Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.317 views

Berdamai dengan Virus Corona, UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tawarkan Solusi

 
BANDUNG (voa-islam.com)--Presiden Joko Widodo telah menegaskan  target agar kurva penambahan pasien positif Covid-19 menurun pada Mei 2020 dengan cara apapun. Hal ini disampaikan dalam pembukaan sidang kabinet melalui video conference, Rabu (6/05/2020). 
 
Namun demikian data resmi COVID-19 menunjukkan jumlah terkonfirmasi secara nasional masih fluktuatif, dimana pada tanggal 6 hingga 8 Mei 2020 mengalami penurunan dari 367 menjadii 336 tetapi mengalami kenaikan pada tanggal 9 yakni 533, mengalami penurunan kembali pada tanggal 11 sebanyak 233, dan data terakhir 12 Mei melonjak drastis sebanyak 484 kasus terkonfirmasi. Secara keseluruhan tren selama 14 hari terakhir masih menunjukkan peningkatan. 
 
Sementara itu, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan  agar masyarakat mulai berdamai dengan  dengan Covid-19. Hal tersebut dicuitkan dalam akun twitter resmi Presiden Joko Widodo pada Kamis (07/05/2020). Jokowi, Sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan. Sejak awal pemerintah memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, bukan lockdown.
 
Dengan PSBB, masyarakat masih bisa beraktivitas, tetapi dibatasi. Atas pernyataan tersebut, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan maksud berdamai dengan corona sebagaimana dikatakan Jokowi itu adalah menyesuaikan dengan kehidupan. Artinya masyarakat harus tetap bisa produktif di tengah pandemik Covid-19 tetapi ada penyesuaian dalam kehidupan dan tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan diantaranya dengan selalu mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak dari kerumunan sehingga tercipta new normal life seperti lansir news.detik.com (08/05/2020)
 
 
Menyikapi himbauan Presiden Joko Widodo, Tim Riset Kefir UIN Sunan Gunung Djati Bandung menawarkan alternatif agar dapat menjalani new normal life dalam situasi pandemik COVID-19 selain dengan disiplin mengikuti protokol kesehatan yakni dengan memanfaatkan probiotik kefir susu untuk meningkatkan sistem imun tubuh. "Kefir merupakan nutrisi untuk mengoptimalkan imunitas tubuh, sehingga mehasilkan imunitas yang prima. Covid merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus oleh karenanya termasuk self-limited disease. Oleh sebab itu, imunitas tubuh yang prima merupakan hal yang utama dan urgent diperlukan untuk mengatasi serangan Co-V-19. Kita ketahui bersama bahwa upaya penemuan obat dan vaksin Covid masih terus dilakukan, sedangkan virus juga  terus mengalami mutasi. Para ilmuwan di Litbang kesehatan RI telah berhasil menguraikan kode genetik 29.000 basa SAR-CoV-2 pada bulan Mei ini  dan ternyata hasilnya virus di Indonesia memiliki perbedaan dari negara lain. Oleh karenanya sangat penting untuk menjaga agar imunitas tubuh tetap prima", tutur Dr. dr. Ambar Sulianti, M.Kes., salah satu Tim Riset Kefir UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
 
Mengapa Probiotik Kefir?
 
Kefir susu dan kefir kolostrum dipilih bukan tanpa alasan. “Studi literatur  yang kami lakukan menggunakan metode systematic review pada jurnal yang terbit tahun 2010 hingga 2020 ditemukan tidak kurang dari 50 jurnal yang mempublikasikan karakteristik psikokimia, mikrobiologi,  dan bioaktivitas kefir susu juga kolostrum baik secara in vitro, in vivo, bahkan beberapa diantaranya telah dilakukan uji klinis. Hasil studi ini menunjukkan kefir susu memiliki manfaat antara lain antialergi, antiinflamasi/peradangan, antikanker, antikonstipasi/sembelit, antidiabetes, antiobesitas/kegemukan, antiinfeksi (bakteri, jamur, virus patogen) dalam dan luar tubuh, memperbaiki fungsi pencernaan, memperbaiki penyerapan gizi, melancarkan aliran darah, mengontrol kadar kolesterol darah, dan meningkatkan imunitas tubuh,” ungkap Dr. Neneng Windayani, Ketua Tim Riset Kefir di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 
 
