Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.011 views

Angkut 1000 Ton Beras, Kapal Kemanusiaan Indonesia Mulai Berlayar ke Somalia

 

SURABAYA (voa-islam.com)--Indonesia sedang punya hajatan besar di ranah kemanusiaan. Diplomasi kemanusiaan lintas benua bakal dilayarkan selekas mungkin.

Dari Indonesia yang subur nan kaya, menuju Benua Afrika yang jauh di barat negeri. Tidak peduli jarak, tidak melihat tentang beda bahasa, etnis, dan kultur. Satu hal yang menggeber empati di sini adalah tentang rasa kemanusiaan.

Kabar tentang kelaparan di Afrika, khususnya di Somalia memantik empati dan nurani kemanusiaan untuk bergerak. Bangsa yang subur dan dikenal ramah ini harusnya memang bisa berbuat sesuatu, lebih masif, untuk meredam kelaparan di Afrika. Karena makan di Indonesia tidak pernah sampai sesulit di Afrika yang gersang. Lapar di negeri tidak pernah sampai memicu risiko kematian jutaan jiwa. Beras masih bisa dibeli, air bersih masih mudah didapatkan.

Tapi di daerah Tanduk Afrika, khususnya di Somalia, Nigeria, Sudan Selatan, hingga Yaman di tepi Teluk Aden – makan itu luar biasa sulit. Beras tidak pernah se-murah di Indonesia. Apalagi hadirnya konflik makin membuat runyam.

Akhirnya krisis kemanusiaan pun meledak. Dalam tiga bulan terakhir sejak awal tahun 2017, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis data sekira 20 juta jiwa warga Afrika terancam kematian. Pemicunya satu: lapar yang merundung sepanjang hari.

Tidak berdiam diri melihat apa yang terjadi, kompilasi empati masyarakat Indonesia pun bergerak cepat. Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi dan menyusun agenda yang berpacu dengan waktu.

Kapal Kemanusiaan digagas dan dilayarkan dalam tempo yang singkat. Beras dikumpulkan, beras menjadi bahan diplomasi kemanusiaan lintas benua. Sebab di Somalia pun, 80% penduduknya mengonsumsi beras sebagai makanan pokok.

Presiden Aksi Cepat Tanggap Ahyudin mengatakan, Lapar itu pada dasarnya hanya urusan waktu. Semakin lama tidak berbuat apapun, angka kelaparan dan malnutrisi makin melesat, risiko kematian bakal bertambah setiap harinya. Mati dan hidup batasnya tipis sekali. Ini tentang urusan nyawa.

Bahkan untuk urusan diplomasi kemanusiaan sampai Afrika ini, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla punya pandangan serupa. Dalam pertemuan ACT dengan Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Senin (10/4) lalu, Wapres sepakat Indonesia harus tampil sebagai bangsa penolong.

“Kita bangsa ‘tangan di atas’, bukan ‘di bawah’. Langkah ACT perlu memperoleh dukungan,” ujar Wapres Jusuf Kalla.

Kapal kemanusiaan lepas jangkar, mulai Berlayar ke Somalia bergerak dan berbuat sesuatu, empati dan rasa kemanusiaan itu terkonversi dalam bentuk karung-karung beras.

Lewat program Kapal Kemanusiaan, ACT menghimpun beras untuk lekas dikapalkan ke Somalia. Hanya dalam hitungan beberapa pekan ke belakang, 1000 ton beras atau setara dengan 48.000 karung beras sudah terkumpul, kemudian diangkut seluruhnya ke dalam kontainer menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Beras sebanyak 40 kontainer diboyong dari Kecamatan Cepu Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro, dua wilayah subur bagian dari lumbung pangan terbaik di Pulau Jawa. Kurang lebih 300 ton beras atau setara dengan 12.000 karung beras dibawa dari Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Sisanya sebanyak 700 ton atau setara dengan 28.000 karung diboyong dari Kabupaten Bojonegoro.

“Blora sekarang bangga, masyarakat di Somalia sana bisa tersenyum. Karena melalui ACT masyarakat Blora bisa kirim 1000 ton untuk Somalia,” ungkap Bupati Blora Letkol Inf. (Purn) Djoko Nugroho sesaat sebelum pelepasan konvoi truk, dari Cepu menuju Terminal Petikemas Surabaya.

Ahyudin, Presiden Aksi Cepat Tanggap menjelaskan, program ini terkait situasi kelaparan yang berhitung dengan waktu, sementara proses edukasi dan penggalangan masih simultan berjalan. ACT menyiapkan skenario percepatan.

“Tanpa menunggu penggalangan itu terhimpun, dengan dana yang ada kami beli gabah dari petani binaan kami, dan sejumlah usaha penggilingan di Cepu dan Bojonegoro. Hasilnya, beras yang baru dipanen, tentu berkualitas bagus. Beras inilah yang akan diberangkatkan insyaAllah pada 29 April dari Surabaya,” ungkap Ahyudin.

Tiba di Surabaya, 40 kontainer Beras untuk Afrika itu pun dibawa menuju Terminal Petikemas Surabaya di kawasan Perak. Sesuai jadwal keberangkatan, Kapal Kemanusiaan bakal berlayar di hari Sabtu, 29 April 2017.

Dari Terminal Petikemas Surabaya, Sabtu (29/4) berbarengan dengan lepas jangkar kapal, acara seremonial pelepasan Kapal Kemanusiaan pun digelar. Seremonial InsyaAllah bakal dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf dan juga Walikota Surabaya Dr (HC) Ir Tri Rismaharini, MT.

Semua urusan teknis keberangkatan, dari mulai truk kontainer hingga berlayarnya Kapal Kemanusiaan ke Somalia, Aksi Cepat Tanggap mengajak kolaborasi PT. Samudera Indonesia. Perusahaan publik yang sudah berkiprah puluhan tahun di urusan pelayaran, transportasi dan logistik skala multinasional.

Ken Narotama, Komisaris PT. Samudera Indonesia mengatakan, kolaborasi Kapal Kemanusiaan adalah kesempatan hebat untuk mengamalkan pengalaman panjang di urusan logistik dan pelayaran untuk bidang sosial.

"Kami merasa beruntung dapat kesempatan ini. Kami semua di PT. Samudera Indonesia mendoakan agak hasil dari kerja ini diberi perlindungan dan kesuksesan oleh Allah SWT. Tahap berikutnya, PT. Samudera Indonesia akan ikut di setiap langkah kemanusiaan ACT," ujar Ken Narotama dihubungi via telepon di sela-sela acara pelepasan konvoi truk Beras untuk Afrika, Rabu (26/4) kemarin.

Diplomasi kemanusiaan dikebut, pelayaran perdana Kapal Kemanusiaan akhirnya dimulai. InsyaAllah sesuai jadwal perjalanan yang sudah disusun, Kapal Kemanusiaan bakal tiba dan merapat di Port of Mogadishu di Somalia pada tanggal 29 Mei 2017.

Sebulan perjalanan laut ditempuh, bukti bahwa Indonesia tak main-main menyiapkan hajatan kemanusiaan lintas benua ini.

“Kapal Kemanusiaan adalah ikhtiar meluaskan partisipasi. Kalau yang kecil saja rela menyumbang makanan yang mereka santap, tentu yang lebih mampu, bersedia berkontribusi lebih besar mendukung terwujudnya kedaulatan pangan negeri ini. Berawal dari kemampuan melayani krisis kemanusiaan,” pungkas Ahyudin. * [Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News

MUI

Must Read!
X

Selasa, 29/11/2022 12:04

Musibah Mengingatkan kepada Nikmat