Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
23.719 views

Metro TV Tuduh 22 Media Islam Penyebar Hoax, Forjim: Itu Fitnah dan Hoax Sejati!

 

JAKARTA (voa-islam.com)--Stasiun televisi swasta nasional Metro TV dinilai telah menyiarkan fitnah terhadap media-media Islam. Tidak main-main, Metro TV menyebut 22 media Islam sebagai penyebar hoax (berita bohong).

Dalam siaran METRO HARI INI pukul 17.25 WIB, Jumat, 6 Januari 2017 lalu, yang juga diunggah ke situs Metrotvnews.com, Metro TV menayangkan berita dengan judul "Daftar Situs Penyebar Hoax."

Disebutkan, 22 situs media Islam direkomendasikan oleh Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) kepada Kementerian Kominfo untuk diblokir dengan alasan menyebarkan hoax dan juga radikalisme.

Ke-22 situs website berita Islam dan blog itu adalah: arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net dan hidayatullah.com.

Kemudian salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com, muqawamah.com, lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, daulahislam.com, shoutussalam.com, azzammedia.com, dan terakhir, indonesiasupportislamicatate.blogspot.com.

Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menilai, berita yang disampaikan Metro TV ini bukan hanya tidak berimbang (cover both side) menurut prinsip-prinsip jurnalistik yang umum, tetapi juga mengandung fitnah.

Secara sepihak Metro TV memanfaatkan data lawas yang dirilis BNPT dan Kemenkominfo pada 30 Maret 2015 lalu, tanpa ada upaya klarisikasi kepada pengelola situs-situs tersebut.

"Fitnahnya, karena Metro TV menyebut 22 situs itu juga sebagai penyebar hoax. Padahal seperti diumumkan Kemenkominfo saat itu, BNPT meminta situs-situs tersebut diblokir hanya dengan alasan situs-situs itu disebut sebagai penggerak paham radikalisme dan/atau simpatisan radikalisme," ungkap Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Forjim, Nuim Hidayat, kepada wartawan, Ahad malam (08/01/2017).

Soal radikalisme, lanjut Nuim, adalah perdebatan yang panjang yang hingga kini belum disepakati maknanya. Pada pertemuan dengan Komisi I DPR saat itu, Nuim juga mengaku turut menjelaskan panjang lebar mengenai sikap media Islam terhadap persoalan-persoalan kebangsaan.

Apalagi, setelah diklarifikasi, sebagian besar dari situs-situs yang diblokir itu akhirnya dibuka kembali. Nuim mengakui adanya kemungkinan media-media Islam itu melakukan kekeliruan dalam satu atau dua artikel yang diterbitkan.

Tetapi hal itu tidak serta merta dapat dikatakan media tersebut sebagai penyebar hoax. “Media-media mainstream kan juga pernah melakukan kesalahan. Kesalahan Metro TV di sini adalah tidak mewawancarai langsung pemimpin redaksi yang bersangkutan. Dan mengapa yg dibidik semua media Islam. Media non Islam yang banyak nyebarkan hoax tidak dibidik,"tutur penulis buku Imperialisme Baru ini.

Media Harus Kritis

Nuim menambahkan, dengan kejadian ini masyarakat makin cerdas menilai siapa penyebar hoax sesungguhnya. Metro TV yang disebut sebagai media "mainstream" oleh sebagian kalangan, juga akan akan disebut masyarakat sebagai media hoax.

Sebab mereka ingin melawan hoax dengan cara hoax pula. "Hoax itu kan sekarang seolah dimaknai sebagai berita yang tersebar yang tidak disukai oleh rezim dan pendukungnya. Sementara kalau hoax itu datang dari penguasa dan media-media atau pendukungnya tidak disebut sebagai hoax," ungkap alumni Pascasarjana Universitas Indonesia itu.

"Kesalahan-kesalahan media-media pendukung Presiden adalah membenarkan semua ucapan atau tingkah laku Presiden. Fungsi media itu selain untuk memberikan informasi, juga mengkritisi petistiwa, termasuk mengritisi ucapan Presiden, tambahnya.

Nuim mengapresiasi ucapan Presiden untuk menghentikan peredaran hoax. Tetapi, kata dia, menindaklanjuti dengan serampangan menyatakan puluhan situs Islam itu penyebar hoax adalah tindakan yang sembrono.

“Media itu jangan menjadi Pak Turut. Berbahaya media bila tidak kritis. Tindakan pembredelan sebenarnya sudah ketinggalan zaman. Apakah mau ditutup Facebook, Whatsapp, Twitter yang disitu sebenarnya banyak menyebarkan hoax? Di masa keberlimpahan atau kebisingan informasi begini yang diperlukan bukan hanya pendidikan bagi wartawan, tapi juga pendidikan bagi masyarakat dalam menyikapi informasi," pungkasnya. * [Syaf/voa-islam]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Saat sang suami di-phk karena sakit jiwa, ia menjadi buruh cuci pakaian dengan gaji satu juta rupiah perbulan. Susah payah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, dan pengobatan...

