur. “Namanya juga anak-anak, masa ada teroris anak-anak? Itu sudah ngawur! Kan sudah ada Undang-Undang perlindungan anak, jadi tidak bisa dia diminta pertanggung jawabannya seperti orang dewasa, harus berbeda. Jadi dari sisi penegakan hukumnya sudah keliru itu!” tegasnya kepada voa-islam.com, Kamis siang (12/1/2012).

Karenanya, Michdan yang telah melakukan investigasi langsung ke Pesantren UBK itu menilai, kasus ledakan di Ponpes UBK Bima sarat dengan kepentingan politik untuk menyudutkan umat Islam dengan stigma terorisme terhadap rakyat yang dituduh Islam militan. Padahal menurutnya, kasus tersebut sama sekali tidak bisa dikategorikan sebagai tindak pidana terorisme.

“Ada kepentingan politik, ada ekpos terhadap perkara-perkara terorisme untuk menyudutkan umat Islam. Kasus di Bima itu saya berani katakan tidak bisa dikategorikan tindak pidana terorisme. Kan Cuma ada ledakan, lalu dikaitkan sebagai terorisme, coba lihat ada tidak di situ mesiunya? Saya lihat sendiri ke sana kalau bekas lubangnya tidak ada, yang ada cuma orang-orang yang dituding sebagai pengikut gerakan garis keras dan dituding sebagai kelompok teroris,” ungkapnya.

Dibandingkan  dengan penembakan-penembakan yang terjadi Papua, Aceh maupun dalam kerusuhan Ambon beberapa waktu lalu, lanjut Michdan, kasus ledakan di pesantren UBK Bima ini jelas sangat diskriminatif. Pasalnya, kasus-kasus tersebut jauh lebih besar, tapi tidak digolongkan sebagai kasus terorisme.

“Kalau mau, bandingkan kasus pondok UBK Bima itu dengan kasus di Papua, dan penembakan di Aceh, ada tidak yang menuding itu adalah kasus terorisme? Demikian juga kasus di Ambon kemarin, ini kan aneh. Jadi hukum itu diskriminasi, penentuan kasus terorisme itu kalau yang ditangani oleh Densus itu teroris, karena berdirinya Densus, hakim-hakim yang disekolahkan dan jaksa-jaksanya itu semua dananya dari luar negeri yang intinya untuk memerangi orang-orang Islam yang menuntut keadilan” jelasnya.

Michdan menilai, diskriminasi dalam penanganan kasus terorisme tersebut terjadi karena pemerintah Indonesia mau diintervensi oleh Amerika. “Selama pemerintahannya adalah pemerintah yang takut dengan Amerika, apa yang dimau Amerika akan menjadi bagian dari politik dan hukum dari negara yang bersangkutan dan ini terjadi di Indonesia,” tudingnya.

Kejanggalan itu, tambah Michdan, semakin terlihat dengan adanya para pengacara yang disediakan pihak kepolisian secara tidak profesional. Padahal  seharusnya pengacara menghubungi pihak KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), mengingat adanya anak SMP di bawah umur yang dituding terlibat dalam kasus teorisme. “Jika pengacara tidak melakukannya maka itu bisa dipermasalahkan,” pungkas Michdan yang pada bulan Juli lalu ditolak pihak penyidik Polda NTB untuk mendampingi tersangka kasus ledakan Ponpes UBK ini. [Ahmed Widad]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Terlintas Pikiran “Porno” Haruskah Mandi Besar?

Terlintas Pikiran “Porno” Haruskah Mandi Besar?