Ditambahkan Neneng, tidak kurang dari 50 spesies probiotik telah dilaporkan terdapat dalam grain kefir, yakni Bifidobacterium psychraerophilum, Bifidobacterium choerinum, Bifidobacterium longum, Bifidobacterium pseudolongum, Lactobacillus acidophilus, Lb. brevis / Lb. kefiri, Lb. casei subsp. casei, Lb. casei subsp. rhamnosus, Lb. paracasei subsp. paracasei, Lb. fermentum, Lb. cellobiosus, Lb. delbrueckii subsp. bulgaricus, Lb. delbrueckii subsp. lactis, Lb. fructivorans, Lb. helveticus subsp. lactis, Lb. hilgardii, Lb. helveticus, Lb. kefiri, Lb. kefiranofaciens subsp. kefirgranum, Lb. kefiranofaciens subsp. kefiranofaciens, Lb. parakefiri, Lb. plantarum, treptococcus thermophilus, St. paracitrovorus, Lactococcus lactis subsp. lactis, Lc. lactis subsp.lactis biovar. diacetylactis, Lc. lactis subsp.cremoris, Enterococcus durans, Leuconostoc mesenteroides subsp.cremoris, Leuc. mesenteroides subsp. mesenteroides, Leuc. dextranicum, Dekkera anomala/ Brettanomyces anomalus , Kluyveromyces marxianus/ Candida kefyr, Pichia fermentans / C. firmetaria, Yarrowia lipolytica/ C. lipolytica , Debaryomyces hansenii/C. famata , Deb. [Schwanniomyces] occidentalis Issatchenkia orientalis, C.krusei Galactomyces geotrichum, Geotrichum candidum, C. friedrichii, C. rancens, C. tenuis, C. humilis, C. inconspicua, C. maris, Cryptococcus humicolus, Kluyveromyces lactis var. lactis, Kluyv. bulgaricus, Kluyv. lodderae, Saccharomyces cerevisiae, Sacc. subsp. torulopsis holmii, Sacc. pastorianus, Sacc. humaticus, Sacc. unisporus, Sacc. exiguus, Sacc. turicensis sp.nov, Torulaspora delbrueckii, Zygosaccharomyces rouxii,Acetobacter aceti, dan Acetobacter rancens.
 
Kaitannya dengan virus SAR-CoV-2 penyebab COVID-19, Dr. Yani Suryani, M.Si. ahli mikrobiologi pada Tim Riset Kefir UIN Sunan Gunung, menjelaskan kefir memiliki kemampuan menekan atau menghambat ACE-2 (angiotensin-converting enzyme) yang merupakan reseptor SAR-CoV-2, sehingga menghambat masuknya virus tersebut. Dr. Yani menambahkan, makanan kaya probiotik seperti kefir dapat mendukung keseimbangan mikroorganisme dalam usus dan juga berkorelasi dengan penurunan kecemasan, hal ini karena probiotik memiliki kemampuan mereduksi tingkat kortisol yaitu hormon yg berperan dalam penggunaan gula atau glukosa dan lemak dalam metabolisme tubuh untuk menyediakan energi. Hormon kortisol berperan mengendalikan stres yang dipengaruhi oleh infeksi, cedera, aktivitas berat, dan stres fisik serta emosional. Selain itu konsumsi kefir dapat membantu meningkatkan pencernaan karena adanya bakteri Lactobacillus sp. dan Bifidobacterium di dalamnya dengan kata lain kefir berfungsi melawan patogen dan memulihkan flora di dalam usus, juga kefir memiliki peran memperbaiki/memerangi sindrom iritasi usus.
 
Penggunaan kefir susu dan kefir kolostrum dalam pencegahan dan penanggulangan COVID-19 juga berdasarkan pertimbangan ketersedian bahan baku yakni susu segar yang dihasilkan dari ternak sapi atau kambing. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Tri Cahyanto, M.Si., Tim Riset Kefir dan Ketua Lab Terpadu UIN Sunan Gunung Djati Bandung, bahwa susu segar hampir bisa ditemukan di seluruh wilayah Indonesia, di Jawa Barat sendiri terdapat sentra-sentra penghasil susu sapi dan susu kambing, sehingga memudahkan suplai bahan baku kefir susu. Selain itu, pembuatan kefir susu cukup mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus, dapat dipelajari oleh siapapun. Sehingga diharapkan penggunaan kefir susu selain dapat mencegah dan menanggulangi COVID-19 dengan harga yang terjangkau juga dapat menghidupkan UMKM dan peternak sapi/kambing perah, dengan demikian roda perekonomian tetap berjalan. 
 
