Kamis, 13 Rabiul Awwal 1448 H / 27 Agutus 2026 13:44 wib
182 views
STIQ Ar-Rahman Teguhkan Kampus Tadabbur Qur’an, KH Bachtiar Nasir Bicara Transformasi
BOGOR (Voa-Islam.com)--Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ar-Rahman menggelar Wisuda Sarjana Ke-V dan Kuliah Kehormatan di Aula Kampus STIQ Ar-Rahman, Jonggol, Bogor, Rabu (26/8/2026).
Wisuda yang bertepatan dengan 13 Rabiul Awal 1448 H itu mengusung tema “The Qur’an as the Operating System for Life: Dari Pengetahuan Qur’ani Menuju Kontribusi yang Bermakna.”
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para wisudawan untuk melanjutkan perjalanan akademik menuju pengabdian kepada masyarakat dengan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Salah satu agenda utama ialah Kuliah Kehormatan yang disampaikan Pimpinan YPPI AQL dan STIQ Ar-Rahman, Dr. (H.C.) K.H. Bachtiar Nasir, Lc., M.M. Kuliah tersebut mengangkat tema “Al-Qur’an sebagai Operating System Peradaban: Dari Tadabbur Menuju Transformasi.”
KH Bachtiar Nasir atau karib disapa UBN mengatakan, tingginya interaksi umat Islam dengan Al-Qur’an belum selalu berbanding lurus dengan perubahan karakter, pengambilan keputusan, dan tatanan sosial.
Menurut dia, tantangannya bukan semata akses terhadap Al-Qur’an, melainkan bagaimana pemahaman terhadap ayat dapat melahirkan hidayah dan diterjemahkan menjadi amal yang konsisten.
“Al-Qur’an sebagai operating system kehidupan” ditawarkan sebagai kerangka untuk menempatkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai sistem kendali dalam mengambil keputusan, melakukan evaluasi diri, dan membangun kebiasaan seorang Muslim.
UBN juga memperkenalkan konsep Predictive Tadabbur. Konsep ini merupakan upaya membaca ayat Al-Qur’an untuk menakar konsekuensi dari pilihan hidup berdasarkan pola sebab-akibat yang dijelaskan wahyu, tanpa mengklaim mengetahui perkara gaib.
Ia menegaskan, gagasan tersebut masih terbuka untuk dikaji, dikoreksi, dan diuji secara akademik. Karena itu, ia mengundang para akademisi untuk menelaah metodologi Tadabbur dan Hidayah Al-Qur’an agar dapat dikembangkan secara ilmiah.
Kiai Didin Dorong Doctor by Research
Guru Besar Universitas Ibn Khaldun Bogor, Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin, M.S., turut memberikan perhatian terhadap pengembangan pemikiran KH Bachtiar Nasir.
Kiai Didin mendorong UBN melanjutkan pengembangan gagasannya melalui program doktor berbasis riset (Doctor by Research) di Universitas Ibn Khaldun Bogor.
Menurutnya, pengalaman UBN dalam dakwah, pengembangan pemikiran, dan gerakan Tadabbur Al-Qur’an dapat menjadi modal untuk dikembangkan melalui penelitian akademik yang sistematis.
Sementara itu, Guru Besar Universitas Darussalam Gontor, Prof. Syamsuddin Arif, M.A., mendorong pengembangan gagasan Tadabbur dan Hidayah Al-Qur’an melalui pembentukan Laboratorium Tadabbur dan Hidayah Al-Qur’an.
Laboratorium tersebut diharapkan menjadi ruang kajian, penelitian, dan pengembangan metodologi Tadabbur Al-Qur’an.
Syamsuddin juga mengusulkan agar kajian tersebut ke depan dapat dikembangkan menjadi program studi, jurusan, konsentrasi, atau bidang keilmuan khusus.
Dengan demikian, Tadabbur Al-Qur’an tidak hanya berkembang sebagai gerakan dakwah, tetapi juga memiliki tradisi akademik dan penelitian yang lebih kuat.
Pesan untuk Wisudawan
Dalam kesempatan tersebut, UBN berpesan kepada para wisudawan agar tidak menjadikan ijazah sebagai tujuan akhir pendidikan.
Ia mengingatkan pentingnya memperpendek jarak antara membaca Al-Qur’an dan mengalami perubahan karena Al-Qur’an.
Para lulusan didorong menerjemahkan ilmu yang diperoleh menjadi amal nyata dan kontribusi bagi masyarakat.
Wisuda V STIQ Ar-Rahman turut dihadiri Ketua STIQ Ar-Rahman Dr. Haris Renaldi, M.Pd., Ketua Yayasan YPPI Iswahyudi Mukhlis, M.A., serta Dr. Deden Sumpena, M.Ag., dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat.
Hadir pula sejumlah akademisi, antara lain Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin, M.S., Prof. Syamsuddin Arif, M.A., dan Dr. Rabi’ Muhammad Muhammad Hafni, dosen Universitas Karabük, Türkiye.
Wisuda tersebut sekaligus meneguhkan STIQ Ar-Rahman sebagai Kampus Tadabbur Qur’an, dengan harapan para lulusan mampu membawa Al-Qur’an dari pengetahuan menuju hidayah, dari tadabbur menuju transformasi, serta dari ilmu menuju kontribusi nyata bagi masyarakat.*
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!