Selasa, 28 Sep 2021 05:50

Kekejaman PKI Harus Terus Diingat

Kekejaman PKI Harus Terus Diingat

Senin, 27 Sep 2021 21:32

Pemimpin Taliban Larang Para Prajuritnya Terlalu Narsis

Pemimpin Taliban Larang Para Prajuritnya Terlalu Narsis

Senin, 27 Sep 2021 20:45

Akal Juga Butuh Nutrisi Bergizi

Akal Juga Butuh Nutrisi Bergizi

Senin, 27 Sep 2021 19:56

CIA Dilaporkan Berencana Culik Atau Bunuh Pendiri Wikileaks Julian Assange Pada 2017

CIA Dilaporkan Berencana Culik Atau Bunuh Pendiri Wikileaks Julian Assange Pada 2017

Senin, 27 Sep 2021 18:35

Pemuda Palestina Pukul Mundur Pasukan Israel Dan Pemukim Ilegal Yahudi Yang Coba Masuki Nablus

Pemuda Palestina Pukul Mundur Pasukan Israel Dan Pemukim Ilegal Yahudi Yang Coba Masuki Nablus

Senin, 27 Sep 2021 17:38

Training Masak ala Quranic Quantum Food yang tayang 2x di Khazanah Trans7

Training Masak ala Quranic Quantum Food yang tayang 2x di Khazanah Trans7

Senin, 27 Sep 2021 14:46

Pajak, Haruskah Ada dalam Dunia Pendidikan?

Pajak, Haruskah Ada dalam Dunia Pendidikan?

Senin, 27 Sep 2021 11:08

Boyband BTS & Behind The Scene Agenda Besar SDGs

Boyband BTS & Behind The Scene Agenda Besar SDGs

Senin, 27 Sep 2021 09:30

Bukhori Kritik Wacana Opsi TNI-Polri sebagai Penjabat Kepala Daerah: Pemerintah Jangan Seret Mereka

Bukhori Kritik Wacana Opsi TNI-Polri sebagai Penjabat Kepala Daerah: Pemerintah Jangan Seret Mereka

Senin, 27 Sep 2021 08:22

Belajar Quantum Emotional Healing Langsung ke Masternya, DR. Syamsul Balda

Belajar Quantum Emotional Healing Langsung ke Masternya, DR. Syamsul Balda

Senin, 27 Sep 2021 07:49

Taliban: Bandara Kabul Siap Untuk Penerbangan Internasional

Taliban: Bandara Kabul Siap Untuk Penerbangan Internasional

Ahad, 26 Sep 2021 21:15

Komunis Benci Agama, Tapi Anehnya Mendukung Pancasila

Komunis Benci Agama, Tapi Anehnya Mendukung Pancasila

Ahad, 26 Sep 2021 21:00

Hamas Desak Sudan Lindungi Aset Warga Palestina

Hamas Desak Sudan Lindungi Aset Warga Palestina

Ahad, 26 Sep 2021 20:50

Turki Pertimbangkan Beli Rudal S-400 Rusia Kedua Meski Keberatan AS

Turki Pertimbangkan Beli Rudal S-400 Rusia Kedua Meski Keberatan AS

Ahad, 26 Sep 2021 20:35

Serangan Balik

Serangan Balik

Ahad, 26 Sep 2021 20:31

Santri Darul Aman Gombara Raih Gelar Juara Kombanas Virtual 2021

Santri Darul Aman Gombara Raih Gelar Juara Kombanas Virtual 2021

Ahad, 26 Sep 2021 20:26

73 Anak Palestina Terluka Akibat Serangan Pasukan Zionis Israel Di Tepi Barat Dalam 2 Pekan Terakhir

73 Anak Palestina Terluka Akibat Serangan Pasukan Zionis Israel Di Tepi Barat Dalam 2 Pekan Terakhir

Ahad, 26 Sep 2021 20:04

Gaji Fantastis Wakil Rakyat

Gaji Fantastis Wakil Rakyat

Ahad, 26 Sep 2021 19:49

 Penyerangan kepada Ustaz Tak Boleh Diremehkan!

Penyerangan kepada Ustaz Tak Boleh Diremehkan!

Ahad, 26 Sep 2021 19:24


MUI

Must Read!
X