Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
16.270 views

Mendiamkan Preman Berbuat Anarkis & Brutal, Warga Solo Kecam Polisi

SOLO (voa-islam.com) – Meski dilayani dengan baik dan santun saat melakukan pengaduan ke Mapolresta Solo pada Sabtu (22/6/2013) sore, namun hal tersebut tidak lantas menenggelamkan kekecewaan warga kampung Kentingan Baru, Jebres, Solo, Jawa Tengah kepada aparat kepolisian.

Pasalnya, saat ratusan preman merusak, menghancurkan dan merobohkan rumah para warga Kentingan Baru, di lokasi kejadian atau TKP terdapat aparat kepolisian dari Polsek Jebres. Namun saat itu, aparat kepolisian hanya diam saja tanpa melakukan pencegahan terhadap aksi anarkis dan brutal para preman.

“Saat itu ada polisi mas, neng polisine mung meneng tok ra ngopo-ngopo (tapi polisinya hanya diam saja tidak melakukan apa-apa -red),” kata Pak Parjo (nama samaran), salah seorang warga Kentingan Baru kepada voa-islam.com pada Minggu, (23/6/2013) di TKP.

...Saat itu ada polisi mas, neng polisine mung meneng tok ra ngopo-ngopo (tapi polisinya hanya diam saja tidak melakukan apa-apa -red)...

Sementara itu, warga lain bernama Wahono, menuturkan jika para preman yang merusak dan merobohkan rumah warga adalah para preman bayaran.  Preman bayaran itu diketahui oleh warga digerakkan oleh seseorang bernama Wiwik Tri Setyoningsih, yang merupakan eks warga kampung Kentingan Baru.

“Jelas itu mereka preman bayaran mas, dan yang menggerakkan mereka (para preman -red) itu Wiwik. Warga sini sudah kenal dan hafal semua dengan Wiwik ini. Karena dia dulu kan tinggal di sini,” jelas Wahono kepada  voa-islam.com pada Minggu, (23/6/2013) di TKP.

Wahono menjelaskan jika bentuk tubuh para preman itu rata-rata berambuk cepak dan berbadan tegap. Mereka datang ke kampung Kentingan Baru dengan membawa linggis, palu besar, martil dan senjata tajam berbagai jenis.

...Jelas itu mereka preman bayaran mas, dan yang menggerakkan mereka (para preman -red) itu Wiwik. Warga sini sudah kenal dan hafal semua dengan Wiwik ini. Karena dia dulu kan tinggal di sini...

Dirinya tidak terima dengan tindakan anarkis dan brutal para preman tersebut. Menurutnya, jika memang ada permasalahan seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum yang ada. Dirinya memang menyadari tinggal disebuah bangunan yang sampai saat ini masih bersengketa. Namun ia mengatakan jika dalam sidang sengketa lahan di Kentingan Baru, warga selalu menang.

“Mereka posturnya besar-besar dan beberapa ada yang menggunakan pentungan. Saya tidak terima. Saya memang warga baru dikampung tersebut, kalaupun dalam sengketa kami kalah, kami tidak masalah jika disuruh pindah. Yang jelas caranya tidak seperti ini,” ujarnya.

“Dan jika ada masalah, yaa harus diselesaikan lewat jalur hukum. Kalau memang kami kalah itukan yang menggusur kami bukan para preman itu, tapi aparat kepolisian atau satpol PP, tapi kenapa preman yang merobohkan rumah warga? Dan perlu diketahui mas, selama ini yang saya ketahui warga selalu menang saat sidang” imbuhnya.

...Kita disini jelas kecewa dengan sikap aparat yang terkesan membiarkan (aksi premanisme yang merusak dan merobohkan rumah warga -red). Dan ndak betul jika ada media yang bilang polisi kalah jumlah (dengan preman -red), lha wong polisi saat itu juga banyak kok...

Ironisnya, Wahono menjelaskan, para preman tersebut justru datang bersama aparat Polsek Jebres. Namun, tindakan anarkis para preman tersebut terkesan tidak digubris sama sekali oleh pihak aparat. Bahkan disaat para preman memukuli dan menyeret dirinya serta para warga penyandang cacat lainnya di kampung Kentingan Baru, polisi hanya diam saja.

Sikap dan tindakan membisu dari aparat tersebut langsung mendapat kecaman dari para warga, baik laki-laki, orang yang sudah tua ataupun para wanita. Mereka menilai hal tersebut sebagai sebuah persekongkolan atau kekalahan aparat kepolisian terhadap premanisme.

“Kita disini jelas kecewa dengan sikap aparat yang terkesan membiarkan (aksi premanisme yang merusak dan merobohkan rumah warga -red). Dan ndak betul jika ada media yang bilang polisi kalah jumlah (dengan preman -red), lha wong polisi saat itu juga banyak kok,” tandas Wahono yang juga menjadi korban penganiayaan para preman. [Khalid Khalifah]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X