Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.298 views

Sidang Trio Mujahid Jepara Harus Ungkap Pelecehan Agama Murtadin Suparno

JEPARA (voa-islam.com) – Tim Pengacara Muslim menyayangkan persidangan kasus eksekusi mati trio mujahid Jepara terhadap murtadin Omega Suparno yang belum menyentuh esensi peristiwa perkara pembunuhan. Persidangan harus mengungkap adanya pelecehan agama yang menjadi pemicu pembunuhan, supaya menjadi pembelajaran agar modusnya tidak terulang di tempat lain.

Sidang lanjutan eksekusi murtadin Omega Suparno kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jepara, Kamis, (25/7/2013) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Dua orang yang dihadirkan jaksa sebagai saksi adalah Arif Yulianto dan Siswo.

Arif adalah warga desa Jenggotan kecamatan Kembang kabupaten Jepara, sedangkan Siswo adalah pemilik rental mobil di desa Gribik Gepok Jepara. Salah satu mobilnya disewa Agus Suprapto bersama Ustadz Amir Mahmud dan Sony Sudarsono untuk mengeksekusi mati Omega Suparno, murtadin penghujat Islam.

Di persidangan, Arif Yulianto maupun Siswo sama sekali tidak melihat kejadian eksekusi murtadin Suparno.

Kuasa hukum trio mujahid Jepara menilai persidangan belum berhasil menyingkap tabir pembunuhan murtadin Omega Suparno. Karena kedua saksi sama sekali tidak bisa menjelaskan akar masalah terjadinya peristiwa pembunuhan. Kedua saksi hanya mengetahui adanya jenazah dan menyatakan adanya sewa mobil yang belakangan dipakai untuk aksi pembunuhan.

“Keterangan para saksi yang dihadirkan belum pada esensi peristiwa perkara pembunuhan. Belum masuk pada esensi siapa yang melakukan pembunuhan, kapan dilakukan pembunuhan, apa motifnya dan sebagainya. Jaksa belum bisa menghadirkan saksi yang tahu kejadian yang sebenarnya,” ujarnya kepada voa-islam.com usai sidang.

Michdan menilai persidangan kasus ini menjadi dilematis karena diterapkan pembuktian dengan jalan melakukan pemecahan perkara (splitsing).

“Di sini terjadi splitsing yang dipakai sebagai alat untuk membuktikan adanya pembunuhan karena tidak bisa terungkap siapa yang melihat pelaksanaan pembunuhan itu. Ini yang membuat kasus ini menjadi dilematis,” paparnya.

Supaya menjadi terang,  maka persidangan harus menghadirkan saksi yang bisa mengungkap akar masalah yang memicu pembunuhan, yaitu pelecehan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh murtadin Suparno. “Esensinya adalah adanya pembunuhan adalah karena tindakan menistakan agama dari korban kepada terdakwa. Ini sebenarnya esensi kesaksian yang kita tunggu. Mestinya dihadirkan saksi yang bisa membuka tabir itu,” tegasnya.

Pengungkapan kasus penistaan agama oleh Omega Suparno di balik kasus pembunuhan ini, menurut Michdan, harus diungkap supaya menjadi pembelajaran agar modusnya tidak terulang di tempat lain. “Harus diungkap bahwa pembunuhan ini terjadi karena pelecehan agama. Ini tidak boleh menjadi modus yang terus terjadi. Kita menyayangkan kalau latar belakang ini tidak diangkat,” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan voa-islam.com sebelumnya, murtadin Omega Suparno tewas dieksekusi trio mujahid pada Rabu (12/12/2012) setelah terbukti melecehkan Islam secara provokatif. Calon pendeta ini mengajarkan bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang tidak benar dan boleh diinjak-injak, Allah yang disembah umat Islam bukan tuhan karena hanya diada-adakan oleh orang bangsa Arab, dan Nabi Muhammad derajatnya setara dengan kiyai di Jawa.

Pelaku eksekusi murtadin Suparno adalah Ustadz Amir Mahmud (29), Sony Sudarsono (29), dan Agus Suprapto (31), yang dikenal sebagai trio mujahid jepara yang telah malang melintang di dunia jihad.

Ustadz Amir Mahmud adalah alumnus pesantren tauhid terbesar di kotanya yang sudah malang-melintang di dunia jihad. Usai menamatkan pendidikan di pesantren tahun 2000, ayah seorang anak ini ditugaskan dakwah di Lombok, NTB. Tahun 2001, ketika bumi Ambon bergolak, ia terpanggil untuk berjihad selama 4,5 tahun membela kaum muslimin yang tertindas.

Sony Sudarsono adalah mujahid yang sudah malang-melintang berjihad hingga mancanegara. Ayah dua orang anak ini pernah mengikuti pelatihan jihad di Moro Pilipina. Sedangkan Agus Suprapto, adalah mujahid yang pernah bergabung bersama kafilah i’dad di Aceh bersama Abu Umar. Ayah empat orang anak ini sempat menjadi buronan Densus 88 Antiteror karena jihadnya. [taz]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Kamis, 21 Jan 2021 00:04

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Rabu, 20 Jan 2021 22:28

Aplikasi Perpesanan Turki BiP Peroleh Lebih Dari 8 juta Pengguna Baru Secara Global

Aplikasi Perpesanan Turki BiP Peroleh Lebih Dari 8 juta Pengguna Baru Secara Global

Rabu, 20 Jan 2021 20:35

Pemerintah Afghanistan Salahkan Taliban Karena Hentikan Pembicaraan Damai

Pemerintah Afghanistan Salahkan Taliban Karena Hentikan Pembicaraan Damai

Rabu, 20 Jan 2021 20:01

Pemerintah Harus Turun Tangan Soal Gugatan Rp 39,5 Triliun dari Perusahaan Asing ke Pertamina

Pemerintah Harus Turun Tangan Soal Gugatan Rp 39,5 Triliun dari Perusahaan Asing ke Pertamina

Rabu, 20 Jan 2021 15:59

Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Rabu, 20 Jan 2021 14:08

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

Rabu, 20 Jan 2021 12:54

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

Rabu, 20 Jan 2021 12:42

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Rabu, 20 Jan 2021 12:30

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Rabu, 20 Jan 2021 10:55

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Selasa, 19 Jan 2021 22:52

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Selasa, 19 Jan 2021 22:30

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Selasa, 19 Jan 2021 22:11

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

Selasa, 19 Jan 2021 22:00

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Selasa, 19 Jan 2021 20:45

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Selasa, 19 Jan 2021 18:15

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Selasa, 19 Jan 2021 17:00

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Selasa, 19 Jan 2021 15:34

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Selasa, 19 Jan 2021 14:43

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Selasa, 19 Jan 2021 14:35


MUI

Must Read!
X