KODI DKI Jakarta Gelar Wisuda PKM Angkatan XXXII, Luluskan 65 MubaligJum'at, 17 Jul 2026 22:04 |
|
73 Santri SHQ Ikuti Wisuda dan Haflah 1448 H di JakartaJum'at, 17 Jul 2026 06:29 |

JAKARTA (Voa-Islam.com)— Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPP PKS, Dr. Eko Yuliarti Siroj, menyampaikan keprihatinannya terhadap narasi yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang menyebut homoseksualitas sebagai sesuatu yang normal dan bukan penyimpangan.
Menurut Eko, perguruan tinggi merupakan ruang lahirnya pemikiran ilmiah yang seharusnya menghadirkan kajian secara utuh, objektif, dan bertanggung jawab. Karena itu, isu yang menyangkut manusia, keluarga, dan masa depan peradaban tidak semestinya dipandang hanya dari satu sudut pandang.
"Sebagai seorang Muslim, kami meyakini bahwa nilai-nilai kehidupan tidak hanya ditentukan oleh kesepakatan manusia yang dapat berubah mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga berpijak pada tuntunan Allah SWT sebagai Pencipta manusia yang paling mengetahui fitrah, kebutuhan, dan jalan terbaik bagi kehidupan manusia," ujar Eko di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Eko menegaskan bahwa kebebasan akademik perlu disertai tanggung jawab moral dan intelektual. Menurutnya, setiap narasi yang disampaikan kepada publik, terlebih oleh institusi akademik, hendaknya memberikan ruang bagi berbagai perspektif, termasuk perspektif agama, budaya Indonesia, kesehatan masyarakat, serta dampaknya terhadap ketahanan keluarga.
Ia mengingatkan bahwa berbagai penelitian kesehatan masyarakat menunjukkan adanya tantangan kesehatan yang perlu menjadi perhatian. Data epidemiologi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), misalnya, secara konsisten menunjukkan bahwa kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) memiliki risiko infeksi HIV dan beberapa penyakit menular seksual yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Fakta ilmiah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari diskursus kesehatan masyarakat yang tidak boleh diabaikan dalam penyusunan materi edukasi.
Selain aspek kesehatan, Eko juga mengajak dunia akademik untuk mengkaji secara lebih komprehensif berbagai implikasi sosial, psikologis, budaya, dan ketahanan keluarga. Menurutnya, isu yang menyangkut orientasi seksual tidak cukup dibahas hanya dari perspektif penerimaan sosial, tetapi juga perlu mempertimbangkan nilai-nilai agama, norma budaya bangsa, serta tujuan pembangunan keluarga yang menjadi fondasi masyarakat Indonesia.
"Kampus memiliki tanggung jawab besar dalam membangun tradisi berpikir kritis. Karena itu, setiap isu yang sensitif hendaknya dikaji secara utuh dengan menghadirkan berbagai perspektif ilmiah, sosial, budaya, hukum, dan agama sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang seimbang dan tidak parsial," ujarnya.
Eko berharap seluruh sivitas akademika dapat terus menjaga tradisi akademik yang objektif, terbuka terhadap dialog ilmiah, serta tetap menghormati nilai-nilai Pancasila, konstitusi, dan karakter religius masyarakat Indonesia. Menurutnya, perbedaan pandangan hendaknya menjadi ruang untuk memperkaya kajian ilmiah, bukan justru menghilangkan perspektif yang hidup dan diyakini oleh masyarakat.
Untuk diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) menjadi sorotan publik setelah mengunggah konten edukasi mengenai homoseksualitas. Unggahan tersebut memicu perbincangan luas di media sosial maupun di lingkungan akademik.
Dalam konten yang diunggah, BEM Psikologi UI menyatakan bahwa homoseksualitas merupakan hal yang normal serta bukan gangguan mental maupun bentuk penyimpangan. Pernyataan tersebut disebut mengacu pada laporan American Psychological Association (APA) tahun 2008.
BEM Psikologi UI juga menyampaikan bahwa hingga kini tidak terdapat riset ilmiah yang mendukung anggapan bahwa homoseksualitas merupakan gangguan mental. Konten tersebut dipublikasikan sebagai bagian dari edukasi mengenai kesehatan mental dan keberagaman.
Selain itu, BEM mengajak masyarakat untuk tidak merendahkan, mendiskriminasi, maupun menyakiti seseorang karena perbedaan pandangan atau identitas. Dalam unggahannya, organisasi mahasiswa tersebut juga menyampaikan dukungan moral agar kelompok queer dapat hidup dengan aman dan memperoleh penghormatan sebagai sesama manusia.
Unggahan tersebut menuai beragam respons dari masyarakat. Salah seorang staf Unit Kemahasiswaan Fakultas Psikologi UI, Agus, mengaku terkejut setelah mengetahui adanya pernyataan yang dipublikasikan melalui akun resmi BEM Psikologi UI.
Menurut Agus, pihak fakultas tidak menyangka konten tersebut diunggah secara terbuka oleh organisasi mahasiswa, terlebih saat sebagian besar mahasiswa telah memasuki masa libur perkuliahan.
"Jujur saya baru tahu ada info seperti itu karena selama ini mereka sudah mulai libur kuliah," ujarnya saat ditemui di kampus UI, Depok, Kamis (2/7/2026).
Hingga kini, unggahan BEM Psikologi UI masih menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Beragam tanggapan terus bermunculan, baik yang mendukung maupun yang mengkritik, sehingga memicu diskusi lebih luas mengenai isu homoseksualitas, kesehatan mental, dan kebebasan berekspresi di lingkungan akademik.*
+Pasang iklan
FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id
Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com
Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com
Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%.
Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com
KODI DKI Jakarta Gelar Wisuda PKM Angkatan XXXII, Luluskan 65 MubaligJum'at, 17 Jul 2026 22:04 |
|
73 Santri SHQ Ikuti Wisuda dan Haflah 1448 H di JakartaJum'at, 17 Jul 2026 06:29 |