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

Untuk meningkatkan pelayanan dakwah dan infaq, IDC merubah nomor layanan ummat. Semoga komunikasi Admin IDC dengan para donatur, relasi dan klien IDC tidak tersendat...

Latest News
Anies Baswedan Tidak Pandang Bulu Larang Prostitusi di Jakarta

Anies Baswedan Tidak Pandang Bulu Larang Prostitusi di Jakarta

Selasa, 17 Jan 2017 07:22

Sudahkah Berada dalam Kedudukan Ummat Terbaik?

Sudahkah Berada dalam Kedudukan Ummat Terbaik?

Selasa, 17 Jan 2017 06:53

Fahira Idris: Jika Tak Ingin Hoax Merajalela, Pemerintah Harus Responsif Jawab Isu

Fahira Idris: Jika Tak Ingin Hoax Merajalela, Pemerintah Harus Responsif Jawab Isu

Selasa, 17 Jan 2017 06:31

Serbuan TKA Mengokohkan Neoliberalisme, Mengancam Keluarga dan Generasi

Serbuan TKA Mengokohkan Neoliberalisme, Mengancam Keluarga dan Generasi

Senin, 16 Jan 2017 23:59

Mari Berdayakan Petani Muallaf Kuningan

Mari Berdayakan Petani Muallaf Kuningan

Senin, 16 Jan 2017 23:30

Munarman: Kapolda Jabar Rangkap Jabatan di Ormas GMBI adalah Pelanggaran Kode Etik Kepolisian

Munarman: Kapolda Jabar Rangkap Jabatan di Ormas GMBI adalah Pelanggaran Kode Etik Kepolisian

Senin, 16 Jan 2017 21:37

Demokrasi Bungkam Ketika Aleppo Dilenyapkan

Demokrasi Bungkam Ketika Aleppo Dilenyapkan

Senin, 16 Jan 2017 20:50

Ketika Ilmu Semakin Bertambah

Ketika Ilmu Semakin Bertambah

Senin, 16 Jan 2017 20:40

Anton Charliyan Akan Dilaporkan ke Propam

Anton Charliyan Akan Dilaporkan ke Propam

Senin, 16 Jan 2017 20:14

Dinilai Langgar Keamanan dan Kenyamanan, Akun Habib Rizieq dan DPP FPI Di-suspend Twitter

Dinilai Langgar Keamanan dan Kenyamanan, Akun Habib Rizieq dan DPP FPI Di-suspend Twitter

Senin, 16 Jan 2017 18:21

Ustadz Solmed Dampingi Sandiaga Uno Tinjau Harga-harga di Pasar Induk

Ustadz Solmed Dampingi Sandiaga Uno Tinjau Harga-harga di Pasar Induk

Senin, 16 Jan 2017 17:54

Tagar #RakyatBersamaFPI Trending Topic Urutan Pertama di Jagat Twitter

Tagar #RakyatBersamaFPI Trending Topic Urutan Pertama di Jagat Twitter

Senin, 16 Jan 2017 17:29

Wali Kota Bekasi dan Wakil Dinobatkan Sebagai Bapak Toleransi Beragama oleh Empat Organisasi Gereja

Wali Kota Bekasi dan Wakil Dinobatkan Sebagai Bapak Toleransi Beragama oleh Empat Organisasi Gereja

Senin, 16 Jan 2017 15:04

Suka Makan Cabe Menjadikan Kita Panjang Umur

Suka Makan Cabe Menjadikan Kita Panjang Umur

Senin, 16 Jan 2017 14:53

Tidak Boleh Berdoa dengan Selain yang di Al-Qur'an dan Sunnah?

Tidak Boleh Berdoa dengan Selain yang di Al-Qur'an dan Sunnah?

Senin, 16 Jan 2017 14:10

Subsdi Dikurangi, Harga Gas Elpiji Meninggi, Rakyat Dikhianati

Subsdi Dikurangi, Harga Gas Elpiji Meninggi, Rakyat Dikhianati

Senin, 16 Jan 2017 14:06

Ribuan Umat Islam Datangi Mabes Polri Laporkan Sejumlah Pihak

Ribuan Umat Islam Datangi Mabes Polri Laporkan Sejumlah Pihak

Senin, 16 Jan 2017 13:52

Pelajar Islam Indonesia Bekasi Gelar Follow Up Pasca Training

Pelajar Islam Indonesia Bekasi Gelar Follow Up Pasca Training

Senin, 16 Jan 2017 12:56

Mahir Berbahasa Inggris Dalam Waktu 30 Hari Dari Nol sampai Mahir, Hanya Rp.400rb

Mahir Berbahasa Inggris Dalam Waktu 30 Hari Dari Nol sampai Mahir, Hanya Rp.400rb

Senin, 16 Jan 2017 12:41

IKA-BKPRMI Dipimpin Ketua Umum Baru

IKA-BKPRMI Dipimpin Ketua Umum Baru

Senin, 16 Jan 2017 12:31


Must Read!
X