Lebih lanjut Tri menyatakan Laboratorium Terpadu UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama Komunitas Kefir Indonesia siap memfasilitasi pelatihan secara online untuk mempermudah masyarakat mempraktikan pembuatan kefir secara massal.
 
Pemilihan kefir susu dan kefir kolostrum dalam pencegahan dan penganggulangan COVID-19 juga didasarkan hasil studi awal yang dilakukan Tim Riset Kefir bekerjasma dengan KKI (Komunitas Kefir Indonesia) pada penggunaannya terhadap sejumlah pasien (+) COVID-19, PDP (pasien dalam pengawasan), dan ODP (orang dalam pengawasan) menunjukkan tingkat kesembuhan yang lebih cepat, kurang dari 14 hari. Dalam kesempatan terpisah, Ir. Andang Kasriadi, Ketua Umum KKI, menyampaikan strategi percepatan bebas dari virus ini dalam satu bulan. Seperti dilansir laman kompasiana (20/03/2020), berikut strategi yang perlu ditempuh: 
 
1. Jaga pencernaan agar berada dalam kondisi sempurna, terutama menjaga eksistensi mikroflora usus (probiotik) yang jumlahnya malah lebih banyak dari jumlah sel tubuh kita sendiri. Faktor keberadaan mikroflora ini yang paling banyak diabaikan oleh para ahli kesehatan. Asupan probiotik dan prebiotik perlu benar-benar diperhatikan.
2. Cukup istirahat, sehingga tubuh terasa bugar.
3. Berpikir positif, gembira dan menjauhi stress. Jiwa yang gelisah dan hati yang murung adalah pereduksi sistem imun yang sangat jahat.
4. Konsumsi sayuran, buah-buahan dan biji-bijian yang melindungi tubuh dari bakteri penyebab pneumonia. Juga konsumsi bawang putih yang bersifat antimikroba patogen dan merangsang pembentukan antibodi.
5. Upayakan mendapat paparan sinar matahari yang membantu membunuh virus dan menjaga ketersediaan Vitamin. D.
6. Konsumsi cukup vitamin C, vitamin B6 dan Vitamin E, selain sebagai antioksidan yang kuat, juga merangsang pembentukan antibodi.
7. Jaga asupan protein sebagai bahan baku pembentukan antibodi.
 
Dengan sistem imun yang terjaga, maka tidak perlu takut untuk kontak dengan penderita yang sudah terpapar virus, karena akan segera dieliminasi oleh antibodi yang siap bekerja. Tentu saja diperlukan pengamatan yang melekat, sehingga bila ada gejala penurunan imunitas, baik karena kelelahan, stres atau lainnya, bisa segera dikeluarkan dari tugas yang memerlukan kontak dengan penderita.*[Ril/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Mencintai Allah

Mencintai Allah

Ahad, 18 Apr 2021 23:07

Jazuli Juwaini Minta Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Jazuli Juwaini Minta Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Ahad, 18 Apr 2021 22:37

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Ahad, 18 Apr 2021 22:30

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Ahad, 18 Apr 2021 22:24

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Ahad, 18 Apr 2021 22:20

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Ahad, 18 Apr 2021 22:05

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Ahad, 18 Apr 2021 22:03

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Ahad, 18 Apr 2021 21:45

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Ahad, 18 Apr 2021 21:17

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Ahad, 18 Apr 2021 21:12

Panggilan Jihad

Panggilan Jihad

Ahad, 18 Apr 2021 15:14

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Ahad, 18 Apr 2021 13:53

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Ahad, 18 Apr 2021 12:55

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Ahad, 18 Apr 2021 11:54

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Ahad, 18 Apr 2021 11:40

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Sabtu, 17 Apr 2021 21:34

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Sabtu, 17 Apr 2021 21:15

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Sabtu, 17 Apr 2021 20:46

Benteng Ummat Islam

Benteng Ummat Islam

Sabtu, 17 Apr 2021 13:14

Berharap kepada Allah

Berharap kepada Allah

Sabtu, 17 Apr 2021 12:59


MUI

Must Read!
X

Jum'at, 16/04/2021 09:38

Takut kepada Allah